<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488</id><updated>2012-02-16T03:18:13.126-08:00</updated><category term='barat'/><category term='sedekah'/><category term='liangkungan'/><category term='dengar'/><category term='negeri'/><category term='cengeng'/><category term='ikhlas'/><category term='palestina'/><category term='ujian'/><category term='bangsa'/><category term='Allah'/><category term='menara gading'/><category term='neraka'/><category term='baik'/><category term='nafsu'/><category term='jihad'/><category term='pers'/><category term='jiwa'/><category term='peradaban'/><category term='yunus'/><category term='bencana'/><category term='nama'/><category term='marah'/><category term='benteng'/><category term='kita'/><category term='penjara'/><category term='bidadari'/><category term='aurat'/><category term='dua karang'/><category term='kebersihan'/><category term='sayang'/><category term='adam'/><category term='puisi'/><category term='masjid'/><category term='membaca'/><category term='terbesar'/><category term='minority'/><category term='sabar'/><category term='cinta'/><category term='jenazah'/><category term='NU'/><category term='lalat'/><category term='gelisah'/><category term='leaders'/><category term='hunain'/><category term='Iran'/><category term='suami istri'/><category term='doa'/><category term='ali haji'/><category term='dunia'/><category term='Muhammad'/><category term='radikal'/><category term='jujur'/><title type='text'>Catatan Bang Adung</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>68</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-8109579762775271179</id><published>2010-07-20T17:54:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T17:59:47.925-07:00</updated><title type='text'>Orang Banten Berdarah Yahudi</title><content type='html'>Tahukah Anda, bahwa ada seorang etnis Yahudi kelahiran Andalusia Spanyol pada  abad ke-15 adalah salah satu penyebar Islam di Jawa Barat.  Dialah Maulana Abdulmalik Israel yang semula seorang Yahudi lalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;convert&lt;/span&gt; menjadi muslim, demikian dituliskan oleh Kyai Haji Muhammad  Solikhin, seorang ulama yang mengasuh pesantren di Boyolali, dalam  triloginya tentang Syeikh Siti Jenar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku yang ditulis  oleh Ibnu Batutah, konon Maulana Malik Israel adalah salah satu anggota  dari dewan Wali Songo angkatan pertama, selain Syekh Subakir, Syekh  Hasanuddin dan beberapa penyebar Islam pertama di Jawa. Maulana Malik  Israel adalah seorang sufi yang meninggalkan tradisi Andalusia, tempat  kelahirannya, sehingga tidak melulu mengandalkan rasionalisme yang telah  menyebabkan kejatuhan Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maulana Malik Israel bersama anggota dewan Wali Songo menyebarkan Islam  hingga akhirnya hayatnya. Konon, beliau dikuburkan di sebuah bukit kecil  di tepi Teluk Banten, Bojonegara, Serang, utara Kota Cilegon.  Tampaknya, bukit itu dipilih pertama kali oleh Maulana Malik Israel  sebagai ulama yang lebih tua dari Syekh Sholeh bin Abdurrahman seorang  penyebar Islam yang hidup pada masa Maulana Hasanuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukit itu  berada pada lokasi yang memiliki titik pandang yang cukup indah ke arah  barat sehingga dapat menjadi proyeksi tafakur pada saat menyepi.  Masyarakat menyebut bukit itu dengan Gunung Santri. Konon, daerah itu  adalah tempat santri belajar kepada guru ulama tersebut. Pada masa selanjutnya, daerah itu disebut dengan nama Kampung Beji.  Sebuah kampung yang kemudian menjadi basis pergerakan perlawanan  masyarakat Banten terhadap Hindia Belanda pada akhir abad ke-19 hingga  masa kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu inspirator perlawanan itu adalah Maulana  Malik Israel, selain tentunya Sultan Ageng Tirtayasa, musuh utama VOC. Inspirasi itu masuk dalam beberapa bentuk, antara lain melalui  keturunannya yang tersebar di hampir seluruh tanah Banten. Salah satu  keturunannya adalah Syekh Jamaluddin yang dimakamkan di dekat Pelabuhan  Merak. Keturunan Maulana Malik Israel konon dinikahi oleh kakek dari  Syarif Hidayatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tidak langsung Syarif Hidayatullah  sebagian dari dirinya berdarah Israili (Yahudi), selain berdarah Husseini (Arab). Jejak  dari penghormatan kepada Maulana Malik Israel ini disebutkan dalam  silsilah Maulana Hasanuddin yang disebutkan dalam Sejarah Banten dengan  nama Sultan Bani Israel. Inspirasi itu, selain melalui darah genetik,  adalah tradisi wasilah dalam doa yang dipanjatkan dalam setiap memulai  doa, hizib atau munajat oleh masyarakat Banten.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-8109579762775271179?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/8109579762775271179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2010/07/orang-banten-berdarah-yahudi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/8109579762775271179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/8109579762775271179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2010/07/orang-banten-berdarah-yahudi.html' title='Orang Banten Berdarah Yahudi'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-3282311639075398913</id><published>2010-07-20T17:36:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T17:43:08.299-07:00</updated><title type='text'>Nasionalisme Para Kyai</title><content type='html'>Angkatan kedua Nahdlatul Ulama (NU) paling tidak mewarisi keikhlasan sikap  dan perjuangan angkatan sebelumnya. Pemahaman yang dalam dan kekokohan  memegang ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah sekaligus  kecintaan   kepada tanah air Indonesia. KH Muhammad Dahlan Kebondalem, salah  seorang pendiri NU berkata,“Berdirinya NU adalah untuk menegakkan  syariat Islam menurut ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah dan mengajak bangsa  ini untuk cinta kepada tanah airnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Hadlratussyeikh KH. M Hasyim  Asy’ari (kelahiran  1871), KH. Abdul Wahab Hasbullah (kelahiran 1888),  KH Bishri Sansuri (kelahiran 1886), dan kyai-kyai seangkatan mereka  pendiri NU, disebut generasi  NU angkatan  pertama, maka  generasi  generasi kedua merupakan  generasi penerus yang  benar-benar pewaris sikap dan perjuangan para  pendahulunya. Generasi kyai NU pertama yang  mencontohkan dan mengajarkan patriotisme; benar-benar berhasil mencetak  generasi penerus yang tidak hanya menguasai ilmu dan mengamalkan akhlak  luhur Islam, tapi juga patriot-patriot bangsa teladan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin-pemimpin  Islam yang memiliki jiwa keindonesiaan dan kebangsaan yang tinggi.  Sebagaimana generasi sebelumnya, generasi angkatan kedua ini belajar  ilmu Islam dari sumber-sumbernya dan dari guru-guru yang memiliki  kesinambungan ilmiah dari guru ke guru. Sebagaimana generasi  sebelumnya, merasakan pahit-getirnya perjuangan membela tanah air  melawan penjajah Belanda dan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; KH. Muhammad Ilyas merupakan santri kesayangan dan kepercayaan  Hadlratussyeikh yang dalam usia 18  tahun sudah dijadikan Lurah Pondok  Pesantren Tebuireng.  KH. M. Ilyas tidak hanya disayangi dan dipercaya  oleh Hadratussyeikh, tapi  bahkan tampaknya juga diserahi “membimbing”   atau setidaknya menjadi kawan belajar  dan berjuang  putra beliau, adik  sepupu KH. M Ilyas sendiri,  KHA. Wahid Hasyim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi kedua ini umumnya--baik langsung atau tidak--merupakan  santri-santri Hadlratussyeikh KHM Hasyim Asy’ari yang menjadi kebanggaan  Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan pernah beberapa kali dipercaya  menjadi menteri Agama republik ini, yaitu KH Masykur (kelahiran 1902);  KH.M. Dachlan (kelahiran 1909); KH Muhammad Ilyas (kelahiran 1911); KH.  A. Wahid Hasyim (kelahiran 1914); KHA. Wahib Wahab (1918); dan KH.  Saifuddin Zuhri (kelahiran 1919).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu semua tentulah tidak terlepas dari pengarahan guru besar  mereka,  Mahakyai Muhammad Hasyim Asy’ari. Hal itu terlihat dari kedekatan dan kebersamaan tokoh tersebut, sejak bersama-sama ngaji di Tebuireng, mondok di Pesantren  Siwalan Panji,  belajar ke Mekkah, melakukan pembaharuan pendidikan di  pesantren, hingga bersama-sama berjuang  dan berkhidmah untuk   Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka berada di  luar negeri, perhatian mereka terhadap Indonesia dan bangsanya sama  sekali tidak mengendur. Meski keduanya mengaji Islam melalui  bahasa Arab dan pernah belajar di  Arab (Mereka ke Mekkah tahun 1932, KHA. Wahid Hasyim kembali ke  Indonesia tahun 1933 dan KHM. Ilyas tahun 1935) dan menguasai bahasa  al-Quran seperti pemilik bahasa itu sendiri, namun sedikit pun mereka  tidak kehilangan ke-Indonesia-an mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan mereka yang sebentar saja keluar negeri–bahasa negeri  singgahan mereka pun belum sebenarnya mereka kuasai--tiba-tiba sikap  mereka  seperti orang  asing di negeri sendiri. Padahal, mereka  dibesarkan dan masih hidup di tanah air mereka. Masih makan hasil bumi  dan minum air tanah airnya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-3282311639075398913?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/3282311639075398913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2010/07/nasionalisme-para-kyai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/3282311639075398913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/3282311639075398913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2010/07/nasionalisme-para-kyai.html' title='Nasionalisme Para Kyai'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-5591664640087156947</id><published>2009-11-02T00:48:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T00:49:10.607-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='palestina'/><title type='text'>Konflik di Timur Tengah</title><content type='html'>&lt;div style="font-weight: bold;" id="UtamaTitle"&gt;Sikap AS Atas Israel Melunak, Palestina Marah&lt;/div&gt;      &lt;div id="UtamaLead"&gt;&lt;br /&gt;Hillary Clinton malah desak Palestina untuk segera berunding dengan Israel tanpa prasyarat&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="left" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0"&gt;   &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td align="center"&gt;    &lt;table width="300" border="0" cellpadding="3" cellspacing="0"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;      &lt;td align="center"&gt;             &lt;img id="att_fotoimg" src="http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/11/02/78959_pm_israel__benjamin_netanyahu__dan_menlu_as__hillary_clinton_300_225.jpg" class="border-1" vspace="0" width="300" align="left" height="225" hspace="0" /&gt;      &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td style="font-weight: normal; font-size: 10px;" id="att_fotocaption" align="left"&gt;       PM Israel, Benjamin Netanyahu, dan Menlu AS, Hillary Clinton (AP Photo/Dan Balilty)          &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;       &lt;div id="related" style="padding-top: 20px;"&gt; &lt;div id="related_selip"&gt;  &lt;div id="title"&gt;BERITA TERKAIT&lt;/div&gt;         &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://dunia.vivanews.com/news/read/97607-pbb_minta_israel_palestina_bentuk_penyelidik"&gt;PBB Minta Israel-Palestina Bentuk Penyelidik&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://dunia.vivanews.com/news/read/94100-tahanan_perempuan_palestina_ditukar_video"&gt;Tahanan Perempuan Palestina Ditukar Video&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://dunia.vivanews.com/news/read/91757-israel_gempur_gaza_pada_idul_fitri"&gt;Israel Gempur Gaza pada Idul Fitri&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://dunia.vivanews.com/news/read/91268-israel_tolak_bentuk_tim_pencari_fakta"&gt;Israel Tolak Bentuk Tim Pencari Fakta&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://dunia.vivanews.com/news/read/88746-abaikan_obama__israel_perluas_pemukiman"&gt;Abaikan Obama, Israel Perluas Pemukiman&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin Palestina, Minggu 1 November 2009, geram dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Hillary Clinton, atas Israel sehari sebelumnya. Dalam konferensi pers dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Clinton malah mendukung sikap Israel dalam upaya memperluas pembangunan pemukiman warganya di Tepi Barat, yang merupakan wilayah Palestina.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Laman harian &lt;em&gt;The Independent&lt;/em&gt; mengungkapkan bahwa Clinton memahami argumen Israel bahwa penghentian pembangunan pemukiman tidak masuk dalam syarat pembicaraan-pembicaraan damai dengan Palestina sebelumnya. Maka, usulan penghentian itu seharusnya tetap tidak bisa dijadikan syarat dalam pembicaraan damai kedua pihak, seperti yang tengah diupayakan oleh AS di bawah pemerintahan Barack Obama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, Clinton mendesak Palestina untuk menerima apa yang dia sebut sebagai "tawaran Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya," yaitu agar kedua pihak "menahan diri" dan segera maju ke meja perundingan tanpa prasyarat apapun. Pernyataan Clinton ini memperlunak sikap AS yang pernah dilontarkan Obama, yaitu agar Israel harus membekukan secara total perluasan pembangunan pemukiman di wilayah Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, beberapa jam kemudian, pernyataan Clinton dikritik oleh negosiator perundingan Palestina, Saeb Erakat. "Apa yang ditawarkan Israeal bukan tidak pernah terjadi," kata Erakat seperti dikutip stasiun televisi &lt;em&gt;CNN&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya adalah penghentian pendudukan Israel dan penghentian kebijakan Israel dalam menguasai Yerusalem Timur, seperti perusakan rumah, pengusiran, dan ekspansi pendudukan. Jika Amerika tidak bisa membuat Israel membekukan pendudukannya, apa kesempatan yang dimiliki rakyat Palestina untuk mencapai kesepakatan dengan Israel?" tanya Erakat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-5591664640087156947?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/5591664640087156947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/11/konflik-di-timur-tengah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/5591664640087156947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/5591664640087156947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/11/konflik-di-timur-tengah.html' title='Konflik di Timur Tengah'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-871445520239101400</id><published>2009-10-19T18:13:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T17:29:25.547-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Penting dalam Doa</title><content type='html'>&lt;script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/200/addthis_widget.js"&gt;&lt;/script&gt;      &lt;!-- AddThis Button END --&gt;           &lt;div class="reporter"&gt;             &lt;/div&gt;    &lt;!-- reporter end--&gt;      &lt;!-- contents lainnya start--&gt;          &lt;div&gt;           &lt;!-- lainnya dalem start--&gt;   &lt;div class="lainnya_dalem"&gt;        &lt;div class="image_detail"&gt;     &lt;img alt="Komponen Penting dalam Doa" style="width: 325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/10/20091009134648.jpg" /&gt;   &lt;/div&gt;     &lt;div id="detail_news_text" class=""&gt;     &lt;p&gt;Makam Nabi Ayub as. berada di tengah kampung terpencil yang dikelilingi kebun zaitun, di Suriah. Sekelompok kecil warga bersedia mendedikasikan diri untuk menjaganya. Mereka terus menghiasi makam sang nabi dengan tadarus yang begitu nikmat untuk diresapi. Allah SWT telah menurunkan keteladanan yang sangat istimewa pada diri Nabi Ayub as. Begitu pentingnya keteladanan itu menjadikan sisa peninggalan berupa makam nabi yang sangat terkenal dengan kesabarannya itu banyak dikunjungi orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya, Nabi Ayub hidup dengan kekayaan dan keturunan yang penuh barokah. Hartanya berlimpah, dan anak-anaknya menjadi teladan yang sangat menawan. Kemudian Allah SWT memberinya ujian yang menurut ukuran kita saat ini sangat berat. Harta kekayaannya diambil Allah SWT sebagai ujian pertama. Setelah itu, anak-anaknya dipanggil menghadap-Nya satu per satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua ujian tersebut tetap membuat Nabi Ayub bersabar. Ujian berikutnya adalah tubuh nabi Ayub didera luka yang terus membusuk. Sampai akhirnya beliau diusir dari kampung halamannya. Sungguh ujian yang sangat berat. Sampailah, Rahmah, istri Nabi Ayub, teruji keimanannya. Dia meminta suaminya untuk berdoa kepada Allah SWT agar penyakit yang sudah bertahun-tahun mendera itu segera disembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Nabi Ayub menanggapi permintaan ini? Sungguh mengharukan. Beliau justru terlihat begitu marah dengan permintaan itu. Nabi Ayub merasa keimanan istrinya mulai terkikis. Beliau juga merasa malu untuk mengajukan permintaan itu karena Allah sudah memberikan kenikmatan yang begitu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sebuah keteladanan yang membuat kita malu. Saat ini, begitu banyak keluhan dan permintaan yang selalu kita ungkapkan dalam setiap kesempatan berdoa. Sementara keimanan kita saat ini pada umumnya masih sangat jauh dibanding keimanan Nabi Ayub.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-871445520239101400?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/871445520239101400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/10/penting-dalam-doa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/871445520239101400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/871445520239101400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/10/penting-dalam-doa.html' title='Penting dalam Doa'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-273637234803378210</id><published>2009-10-11T17:58:00.000-07:00</published><updated>2009-10-11T18:45:13.032-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bidadari'/><title type='text'>Bidadari Surga</title><content type='html'>&lt;h3 align="justify"&gt;Dalam Kitab &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Irsyadul `Ibad&lt;/span&gt; dipaparkan suatu kisah oleh Al Yafi’i dari Syeikh Abdul Wahid bin Zahid, dikatakan: Suatu hari ketika kami sedang bersiap-siap hendak berangkat perang, aku meminta beberapa teman untuk membaca sebuah ayat. Salah seorang lelaki tampil sambil membaca ayat Surah At Taubah ayat 111, yang artinya sebagai berikut:&lt;/h3&gt;&lt;h3 align="justify"&gt;"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan sorga untuk mereka" &lt;/h3&gt;&lt;h3 align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selesai ayat itu dibaca, seorang anak muda yang berusia 15 tahun atau lebih bangkit dari tempat duduknya. Ia mendapat harta warisan cukup besar dari ayahnya yang telah meninggal. Ia berkata:"Wahai Abdul Wahid, benarkah Allah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan sorga untuk mereka?" "Ya, benar, anak muda" kata Abdul Wahid. Anak muda itu melanjutkan:"Kalau begitu saksikanlah, bahwa diriku dan hartaku mulai sekarang aku jual dengan sorga."&lt;/h3&gt;&lt;h3 align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak muda itu kemudian mengeluarkan semua hartanya untuk disedekahkan bagi perjuangan. Hanya kuda dan pedangnya saja yang tidak. Sampai tiba waktu pemberangkatan pasukan, ternyata pemuda itu datang lebih awal. Dialah orang yang pertama kali kulihat. Dalam perjalanan ke medan perang pemuda itu kuperhatikan siang berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah. Dia rajin mengurus unta-unta dan kuda tunggangan pasukan serta sering menjaga kami bila sedang tidur.&lt;/h3&gt;&lt;h3 align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu sampai di daerah Romawi dan kami sedang mengatur siasat pertempuran, tiba-tiba dia maju ke depan medan dan berteriak:"Hai, aku ingin segera bertemu dengan Ainul Mardhiyah . ." Kami menduga dia mulai ragu dan pikirannya kacau, kudekati dan kutanyakan siapakah Ainul Mardiyah itu. Ia menjawab: "Tadi sewaktu aku sedang kantuk, selintas aku bermimpi. Seseorang datang kepadaku seraya berkata: "Pergilah kepada Ainul Mardiyah." Ia juga mengajakku memasuki taman yang di bawahnya terdapat sungai dengan air yang jernih dan di pinggirnya nampak para bidadari duduk berhias dengan mengenakan perhiasan-perhiasan yang indah. Manakala melihat kedatanganku, mereka bergembira seraya berkata: "Inilah suami Ainul Mardhiyah . . . . ."&lt;/h3&gt;  &lt;h3 align="justify"&gt;"Assalamu’alaikum" kataku bersalam kepada mereka. "Adakah di antara kalian yang bernama Ainul Mardhiyah?" Mereka menjawab salamku dan berkata: "Tidak, kami ini adalah pembantunya. Teruskanlah langkahmu" Beberapa kali aku sampai pada taman-taman yang lebih indah dengan bidadari yang lebih cantik, tapi jawaban mereka sama, mereka adalah pembantunya dan menyuruh aku meneruskan langkah.&lt;/h3&gt;&lt;h3 align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku sampai pada kemah yang terbuat dari mutiara berwarna putih. Di pintu kemah terdapat seorang bidadari yang sewaktu melihat kehadiranku dia nampak sangat gembira dan memanggil-manggil yang ada di dalam: "Hai Ainul Mardhiyah, ini suamimu datang . ..."&lt;/h3&gt;&lt;h3 align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku dipersilahkan masuk kulihat bidadari yang sangat cantik duduk di atas sofa emas yang ditaburi permata dan yaqut. Waktu aku mendekat dia berkata: "Bersabarlah, kamu belum diijinkan lebih dekat kepadaku, karena ruh kehidupan dunia masih ada dalam dirimu." Anak muda melanjutkan kisah mimpinya: "Lalu aku terbangun, wahai Abdul Hamid. Aku tidak sabar lagi menanti terlalu lama".&lt;/h3&gt;&lt;h3 align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi percakapan kami selesai, tiba-tiba sekelompok pasukan musuh terdiri sembilan orang menyerbu kami. Pemuda itu segera bangkit dan melabrak mereka. Selesai pertempuran aku mencoba meneliti, kulihat anak muda itu penuh luka ditubuhnya dan berlumuran darah. Ia nampak tersenyum gembira, senyum penuh kebahagiaan, hingga ruhnya berpisah dari badannya untuk meninggalkan dunia. ( Irsyadul Ibad ).&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-273637234803378210?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/273637234803378210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/10/bidadari-surga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/273637234803378210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/273637234803378210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/10/bidadari-surga.html' title='Bidadari Surga'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-1902335285389084425</id><published>2009-10-10T00:32:00.001-07:00</published><updated>2009-10-10T00:32:55.686-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='marah'/><title type='text'>Nafsu dan Amarah</title><content type='html'>&lt;img style="width: 325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/09/20090902112800.jpg" alt="Mengendalikan Hawa Nafsu dan Amarah" /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;SALAMABLOGSPOT.COM&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p&gt;Suatu ketika Iskandar Agung berjalan-jalan untuk melihat kehidupan rakyatnya. Setiap ia lewat di kampung atau kota, seluruh penduduk membungkukkan kepalanya kepalanya sebagai tanda hormat. Namun di suatu kota, ada seorang laki-laki yang enggan menundukkan kepalanya ketika sang pemimpin agung itu lewat. Lelaki itu menarik perhatiannya, siapakah dia. Untuk itu, ia menyuruh pengawalnya menghadirkannya ke istana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;”Mengapa kau tidak memberi hormat kepadaku,” tanya Iskandar Agung kepada lelaki tua yang telah hadir di hadapannya. ”Ya, mengapa aku harus menghormati Tuan, padahal Tuan salah seorang pelayanku,” jawab pak Tua seenaknya. Iskandar Agung berang mendengar jawabannya. ”Apakah kau sudah gila, berani mengatakan itu di hadapanku?” bentaknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Tua bukannya takut dengan dengan hardikan Iskandar Agung. Bahkan dengan suara lantang ia berkata, ”Meski Tuan mengaku sebagai pemimpin, pada hakekatnya Tuan hanyalah budak, budak yang telah dikuasai oleh hawa nafsu dan amarah. Sedang aku telah mengalahkan keduanya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kisah di atas mengisyaratkan bahwa orang merdeka (bukan budak) adalah yang dapat mengendalikan keinginan hawa nafsu dan amarahnya. Dia lebih mulia dari orang yang kaya harta tetapi terjajah hawa nafsu dan amarahnya. Orang yang mampu mengendalikan nafsunya juga disebut oleh Nabi Muhammad sebagai orang bijak.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-1902335285389084425?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/1902335285389084425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/10/nafsu-dan-amarah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/1902335285389084425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/1902335285389084425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/10/nafsu-dan-amarah.html' title='Nafsu dan Amarah'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-8890889848213503458</id><published>2009-10-07T19:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-07T19:49:31.695-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yunus'/><title type='text'>Umat Nabi Yunus</title><content type='html'>&lt;img alt="Taubat Nasional Umat Nabi Yunus" style="width: 325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/10/20091001162340.jpg" /&gt;   &lt;div&gt;&lt;div class="lainnya_dalem"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;div id="detail_news_text" class=""&gt;     &lt;p&gt;Allah mengutus Nabi Yunus alaihissalam kepada kaum yang berdiam di negeri Ninive (sekarang masuk dalam teritori Irak). Nabi Yunus mendakwah mereka agar bertaubat, beriman, dan menyembah kepada Allah. Tetapi mereka menolak karena menganggap Nabi Yunus hanya mengada-ada serta menilai seruan itu sangat bertentangan dengan kebiasaan mereka yang telah mendarah daging dan dilakukan turun-temurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan mereka bertambah bobotnya ketika kaum ini punya dalih yang lebih jelek, bahwa Nabi Yunus yang diutus dan berdakwah itu bukan dari kalangan mereka. Pada akhirnya mereka tetap menolak Yunus dan terus berbuat durhaka. Ini membuat Nabi Yunus memutuskan akan pergi meninggalkan mereka setelah sebelumnya mengingatkan bahwa siksa Allah akan turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu Nabi Yunus meninggalkan negeri itu, tanda-tanda siksa yang dijanjikan pun terlihat. Melihat tanda-tanda itu, mereka jadi yakin seruan Nabi Yunus bakal jadi kenyataan. Kaum itu menyesal dan segera mengambil sikap bertaubat (secara nasional) kepada Allah. Melihat sikap yang ikhlas ini, Allah membatalkan siksa yang seyogianya diturunkan kepada mereka. Akhirnya mereka beruntung, selamat, dan hidup berbahagia dalam kasih sayang Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Alquran banyak diceritakan sikap umat-umat terdahulu terhadap seruan hak yang disampaikan para rasul. Tapi, satu-satunya umat yang selamat dari siksa adalah umat yang diseru oleh Nabi Yunus itu. Ini disebabkan mereka segera bertaubat dan membenarkan seruan hak yang mulanya mereka nilai sebagai sesuatu yang diada-adakan oleh Nabi Yunus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah para rasul dan umat-umat dahulu adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sunnatullah&lt;/span&gt; yang berisi nasihat dan pelajaran yang harus kita petik. Mereka dulu selalu merasa telah benar dengan semua perbuatan yang mereka lakukan, dan akibatnya pertama, diri mereka tertutup untuk menerima kebenaran dan bangkit sebagai penghadang terhadap seruan hak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, nasihat mereka rasakan sebagai sesuatu yang diadakan-adakan dan kehormatan mereka terusik bila menerima nasihat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, mereka selalu curiga kepada penyeru kebenaran, sehingga menuduh para rasul Allah sebagai orang gila, tukang sihir, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita bangsa Indonesia, terutama umat Islam, marilah belajar dari sejarah umat-umat dahulu, terutama dalam melihat berbagai bencana yang terjadi sekarang ini. Tidakkah kita dapat merasakan bahwa persoalan yang sedang melanda bangsa ini adalah teguran dari Allah yang sangat sayang kepada kita? Malukah kita kalau bersikap terbuka (ikhlas dan jujur) untuk mengakui bahwa kita sekarang berhadapan dengan akibat dari kelalaian, keserakahan, dan kesombongan kita?&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-8890889848213503458?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/8890889848213503458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/10/umat-nabi-yunus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/8890889848213503458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/8890889848213503458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/10/umat-nabi-yunus.html' title='Umat Nabi Yunus'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-8924029565231149124</id><published>2009-10-05T19:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T19:56:34.972-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hunain'/><title type='text'>Pelajaran dari Hunain</title><content type='html'>&lt;img alt="Pelajaran dari Hunain" style="width: 325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/09/20090930134420.jpg" /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span&gt;SAYAPHATI.BLOGSPOT.COM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="image_detail"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;          &lt;em&gt;Dan ingatlah peperangan Hunain, ketika waktu itu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah mereka, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun dan bumi yang luas itu terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai (QS At-Taubah: 25).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut Allah SWT telah memberikan pelajaran berharga kepada kaum Muslimin agar membuang jauh-jauh sifat congkak/takabur, merasa diri lebih besar dari lawan yang dihadapinya. Peperangan itu bermula ketika Rasulullah saw dan para pengikutnya yang berjumlah kurang lebih 12 ribu orang prajurit, pada 6 Syawal 8 H berangkat dari Mekah menuju suatu tempat yang diberi nama Hunain. Jumlah 12 ribu merupakan jumlah terbesar dari pasukan kaum Muslimin selama peperangan melawan orang-orang kafir. Melihat banyaknya pasukan pada saat itu, beberapa sahabat mengatakan, "Hari ini kita pasti menang, karena jumlah kita yang cukup banyak". Mendengar perkataan tersebut, Rasulullah sangat resah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan kafir yang dipimpin oleh Malik bin Auf ternyata lebih dulu sampai di Hunain. Dengan cerdik, sebagian dari mereka menyebar, bersembunyi di lorong-lorong lembah dan bersiap menyerang dengan anak panah dari berbagai arah. Maka ketika pasukan Islam mulai maju menyerang, tiba-tiba hujan anak panah datang dari segala penjuru. Akibatnya, pasukan itu pun porak poranda, masing-masing lari menyelamatkan diri tanpa mempedulikan temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pertolongan Allah SWT, Rasulullah saw dan para sahabat utama berhasil menghimpun kembali pasukan Muslimin yang tercerai-berai dan balik memukul mundur pasukan kafir. Pasukan kafir satu demi satu berjatuhan di tangan kaum Muslimin. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tidak melihatnya dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang kafir (QS At-Taubah: 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Perang Hunain tersebut seharusnya menjadi pelajaran (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ibroh&lt;/span&gt;) bagi kita bahwa perjuangan menegakkan kebenaran dan keadilan tidaklah cukup hanya dengan mengandalkan jumlah pengikutnya saja (kuantitas). Tapi juga harus diikuti dengan kualitas yang baik. Kualitas yang baik hanya dapat diperoleh dengan mempersiapkan atau membentuk kekuatan dalam diri kaum Muslimin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-8924029565231149124?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/8924029565231149124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/10/pelajaran-dari-hunain.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/8924029565231149124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/8924029565231149124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/10/pelajaran-dari-hunain.html' title='Pelajaran dari Hunain'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-6707150475360387838</id><published>2009-10-01T21:04:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T23:40:48.945-07:00</updated><title type='text'>Yang Sering Dilupakan</title><content type='html'>&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :  نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ       &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;(صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Sabda Rasulullah saw:&lt;br /&gt;“Dua kenikmatan yg sering dilupakan banyak orang, kesehatan dan kelowongan waktu.”                                                                            (Shahih Bukhari) &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;Limpahan puji kehadirat Allah, Maha Raja Tunggal dan Maha Abadi, Yang Maha Melimpahkan Rahmat dengan Kemuliaan-Nya sepanjang waktu dan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Saw bersabda, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Matsalulladzii yadzkurullah walladzii laa yadzkurullah matsalul-hayyi wal-mayyiti&lt;/span&gt;”&lt;/b&gt;, demikian diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari. &lt;b&gt;“Perumpamaan orang – orang yang bedzikir mengingat Allah dengan orang yang tidak pernah mengingat Allah, bagaikan perumpamaan yang hidup dan yang mati”&lt;/b&gt;. Di hadapan manusia, ia hidup, berbicara dan berbuat. Namun di hadapan Allah, tiada bedanya dengan yang mati, karena ia tidak mau mengingat Allah.     &lt;p&gt;Dalam pekerjaan, dalam aktifitas, dalam rumah tangga, dalam siang dan malam, semoga jiwa kita selalu diingatkan Allah dan digetarkan Allah pada Cahaya Kemuliaan Nama-Nya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Perbanyaklah dzikir dengan menyempurnakan shalat fardhu kita semampunya, dengan memperbanyak dan menambah khusyu’nya semampunya, menyempurnakan shalat tarawih semampunya, memperbanyak bacaan Alqur’an semampunya, meninggalkan segala dosa semampunya, melaksanakan hal – hal yang mulia semampunya.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Milik Allah seluruh langit dan bumi. Semua perbuatan kita yang terlihat oleh makhluk atau perbuatan kita yang disembunyikan berupa dosa dan pahala, Allah Maha Melihatnya dan tiada yang tersembunyi bagi Allah. (QS. Al Baqarah : 284)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Demikian firman Allah Swt dan Mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan akan menurunkan siksa bagi yang dikehendaki-Nya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Ketika ayat ini turun, berdatangan para sahabat kehadapan Sang Nabi Saw, mereka berlutut dan menangis di hadapan Rasulullah Saw, &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wahai Rasulullah, Allah sudah perintahkan shalat, puasa, zakat dan apa semampu kami, namun sekarang datang firman Allah, kami akan dihisab, bagaimana ini sungguh sangat berat?”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, maka Nabi Saw bersabda sebagaimana riwayat Shahih Muslim &lt;b&gt;&lt;i&gt;“apakah kalian akan berkata sebagaimana orang – orang yahudi yang ketika diperintah mereka berkata “sami’na wa ashaynaa faquuluu sami’na wa atha’naa”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Kalian ini jangan seperti orang yahudi, kata Rasul saw. Kenapa? Orang yahudi ketika diperintah Allah, ia berkata &lt;b&gt;&lt;i&gt;“kami dengar tapi kami tidak mau  taat, katakan kami dengar dan kami taat”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Maka para sahabat menunduk, menghentikan tangisnya seraya berkata&lt;b&gt;&lt;i&gt; “sami’na wa atha’naa” kami dengar dan kami taat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Dalam keadaan sunyi senyap, ketika para sahabat mengalah dan menerima apapun yang sangat berat yang mereka keluhkan pada Sang Nabi Saw, maka turunlah ayat &lt;b&gt;&lt;i&gt;“aamanarrasuulu bimaa unzila ilaihi min rabbihii wal mu’minuna kullu aamana billahi wa malaikatihii wa kutubihii wa rasulihii laa nufarriqu baina ahadin min rusulihii wa qaluu sami’na wa athanaa ghufranaka rabbana wa ilaikal mashir, laa yukallifullahu nafsan illa wus’ahaa lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa maaktasabat..”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Demikian indahnya Allah Swt.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Allah tidak memaksa lebih dari kemampuan kalian”, mereka berkata “sami’na wa athanaa ghufranaka rabbana wa ilaikal mashir” kami dengar dan kami taat, pengampunan-Mu dan kepada-Mu kami akan kembali dan Allah tidak memaksa seseorang lebih dari kemampuannya&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Demikian indahnya Allah.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Allah akan menghisab jika kita mampu tapi kita tidak melakukannya, itu yang akan dihisab oleh Allah Swt.    Bagaimana dengan hal – hal yang kita mampu dan kita masih melakukannya? Allah masih mengajarkan doa &lt;b&gt;&lt;i&gt;“rabbana laa tu-akhidznaa in-nasiinaa aw-akhthanaa” Wahai Allah ampuni kami, jika kami salah dan kami lupa&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Allah yang ajarkan. Kalau bahasa logika kita, enak sekali sudah berbuat salah lalu minta pengampunan dosa? Allah yang ajari untuk memberi pengampunan-Nya kepada semua pendosa.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Mintalah kepada-Ku, &lt;b&gt;&lt;i&gt;“rabbana walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahu ‘alalladziina min qablinaa” jangan bebani kami seperti umat – umat yang terdahulu beban yang berat, beri kami beban yang lebih ringan.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memangnya boleh seperti itu? Minta beban yang lebih ringan? (Sungguh telah) diajari oleh Allah, agar kau mendapat beban hidup yang lebih ringan. Allah sudah ajari agar jangan dibebani umat seperti beban yang berat tapi beri kemuliaannya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wa’fu ‘annaa waghfirlanaa warhamnaa anta mawlaanaa fanshurnaa ‘alal qaumilkafiriin” kasih sayangilah kami, maafkanlah kami, dan tolonglah kami dari orang – orang non muslim yang memusuhi kami.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Demikian indahnya doa yang diajarkan oleh Allah Swt kepadaku dan kalian dan seluruh umat ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Rasul Saw adalah orang yang paling mulia dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ma’shum&lt;/span&gt;. Rasul Saw beristighfar dari kemuliaan – kemuliaan yang lewat dari hari – harinya yang belum sempat beliau laksanakan.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Beliau beristighfar untuk seluruh umatnya, karena Rasul saw kalau berdoa tidak pernah untuk dirinya tapi selalu menyertakan umatnya.&lt;/p&gt;Taubat itu tidak sesulit yang kita bayangkan. Jika nanti berbuat lagi jangan difikirkan, itu adalah hari esokmu. Bagaimana niatnya? Itu kemuliaan taubat tumpah padamu dan cinta-Nya Allah sangat memanjakan mereka yang bertaubat.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Semoga aku dan kalian di detik agung ini, semua diterangi dengan cahaya kemuliaan taubat. Kalau masalah nafkahnya membawa dosa, minta kepada Allah, berikan jalan padaku yang mudah agar mendapatkan nafkah yang lebih baik, atau dalam pekerjaan atau dalam rumah tangganya atau lainnya, adukan kepada Allah, &lt;i&gt;“Rabbiy aku berbuat seperti ini bukan karena kemauanku tapi terjebak, maka tolonglah dengan kemudahan&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Yang Maha Mendengar, mendengar semua getaran jiwamu siang dan malam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semoga aku dan kalian dicintai Allah siang dan malam dan merindukan Allah, sebagaimana sabda Nabi saw &lt;b&gt;&lt;i&gt;“man ahabba liqa'iy ahbabtu liqa'ah” barangsiapa rindu jumpa dengan-Ku maka Aku pun rindu jumpa dengannya. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(Shahih Bukhari).&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Sabda Sang Nabi Saw riwayat Shahih Bukhari, Rasul saw bersabda &lt;b&gt;“Barangsiapa yang ingin diluaskan rezkinya maka ia menyambung silaturahminya”&lt;/b&gt;. Bagaimana orang yang menyambung silaturahmi cinta dengan Allah. Maka Allah akan luaskan rezkinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dhahiran wa bathinan, dunia wal akhirah&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika Rasul saw berjalan bersama para sahabatnya (dalam riwayat yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tsigah&lt;/span&gt;) maka lewatlah merangkak seorang bocah kecil menyeberangi jalan maka dalam salah satu riwayat Rasul saw mengambilnya, dalam riwayat lain Sayyidina Umar yang mengambilnya, &lt;b&gt;“apakah bayi ini punya ibu?”&lt;/b&gt; maka tak lama keluarlah ibunya dari sebuah kemah dan berkata &lt;b&gt;“ibni..ibni”,&lt;/b&gt; (anakku.. anakku..) mengambil anak itu, memeluknya dan menyusuinya. Maka para sahabat menangis melihatnya, Rasul saw bertanya &lt;b&gt;“kenapa kalian menangis? Apa yang membuat kalian menangis?” P&lt;/b&gt;ara sahabat berkata &lt;b&gt;“kelembutan ibu itu kepada anaknya, kami terharu dan menangis wahai Rasul, betapa cintanya ibu itu kepada anaknya”&lt;/b&gt;. Rasul saw bersabda &lt;b&gt;“Inallah arham bi’ibaadihi min hadzihi liwaladihaa”&lt;i&gt; Allah lebih cinta dan sayang kepada hamba-Nya daripada anak ini kepada ibunya,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; lalu Rasul Saw bertanya &lt;b&gt;&lt;i&gt;apakah mungkin ibu ini melemparkan bayinya ke api?, (para sahabat menjawab) mustahil wahai Rasullulah…!”,. Demikian pula Allah Swt kepada hamba – hambaNya yang dicintai-Nya, akan selalu dibela oleh Allah Swt.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Diriwayatkan di dalam Musnad Imam Ahmad bahwa ketika kejadian seperti ini seorang wanita melihat Rasul saw, ia sedang membenahi kayu dan bara api yang menyala, lalu ia mengangkat bayinya &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wahai Rasul aku sungguh tidak akan mungkin melemparkan bayiku ke dalam api, apakah Allah akan melemparkan hamba – hambaNya yang cinta kepada-Nya ke dalam api?”, maka Rasul Saw menutup wajahnya, menunduk dan menangis, seraya berkata : “demi Allah, sungguh Allah tidak akan memberi siksaan dan kehinaan kepada mereka yang mengucap tiada Tuhan selain Allah”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Sebagaimana sabda Sang Nabi saw riwayat Shahih Bukhari &lt;b&gt;&lt;i&gt;“man qaala lailahailallah khaalishan min qalbihi haramahullahu alannaar” barangsiapa yang mengucap lailahailallah dari dasar hatinya dan ia wafat maka Allah haramkan ia dari api neraka. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(Shahih Bukhari)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semoga aku dan kalian dalam cahaya keagungan lailahailallah…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Orang yang pernah berbuat dosa dan belum sempat meminta maaf akan diambil pahalanya oleh orang yang pernah ia dhalimi. Kalau pahalanya sudah habis untuk membayar hutang – hutang dosanya pada makhluk, maka masih tersisa hutang – hutang dosa, diambil dosa orang itu ditangguhkan padanya sebesar dosanya. (Shahih Bukhari)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Hamba-Ku apa yang kau dapat dari mizan (timbangan), bagaimana timbangan amalmu?”, “habis Rabbiy, masih tersisa dosa – dosa orang ini yang ditumpahkan padaku, aku harus masuk neraka untuk menebusnya”. Allah bertanya kepada sang penuntut “engkau pernah didhalimi oleh orang yang cinta kepada-Ku ini?”, “betul wahai Allah”, “kenapa engkau tidak memaafkannya?”, “wahai Allah, kalau aku memaafkannya, aku pasti masuk neraka, karena aku pun mempunyai tunggakan dosa yang banyak. Tidak kumaafkan pun aku masih harus masuk neraka, apalagi kalau aku memaafkannya, makin lama aku di neraka”, maka Allah berkata “lihat ke atas”, lalu ia pun melihat ke atasnya, ia lihat istana cahaya yang megah dan mewah. Bergetar ia melihat istana itu dan berkata “Rabbiy, untuk siapa istana itu?”, Allah berkata “untukmu, kalau kau mau memaafkan hamba-Ku yang Ku-cintai”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Allah tidak mau hamba yang merindukan dan mencintai-Nya menyentuh neraka, Allah tebus dosanya, mudah bagi Allah memberikan surga kepada orang itu. &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Ini untukmu kalau kau mau memaafkan hamba-Ku yang Ku-cintai”, “kumaafkan wahai Allah, kumaafkan, aku bebas dari neraka, Alhamdulillah aku mendapat surga yang demikian megahnya”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Maka Allah persilahkan hamba-Nya yang dicintai-Nya masuk ke dalam surga.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, ketika seorang yang selalu menghutangi orang lain, ia menghutangi harta, dihutangi oleh orang lain. Ia berkata kepada pembantunya &lt;b&gt;&lt;i&gt;“kalau orang yang susah, biar.., biar saja.., jangan ditagih hutangnya”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Di saat hari kiamat, dia ditagih oleh dosa – dosanya, maka Allah berkata &lt;b&gt;&lt;i&gt;“biarkan dia, biarkan, maafkan ia”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Di masa hidupnya ia pemaaf, maka di hari kiamat Allah malu untuk tidak memaafkannya.&lt;br /&gt;Semoga Allah menerangi jiwaku dan jiwa kalian dengan sifat pemaaf. Orang yang dibenci, difitnah dan dimusuhi itu (misalnya aku, misalnya engkau) kita tidak mendendam, kita makin mulia di sisi Allah, dia makin hina di sisi Allah. Orang jahat pada kita, dhalim pada kita, kita maafkan, kita makin diangkat oleh Allah dan dilimpahi keberkahan, dia makin hina di sisi Allah. Dengan itu kita mendapatkan anugerah dari kebahagiaan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga Allah membersihkan jiwa kita dari sifat dendam dan sifat musuh kepada orang lain, terutama saudara – saudari kita muslimin – muslimat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Ni’mataani maghbubun fihima katsirun minannaas, ashshihatan walfaraaghu” Dua hal kenikmatan yang sering dilupakan oleh orang, kesehatan dan kekosongan waktu&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Kesehatan sering dilupakan oleh orang, demikian pula kekosongan waktu. Ini anugerah waktu diberi oleh Allah, kesehatan dan kekosongan waktu. Kalau sudah sakit, sungguh kenikmatannya sehat baru terasa.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Kalau cuma beberapa menit ambil wudhu, sudah, sepanjang kau belum batal (maka) jadi pahala. Berapa menit wudhu? Sekitar dua menit saja atau kurang, wudhulah (maka) sampai kau batal wudhu, kau dalam ibadah.  &lt;p&gt;Akan datang masanya kita akan kehilangan semua waktu kita dan Rasul saw bersabda riwayat Imam Bukhari di dalam Shahihnya, &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Jika datang waktu kosong di waktu sore, jangan menunggu waktu kosong besok pagi,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; apapun yang bisa kau perbuat dari kemuliaan, perbuatlah." Berbuat apapun, jangan sampai tunggu besok pagi, sekarang jalankan selama ada waktu yang kosong.&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Lakukan apa yang bisa kita lakukan pada waktunya.&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berlian – berlian kehidupan yang abadi diajarkan oleh Nabi kita Muhammad saw dan tentunya jangan lupa mencintai Rasulullah Saw. Ucapan ini merupakan firman Allah &lt;b&gt;&lt;i&gt;“laqad jaa-akum rasulun min anfusikum a’ziizun a’laihi maa a’nittum hariishun a’laikum bil mu’miniina raufurrahiim” datang kepada kalian seorang Rasul dari bangsa kalian, sangat berat memikirkan musibah kalian dan sangat menjaga kalian dan berlemah lembut kepada umatnya yaitu orang – orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. (QS. At Taubah : 128)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Cinta beliau abadi kepada umatnya, sebelum umatnya mencintai beliau saw. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kerinduan Rasul saw pada orang yang rindu pada beliau sudah disampaikan di masa hidup beliau bahwa akan datang orang yang rindu kepada beliau setelah beliau wafat.&lt;/p&gt;Semoga Allah memuliakanku dan kalian yang mencintai Nabi kita Muhammad Saw. Semoga ini menjadi qabul bagi kita bersama Ahlulbadr di dunia dan akhirat. Ya Rahman Ya Rahim  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Al Imam Abul Abbas Muhammad bin Ishaq Atsaqafi alaihi rahmatullah, (atasnya Rahmat Allah swt) seorang Al hafidz dan seorang muhaddits yang meriwayatkan lebih dari 5000 hadits,. Abul Abbas Muhammad bin Ishaq Atsaqafi melakukan 7X pergi haji, pahalanya dihadiahkan untuk Rasulullah Saw. Ia menyembelih 12.000 ekor kambing, pahalanya untuk Rasulullah Saw. Ia berkata “aku meng-khatamkan 12.000X khatamul qur’an, kuhadiahkan untuk Rasulullah Saw.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Hadirin, siapa diantara kita berlomba – lomba mengirim hadiah untuk Sayyidina Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                       &lt;p&gt;Banyak muncul pertanyaan tentang zakat profesi. Zakat setiap bulan tidak diakui oleh seluruh madzhab. Yang ada adalah zakat harta dan zakat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tijarah&lt;/span&gt; (dagang). Zakat cuma ada tujuh, tidak ada lebih dari itu:&lt;br /&gt;1. Zakat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ma’din&lt;/span&gt; (tambang emas, perak, besi atau lainnya) semua tambang itu ada zakatnya. Zakatnya begitu dapat langsung dikeluarkan zakatnya, bukan penghasilan tapi dari tambang bumi.&lt;br /&gt;2. Zakat&lt;span style="font-style: italic;"&gt; rikaz&lt;/span&gt; (harta karun) pendaman harta kalau ditemukan ada zakatnya&lt;br /&gt;3. Zakat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ni’am&lt;/span&gt; (hewan ternak) kalau memelihara hewan berupa kambing, unta, sapi, kerbau ada zakatnya&lt;br /&gt;4. Zakat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tsimar&lt;/span&gt; (buah – buahan)&lt;br /&gt;5. Zakat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;maal&lt;/span&gt; (harta)&lt;br /&gt;6. Zakat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tijarah&lt;/span&gt; (perdagangan)&lt;br /&gt;7. Zakat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fitrah&lt;/span&gt; (badan)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jadi sebagian orang yang mengada – adakan di masa sekarang ini sungguh bukan hal yang benar. Zakat itu fadhu a’in, tidak boleh ditambah. Jadi tidak bisa zakat profesi diada–adakan sebagai zakat. Tentukan setiap hari shadaqah, atau hari Jum’at shadaqah atau tiap bulan potong gaji, mau 2,5%, mau 10%, mau 20%, mau 50%, mau seluruhnya, silahkan tapi shadaqah…., jangan bicara zakat.&lt;br /&gt;Kalau alasan mereka zakat profesi katanya zaman sekarang banyak orang keluar dari Islam karena kemiskinannya, jadi harus ditambah. Tidak bisa begitu tentunya, tidak bisa ditambah lagi, kalau mau ditambah lagi dengan hal – hal yang sunnah maka afdhal.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalil yang dipegang oleh mereka yang mengatakan bahwa Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan ra menjalankan setiap bulan mengeluarkan zakat atau shadaqah, dikatakan oleh para muhaddits kita bahwa itu untuk dirinya. Misalnya saya atau kalian tiap bulan mengeluarkan sekian, terserah, tapi ia tidak memerintahkan untuk yang lainnya tapi untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Apa itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nishob&lt;/span&gt;? &lt;b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nishob&lt;/span&gt; itu adalah batas minimal&lt;/b&gt;, kalau lebih dari itu maka wajib mengeluarkan zakat harta. Tapi kalau menaruh uang, terus disimpan sampai setahun dan tidak kurang dari nishob. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nishob&lt;/span&gt; adalah harga 84 gram emas murni.&lt;br /&gt;Tapi kalau profesi dan gaji tiap bulan tidak ada zakatnya. Itu adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bid’ah dhalalah&lt;/span&gt; yang diada–adakan dengan riwayat yang tidak shahih.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga Allah muliakan kita di dalam keluhuran. &lt;/p&gt;       &lt;p&gt;Semoga Allah tidak mengurangi waktu kita untuk jumpa dengan Rasulullah Saw di surga firdaus kelak, amin Allahumma amin.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Kita bermunajat kepada Allah demi malam – malam agung nan mulia ini, Rabbiy jadikanlah malam ini malam termulia sepanjang usia kami, pastikanlah Kau menjawab segenap doa di malam mulia ini. Rabbiy Rabbiy pastikan kami menjadi hamba yang paling Kau cintai dan jadikan kami bersama orang – orang yang Kau cintai, limpahi kami kebahagiaan dunia dan akhirat, limpahi kami kedamaian dunia dan akhirat, juga bagi ayahbunda kami, juga bagi masyarakat kami, bagi bumi Jakarta dan seluruh wilayah muslimin. Ya Rahman Ya Rahim, jadikanlah hari – hari kami dipenuhi Rahmat, jadikanlah siang dan malam kami dalam cahaya Rahmat, inilah doa di malam agung.  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah.. di dalam nama-Mu tersimpan segenap anugerah, dalam nama-Mu tersimpan segala kenikmatan dan kebehagiaan, dalam nama-Mu tersimpan penciptaan dunia dan akhirat, Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah.. di dalam nama-Mu tersimpan takdir kami, ketentuan hidup kami dalan nama-Mu, Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah.. Ya Rahman Ya Rahim&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;Laillahailallah Muhammadurrasulullah&lt;br /&gt;Kita teruskan dengan munajat meminta kepada Allah disingkirkan segala musibah, kesusahan, dan kesulitan kita dengan bertawassul kepada Ahlulbadr.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-6707150475360387838?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/6707150475360387838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/10/yang-sering-dilupakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/6707150475360387838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/6707150475360387838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/10/yang-sering-dilupakan.html' title='Yang Sering Dilupakan'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-5297073847178787621</id><published>2009-09-30T21:07:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T21:42:47.256-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bencana'/><title type='text'>Makna Bencana Alam</title><content type='html'>&lt;div class="image_detail"&gt;&lt;img alt="Makna Bencana Alam" style="width: 325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/09/20090903142146.jpg" /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span&gt;CAREINDONESIA.OR.ID&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;          "... peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya akan menimpa orang-orang yang berbuat zalim di antara kamu. Ketahuilah, sesungguhnya Allah amat keras azab-Nya." (QS Al Anfal: 25). Bencana alam yang sering menimpa kita ada dua macam: bencana yang murni bersifat alami dan bencana yang dikarenakan perbuatan manusia. Gunung api meletus, gempa tektonik, badai dan gelombang, adalah contoh bencana alam yang murni bersifat alami. Sedangkan tanah longsor pada gunung yang hutannya digunduli manusia, kebakaran hutan karena manusia mencari cara gampang membuka lahan perkebunan, adalah contoh bencana yang dikarenakan perbuatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis bencana yang pertama seharusnya menyadarkan manusia akan Kemahabesaran Allah. Ketika sebuah gunung meletus yang menyebabkan gempa vulkanik, atau dua lempeng kulit bumi bertumbukan yang menyebabkan gempa tektonik, seharusnya semakin menyadarkan manusia tentang adanya Allah Yang Maha Kuasa. Ada hukum-hukum alam yang telah ditetapkan-Nya sehingga alam bersifat demikian itu. Manusia tidak dapat menciptakan hukum seperti itu. Manusia harus sadar, ada Tuhan tempat mereka bergantung. Karena itu mereka harus tunduk-patuh secara ikhlas terhadap petunjuk dan hukum-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik bencana alam itu tentu ada hikmahnya bagi manusia. Misalnya, dengan melakukan penyelidikan empiris, sedikit demi sedikit manusia dapat memahami hukum-hukum alam yang ditetapkan Tuhan. Dengan demikian, manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Lalu dengan iptek itu, mereka dapat melakukan berbagai upaya untuk memperkecil kemungkinan risiko yang dialaminya akibat bencana alam itu, misalnya dengan melakukan evakuasi setelah memprediksi akan terjadi gempa vulkanik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan itu, bencana alam yang disebabkan ulah manusia bisa terjadi, antara lain, karena kesadaran hukum dan moral mereka yang rendah atau oleh keterbatasan pengetahuan manusia itu sendiri. Keterbatasan atau kelemahan pengetahuan manusia dapat mengakibatkan kesalahan dalam mengelola alam yang bisa berujung pada bencana alam. Sementara kelemahan kesadaran hukum dan moral juga bisa mengakibatkan manusia mengelola alam secara salah sehingga menimbulkan bencana. Contohnya, bencana asap dari kebakaran hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar kebakaran hutan tersebut bukan diakibatkan oleh kelemahan pengetahuan, tapi kelemahan kesadaran hukum dan moral. Ada di antara pengusaha hutan yang demi kepentingannya sendiri melanggar aturan pengelolaan hutan (kelemahan kesadaran hukum) dengan cara membakar, dan tidak mau tahu banyak orang lain menderita karenanya (kelemahan kesadaran moral).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-5297073847178787621?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/5297073847178787621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/09/makna-bencana-alam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/5297073847178787621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/5297073847178787621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/09/makna-bencana-alam.html' title='Makna Bencana Alam'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-831752284213344965</id><published>2009-09-27T19:21:00.000-07:00</published><updated>2009-09-27T19:27:24.988-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sedekah'/><title type='text'>Miskin karena Bersedekah?</title><content type='html'>&lt;div class="image_detail"&gt;&lt;img alt="Miskin karena Bersedekah?" style="width: 325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/09/20090915121209.jpg" /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span&gt;WORDPRESS.COM/ILUSTRASI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;          &lt;p&gt;Tidak ada alasan bagi orang beriman untuk enggan bersedekah. Sebab, kendati terasakan berat, bersedekah merupakan ciri paling kentara dari keimanan yang sahih. Untuk bersedekah, seseorang harus mampu mengalahkan perasaan owel (rasa kepemilikan) karena mengikhlaskan sebagian rezekinya untuk pihak lain. Jika tidak karena adanya keyakinan yang mantap atau harapan keuntungan yang kekal di akhirat kelak, sungguh seseorang akan enggan bersedekah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbeda dengan amalan lain sebagai ciri keimanan yang sahih seperti shalat dan puasa. Pada kedua amalan yang lebih bersifat individual ini tidak perlu ada rasa berkorban kepemilikan, cukup dengan berkorban waktu selain kemauan. Untuk bersedekah ini sungguh terasakan lebih berat sehingga akan lebih jarang diamalkan dibandingkan dengan shalat dan puasa. Oleh karena itu, sekalipun seseorang sudah menjalankan shalat dan puasa tetap perlu dipertanyakan keimanan sahihnya jika yang bersangkutan masih tetap enggan bersedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah Islam kita kenal Fatimah Az-Zahra ra yang ikhlas bersedekah seuntai kalung warisan kepada musafir yang kehabisan bekal dan tiga hari tidak makan karena tidak ada lagi barang yang layak dijual. Dengan kalung tadi si musafir menjadi cukup bekal setelah menjualnya kepada Abdurrahman bin Auf ra.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi, begitu mengetahui keikhlasan Fatimah dalam bersedekah, segera Abdurrahman menghadiahkan kalung tadi kepada Nabi saw, ayahanda Fatimah, pemilik awalnya. Bisa ditebak, akhirnya kalung itu pun kembali ke tangan Fatimah setelah melewati tiga orang sebagai hadiah dan tercatat sebagai amalan sedekah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sungguh, bersedekah secara ikhlas akan mendapatkan ganti. Ini tidak saja ada dalam tarikh terdahulu. Dalam kehidupan nyata di lingkungan kita pun demikian halnya. Orang yang banyak bersedekah justru rezekinya melimpah, kehormatannya tinggi, dan harta kepemilikannya diakui bahkan dijaga keselamatannya oleh orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agaknya belum pernah tercatat orang yang banyak bersedekah berakibat miskin. Sungguh dengan bersedekah kekayaannya bertambah, berlipat. Ibarat orang mendapat mangga, maka yang dimakan cukup dagingnya sedangkan bijinya harus disisihkan, ditanam hingga kelak akan menjadi pohon yang berlipat-lipat buahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bersedekah, tidak ada ketentuan jenis barangnya (QS 2:267), tidak juga ditentukan jumlahnya (QS 3:134), tidak pula sasaran penggunaannya (QS 2:215). Artinya, benar-benar terserah sesuai kondisi orangnya. Itu jika bersedekah harta. Bagaimana jika kita kekurangan harta benda?&lt;/p&gt; Hadis Nabi riwayat Bukhari-Muslim menyebutkan bahwa bisa juga bersedekah tanpa materi. Berzikir, berdakwah, mendamaikan perseteruan, berkata yang baik, membuang duri dari jalanan, membawakan beban orang lain, bahkan tersenyum pun bisa bermakna sedekah. Masihkah kita enggan bersedekah setelah kita mengaku beriman sahih? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu a'lam bish shawab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-831752284213344965?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/831752284213344965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/09/miskin-karena-bersedekah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/831752284213344965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/831752284213344965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/09/miskin-karena-bersedekah.html' title='Miskin karena Bersedekah?'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-2240427616399685440</id><published>2009-09-23T20:11:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T20:19:29.562-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iran'/><title type='text'>Damai di Iran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img style="margin-right: 10px; width: 136px; height: 98px;" src="http://gusmus.net/fileuser/Image/yahudi%20iran.jpg" alt="" align="left" /&gt;Walaupun, Iran terkenal sebagai negara yang sangat anti Israel, namun kaum Yahudi di Iran merasa dapat hidup damai dan terlindungi di Iran, termasuk di era kepemimpinan Mahmoud Ahmadinejad yang sering melontarkan slogan-slogan anti Israel.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam sebuah konferensi pers yang dilaksanakan Senin kemarin (6/7), Mashad, sebuah komunitas Yahudi menyampaikan bahwa kecaman Ahmadinejad terhadap Israel selama ini hanya retorika angin-anginan belaka. “Iran adalah sebuah tempat yang aman untuk bangsa Yahudi melaksanakan ajaran keyakinannya.” demikian pernyataan Mashad yang dilansir oleh Jerusalem Post.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ahmadinejad bicara buruk tentang Israel, tapi ia lebih disukai daripada Mousavi.” Ujar Shlomo Zabihi, seorang rabbi Mashad. Zabihi menambahkan bahwa pemerintahan (Iran) sekarang relatif stabil dan cenderung menjaga keamanan bangsa Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mashad merupakan kota terbesar kedua di Iran, dan saat ini mempunyai populasi Yahudi sebesar 2,5 juta, sebuah jumlah komunitas yang sangat besar, terutama dibandingkan dengan negara-negara Arab yang lainnya. Selama revolusi 1979, banyak Yahudi Mashad hengkang ke AS, terutama New York, dimana sekitar 6000 Yahudi Mashad sekarang tinggal di kota itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bahman Kamali, pendiri Yahudi Mashad, Iran di bawah Ahmadinejad sangat menyenangkan dan aman. “Tak ada masalah.” Ujarnya. Kamali mengatakan bahwa sumpah serapah Ahmadinejad terhadap Israel tidaklah sama sikapnya terhadap diaspora Yahudi selama ini. “Ada perbedaan antara keduanya, karena bangsa Iran menghormati agama-agama yang mempunyai kitab suci; Kristen, Yudaisme. Iran membolehkan kami beribadah di sinagoga dan berdoa di sana tanpa ada masalah sama sekali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamali tidak pernah berpikir bahwa komunitas Yahudi di Iran akan terpengaruh oleh perkembangan politik saat ini. “Saya tidak khawatir mengenai hal itu.” Ujar Kamali yang berpolitik di belakang kelompoknya. “Kami bangga menjadi bangsa Mashad (Yahudi) Iran, dan kami akan menjaga hal itu.” &lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(diolah dari www.eramuslim.com)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-2240427616399685440?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/2240427616399685440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/09/damai-di-iran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/2240427616399685440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/2240427616399685440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/09/damai-di-iran.html' title='Damai di Iran'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-5170222840934207430</id><published>2009-09-10T19:47:00.000-07:00</published><updated>2009-09-10T20:53:51.436-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='neraka'/><title type='text'>Ramadhan</title><content type='html'>&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt; قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;(صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;“Jika masuk bulan Ramadhan, terbukalah pintu pintu sorga, tertutuplah pintu neraka, dan   syaitan dibelenggu”.                                                                          (Shahih Bukhari) &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ، وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ اْلجهل والدياجر، الحمدلله الذي هدانا، بعبده المختار من دعانا إليه بالإذن، وقد نادانا، لبيك يامن دلنا وحدانا، صلى الله وسلم وبارك عليه وعلى أله، الحمدلله الذي جمعنا في هذا المجمع الكريم، والحمدلله الذي جمعنا في هذه الليلة وفي هذا الشهر المبارك..&lt;/p&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Limpahan Puji ke hadirat Allah Maha Raja langit dan bumi, Maha tunggal menguasai kerajaan alam semesta, Maha menciptakan jagad raya dari tiada, Maha menjadikan bumi dan lautan dari tiada, Maha menjadikan daratan, hewan dan tumbuhan dari tiada, Dialah ALLAH Yang Maha Pengasuh alam semesta sepanjang waktu dan saat, Maha menentukan nafas hamba – hambaNya, Maha mensucikan jiwa hamba – hambaNya dengan pemikiran yang suci jika mereka mau berfikir, hingga segala apapun yang mereka pelajari di alam, mereka akan menemukan keagungan nama yang maha sempurna, bahwa alam semesta ini ada penciptanya yang maha sempurna. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pemikiran kembali kepada setiap manusia dan proses kejadiannya, dari sebutir sel yang tidak terlihat mata menjadi tubuh yang sempurna, paduan dari milyaran sel – sel yang masing – masing berfungsi, dengan fungsi yang telah ditugaskan oleh Allah dan bukan ditugaskan oleh kita. Dalam setiap butir sel itu membutuhkan penghidupan, membutuhkan oksigen, mineral dan rizkinya, Dia (Allah) pula yang Maha Tunggal Yang Maha mengaturnya, dan Dia lah (Allah) Yang mengajari setiap butir sel itu menjadi tenaga – tenaga ahli yang multi sempurna, mereka berkhidmat kepada Allah tanpa pamrih, tunduk kepada perintah Rabbul ‘alamin. Selamat datang para tamu Allah, selamat datang wahai yang berdatangan kepada keridhaan Yang Maha Luhur, Yang Maha membagi-bagikan kebahagiaan dunia dan akhirat, Yang Maha menciptakan kesejahteraan dan ketenangan hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semoga Allah memastikan seluruh namaku dan nama kalian di dalam kasih sayang dan kelembutanNya yang abadi..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sampailah kita kepada hadits agung, tuntunan mutiara kebahagiaan yang kekal, dari mulut manusia yang paling sopan dan sempurna, dari wajah yang paling indah dari semua wajah yang dicipta Allah, yang Allah jadikan tuntunan dan gerak-geriknya sebagai pembuka rahasia keridhaan Allah yang abadi; Sayyidina Muhammad SAW yang bersabda: &lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;  إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِيْنُ&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  Di dalam riwayat Shahih Al Bukhari lainnya:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;  إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ..&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Dua riwayat yang bersamaan maknanya; &lt;b&gt;“jika masuk bulan Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu langit, dalam riwayat lainnya pintu-pintu surga”&lt;/b&gt;. Makna keduanya adalah dibukanya rahasia kasih sayang Ilahi yang lebih besar, berpijar kelembutan Allah lebih agung dan luhur, sehingga Allah menyambut tamu-tamu kasih sayangNya dari umat ini untuk mendekat dan mendekat, dengan melipatgandakan nama mereka 700 kali lipat dan lebih. Dikatakan oleh &lt;i&gt;Hujjatul Islam Wabarakatul Anaam Al Imam Nawawi AR&lt;/i&gt; (Alaihi Rahmatullah: atasnya Rahmat Allah) di dalam &lt;i&gt;Syarh An Nawawi ‘alaa Shahih Al Muslim&lt;/i&gt;, dan oleh &lt;i&gt;Al Imam Ibn Hajar dalam Fathul Baari&lt;/i&gt; dan Muhaddits lainnya; &lt;i&gt;“Bahwa Allah melipatgandakan pahala 10 kali hingga 700 kali lipat itu, namun Allah melipatgandakannya lebih lagi di bulan Ramadhan, karena Allah berkata&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;  الصِّيَامُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِه &lt;/p&gt;(Puasa adalah untukKu(Allah), dan Aku yang langsung memberi ganjarannya) lebih dari 700 kali lipat”&lt;/b&gt;.  &lt;p&gt;Anugerah yang ditawarkan pada setiap pendosa apalagi ingin mendapatkan kedekatan, satu kali ia berbuat dosa baginya satu dosa, satu kali ia berbuat baik maka pahala dikalikannya lebih dari 700 kali lipat, mana yang kau pilih, Allah atau kehinaan? Adakah manusia yang menolak ini? Wahai jiwaku dan jiwa kalian.. Adakah yang lebih berhak untuk diterima selain tawaran kasih sayang Allah yang abadi ??&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;  وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ&lt;/p&gt; "dan Allah tutup pintu neraka api jahannam”&lt;/b&gt;, kenapa pintu neraka dibuka dan ditutup, maksudnya apa? &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;  غُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;Pintu kemurkaan Allah ditutup&lt;/b&gt;, mereka yang wafat di bulan Ramadhan selama ia ada dalam Islam, maka ia wafat dalam husnul khatimah karena tidak ada pintu neraka yang terbuka semuanya ditutup oleh Allah, mereka dalam pengampunan.&lt;p&gt;Dialah Allah, Aku dan kalian sedang berada seakan-akan di dalam istana Allah sebulan, istana yang namanya istana kasih sayang, apa itu namanya kalau sudah istana? Ingat!!! Semoga Allah menjadikan nafas-nafas kita dalam keagunganNya Yang Abadi..&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;  وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِيْنُ&lt;/p&gt;   (Dan Allah mengikat syaitan)&lt;/b&gt;&lt;p&gt;maksudnya: syaitan itu diperlemah. Agar manusia lari kepada Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;  فَفِرُّوْا إِلىَ اللهِ&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;   &lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;(Firman Allah: Maka larilah berlindung kepada Allah.., QS Addzariyat 50, dan larilah berlindung pada Allah dari Syaitan!!)&lt;/b&gt; Mana gerak-gerikmu wahai syaitan tujuh puluh tahun menjebak orang-orang agar masuk neraka, namun ketika jiwanya(manusia) bergetar memanggil nama Rabbul ’Alamiin, memanggil nama Sang Pemiliknya, memanggil kepada Yang Maha dekat kepadanya, Yang menamakan diriNya Allah Kariim, Maha dekat bahwa Allah SWT itu&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;  أَقْرَبُ مِنَ اْلعَبْدِ مِنْ حَبْلِ اْلوَرِيْدِ  &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;lebih dekat dari urat lehernya, (QS Qaaf 16)&lt;/b&gt;, sebagai kiasan bahwa Dia (Allah) Maha lebih dekat dari semua yang dekat padamu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maka di bulan Ramadhan ini syaitan itu diperlemah oleh Allah, mana buktinya..? Coba, di bulan lain mampu tiap malam shalat 20 rakaat? Di bulan ini syaitan diikat maksudnya dipersulit, sehingga manusia itu dipermudah, semestinya secara logika di beri juga kekuatan pada syaitan di bulan Ramadhan, kenapa? Di bulan yang dilipatgandakan pahalanya lebih dari tujuh ratus kali lipat dengan ucapanAllah SWT&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;   أَنَا أَجْزِيْ بِهِ  &lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;(Aku (Allah) yang membalasnya) bisa dilipatgandakan sejuta kali lipat dalam setiap nafasnya, kalau sudah Allah berkata: &lt;b&gt;“Anaa ajzii bih”(Aku yang membalasnya)&lt;/b&gt;, bukan perhitungan engkau wahai malaikat puluh kali lipat, dua ratus, tujuh ratus…bukan.. &lt;b&gt;“Aku ( Allah) yang membalasnya” &lt;/b&gt;, tidak ada perhitungannya lagi itu. Semoga Allah menjadikan setiap nafas kita menjawab panggilan cinta dan keindahanNya dan keridhaanNya…&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasul SAW menjelaskan bahwa orang yang melakukan sahur akan mendapatkan pahala sunnah dan mendapat keberkahan, ia mendapat keberkahan di hari itu lebih dari hari lainnya. Hari esoknya dia makan sahur, bedakan di siang harinya mana yang lebih indah, yang lebih banyak anugerah, yang lebih terasa nikmat pasti dihari yang kita sahur, kenapa?&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;  تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِي   السَّحُوْرِ بَرَكَة , &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;karena dalam perbuatan sahur itu mengandung keberkahan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Inilah bulan agung, inilah bulan yang juga dinamakan bulan seribu sujud. Kita bisa bayangkan, bukan kita sendiri.. Demikian bulan agung, inilah bulan doa dan inilah bulan munajat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jagalah tarawih mu, mereka yang sibuk tarawih misalnya dia bekerja, tidak mungkin tarawih di awal waktu ajak teman lain untuk tarawih di akhir waktu, boleh di tengah waktu, boleh jam setengah tiga malam, boleh kapan saja tarawih, tidak ada waktu yang ditetapkan, ketetapannya adalah setelah shalat isya dan sebelum adzan shubuh.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                      &lt;p&gt;”Saya tidak ada teman kalau tarawih karena kerja, teman-teman tidak ada yang mau untuk berjamaah, maka shalat tarawih sendiri. Boleh, tapi tidak ada satu madzhab pun yang melakukannya. Tentunya shalat tarawih sendiri afdhal daripada tidak sama sekali, tapi kalau disuruh memilih 27 atau 1.. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semoga Allah memuliakan kita dengan bulan seribu sujud ini. Maka salah satu amalan yang paling afdhal dari amalan yang sunnah di bulan Ramadhan salah satunya membaca Alquran, yaitu memperbanyak membaca alquran, kalau tidak bisa membaca Alquran, maka duduklah bersama orang yang bisa membaca Alquran, dengarkan bacaannya lihat Alquran nya kau dapat pahala, kalau membacanya masih terbata-bata maka ajak teman..”aku ingin membaca Alquran denganmu sepuluh menit saja sehari di bulan Ramadhan, ajari ini.. Bacaanku salah-salah benarkan bacaanku sedikit-sedikit”. Sungguh Allah Maha Melihat ku dan melihat mu, setiap huruf Alquran mengandung cahaya keridhaan Ilahi. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kalimatullah, kalimat-kalimat suci Allah dibiarkan di hadapanmu (sekitar) 6666 ayat, akan kita biarkan begitu saja kalimat agung suci, ini surat dari Allah untuk mu!! Diberikan untuk ku dan untuk kalian surat cinta dari Allah untuk menyampaikanmu pada cinta Nya. Mereka mendapatkan surat dari saudara dan kekasih, senangkah dg surat cinta Dari ALLAH? Di hadapan(mu), (atau di) rumahmu (kau) bertemu (dengan Alqur;an) dan kau biarkan tidak pernah membacanya, sampai kapan surat cinta itu dibiarkan?? Yang Maha mengutus Nabi telah melihat kita.., sampai kapan hamba Ku membiarkan surat cintaKu dibiarkan begitu saja? &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apa itu Alquran..? Semoga aku dan kalian dimuliakan dengan cahaya Alquran. Bulan ini juga bulan kedermawanan, diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari “bahwa Rasul SAW itu sangat dermawan, orang yang paling dermawan &lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;  أَجْوَدُ النَّاسِ,&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;   &lt;p&gt;tidak ada yang lebih dermawan lagi dari Rasulullah SAW, paling dermawan dan tidak pernah mengatakan “TIDAK” pada orang yang memintanya. Kenapa.., karena Rasulullah tidak pernah mengecewakan orang yang mengemis padanya, ini pada Nabi SAW lebih-lebih Sang Pencipta Nabi SAW..ALLAH SWT, Yang Maha menciptakan Rasul SAW yang lebih dermawan pada bulan ini, inilah bulan Ramadhan bulan kedamaian, bulan munajat.. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari ;”satu kelompok diantara tujuh kelompok yang mendapat naungan Allah adalah orang yang bershadaqah secara sembunyi”. Di antara contoh-contohnya; misal orang belanja pada orang susah, orang miskin…” Berapa harganya”? Misalnya harga pasarannya 10 ribu, penjual bilang 15 ribu, maka langsung bayar tidak usah ditawar, penjual mungkin dalam hatinya bilang; nih orang belanja tidak pakai tawar-menawar, kira-kira begitu. Padahal maksudnya kita bukan ingin membeli tidak mau menawar, tapi bersedekah padanya, tapi tidak disebut karena kalau disebut; ya sudah ini kan harganya 10 ribu pasarannya, bapak jual 15 ribu yang 5 ribu sedekah, (maka) orangnya tahu kalau disedekahi. Tapi kalau tidak disebut orang yang disedekahipun tidak tahu kalau dia disedekahi, lebih afdhal lagi pahalanya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Rasul SAW itu demikian indahnya budi pekerti beliau Shallallahu wasallama wa baaraka alaih wa ‘alaa alaih..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita bermunajat kepada Allah, demi malam yang mulia ini Ya Rahma Ya Rahiim, Ya Dzal Jalaali Wal Ikraam Ya dzattawli wal in’aam.. Ya Rahmaan Ya Rahiim Ya Dzal Jalaali Wal Ikraam.. Rabbi muliakan kami, tenangkan jiwa kami dengan ketenanganMu, dan muliakan hari-hari kami dengan kebahagiaan dunia dan akhirat, terangi seluruh wajah kami dengan cahayaMu, wafatkan kami dalam husnul khatimah, limpahkan kepada kami kemakmuran dan jauhkan dari kami kehinaan Ya Rahmaan Ya Rahiim Ya Dzal Jalali Wal Ikraam…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-5170222840934207430?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/5170222840934207430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/09/ramadhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/5170222840934207430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/5170222840934207430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/09/ramadhan.html' title='Ramadhan'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-4226168537541964659</id><published>2009-09-08T18:31:00.000-07:00</published><updated>2009-09-08T18:34:24.602-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nafsu'/><title type='text'>Nafsu dan Amarah</title><content type='html'>&lt;div class="reporter"&gt;&lt;div class="box_share"&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/200/addthis_widget.js"&gt;&lt;/script&gt;      &lt;!-- AddThis Button END --&gt;           &lt;/div&gt;             &lt;/div&gt;    &lt;!-- reporter end--&gt;      &lt;!-- contents lainnya start--&gt;          &lt;div&gt;           &lt;!-- lainnya dalem start--&gt;   &lt;div class="lainnya_dalem"&gt;        &lt;div class="image_detail"&gt;     &lt;img alt="Mengendalikan Hawa Nafsu dan Amarah" style="width: 325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/09/20090902112800.jpg" /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span&gt;SALAMABLOGSPOT.COM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;     &lt;div id="detail_news_text" class=""&gt;     &lt;p&gt;Suatu ketika Iskandar Agung (Alexander The Great) berjalan-jalan untuk melihat kehidupan rakyatnya. Setiap ia lewat di kampung atau kota, seluruh penduduk membungkukkan kepalanya sebagai tanda hormat. Namun di suatu kota, ada seorang laki-laki yang enggan menundukkan kepalanya ketika sang pemimpin agung itu lewat. Lelaki itu menarik perhatiannya, siapakah dia. Untuk itu, ia menyuruh pengawalnya menghadirkannya ke istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Mengapa kau tidak memberi hormat kepadaku,'' tanya Iskandar Agung kepada lelaki tua yang telah hadir di hadapannya. ''Ya, mengapa aku harus menghormati Tuan, padahal Tuan salah seorang pelayanku,'' jawab Pak Tua seenaknya. Iskandar Agung berang mendengar jawabannya. ''Apakah kau sudah gila, berani mengatakan itu di hadapanku?'' bentaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua bukannya takut dengan hardikan Iskandar Agung. Bahkan dengan suara lantang ia berkata, ''Meski Tuan mengaku sebagai pemimpin, pada hakikatnya Tuan hanyalah budak, budak yang telah dikuasai oleh hawa nafsu dan amarah. Sedang aku telah mengalahkan keduanya.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas mengisyaratkan bahwa orang merdeka (bukan budak) adalah yang dapat mengendalikan keinginan hawa nafsu dan amarahnya. Dia lebih mulia dari orang yang kaya harta tetapi terjajah hawa nafsu dan amarahnya. Orang yang mampu mengendalikan nafsunya juga disebut oleh Kanjeng Nabi Muhammad sebagai orang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan jiwa dapat dicapai ketika seorang mensucikan dirinya (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tazkiyatun nafs&lt;/span&gt;) dari hawa nafsu yang selalu mendorongnya melakukan perbuatan menyimpang dari asas perikemanusiaan adil dan beradab. Jika seseorang atau suatu bangsa telah memiliki kesucian diri, boleh dikata mereka telah merdeka. Suatu bangsa yang memiliki kesucian diri dari kesalahan amal akan mampu mengatasi segala kekuatan yang mengancam kemerdekaan bangsanya.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-4226168537541964659?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/4226168537541964659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/09/nafsu-dan-amarah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4226168537541964659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4226168537541964659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/09/nafsu-dan-amarah.html' title='Nafsu dan Amarah'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-351977798446893291</id><published>2009-09-07T20:49:00.000-07:00</published><updated>2009-09-07T22:45:23.151-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='benteng'/><title type='text'>Benteng Penghalang</title><content type='html'>&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt; قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَلَا يَرْفُثْ، وَلَا يَجْهَلْ، وَإِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ، أَوْ شَاتَمَهُ، فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ، مَرَّتَيْنِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ، أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى، مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ، يَتْرُكُ طَعَامَهُ، وَشَرَابَهُ، وَشَهْوَتَهُ، مِنْ أَجْلِي، الصِّيَامُ لِي، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَ &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;(صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;“ Puasa adalah benteng penghalang, maka janganlah ia berucap dengam kalimat buruk, mencaci,   dan menghina, jika ada yang mengganggunya atau mengumpatnya katakanlah aku puasa, aku puasa.   Demi Allah yang diriku dalam genggaman-Nya, sunnguh aroma tidak sedap di mulut orang yang   berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada wangi misik, karena ia meninggalkan makanannya,   minumannya, dan syahwatnya karena Aku (Allah SWT). Puasa adalah untuk-Ku, dan Aku yang   membalasnya, dan setiap pahala dibalas 10 kali lipat darinya”.                                                                          (Shahih Bukhari)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;حَمْدًا لِرَبِّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ، وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ، أَلْحَمْدُلِلهِ الَّذِيْ هَدَانَا، بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا، إِلَيْهِ بِالْإِذْنِ وَقَدْ نَادَانَا، لَبَّيْكَ يَامَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى ألِهِ، ألْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَالْمَجْمَعِ الْكَرِيْم&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;Limpahan puji ke hadirat Allah SWT yang maha Luhur, maha melimpahkan ke setiap detik samudera cahaya kepada kita, hamba-hambaNya keturunan Adam, mengapa saya katakan setiap hamba-hambaNya dianugerahi samudera cahaya setiap detiknya? Karena hamba-hambaNya yang mampu mengikuti tuntunan Ilahi yang maha indah dan maha abadi mereka mendapat keridhaan Allah dan mereka ditawarkan keridhaan Allah setiap detiknya, dan keridhaan Allah lebih agung dari seribu samudera cahaya , keridhaan Maha Raja langit dan bumi melebihi segenap anugerah dan semua surga beserta isinya, sebagaimana riwayat Shahih Bukhari ketika para penduduk surga telah masuk kedalam surga dengan kenikmatan yang belum pernah mereka lihat.&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; مَالاَعَيْنٌ رَأَتْ وَلاَأُذُنٌ سَمِعَتْ وَلاَخَطَرَ عَلىَ قَلْبِ بَشَر&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(Sesuatu yg belum pernah terlihat mata, belum pernah terdengar telinga, dan belum pernah terlintas dalam pemikiran manusia).&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Suatu bangunan konstruksi istana kemegahan yang multi mewah yang belum pernah terlihat mata belum pernah terdengar telinga dan belum pernah terlintas dalam pemikiran merupakan satu penciptaan Allah yang multi megah abadi untuk hamba – hambaNya, namun ketika mereka telah sampai ke istana - istana kemegahannya masing – masing , Allah memanggil mereka:&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;  ألَا أُعْطِيْكُمْ أَفْضَلُ مِنْ ذلِكَ ؟&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Maukah kalian Ku beri yang lebih dari itu?)&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Maka berkatalah para ahli surga: “Kami penuh dosa dan Kau memaafkan kami dan Kau masukkan kami ke dalam surga, barangkali jika Engkau menghisab kami dengan perhitungan yang sangat keras, kami pasti di dalam neraka. &lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;  أُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِي فَلَا أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kalian tau kata Allah wahai seluruh ahli surga, anugerah yang lebih besar dari ini? (Aku pastikan cintaKu dan ridhaKu untuk kalian dan Aku tidak murka pada kalian selama – lamanya).&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Inilah anugerah yang termahal dan kini ditawarkan setiap detik dalam hidupmu, Sang Maha pemberi anugerah dan Maha pelimpah anugerah menawarkan keridhaanNya melamarmu untuk sampai kepada kasih sayangNya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maha raja alam semesta yang menguasai jagad raya ini, memuliakan kita dengan kemanjaan yang melebihi dari segenap kasih sayang, ditawarkannya kasih sayang Nya kepada para pendosa seperti kita ini, ditawarkannya pengampunan kepada para pendosa yang merintih, mengemis pengampunan, tapi justru Allah Yang tawarkan maafNya ;”kau sudah berbuat salah pada Ku?, sini.. (mendekat pada Ku) Kutawarkan maafKu, datanglah kepada maafKu..”&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demikian perlakuan Rabbbul ‘Alamin kepada para pendosa, jika mereka mau kembali kepada kemuliaan kasih sayangNya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Al Muslim bahwa setiap malam sepertiga malam terakhir adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saa’tul Ijabah. Saa’atul Ijabah&lt;/span&gt; adalah detik – detik didalam suatu waktu yang barangsiapa berdoa di waktu itu pasti dikabul oleh Allah. Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari hal itu terjadi pada setiap hari Jum’at, namun didalam Shahih Al Muslim diperluas bahwa itu terjadi di setiap sepertiga malam terakhir senin malam, sepertiga malam terakhir itu kalau kita hitung saja, mulai adzan isya sampai waktu subuh berapa jam bagi tiga sepertiga terakhirnya kira – kira pukul setengah tiga, sampai subuh, itu waktu sepertiga malam terakhir, di situlah tersimpan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;saa’tul ijabah&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun di bulan Ramadhan , saa’tul ijabah menyeluruh mulai Isya’ sampai Shubuh, bahkan pendapat lain mengatakan saa’tul ijabah disetiap siang dan malam di bulan Ramadhan , karena bulan ini bulan Allah lebih dermawan dari bulan lainnya, bukan di bulan lainnya Allah kikir, (tapi) di bulan lainnya Allah (tetap) Maha dermawan, (namun) di bulan Ramadhan (Allah) lebih dermawan lagi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hari –hari Ramadhan gerbang cahaya kasih sayang Ilahi yang ditawarkan kepada kita semakin dekat, gerbang Ramadhan tidak terasa, satu, dua, tiga malam lagi akan sampai pada usia kita Insya Allah. Banyak muslimin muslimat masa kini ketika melewati Ramadhan, hatinya tidak bersama kemuliaan Ramadhan, hatinya bersama hal – hal yang hina atau hal – hal yang bersifat pengingkaran terhadap kemuliaan Ramadhan; ketika mau sahur , sahurnya harus makanan bermutu.. buka nya harus disiapkan dulu, ini dan itu… Tidak mustahil seseorang yang melewati Ramadhan ini dalam keadaan susah, tapi ketika doa munajat yang dipanjatkan kepada Allah, Allah jadikan setelah Ramadhan diluaskan rizkinya dzahiran wa baathinan sampai wafat, sampai menghadap Allah dalam keadaan kaya raya. Tidak mustahil bagi mereka yang mau meminta kepada Yang Maha Dermawan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari, (beliau memutus dulu penjelasannya mengenai shahih Bukhari) tentunya kita fahami bahwa seagung – agung kemuliaan (dari semua bulan adalah) Ramadhan, Ramadhan ini untuk Sayyidina Muhammad SAW. Maka hakikat kemuliaan ini pun bisa dilihat dan bisa kita temukan dalam tuntunan Sang Nabi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; كُنْتُ أًتَسَحَّرُ فِي أَهْلِي ثُمَّ تَكُونُ سُرْعَتِيْ أَنْ أَدرَكَ السُّجُوْدَ معَ رَسُولِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Aku makan sahur dengan keluargaku, lalu aku bersegera untuk mendapatkan sujud (shalat fajar) bersama Rasulullah SAW “ (HR. Bukhari ).&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Sunnah nya sahur itu bukan setengah dua atau setengah tiga, sahur itu sunnah nya dekat kepada waktu imsak, makin dekat dengan waktu imsak makin baik demikian pahalanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; كُنْتُ أًتَسَحَّرُ فِي أَهْلِي ثُمَّ تَكُونُ سُرْعَتِيْ أَنْ أَدرَكَ السُّجُوْدَ معَ رَسُولِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“ Aku kalau sahur di awal waktu, bukan di akhir waktu.. Kenapa? Karena aku sahur bersama keluargaku lalu aku terburu – buru mendatangi Masjid Nabawi karena rumahku jauh, untuk mendapatkan sujud bersama Nabi Muhammad SAW, tuk mendapatkan shalat shubuh Ramadhan bersama Rasulullah SAW “.&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Demikian para sahabat radiallahu ‘anhum wa ardhaahum, di dalam kemuliaan cinta mereka kepada Sang Nabi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;  لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ، يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ، فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Untuk orang yang berpuasa itu mempunyai dua kegembiraan; gembira saat berbuka puasa sudah lepas waktunya menahan haus dan lapar dan segala larangan puasanya, dan kegembiraan yang kedua saat dia berjumpa dengan Allah.&lt;/p&gt;  &lt;b&gt; &lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;  فرح بصومه&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Gembira dengan puasanya)&lt;/p&gt;  &lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Apa makna kalimat ini? Maknanya, Orang yang menghadap Allah sedangkan dia dari kelompok orang yang banyak berpuasa , pasti dalam keadaan gembira saat menghadap Allah , bukan dalam keadaan risau , takut, dan sedih .Ini suatu jaminan agung, karena ketika seseorang menghadap Allah itu bergetar semua lutut ketika di panggil oleh Allah untuk mempertanggung jawabkan setiap nafasnya, ketika api neraka memanggil nama para pendosa, dan ketika di saat itulah Allah SWT berfirman dalam sebuah Hadits Qudsi:&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;  أًنَا اْلمَلِكُ، أَنَااْلمَلِكُ أَيْنَ مُلُوْكُ اْلأَرْضِ؟ &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akulah Raja, mana para penguasa dzalim di muka bumi ini..? (HR Shahih Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Kewibawaan Allah, yang ketika Nabiyullah Musa meminta kepada Allah untuk melihat Allah SWT, maka Allah SWT bertajallaa:&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 18px; text-align: right;"&gt; .فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكّا وَخَرَّمُوْسَى صَعِقًا ( الأعراف 143) &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Wahai Musa kau melihat gunung di hadapanmu itu, kalau gunung itu bisa bertahan pada tempatnya maka kau bisa melihat Aku, maka (ketika) Allah bukakan satu hijab dari cahaya KeagunganNya) yang Tajallaa, Tajallaa itu menunjukkan cahaya keagunganNya,&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;  جَعَلَهُ دَكًّا&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(Jadilah gunung itu lebur menjadi debu tidak tersisa sedikitpun dan tidak lagi terlihat). &lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; وَخَرَّ مُوْسَى صَعِقًا &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(Maka Nabiyullah Musa pun roboh, pingsan).&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Keagungan Rabbul ‘alamin, di saat itu manusia berdiri di hadapan Allah SWT dalam keadaan risau , apakah dia akan ditempatkan di surga ataukah di neraka.. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mereka akan menemukan ke semua amal pahala mereka hadir bersama mereka, saat mereka dipanggil Allah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam keadaan seperti ini kalau muncul kerisauan di dalam hatimu, bagaimana keadaanku kelak saat aku berhadapan dengan Allah?! Rasul menjawabnya ; Orang – orang yang banyak berpuasa&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;  " فرح بلقاء ربه فرح بصومه ",&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mereka gembira tidak bersedih, tidak juga takut&lt;/p&gt;   &lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;  "  لَايخَافُوْنَ وَلَا يَحْزَنُوْنَ ",&lt;/p&gt; &lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Mereka tidak risau karena mereka banyak puasa di muka bumi, maka mereka masih gembira kata Rasul SAW di saat menghadap Allah , tidak bersedih tidak pula risau, gembira berhadapan dengan Rabbul ‘alamiin. Rasul SAW bersabda: ‘’Orang –orang yang berpuasa itu di hari kiamat dipanggil dari pintu surga yang bernama Rayyan. &lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; أَهْلُ الصِّيَامِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الرَّيَّانِ وَأَهلُ الصَّلاَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّلاَةِ وَأَهْلُ الصَّدَقَةِ دُعِيَ مِنْ بَابِ الصَّدَقَةِ&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; “Orang – orang yang banyak bershadaqah akan dipanggil dari pintu gerbang surga yang bernama pintu shadaqah, orang - orang yang banyak berpuasa mereka di panggil dari pintu gerbang yang bernama Ar Rayyan, orang yang banyak mengerjakan shalat mereka dipanggil dari pintu gerbang shalat “. (Shahih Bukhari). &lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Maka berkata Sayyiduna Abu Bakr As Shiddiq Ra, diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari ; Ya Rasullullah , Bisakah seseorang dipanggil dari semua pintu ? Dia banyak shadaqah juga, dia banyak shalat sunnah , dia banyak puasa juga, Rasul berkata:&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;   نَعَمْ وَأَرْجُوكَ أَنْتَ مِنْهُمْ يَاأَبَابَكْر&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Ya, bisa dipanggil dari semua pintu, dan aku berharap engkau di antara mereka wahai Abu Bakar).&lt;/p&gt; &lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Rasul SAW besabda: &lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; الصيام جنة,&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Puasa itu adalah benteng penghalang.&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Al Imam Ibn Hajar di dalam Fathul Baari bisyarh Shahih Al Bukhari menjelasakan, maksudnya penghalang dari neraka dan kemurkaan Allah karena orang yang berpuasa itu pasti dicintai Allah, kenapa bisa pasti dicintai Allah? Lihat hadits selanjutnya&lt;/p&gt;   &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; اَلصِّيَامُ جُنَّةٌ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَيَجْهَلْ وَاِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقٌلْ إِنِّيْ صَائِمٌ مَرَّتَيْن&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Jangan sekali berucap kalimat – kalimat yang hina di saat puasa juga di saat selain bulan puasa, tapi di saat puasa usahakan lebih lagi jangan mencaci, jangan menggunjing, jangan mengumpat, jangan membicarakan aib orang lain,&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;  فلا يرفث ولايجهل&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;jangan pula mengucap kalimat - kalimat yang menipu orang lain, kalimat- kalimat yang hina.   &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; وَاِنْ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقٌلْ إِنِّيْ صَائِمٌ مَرَّتَيْنِ&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(Kalau ada orang mengajaknya berkelahi atau mengajaknya bertengkar, jawablah “ sungguh aku ini puasa, sungguh aku puasa “, dan kecuali kalau seandainya nyawanya terancam, kalau nyawanya terancam, Badr Al kubra di bulan Ramadhan (maksudnya perang badar adalah di bulan ramadhan dalam keadaan mereka puasa ramadhan).&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentunya, jiwa harus dipadamkan dari emosi semampunya disaat kita puasa ramadhan. Para sahabat tidak dipenuhi emosi di dalam hatinya, karena hati mereka tersucikan daripada sifat amarah karena hawa nafsu , semacam kemuliaan – kemuliaan para Sahabah Al Akaabir (para sahabat besar); Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu wajhah, Sayyidina Hamzah bin Abdul Mutthalib dan mereka Khulafaa’ Ar Rasyidin dan lainnya, kesemuanya itu adalah orang – orang yang santun, orang – orang yang mulia. Para sahabat bertanya, "Kau sudah mengalahkan musuhmu, sudah jatuh pedangnya kenapa kau pergi? (tidak langsung membunuhnya)". Maka berkata Sayyidina Ali kw, "Dia meludahi wajahku, kalau aku memukulnya atau membunuhnya, aku takut kalau itu terjebak pada hawa nafsu dan amarahku".&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kembali kepada masalah Hadits yang kita bahas “ mundurlah daripada segala pertikaian dan pertengkaran , katakan :Aku puasa, aku puasa”. (lalu kelanjutan hadits)&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَخَلُوْفِ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَاللهِ تَعَالىَ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَه وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِيْ اَلصِّيَامُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ وَاْلحَسَنَةُ بِعَشْرِأَمْثَالِهَا&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;   &lt;p&gt;Demi Allah SWT yang menggenggam jiwaku, kata Sang Nabi, aroma yang tidak sedap dari mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi dari wanginya misik, kenapa? Penjelasannya pada Hadits selanjutnya:&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِيْ , &lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;karena ia rela, siapa orang yang senang kalau seandainya dari mulutnya tercium bau yang tidak sedap?! Tapi ia rela itu, ia terima itu &lt;b&gt;ia menahan laparnya dan hausnya , karena menginginkan menjalankan perintah Allah&lt;/b&gt; , maka hal yang seakan - akan buruk, di hadapan Allah lebih indah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kalau kita kedatangan tamu empat orang misalnya, yang tiga orang mengenakan pakaian yang bersih, rapi dan sopan dan yang satu pakaiannya kotor penuh lumpur, tentunya yang dihargai yang berpakaian bersih. Aku ini datang dari jauh, jalan kaki kesini masuk melewati hutan belantara melewati lumpur dan lain sebagainya, mana yang lebih dihormati? , yang berbaju bersih atau yang berbaju kotor?, (tentunya) yang berbaju kotor, kenapa? Karena ia lelah untuk datang bertamu kesini datang jauh – jauh, walaupun tampaknya seakan akan kotor, lusuh, tapi ia datang dari jauh dengan pengorbanan yang besar. Allah memahami perasaan manusia itu tertekan dan tidak suka dengan itu, maka Allah menghiburnya dan Allah mengatakan Aku menghargai lebih daripada wanginya misik.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lantas Allah meneruskan FirmanNya dalam Hadits Qudsi&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;   الصِّيَامُ لِيْ وَأَنَاأَجْزِيْ بِهِ, &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Puasa itu adalah untuk-Ku dan Akulah yang membalas pahalanya.&lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Semakin kita memperjuangkan puasa kita, maka semakin Allah memberikan ganjaran yang lebih indah. Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, Rasul SAW bersabda, &lt;b&gt;‘’Saling bermaaf –maafanlah kalian, menyelesaikan permasalahan kalian di dunia selagi masih bertemu di sini, apa- apa dari harta, kan datang suatu masa dimana tidak lagi berlaku dinar ataupun dirham&lt;/b&gt;, maksudnya tidak lagi berlaku emas, perak, uang, semuanya tidak akan berlaku kelak di akhirat. Jadi, alat tukar disana itu pahala dan dosa. Jadi, kalau dia punya kejahatan maka dia harus bayar, bayar dengan pahala bukan dengan uang, sekadar besar dosanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh sebab itu, jagalah hari –hari kita khususnya bibir kita jangan menggunjing orang lain, dan mengumpat. Kalau sudah kadung mencaci orang, doakan orang itu. Rasul SAW berdoa pada Allah: &lt;b&gt;" Wahai Allah, Siapapun orang – orang beriman yang pernah kucaci, jadikanlah itu baginya kedekatan pada-Mu di hari kiamat"&lt;/b&gt; . Iya, aku mencacimu tapi aku mendoakanmu juga.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika kalian berat meminta maaf kepada orang yang pernah kalian berbuat jahat, doakan dia, maafkan kesalahannya. Bahkan diadakan penelitian bahwa orang – orang yang mengidap penyakit yang tidak pernah sembuh, atau penyakit yang menahun , merasa penyakitnya semakin reda ketika mereka bisa memaafkan orang yang menyakitinya, ini penemuan di Amerika Serikat baru – baru ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semoga Allah SWT memuliakan kita di dalam rahasia kemuliaan ramadhan. Wahai yang maha memberikan samudera cahaya keridhaan-Mu setiap detik Kau tawarkan kepada kami… Ya Rahman..Ya Rahiim..Kami ingin dekat dengan-Mu, kami rindu berjumpa dengan yang maha indah, kami rindu berjumpa dengan yang maha baik, kami rindu berjumpa dengan yang maha menyiapkan kami surga yang abadi, namun Rabbi..segala kekurangan kami membuat kami malu untuk memintanya, namun ketika kami mengingat samudera kedermawanan-Mu yang maha luas melebihi segenap kedermawanan, maka kami memberanikan diri memanggil nama-Mu, memohon segala kelembutan ,memohon segala hajat, memohon segala harapan, memohon segala keinginan, meminta terangkatnya segala kesulitan, meminta tersingkirnya segala musibah, meminta pada-Mu kebahagiaan dunia dan akhirat, dan hal itu bukan hal yang sulit bagiMu untuk mengabulkannya, pastikan di dalam perkumpulan mulia ini tidak satu wajahpun terkecuali Kau terangi dengan cahaya keindahan-Mu, tidak satupun dari semua nama kami terkecuali Engkau pastikan masuk kedalam surga-Mu, terkecuali Engkau pastikan dijauhkan dari api neraka, pastikan kami tidak melihat api neraka, pastikan nama- nama kami tidak ada di dalam penduduk neraka, pastikan kami wafat dalam husnul khatimah, pastikan kami dilimpahi kebahagiaan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; فقولوا جميعا : يا الله...يا الله... يا الله ...يارحمن يارحيم... لاإله إلا الله....لاإله إلا الله، محمد رسول الله صلى الله عليه وسلم كلمة حق عليها نحيا وعليها نموت وعليها نبعث إن شاء الله تعالى من الأمنين .. &lt;/p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p&gt;Suatu riwayat yang diriwayatkan didalam riwayat yang tsiqah ‘’Ketika orang- orang yang telah masuk kedalam surga, terlihat di antara mereka wajah-wajah yang masih tidak tersenyum, lalu mereka berkata kenapa kalian belum bergembira, sedangkan di sini adalah tempat kegembiraan yang abadi !? mereka berkata kami ingin melihat keindahan Allah, kami belum di beri kesempatan untuk melihat keindahan dzat Allah. Maka malaikat ditanya oleh Allah ; Apa yang mereka minta wahai para malaikat-Ku? Malaikat menjawab, Rabbi..mereka ingin melihat keindahan dzat-Mu, sedangkan mata mereka selalu berbuat maksiat, mata mereka selalu memandang banyak hal- hal yang haram di muka bumi , tiada pantas memandang keindahan dzat-Mu Wahai Allah..Maka Allah berkata : Singkapkan tabir yang menghalangiKu dengan mereka, karena mereka pernah mengalirkan airmata rindu berjumpa dengan Ku, biarkan mereka melihat keindahan dzat-Ku. Pastikan mata kami memandang keindahan dzat-Mu Ya Rabb..Ya Dzal jalaali wal ikraam..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semoga Allah meringankan beban- beban kita, semoga sukses, amin Allahumma Amin…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-351977798446893291?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/351977798446893291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/09/benteng-penghalang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/351977798446893291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/351977798446893291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/09/benteng-penghalang.html' title='Benteng Penghalang'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-4834249315462851481</id><published>2009-09-02T17:36:00.000-07:00</published><updated>2009-09-02T17:53:51.909-07:00</updated><title type='text'>NU dan Muhammadiyah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img style="margin-right: 10px; width: 122px; height: 94px;" src="http://gusmus.net/fileuser/Image/NUMuhammadiyah.jpg" alt="" align="left" /&gt;Indonesia sangat bersyukur pernah memiliki tokoh-tokoh agama Islam, pendiri Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah terdahulu, yang begitu demokratis menyetujui berdirinya Republik Indonesia berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika. Islam yang berkembang adalah Islam yang penuh kemanusiaan, keadilan, dan kebersamaan menciptakan kehidupan yang lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dilansir kompas.com, praktik-praktik yang muncul belakangan ini, terkait dengan munculnya gerakan transnasional, merupakan hasil korespondensi dengan negara-negara Islam. Mereka memahami zaman keemasan Islam kemudian dicoba menurut pemahaman mereka sendiri, untuk diterapkan di Indonesia sesuai dengan prasangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor eksternal munculnya gerakan transnasional itu digunakan untuk melawan materialisme Barat, dan menutup kecongkakan Barat. Adapun pada faktor internal, mereka melihat gerakan Islam kurang berkembang karena organisasi besar, seperti NU dan Muhammadiyah, dinilai lamban dalam mengembangkan Islam modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rektor IAIN Walisongo Semarang Prof Dr Abdul Djamil menyatakan, gerakan Islam transnasional itu sudah berkembang sejak zaman dulu, 14 abad yang lalu. Malah, ketika Indonesia masih dijajah Belanda, gerakan transnasional atau Pan Islamisme juga dikembangkan oleh peneliti Muslim Belanda, Snouck Hurgronje. Saat itu, sudah ada kecurigaan terhadap aksi Snouck.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saat ini aksi akhir-akhir ini seperti mengarah pada pendirian syariah Islam dengan gerakan Pan Islamisme, itu tentunya bukan hal baru. Di samping sudah berkembang sejak masa keemasan Islam pada masa Nabi Muhammad SAW, sekarang ini masa itu coba dibangkitkan dengan metode yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini adalah salah satu konsekuensi dari era reformasi yang membuka keran besar bagi masyarakat untuk bepergian ke luar negeri. Mereka juga banyak yang belajar di negara-negara Timur Tengah dan kawasan Asia Barat. Apabila, di antara mereka ada yang terlibat jaringan kelompok Pan Islamisme, bukan tidak mungkin kemudian mereka coba mempraktikannya di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-4834249315462851481?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/4834249315462851481/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/09/nu-dan-muhammadiyah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4834249315462851481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4834249315462851481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/09/nu-dan-muhammadiyah.html' title='NU dan Muhammadiyah'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-4619711490254698499</id><published>2009-08-31T20:51:00.000-07:00</published><updated>2009-08-31T20:57:08.694-07:00</updated><title type='text'>Bukan Sarang Teroris</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img style="margin-right: 10px; width: 122px; height: 95px;" src="http://gusmus.net/fileuser/Image/pelajar%20NU.jpg" alt="" align="left" /&gt;Pondok pesantren bukanlah sarang kelompok teroris. Indikasi termudahnya adalah, tidak satu pun para teroris yang memiliki pesantren. Bahkan mayoritas pondok pesantren tidak menginginkan hukum Islam dijadikan hukum positif di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para teroris tidak bergerak di pondok pesantren, melainkan dalam lingkup yang lebih kecil. Pesantren itu seperti milik NU dan Muhammadiyah. Sedangkan teroris bergerak dalam kelompok yang lebih kecil, namanya markaz. Markaz yang menjadi termpat pendidikan kelompok teroris ini jumlahnya sangat banyak dan tersebar dari ujung barat hingga timur Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang menghambat pemberantasan kelompok teroris saat ini. Kelompok teroris yang beroperasi di Indonesia, merupakan kelompok sempalan Jamaah Islamiyah asal Mesir, yang sudah diberantas habis di negara asalnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-4619711490254698499?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/4619711490254698499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/bukan-sarang-teroris.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4619711490254698499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4619711490254698499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/bukan-sarang-teroris.html' title='Bukan Sarang Teroris'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-4126437150167066134</id><published>2009-08-23T19:04:00.000-07:00</published><updated>2009-08-23T20:22:18.859-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='adam'/><title type='text'>Mempengaruhi Keturunan Adam</title><content type='html'>&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt; قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :&lt;br /&gt;إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنْ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ  (صحيح البخاري &lt;br /&gt;&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sabda Rasulullah saw:&lt;br /&gt;“Sungguh syaitan mengalir pada tubuh keturunan Adam pada aliran darahnya” (Shahih Bukhari).&lt;/p&gt;&lt;img src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/at-tin004.jpg" alt="Image" title="Image" width="130" align="left" border="0" height="86" hspace="6" /&gt;Dialah Allah Swt Al Wujud, Maha Mengetahui segala keadaan, Maha Memiliki setiap nafas dan kehidupan, Maha Mengawali dan Mengakhiri Kebahagiaan, Maha Menawarkan Pengampunan dan tiada pernah terhenti dari zaman ke zaman. &lt;p&gt;Dialah Yang Maha Mendahului dan Maha Terdahulu atas segala kebaikan. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana kita lihat di waktu – waktu ramadhan sangat mudah bagi kita untuk melakukan ibadah, jauh berbeda dengan hari – hari lain. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di bulan ramadhan mampu melakukan shalat tarawih 23 rakaat dan belum tentu bisa melakukannya di bulan selain ramadhan. Karena Allah Maha Dekat dan lebih dekat di bulan ramadhan. Juga Allah Swt membatasi kekuatan syaitan di bulan ramadhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikian dahsyatnya kekuatan syaitan untuk mempengaruhi panca indera, menundukkan telinga manusia agar tunduk pada hawa nafsu dan dosa, menundukkan penglihatan manusia agar ikut pada hawa nafsu dan dosa. Makin banyak sangka buruknya, makin banyak sombongnya, makin banyak menghina hamba Allah, semakin gelap keadaan itu maka semakin sempit terasa kehidupannya walaupun ia dalam keluasan harta, walaupun ia dalam kemudahan, walaupun ia dalam kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika jiwa bercahaya dengan cahaya Allah di majelis – majelis dzikir, di majelis – majelis taklim atau di tempat lain yang jiwa itu bercahaya dengan keagungan Nama Allah Swt maka di saat itulah terang – benderang sanubarinya, terang – benderang ruhnya dan akan terang – benderang seluruh panca inderanya dengan cahaya Allah, maka di saat itulah jiwanya berat untuk berbuat maksiat, berat untuk sangka buruk, berat untuk berbuat hal – hal yang hina diikuti seluruh panca inderanya yang juga merasa enggan berbuat dosa. Kenapa?&lt;/p&gt;Allah Swt memuliakan dengan kehidupan ini disertai tuntunan Sang Nabi yang dengan itu runtuhlah kekuatan syaitan. Syaitan menjebak manusia kepada dosa dan kemaksiatan sejauh- jauhnya, dalam sekejap Allah bisa hapuskan dosanya jika ia banyak bertaubat.  &lt;p&gt;Kasih sayang Ilahi Swt yang tentunya meruntuhkan kekuatan syaitan. Demikian agungnya dan khusnatullah kepada mukminin – mukminat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Muslim, ketika Sayyidatuna Aisyah ra dikatakan oleh Sang Nabi &lt;i&gt;“datang kepadamu syaitanmu”,&lt;/i&gt; maka berkata Sayyidatuna Aisyah ra&lt;i&gt; “ya Rasulullah apa di dalam diriku ini ada syaitan?”,&lt;/i&gt; dan Rasul Saw menjawab &lt;i&gt;“ya betul, di hatimu dan di dirimu itu ada syaitan”. &lt;/i&gt;Apakah di setiap manusia juga ada syaitannya? Rasul Saw menjawab &lt;i&gt;“ya benar pada setiap manusia itu ada syaitan penggodanya”,&lt;/i&gt; lalu engkau? dan Rasul Saw menjawab &lt;i&gt;“ya pada diriku pun ada syaitannya, tapi Allah Swt sudah menundukkannya sampai syaitan itu pun menyerah”.&lt;/i&gt; Demikian riwayat shahih muslim memperjelas daripada hadits riwayat Shahih Bukhari ini bahwa syaitan itu mengalir di setiap aliran darah keturunan Adam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bulan ramadhan Allah Swt mengikat syaitan, maka sedemikian para mufassir melemahkan dan menafsirkan makna hadits ini yaitu adalah syaitan dilemahkan oleh Allah karena Allah memberikan kekuatan iman lebih besar kepada muslimin – muslimat di bulan ramadhan. Karena Allah Swt melipatgandakan pahala mereka lebih besar di hari – hari ramadhan dibandingkan hari lain. Bersandarkan dengan hadits Shahih Bukhari bahwa Rasul Saw bersabda &lt;b&gt;“amal pahala umatku dikalikan 10X sampai 700X lipat”.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Itulah, Allah bantu pula kita dengan melemahkan syaitan. Banyak sekali anugerah yang Allah munculkan di bulan ramadhan dan di saat itu Allah persempit kekuatan syaitan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bulan ramadhan juga bulan shadaqah. Diriwayatkan oleh Sayyidatuna Aisyah ra bahwa Rasul Saw sangat dermawan di bulan ramadhan, ini diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di dalam bershadaqah ada hal yang perlu diperjelas, shadaqah yang paling agung adalah shadaqah kepada kerabat sendiri sebelum kepada yang lain. Kerabat itu lebih dulu daripada yang lain, demikian Rasul Saw mengajarkan. Kalau ayahbundanya tidak susah maka kepada kerabatnya, lalu kepada tetangganya lalu kepada fuqara.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Rasul Saw telah menyampaikan ini berkali – kali riwayat Shahih Bukhari dan Shahih Muslim ketika Abu Thalhah Al Anshori ra adalah salah seorang Anshar yang kaya – raya. Dia mempunyai satu taman rekreasi disebut kebun dan taman rekreasi itu merupakan asset harta yang mahal dan luar biasa dan sangat mewah di masa itu. Ketika turunnya ayat &lt;b&gt;“kalian belum mendapatkan kesempurnaan sebelum menginfaqkan yang kalian cintai”.&lt;/b&gt; Ayat ini turun di masa itu maka Abu Thalhah Al Anshori ra datang kepada Rasululluh, ya Rasulullah ini kebun rekreasi aku infaqkan karena Allah Ta’ala karena aku menyayanginya, kuinfaqkan untuk Allah. Rasul Saw tahu Abu Thalhah ra ini orang baik, orang mulia tapi punya 1 kekurangan kecil, 1 kekurangan kecil saja dan kekurangannya lupa pada kerabatnya yang susah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maka Rasul Saw tidak menghardik Abu Thalhah dengan ucapan &lt;i&gt;“engkau ini keluargamu tidak kau perhatikan, kau kaya – raya sendiri”. &lt;/i&gt;Tidak demikian, namun Rasul Saw berkata&lt;i&gt; “Abu Thalhah kau mau infaqkan ini kebun rekreasi yang demikian mewah dan megahnya?”, &lt;/i&gt;maka Abu Thalhah berkata &lt;i&gt;“benar ya Rasulullah”.&lt;/i&gt; Rasul Saw menjawab&lt;i&gt; “karena Allah?”,&lt;/i&gt; Abu Thalhah menjawab &lt;i&gt;“ya, karena Allah”.&lt;/i&gt; Kalau begitu kau bantu aku untuk menyampaikannya kepada yang berhak. Abu Thalhah menjawab &lt;i&gt;“mau ya Rasulullah”.&lt;/i&gt; Kau yang sedekahkan kepada Allah dan sekarang sampaikan kepada yang berhak, mau bantu aku untuk menyampaikannya kepada yang mustahiq?, Abu Thalhah menjawab&lt;i&gt; “mau ya Rasulullah” &lt;/i&gt;Rasul Saw berkata &lt;i&gt;“tolong sampaikan kepada kerabatmu yang susah”.&lt;/i&gt; Menangis Abu Thalhah mendengarnya, Subhanallah! Rasul Saw menegurnya dengan teguran yang demikian lembut. Kerabatmu banyak yang susah, sekarang kau datang padaku mau menginfaqkan hartanya. Demikian hebatnya, Rasul Saw berkata tolong sampaikan kepada orang susah yaitu keluargamu, benahi keluargamu. Ya Rasulullah engkau lebih perhatikan keluargaku daripada diriku sendiri, demikian indahnya tuntunan Nabi kita Muhammad Saw.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, salah seorang ayah mempunyai anak, anaknya susah dan ayahnya mampu. Ayahnya menaruh hartanya di Masjid Nabawiy untuk diberikan kepada fuqara, yang mengambil anaknya maka ayahnya berkata &lt;i&gt;“hai, itu bukan untukmu tapi untuk fuqara!”,&lt;/i&gt; anaknya berkata&lt;i&gt; “tapi aku juga tergolong fuqara, aku orang yang mustahiq”. &lt;/i&gt;Maka ayahnya datang kepada Rasul Saw &lt;i&gt;“ya Rasululullah aku mau berikan pada fuqara malah diambil anakku!”,&lt;/i&gt; Rasul Saw bertanya &lt;i&gt;“anakmu fuqara?”, &lt;/i&gt;ayahnya menjawab &lt;i&gt;“ya, ia fuqara ya Rasulullah”,&lt;/i&gt; kalau begitu harta itu untuknya. &lt;/p&gt;Jangan lupakan ayahbunda, ini akan masuk bulan ramadhan al mukarram puaskan jiwa untuk bakti pada ayahbunda bisa dengan harta dan bukan hanya dengan harta bisa dengan akhlak dan budi pekerti sehingga berkata Sayyidina Abdullah bin Umar Ra diriwayatkan oleh Imam Bukhari didalam kitabnya Adabul Mufrad, ketika datang seseorang yang sudah banyak berbuat dosa, mengadu kepada Abdullah bin Umar ra karena Rasul Saw telah wafat, Abdullah bin Umar bertanya &lt;i&gt;“apakah engkau mempunyai ibu?”,&lt;/i&gt; sudah wafat &lt;i&gt; “punya ayah?”,&lt;/i&gt; sudah wafat. Ya sudah kalau begitu banyak istighfar saja, banyak beramal sholeh. Ketika orang itu pergi, orang yang disebelah Abdulllah bin Umar bertanya &lt;i&gt;“ya ibn umar kenapa engkau tadi bertanya apa ada ibunya, ada ayahnya?”,&lt;/i&gt; hubungannya apa antara ayah dan ibunya dengan orang itu? Abdullah bin Umar berkata&lt;i&gt; “aku tidak temukan satu penawar dosa yang lebih daripada menyenangkan hati ayah dan bunda”,&lt;/i&gt; itulah penawar dosa yang paling dahsyat. Itulah yang memadamkan kemurkaan Allah Swt.&lt;p&gt;Oleh sebab itulah Allah Swt menjadikan perantaraan kehidupan lewat ayahbunda, mereka adalah perantara kehidupan tapi jangan lupa juga dengan perantara hidayah iman, Sayyidina Muhammad Saw. &lt;b&gt;“Belum sempurna iman kalian sebelum aku lebih dicintainya dari ayah dan ibunya, dari anak- anaknya, dari seluruh manusia”.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari tentang bagaimana dahsyatnya akan datang fitnah, kerusakan dan permasalah yang menimpa di permukaan bumi ini. Rasul Saw mengatakan kelak di akhir zaman akan datang waktunya harta itu akan luas dan menjadi sejahtera seluruh permukaan bumi. Sehingga tidak ada satupun yang mau menerima shadaqah karena semuanya sudah luas dan berlebihan sehingga menerima shadaqah adalah hal yang sangat hina karena semuanya sudah berkecukupan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apakah hal itu mungkin terjadi? Akan muncul pula keluasan yang akan menimpa muslimin – muslimat dengan keberkahan dan kekayaan sehingga di saat itu harta di tangan orang – orang mulia, orang – orang baik yang akan diberi kekayaan oleh Allah Swt yang dengan itu orang – orang lain akan menginduk pada orang – orang yang baik.&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Allah melimpahkan harta seluas – luasnya sebagaimana firman Allah Swt &lt;i&gt;“bila orang – orang beriman itu bertaqwa kepada Allah Swt, Allah akan tumpahkan keluasan dan keberkahan dari langit dan bumi”.&lt;/i&gt; Oleh sebab itu ketika munculnya kebangkitan muslimin – muslimat di barat dan di timur dan tentunya juga di wilayah kita di Jakarta ini dengan semakin banyaknya kelompok dzikir, semakin banyaknya kelompok – kelompok shalawat, semakin banyaknya tabligh – tabligh besar, semakin banyaknya orang -orang yang menangis karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-4126437150167066134?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/4126437150167066134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/mempengaruhi-keturunan-adam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4126437150167066134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4126437150167066134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/mempengaruhi-keturunan-adam.html' title='Mempengaruhi Keturunan Adam'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-7303209468498201817</id><published>2009-08-18T18:14:00.001-07:00</published><updated>2009-08-18T19:32:05.680-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gelisah'/><title type='text'>GELISAH</title><content type='html'>&lt;img alt="GELISAH " style="width: 325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/08/20090805131959.jpg" /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span&gt;WORDPRESS.COM/ILUSTRASI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="image_detail"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;          Setiap orang, siapapun ia, pernah diserang gelisah. Orang yang gelisah akan diserang oleh rasa tidak percaya diri. Yang menimbulkan pertanyaan dalam hati kecil kita, ''Kok orang beriman dapat mengalami kegelisahan?" Orang beriman harus bisa mengendalikan dari berbagai macam perasaan takut berlebihan, apakah perasaan takut miskin, mati, tak mendapat jodoh, apakah takut sebentar lagi akan datang masa pensiunnya, yang dulu tanda tangannya berlaku dan berpengaruh setelah itu tidak lagi, dan berbagai jenis ketakutan yang tidak pada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah psikologi iman itu dapat dikatakan sebagai sesuatu yang mampu mengintegrasikan pribadi seseorang sehingga ia tumbuh jadi manusia ''dewasa'' dan ''sehat'' nah itulah aqidah Islam sumber keimanan. Seseorang sebelum menghadapi pensiun 10 tahun sebelumnya ia sudah membuat rencana, misalnya berwiraswasta, sehingga apabila datang masa pensiun ia mampu mengelola segala problemanya, bahkan tetap sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperkuat hubungan dengan Allah caranya, memperbanyak ibadah dan zikir. Sadarilah bahwa setiap masalah yang datang dapat dihadapi, tentu saja dengan izin Allah seperti firmannya: ''Allah tidak akan membebani seseorang kecuali menurut kesanggupannya....'' (QS 2:286). Jika sebab internal yang menjadi pangkal tentu harus memperbaiki diri, jika sebab eksternal harus berusaha menyesuaikan persoalan tersebut, harus mengidentifikasikan penyebab masalah. Lantas bagaimana masalah yang benar-benar tidak diatasi lagi?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-7303209468498201817?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/7303209468498201817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/gelisah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/7303209468498201817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/7303209468498201817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/gelisah.html' title='GELISAH'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-5735341491371143851</id><published>2009-08-11T19:22:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T19:27:14.697-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='radikal'/><title type='text'>Berkembangnya Islam Radikal</title><content type='html'>&lt;img style="margin-right: 10px; width: 105px; height: 110px;" src="http://gusmus.net/fileuser/Image/images.jpeg" alt="" align="left" /&gt;Ketua persatuan ulama Muslim internasional, Syekh Yusuf al-Qardhawi, menyatakan pemikiran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;takfir&lt;/span&gt; (pengkafiran pada muslim lain) sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang dianut mayoritas umat Islam di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemikiran ini, tambah Qardhawi, juga tidak mencerminkan pemikiran gerakan al-Ikhwan al-Muslimin, karena pemikiran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;takfir&lt;/span&gt; sama sekali tidak selaras dengan pemikiran Ikhwan al-Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Qardhawi ini disampaikan dalam dialog dengan Dr Dhia Rishwan, peneliti gerakan Islam terkemuka asal Mesir, dalam program acara televisi "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Manabir wa Madafi&lt;/span&gt;" (Mimbar dan Debat) yang disiarkan oleh kanal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;al-Fara'in&lt;/span&gt; Mesir pada Jumat (7/8), sebagaimana dilansir IslamOnline.net.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dari Moderat ke Konservatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Quthb bergabung dan aktif di organisasi Ikhwan al-Muslimin sejak awal tahun 50-an atas dasar ketertarikan dan kekagumanya pada Ikhwan. Namun lama kelamaan, Quthb berubah menjadi lebih konservatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan ini terjadi pada akhir-akhir masa hidupnya, khususnya dalam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kitab tafsir &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fi Dzilal al-Qur'an&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;(Dalam Naungan Alquran) dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kitab &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ma'alim fi at-Thariq&lt;/span&gt; (Rambu-Rambu Jalan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ahlussunnah tidak pernah condong kepada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;takfir&lt;/span&gt;, tidak sebagaimana yang sering dilakukan oleh sekte Khawarij," jelas Qardhawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;takfir&lt;/span&gt; tersebut, lanjut Qardhawi, berkembang ketika ia mendekam di penjara. Quthb menganggap pemerintah yang ada sebagai komunis dan jauh dari agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, jika saja Sayyid Quthb saat itu tidak digantung (pada 29 Agustus 1966) dan diberi kesempatan untuk hidup normal (tidak dalam tekanan politik) dan berbaur dengan masyarakat, kemungkinan pemikiran Quthb akan berubah dan kembali lagi kepada pemikiran moderat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Quthb dan Pendidikan Ikhwan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Quthb merupakan salah seorang yang sangat mengagumi sosok Imam Hasan al-Banna, pendiri Ikhwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, pada perjalanan selanjutnya Quthb lebih dipengaruhi oleh pemikiran Abul A'la al-Mawdudi, tokoh Islam sezamannya dari Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun menurut Qardhawi pemikiran takfir dan tajhil (menganggap masyarakat Islam saat ini adalah jahiliyyah) sangat berbeda dengan pemikiran Mawdudi sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemikiran Quthb lebih kepada pencampuran antara Ikhwan, Salafi, dan Jihadi."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-5735341491371143851?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/5735341491371143851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/berkembangnya-islam-radikal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/5735341491371143851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/5735341491371143851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/berkembangnya-islam-radikal.html' title='Berkembangnya Islam Radikal'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-7333563622057728240</id><published>2009-08-09T18:01:00.000-07:00</published><updated>2009-08-09T19:28:31.675-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ikhlas'/><title type='text'>IKHLAS</title><content type='html'>&lt;img alt="IKHLAS " style="width: 325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/08/20090803090651.jpg" /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span&gt;WORDPRESS/ILUSTRASI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="image_detail"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;          Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Musa Al Asy'ari disebutkan bahwa Rasulullah saw pernah ditanya tentang seseorang yang berperang karena keberaniannya, karena fanatisme, karena riya, mana di antaranya yang berada di jalan Allah? Rasulullah menjawab, ''Barangsiapa yang berperang agar Kalimatullah itulah yang tertinggi, maka ia berada di jalan Allah.'' Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda, ''Sesungguhnya Allah tidak melihat tubuh dan penampilanmu, tetapi Allah melihat hatimu.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhas adalah sebuah kata yang sangat mudah diucapkan, tapi sulit dilaksanakan. Karena keikhlasan bukanlah aktivitas mulut, maka sebanyak apa pun mengatakan ikhlas kalau hati tidak ikhlas maka itu tidak akan mempunyai arti setikit pun di hadapan Allah. Oleh karenanya, setiap amal yang tidak dibangun di atas landasan keikhlasan adalah amalan mati yang tertolak dan tidak diberkahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan perasaan ikhlas, setiap Muslim harus senantiasa meluruskan niatannya dalam setiap amal yang dilakukannya, meneliti setiap motivasi yang menggerakkannya untuk beramal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berbagai dorongan kejiwaan yang dapat menyelewengkan kita dari keikhlasan, di antaranya: kekayaan, penampilan, ketenaran, pangkat, dan kepentingan. Jikalau ternyata benar, jangan serta merta amalan itu ditinggalkan, tetapi hendaklah diluruskan niat semata-mata karena Allah, kemudian dilanjutkan amal dan kerja dengan niat yang ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika keikhlasan sudah bersemayam di dalam setiap orang Muslim, maka ketika ada pekerjaan yang harus ditunaikan tentulah akan berdesak-desakan orang datang untuk mengerjakannya, menghilang ketika ada keuntungan, saling mengalah dalam urusan dunia, dan saling berlomba dalam urusan akhirat. Keikhlasan akan menimbulkan kedamaian dan persaudaraan, sedangkan ketidakikhlasan akan menimbulkan kekacauan dan pecahnya persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kata-kata bijak yang dapat diambil hikmahnya: Hendaklah Anda berbuat amalan-amalan yang mendatangkan pujian, kemudian Anda lari dari mendengar pujian-pujian itu. ''Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku adalah karena Allah Tuhan semesta alam, tidak ada sekutu baginya dan dengan itulah aku diperintahkan (Al An'am: 162-163)''. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-7333563622057728240?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/7333563622057728240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/ikhlas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/7333563622057728240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/7333563622057728240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/ikhlas.html' title='IKHLAS'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-348129979187211387</id><published>2009-08-05T19:10:00.000-07:00</published><updated>2009-08-05T19:12:46.341-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jujur'/><title type='text'>Jujur</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img style="width: 325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/07/20090731173849.jpg" mce_src="http://republika.co.id/images/news/2009/07/20090731173849.jpg" alt="KEJUJURAN " /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div&gt; &lt;div&gt; &lt;div id="detail_news_text"&gt; &lt;p&gt;Alquran menjanjikan lewat salah satu ayat-Nya, &lt;i&gt;''Barangsiapa bertakwa kepada Allah, akan dikaruniai-Nya pertolongan dari arah yang tak tersangka-sangka.'' (QS 65:3)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi mereka yang tidak tahu asal-usulnya, lebih-lebih yang tak mengenal kekuatan dahsyat ibadah, pertolongan seperti yang dinyatakan Alquran itu dianggap sekadar keajaiban alam. Hanya bisa ditangkap dengan penghayatan dan ketajaman mata batin yang dinamakan &lt;i&gt;bashirah&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu berbagai istilah digunakan oleh para pakar nonagamis untuk mengenali fenomena supranatural tersebut. Untuk kelebihan yang dimiliki para wali, dinamakan &lt;i&gt;karomah&lt;/i&gt;, artinya kemuliaan, lantaran datangnya dari Tuhan sebagai isyarat ketinggian martabat seorang hamba yang sangat taat kepada Penciptanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam suatu hadis Qudsi yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Nabi saw bersabda, ''Sesungguhnya Allah berfirman: Tidak seorang pun yang mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib dan amalan sunat yang Aku sukai, kecuali Aku mencintainya. Dan jika Aku mencintainya, ia akan mendengar dengan telinga-Ku, akan melihat dengan mata-Ku, akan menjamah dengan tangan-Ku, dan akan melangkah dengan kaki-Ku. Jika ia memohon pada-Ku pasti Kukabulkan, dan jika meminta perlindungan-Ku niscaya Kulindungi.''&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, karomah bisa muncul pada seseorang yang tawakal dan jujur, yakni dua sifat kewalian yang utama. Seperti keajaiban yang dimiliki Kyai Jamil, ulama sederhana di kota kecil Pemalang, Jawa Tengah, yang &lt;i&gt;weruh sadurunge winarah&lt;/i&gt; atau bisa menebak pikiran orang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu hari, seorang tukang becak bertengkar dengan istrinya. Pasalnya, si suami keliru memberikan sedekah kepada Kyai Jamil. Niatnya hanya mau mengeluarkan dua ratus rupiah dari dompet bututnya untuk pembangunan majlis taklim Kyai Jamil, tetapi yang diserahkan satu lembar sepuluh ribuan dan satu lembar ratusan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tegur si istri, ''Itu kan hasil memeras keringat selama sepekan.'' Tiba-tiba wajah si suami berubah pias. ''Ssst, jangan ngomel terus, nanti Kyai Jamil dengar,'' tukasnya. ''Dengar dari mana, &lt;i&gt;wong&lt;/i&gt; rumahnya jauh,'' bantah si istri. Hanya terpaut beberapa saat, sekonyong-konyong Kyai Jamil telah muncul di depan pintu. Sesudah mengucapkan salam, ulama sepuh tersebut langsung menyodorkan uang sepuluh ribuan sambil berkata, ''Tolong ambil uang ini, dan ganti dengan seratus rupiah saja.''&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pasangan suami istri itu tak bisa menolak atau bersuara. Mereka kian yakin, Kyai Jamil betul-betul wali yang serba tahu. Padahal keajaiban tersebut semata-mata berkat kejujuran dan nalar Kyai Jamil sehat. Mana mungkin tukang becak mampu memberi sedekah sepuluh ribu seratus rupiah, padahal penghasilannya sehari hanya sekitar dua ribu atau tiga ribu rupiah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lagipula jumlah sepuluh ribu seratus rupiah rasanya sangat ganjil. Yang pantas seharusnya dua puluh ribu atau dua ratus rupiah. Menurut pandangan Kyai Jamil, untuk tingkatan tukang becak lebih masuk akal kalau hanya mampu bersedekah dua ratus rupiah.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-348129979187211387?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/348129979187211387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/jujur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/348129979187211387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/348129979187211387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/jujur.html' title='Jujur'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-3511430513623191711</id><published>2009-08-04T17:39:00.000-07:00</published><updated>2009-08-04T19:19:02.717-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='baik'/><title type='text'>Muslim yang Baik</title><content type='html'>&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt; قَالَ رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :&lt;br /&gt;أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ (صحيح البخاري&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sabda Rasulullah saw:&lt;br /&gt;“Seorang lelaki bertanya pada Rasul saw mengenai Islam yang baik (muslim yang baik), sabda Rasulullah saw, “Kau membagikan makanan, dan mengucap salam pada yang kau kenal dan yang tak kau kenal” (Shahih Bukhari).&lt;/p&gt;Limpahan Puji Kehadirat Yang Maha Luhur, Sang Maha Pemilik Matahari dan bulan dan seluruh alam semesta yang Menghamparkan Kerajaan Langit dan Bumi sebagai lambang Kemegahan, yang menjadikan setiap kehidupan ada pada Nya (Allah Swt) dan berakhir dengan kematian, yang menjadikan kehidupan manusia berakhir dengan kematian dan berlanjut dengan kehidupan setelah kehidupan.   &lt;p&gt;Tiada makhluk manusia yang lebih beruntung di muka bumi melebihi mereka yang mengikuti Muhammad Rasulullah. Allah Swt Yang Maha Mampu Mengubah Takdir Keputusan Nya menjanjikan kemuliaan dan perubahan kebahagiaan bagi para pengikut Muhammad Rasulullah Saw. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Walladziina amanuu wa’amilushshaalihaati wa amanuu bima nuzzila ’alaa muhammadin wahuwal haqqu min rabbihim, kaffar ‘anhum sayyi’aatihim wa ashlaha baalahum&lt;/span&gt;” (QS. Muhammad : 2). M&lt;/b&gt;ereka yang beriman dan beramal shalih dan mengikuti apa yang diturunkan dan diajarkan kepada Muhammad. &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahuwal haqqu min rabbihim&lt;/span&gt;”,&lt;/b&gt; beliau itu kebenaran dari Tuhan mereka, kebenaran dari Yang Memelihara setiap kehidupan, kebenaran yang disampaikan oleh Sang Pemilik Langit dan Bumi, mengirimkan Kebenaran Nya berupa tuntunan Sayyidina Muhammad Saw. &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kaffara ‘anhum sayyi’aatihim wa ashlaha baalahum&lt;/span&gt;”&lt;/b&gt; Allah ampuni dosa mereka dan Allah perbaiki keadaan mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semakin mereka memperbaiki keadaannya dan hubungannya dengan Allah, semakin mereka perbaiki hari harinya dengan tuntunan Sang Nabi saw, Allah hapuskan dosa dosa mereka dan Allah perbaiki keadaannya, keadaan dirinya, keadaan hatinya, keadaan perasaannya, keadaan kehidupannya, keadaan pekerjaannya, keadaan rumah tangganya, keadaan hidup dan matinya hingga ia bangkit di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yaumal qiyamah&lt;/span&gt; dibenahi oleh Allah dengan pembenahan sempurna karena mereka mengikuti Sayyidina Muhammad Saw.&lt;/p&gt;Allah Swt telah berfirman mengabarkan keluhuran bagi para pengikut Sang Nabi Saw. &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yarfa’illahulladzina amanuu minkum walladzina uutuul i’lma darajaat&lt;/span&gt;” (QS. Mujadilah : 11). &lt;/b&gt;Allah mengangkat derajat kalian kalian yang menuntut ilmu di antara kalian dengan derajat derajat yang sangat tinggi. Kalau Allah mengatakan &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;darajaat&lt;/span&gt;”&lt;/b&gt; berarti derajat yang banyak. Di dunia, semakin dekat ia kepada Allah, semakin dekat ia kepada samudera Yang Maha Luas Melimpahkan Kebahagiaan, Yang Maha Merubah Keadaan. Ingatlah Yang Maha Mengubah Keadaan dari keadaan yang indah menjadi keadaan yang buruk, dari musibah menjadi kenikmatan atau sebaliknya, dari kemiskinan kepada kekayaan atau sebaliknya, Dialah (Allah Swt) Yang Mampu Merubah Keadaan kita.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Yang menjanjikan adalah Yang Tidak Pernah Mengingkari Janjinya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lalu kita bertanya, &lt;b&gt;“Bagaimana dengan doaku siang dan malam yang masih belum dikabulkan Allah?”&lt;/b&gt; Kita minta A (misalnya) tanpa kita sadari Allah mengangkat 100 musibah yang akan datang di hari esok.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jawaban dari Allah itu lebih dari sekedar suara. Jawaban Allah bukan dengan suara dan tidak sesempit hanya sekedar pengabulan, minta itu diberi itu, tidak sesempit itu Anugerah Yang Maha Dermawan. Barangkali seorang hamba meminta hal yang remeh, Allah berikan hal yang lebih agung atau Allah berikan juga dan Allah tambahkan lebih dari doanya dan itu pasti.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tiada seseorang meminta kepada Allah lalu turun kedua tangannya dengan tangan kosong saja terkecuali dipenuhi anugerah. Barangkali kita berdoa malam ini tentang satu hajat, besok Allah kabulkan atau jika tidak Allah tidak kabulkan tapi Allah angkat sedemikian banyak musibah yang akan datang di hari esok. Kalau kita lihat musibah apa yang akan datang di hari esok, barangkali sekarang kita bisa berdiri besok kita terkena satu musibah dan lumpuh seumur hidup barangkali saat ini kita melihat esok terkena satu musibah tidak bisa lagi melihat dan demikian banyak musibah yang bisa saja terjadi dan itu berubah dalam sekejap dengan doamu hadirin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kaffara ‘anhum sayyiatihim wa ashlaha baalahum&lt;/span&gt;”&lt;/b&gt; (Kuhapuskan dosa dosa mereka dan Kuperbaiki keadaan mereka).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketika salah seorang beribadah dengan ibadah yang sangat banyak maka Rasul Saw mendengar seorang wanita beribadah dengan ibadah yang sangat banyak sampai berlebihan maka Rasul Saw berkata, &lt;b&gt;“Apa ini ibadah yang berlebihan?” “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Innallahu la yamallu hatta tamallu’ &lt;/span&gt;”&lt;/b&gt; (Allah itu tidak bosan bosannya tapi kalian yang akan bosan kalau terlalu banyak beribadah). Yang disebut berlebihan ibadah itu adalah meninggalkan seluruh aktifitas demi ibadahnya, ini yang disebut berlebihan. Maka jangan paksakan diri melebihi kemampuan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dari kemuliaan inilah Allah Swt menuntun kepada bimbingan yang paling sempurna, bimbingan yang menjadi perluasan dan persaudaraan bagi seluruh manusia khususnya di antara muslimin. Nabi saw memberikan dua ajaran yang sangat indah jika kita perdalam. &lt;b&gt;”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ith’amu tha’am&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; (demikian riwayat Shahih Bukhari). &lt;b&gt;“Kau membagi bagikan makanan”. &lt;/b&gt;Perlu diketahui pembagian daging kurban itu untuk seluruh muslimin bukan dikhususkan untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fuqara&lt;/span&gt; saja. Lain dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shadaqah&lt;/span&gt; dan zakat, tidak boleh diberikan terkecuali kepada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mustahiq&lt;/span&gt; di antaranya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fuqara&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;masakin&lt;/span&gt;. &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ith’amu tha’am&lt;/span&gt;” &lt;/b&gt;(bagikan makanan) kata Sang Nabi Saw. Jadi kalau daging kurban diberikan kepada yang miskin atau yang kaya, tentunya pada yang miskin lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;afdhal&lt;/span&gt;. &lt;/p&gt;&lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ith’amu tha’am&lt;/span&gt;” &lt;/b&gt;(bagikan makanan) kepada orang yang kau kenal dan yang tidak kau kenal,&lt;b&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wa aqri’ussalam alaa man arafta ma alaa man lam ta'rif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; (dan ucapkan salam kepada yang kau kenal dan yang tidak kau kenal). &lt;b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Assalamu’alaikum&lt;/span&gt; artinya Yang Maha Penyejahtera melimpahkan kesejahteraan kepadamu&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sayyidina Ibn Umar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;radhiyallahu anhuma&lt;/span&gt; diriwayatkan di dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Adabul Mufrad&lt;/span&gt; oleh Imam Bukhari, Ibn Umar ini setiap pagi keluar dan ditanya oleh orang, &lt;b&gt;“Kau ini ke pasar, belanja tidak? Lewat gang sana lewat gang sini, lewat rumah si anu lewat rumah si ini, pulang ke rumah, mau apa? Keluar tidak silaturahmi pada fulan, ke pasar tidak belanja, balik lagi ke rumah, keluar sebentar balik lagi ke rumah.” I&lt;/b&gt;a berkata, &lt;b&gt;“Aku keluar hanya untuk menyebarkan kalimat salam”. &lt;/b&gt;Jadi orang keluar rumah itu macam macam niatnya, ada yang niat dagang, ada yang niat sekolah dan para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shalihin&lt;/span&gt; ada yang teringat Keagungan Nama Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayyidina Anas bin Malik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;radhiyallahu anhum&lt;/span&gt; diriwayatkan di dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Adabul Mufrad&lt;/span&gt; oleh Imam Bukhari, beliau kalau keluar dari rumahnya memakai minyak wangi di tangan kanannya. Sayyidina Anas berkata, &lt;b&gt;“Memuliakan orang yang menyalamiku”.&lt;/b&gt; Darimana kau pelajari ini? Demikian indahnya akhlak.&lt;/p&gt;Rasul Saw bersabda,&lt;b&gt; “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;La yukminu ahadukum hatta yuhibba li akhiihi maa yuhibbu linafsih&lt;/span&gt;” &lt;/b&gt;(Belum sempurna iman seseorang sampai ia menginginkan apa yang terjadi padanya, terjadi juga pada saudara saudaranya dari kenikmatan), demikian diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari. Ini kesempurnaan iman. Semakin tinggi derajat seseorang, semakin tidak mau memusuhi muslimin. Jiwa seperti ini telah dicerminkan oleh Sayyidina Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;p&gt; Ketika musuh-musuhnya melempari dirinya dan mengejarnya, beliau berdoa, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahummahdiy Qaumiy fa innahum laa ya’lamuun&lt;/span&gt;”. &lt;/b&gt;Wahai Allah beri mereka petunjuk karena mereka tidak tahu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Inilah puncak kesempurnaan akhlak Nabiyyuna wa Sayyiduna Muhammad Saw. Beliau bukanlah seorang kaya yang bisa mengunjungi seluruh permukaan Barat dan Timur untuk menyampaikan kalimat Tauhid. Beliau hanya diikuti oleh beberapa budak dan para pemuda, semakin banyak dan semakin banyak pembenahan umat terjadi di Makkah dan sampai terusir pembenahan terjadi di Madinah, perlahan berlanjut ke seluruh permukaan bumi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Kita bermunajat untuk pembenahan umat di bumi Jakarta dan sekitarnya, semoga diberi kekuatan oleh Allah Swt, diberi perlindungan oleh Allah Swt dari musuh musuh Islam. Juga untuk para santri yang tinggal di sini khususnya KH. Ahmad Baihaqi semoga dilimpahi keluasan dan pertolongan oleh Allah Swt dalam menegakkan dakwah dan semoga anak santri diberi ketenangan untuk betah tinggal di Jakarta di dalam taklim.  &lt;p&gt;Ya Rabbiy kami bermunajat Kehadirat Mu Yang Maha Luhur meminta seluruh daripada rahasia Kedermawanan Mu atas segala hal kami. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Faquuluuu jamii’an&lt;/span&gt; (ucapkanlah bersama sama) &lt;/b&gt;Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Faquuluuu jamii’an&lt;/span&gt; (ucapkanlah bersama sama)&lt;/b&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-style: italic;"&gt;Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-3511430513623191711?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/3511430513623191711/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/muslim-yang-baik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/3511430513623191711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/3511430513623191711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/muslim-yang-baik.html' title='Muslim yang Baik'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-838211260491467967</id><published>2009-08-03T17:24:00.001-07:00</published><updated>2009-08-03T20:23:49.227-07:00</updated><title type='text'>Kaya</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;img style="width: 325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/07/20090729090426.jpg" mce_src="http://republika.co.id/images/news/2009/07/20090729090426.jpg" alt="KEKAYAAN " /&gt;&lt;span&gt;WORDPRESS/ILUSTRASI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt; &lt;div id="detail_news_text"&gt;&lt;p&gt;Suatu hari, Nabi Muhammad saw ditanya oleh seorang sahabat tentang harta kekayaan. Beliau menjelaskan, ''Barangsiapa menumpuk harta melebihi kebutuhannya berarti dia telah mengambil kematiannya sendiri tanpa disadari.'' Islam memang menganjurkan kepada kita untuk memperbanyak harta kekayaan, namun dengan syarat harus digunakan untuk jalan yang benar dan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid Muhammad Khalid, dalam bukunya &lt;i&gt;Ahlullah&lt;/i&gt;, menyebutkan bahwa Maimun bin Mahran pernah berkata, ''Harta itu mempunyai tiga tuntutan. Jika seseorang selamat dari yang pertama, masih dikhawatirkan dari yang kedua. Jika selamat dari yang kedua, dikhawatirkan pula dari yang ketiga. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, hendaknya harta itu bersih (halal dan tidak pula tercampur yang syubhat). &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, hendaknya hak Allah (zakat) dipenuhi (dikeluarkan). &lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, hendaknya dibelanjakan secara wajar (tidak dihambur-hamburkan dan tidak pula kikir dalam pengeluaran).''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, tak jarang kita melihat sekelompok orang berfoya-foya dan membelanjakan harta melebihi yang dibutuhkan. Padahal jauh hari Allah sudah mengingatkan, ''Sesungguhnya harta dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu)...'' (QS 64:15), ''Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.'' (QS 63:9), dan ''Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur'' (QS 102:1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku &lt;i&gt;Teosofia Alquran&lt;/i&gt;, Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa menumpuk harta melebihi kebutuhan dapat membinasakan diri sendiri. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, menumpuk harta cenderung menyeret kita ke tebing maksiat dan kezaliman. Dalam keadaan kaya, kita biasanya sulit untuk bersikap sabar. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, menumpuk harta cenderung mendorong kita untuk hidup melebihi yang kita butuhkan. &lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, menumpuk harta cenderung alpa berzikir kepada Allah.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-838211260491467967?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/838211260491467967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/kaya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/838211260491467967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/838211260491467967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/kaya.html' title='Kaya'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-1778129345743831522</id><published>2009-08-02T20:28:00.001-07:00</published><updated>2009-08-02T22:01:56.048-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kita'/><title type='text'>ANAK KITA</title><content type='html'>&lt;img alt="ANAK KITA " style="width: 325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/07/20090723112537.jpg" /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span&gt;HIZBUT TAHRIR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="image_detail"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;          Fitrah dan naluri semua orangtua adalah mencintai dan menyayangi anak-anaknya, tak terkecuali anak kita itu hitam kulitnya, kuning langsat, kurus, ataupun gemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam pun selalu menitikberatkan pada pemeliharaan anak. Hanya saja sebagai orangtua, kita tidak hanya selalu dituntut untuk membesarkan anak kita itu, namun lengah dengan berbagai bekal pendidikan untuk mereka, pendidikan yang dimaksud, bisa saja dengan 'doa'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orangtua, kewajiban kita selalu tidak putus-putusnya mendoakan mereka, ''&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa min dzurriyyatinaa qurrata a'yun wa ij'alnaa lil muttaqiena imaama&lt;/span&gt;.'' Ya Allah, Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari istri-istri kami dan keturunan (anak) kami sebagai biji mata (kami), dan jadikanlah kami pemuka bagi orang-orang yang bertaqwa'' (QS al-Furqan: 74). Timbal baliknya, tanpa disuruh anak kita akan membalas doa juga pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam terminologi bahasa, anak, sebagai penerus generasi, merealisasikan cita-cita orangtua dan pendidiknya. Inilah tujuan utama dari perpaduan antara suami istri yang dilandasi keteguhan iman dan ditopang oleh asas Qurani dan Sunnah Nabi saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan terlupakan, tugas kita sebagai orangtua bukan hanya membesarkan anak kita terlihat sehat badan, melainkan yang lebih penting perhatian kita juga pada masalah kesehatan batinnya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, pembimbing keterampilan beribadah. Nabi bersabda, ''Apabila anak sudah dapat membedakan antara tangan kanan dan tangan kirinya, maka suruhlah dia mengerjakan salat.'' (HR. Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, kemampuan sosial. Perhatian semacam ini akan menumbuhkan karakter serta kemampuan dasar anak menyayangi dan memperhatikan orang lain di lingkungan masyarakatnya kelak. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, keterampilan belajar. Oleh karenanya, Nabi saw menegaskan, ''Kewajiban orangtua atas anaknya, ialah membaguskan namanya dan budi pekertinya, mengajari menulis, berenang, dan memanah, dan tidak memberinya rezeki kecuali yang baik, dan mengawinkannya apabila ia telah berkehendak'' (HR. Hakim). Semoga kita dapat melakukannya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Amien.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-1778129345743831522?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/1778129345743831522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/anak-kita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/1778129345743831522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/1778129345743831522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/08/anak-kita.html' title='ANAK KITA'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-4251238222125610182</id><published>2009-07-29T18:04:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T18:09:06.778-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jihad'/><title type='text'>Jihad</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=20" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onmouseout="addthis_close()" onclick="return addthis_sendto()"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="reporter"&gt;&lt;div class="box_share"&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/200/addthis_widget.js"&gt;&lt;/script&gt;      &lt;!-- AddThis Button END --&gt;           &lt;/div&gt;             &lt;/div&gt;    &lt;!-- reporter end--&gt;      &lt;!-- contents lainnya start--&gt;          &lt;div&gt;           &lt;!-- lainnya dalem start--&gt;   &lt;div class="lainnya_dalem"&gt;        &lt;div class="image_detail"&gt;     &lt;img alt="Berjihad " style="width: 325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/07/20090721124756.jpg" /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span&gt;ANEH22.BLOGSPOT.COM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;     &lt;div id="detail_news_text" class=""&gt;     &lt;p&gt;Imam Bukhari dan Muslim merawikan bahwa Abu Darr berkata, ''Ya, Rasulullah, perbuatan apa yang paling utama?'' Nabi Muhammad SAW menjawab, ''Beriman kepada Allah dan berjihad di jalan Allah.'' Dalam beberapa hadis lainnya, kecuali berjihad, Rasulullah menjelaskan bahwa mendirikan salat pada waktunya, berbuat baik kepada orangtua, dan menunaikan rukun Islam kelima sehingga kita menjadi haji mabrur, juga termasuk perbuatan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Riyadhus Shalihin&lt;/span&gt; mengutip Abu Said al-Khudri bertutur, ''Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah, dan berkata, 'Manusia seperti apa yang paling utama?' Nabi menjawab, 'Seorang mukmin yang berjihad dengan diri dan hartanya di jalan Allah.' Ia berkata, 'Lalu siapa?' Beliau menjawab, 'Kemudian seorang mukmin muda yang beribadah kepada Allah dan meninggalkan manusia dari keburukannya.''' Hadis ini juga dirawikan oleh Bukhari dan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjihad merupakan kewajiban Allah kepada makhluk-Nya, khususnya bagi kaum muslimin. Berjihad berarti beribadah kepada Allah. Dalam Islam, kita dinyatakan telah berjihad bila kita berusaha untuk mengerjakan perintah dan menjauhi larangan-Nya, baik untuk diri sendiri maupun demi kepentingan masyarakat. Karena itu, berjihad harus dilaksanakan tidak hanya terbatas pada pertempuran, peperangan, dan ekspedisi. Setiap hari, kita harus berjihad, baik dalam keadaan aman maupun kacau-balau. Bagi kita, berjihad tidak mengenal waktu, dan ini menjadi ciri-ciri seorang mukmin dan muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Alquran, ditemukan perintah berjihad sekitar 39 ayat. Misalnya dalam Q.S. 16: 110, 24:53, 25:52, atau 35:43. Nabi Muhammad dalam sirah perjuangannya telah mencontohkan jihad semacam ini sejak diangkat menjadi rasul selama di Mekah dan Madinah. Dan, dalam beberapa ayat, kata jihad selalu bergandengan dengan kata fi sabilillah. Kata ini dimaksudkan agar kita selalu berniat untuk Allah dan berharap ridha-Nya dalam berjihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ulama menyimpulkan bahwa berjihad disebabkan karena hendak mempertahankan diri, kehormatan, harta, negara dari serangan musuh, hendak memberantas kezaliman, menghilangkan fitnah yang ditimpa umat Islam, membantu orang-orang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mustad'afin&lt;/span&gt;, dan berusaha mewujudkan keadilan dan kebenaran. Dengan kata lain, kita berjihad, karena kita ingin menegakkan dan melaksanakan syariah Islam sehingga tercipta suasana damai dan tenteram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, tidak dibenarkan menyerang musuh-musuh Islam, bila keadaan damai dan tenteram telah dicapai. ''Kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada suatu kaum, yang antara lain kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya....'' (4:90). Walau demikian, tetap berjihad agar Allah meridhai apa yang kita lakukan. Amin..&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-4251238222125610182?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/4251238222125610182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/jihad.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4251238222125610182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4251238222125610182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/jihad.html' title='Jihad'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-4578705848735459519</id><published>2009-07-28T17:45:00.000-07:00</published><updated>2009-07-28T18:59:35.347-07:00</updated><title type='text'>Diharamkan dari Neraka</title><content type='html'>&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :&lt;br /&gt;مَنْ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ (صحيح البخاري &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Sabda Rasulullah saw:&lt;br /&gt;“Barangsiapa yg berdebu kedua kakinya di jalan Allah, maka Allah haramkan ia dari neraka” (Shahih Bukhari).&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Maha Raja yang Tunggal dan Abadi, Allah Jalla Wa Alaa, (Jalla wa alaa = Maha Berwibawa dan Maha Luhur). Dialah (Allah) yang terlepas dari keterikatan oleh waktu dan zaman, justru Dialah (Allah) yang mengikat dan mengatur waktu dan zaman. Justru setiap makhluk yang hidup disadari atau tidak disadari terikat kepada Allah Jalla Wa Alaa.  &lt;p&gt;Maha Suci Allah Yang Maha Menguatkan jiwa hamba – hambaNya dengan datangnya guncangan fitnah dan kerusakan aqidah. Telah mengalir fitnah dari zaman ke zaman kepada para Nabi dan kepada para shalihin dan para Nabi dan shalihin tetap mulia dan diabadikan oleh Allah dan para pembawa fitnah tenggelam di dalam kehinaan yang abadi jika mereka tidak bertaubat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jazakumullah Khair, Khairul Jaza’&lt;/span&gt; doa dan munajat untuk para da’i Allah dan para shalihin sepanjang waktu dan zaman.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demikian Allah Swt menuntun umat muslimin – muslimat untuk selalu berada di jalan keluhuran dan menjadikan para ulama sebagai &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wurraatsunnabi&lt;/span&gt;”&lt;/b&gt; para pewaris Nabi Muhammad Saw, sebagaimana hadits riwayat Shahih Bukhari &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ulama waratsatul anbiya&lt;/span&gt;”&lt;/b&gt; para ulama adalah pewaris para Nabi. Dengan Memuji-Nya, semakin besar seorang hamba ingin memuji dan memuji Allah, semakin Allah buat keadaannya terpuji. Namun ketika seorang hamba lupa dari hal – hal yang indah di sisi Allah maka dirisaukan kehidupannya jauh dari hal – hal yang terpuji.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Memuji Allah adalah hal yang lazim dan hal yang pasti ada bagi mereka yang mendalami Keagungan Ilahi. Allah menjadikan hal – hal yang hina ada di permukaan bumi untuk membedakan mana yang hina dan mana yang terpuji. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh sebab itu Allah Swt mengenalkan kalimat “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hamdalah ba’da Basmalah&lt;/span&gt;”. (mengucap Alhamdulillah setelah mengucap Bismillah) &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;/span&gt;” &lt;/b&gt;dulu. &lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Arrahman Arrahim&lt;/span&gt;” “Maha Melimpahkan seluruh Kasih Sayang dan Rahmat pada segenap hamba-Nya di dunia dan di akhirat”.&lt;/b&gt; Setelah itu sampai ke dalam benak pemikiran kita.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jawaban bagi kalimat&lt;i&gt; “Bismillahirrahmanirrahim” &lt;/i&gt;adalah &lt;i&gt;“Alhamdulillahirabbil ‘alamin”. &lt;/i&gt;Jawaban bagi mereka yang merenungkan itu pastilah memuji Allah Rabbul Alamin.&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari bahwa ketika seorang hamba setelah ruku’ melakukan i’tidal ia mengucap &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sami’Allahu liman hamidah&lt;/span&gt;”&lt;/b&gt; Allah Maha Mendengar siapapun yang memuji-Nya. Atau dengan segala ketaatan yang ia jadikan sebagai bentuk pujiannya kepada Allah. Karena aku ingin memuji-Mu dan mengagungkan-Mu Rabbiy, maka aku meninggalkan dosa – dosa. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lalu ucapan setelahnya &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rabbana lakal hamdu&lt;/span&gt;” Wahai Tuhan kami untuk-Mu segala pujian.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari Rasul saw bersabda,&lt;b&gt; “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Man waafaqa qaulahu wa qaulalmalaikat, ghufira lahu maa taqaddama min dzanbih&lt;/span&gt;” Kalau seandainya ucapan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rabbana lakal hamdu&lt;/span&gt;” itu bersamaan dengan ucapan para malaikat yang juga mengucapkan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rabbana wa lakal hamdu&lt;/span&gt;” maka Allah ampuni dosanya yang telah lalu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kita bertanya, mana kita tahu? Jadi malaikat itu diijinkan oleh Allah Swt dengan masing – masing tugas. Ketika seseorang mengucapkan &lt;i&gt;“SamiAllahu liman hamidah” &lt;/i&gt;dengan hatinya pun ia mengucapkan, Allah Maha Mendengar siapapun yang memuji-Nya maka malaikat memuji Allah saat itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lalu ia mengucap &lt;i&gt;“Rabbana lakal hamdu”, &lt;/i&gt;jika ia mengucapkan dengan hati dan sanubarinya itu dan bersamaan dengan ucapan para malaikat yang juga memuji-Nya &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Faghufira lahu maa taqaddama min dzanbih&lt;/span&gt;” (QS. Al Fath : 2) Diampuni dosanya yang telah lalu. &lt;/b&gt; Padahal itu pengampunan Allah menunggu setiap kali I’tidal sebelum kita sujud, pengampunan Allah sudah lebih dahulu datang. Demikian agungnya shalat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebelum dahi sampai ke bumi merendahkan diri serendah – rendahnya kepada Allah, sudah tidak punya dosa lagi kita. Dalam segala hal Allah menyediakan kemuliaan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ini hadits yang kita baca tadi, riwayat Shahih Bukhari&lt;b&gt; “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Man ighbarrat qadamaahu fii sabiilillahi, harramahullahu ‘alannaar&lt;/span&gt;” Barangsiapa yang kakinya berdebu (sampai berdebu) karena berjalan pada hal – hal yang diridhai Allah (di jalan Allah) maka Allah haramkan kakinya itu masuk neraka. &lt;/b&gt;Al Imam Ibn Hajar di dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari&lt;/span&gt; menjelaskan bahwa hadits ini bukan hanya untuk yang berperang di jalan Allah saja tapi juga untuk yang melangkah menuju shalat jum’at.&lt;br /&gt;Juga dalam segala hal – hal yang diridhai Allah menuju hal – hal yang bersifat ibadah kepada Allah sampai berdebu kakinya maka kedua kakinya Allah haramkan masuk neraka. Tentu yang dimaksud bukanlah berjalan langkah – langkahnya tapi adalah usahanya untuk mencapai tempat yang diridhai Allah. Amin. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demikian dahsyatnya Rahmat Ilahi, cuma sayangnya setelah sebagian dari mereka kakinya diharamkan oleh Allah dari api neraka, mereka kembali melangkah pada hal – hal yang dimurkai oleh Allah. Beruntunglah mereka yang selalu menuju tempat yang mulia dan mengikuti sunnah Sang Nabi saw. Hal – hal seperti ini menuju di jalan Allah dan tentunya bukan hanya itu tetapi bekerja, mencari nafkah, sekolah untuk mencari keridhaan orangtua, untuk mencari rezki, untuk mencari rezki yang halal atau berkhidmah kepada Islam, berkhidmah pada dakwah. Saya kuliah, kuliah itu saya tidak pernah lihat di hadits, tapi kuliah niatnya ibadah misalnya dalam hatinya begitu.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demikian pula bekerja, demikian pula berumah tangga, demikian pula dengan usaha.  Getaran hati merubah satu hal yang hina menjadi mulia atau sebaliknya. Niatnya ibadah kepada Allah, maka ia mendapatkan kemuliaan ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam hal ini banyak juga ditanyakan kepada saya membahas masalah pakaian di masjid. Mereka yang bekerja di internet atau yang di sekolah mempertanyakan masalah ini.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Karena yang menurunkannya di bawah mata kaki itu Allah murka padanya. Jadi setiap kali kerja, setiap kali sholat, setiap kali apapun pakaiannya harus di atas mata kaki&lt;b&gt;&lt;u&gt;. &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;Allah tidak mau melihat (murka) wajah orang – orang yang memanjangkan celananya atau sarungnya di bawah mata kaki. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kalau sudah tidak dilihat oleh Allah, bagaimana mau masuk surga? Siapa mereka? Maka Imam Ibn Hajar di dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari&lt;/span&gt; menjelaskan hadits ini menjadi dalil bahwa memanjangkan celana atau sarung dibawah mata kaki tidak diharamkan oleh Allah dan tidak pula makruh. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ini masalah hatinya. Kalau orang miskin, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fuqara&lt;/span&gt;, buruh, orang – orang menengah ke bawah pasti sarung atau celananya di atas mata kaki. Karena selalu berjalan kaki. Sebaliknya orang kaya memanjangkan celananya atau sarungnya di bawah mata kaki sebagai tanda bahwa ia hampir tidak pernah berjalan di tanah, selalu di atas permadani, selalu di atas kuda oleh sebab itu dipanjangkan celananya atau sarungnya sebagai tanda nih..aku orang kaya, kira – kira begitu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi yang diharamkan adalah memunculkan hal – hal yang menyombongkan kekayaannya atau menyombongkan hartanya atau menyombongkan dirinya bahwa ia bukan fuqara tapi ia orang kaya, ini yang diharamkan. Buktinya Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq memanjangkan pakaiannya, celananya atau sarungnya di bawah mata kaki dan Rasul bersabda,&lt;b&gt; “Kau bukan dari golongan mereka yang tidak dilihat oleh Allah atau golongan yang dimurkai Allah”.&lt;/b&gt; Kalau sarungnya dinaikkan sampai tengah – tengah di bawah lutut juga kalau hatinya sombong, tetap saja Allah murka padanya. Ini sering ditanyakan di internet, di email, sms, surat, selalu ditanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga Allah Swt menuntun kita dengan keadaan makmurnya para ulama dan shalihin. Demikian riwayat Shahih Bukhari, sebagaimana sabda Rasul saw, &lt;b&gt;“Allah mengangkat ilmu itu bukan mencabutnya dari hati seseorang tapi dengan mewafatkan para ulama, kalau sudah tidak tersisa lagi ulama atau sedikit (misalnya) di suatu wilayah maka orang – orang mengambil orang bodoh untuk dijadikan pemberi fatwa dan dianggap ulama adalah orang yang tidak berilmu, ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu maka ia sesat dan menyesatkan”.&lt;/b&gt; Hadits ini dimaksudkan bagi kita untuk membangkitkan kembali generasi ulama, menghidupkan lagi generasi ulama. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh sebab itu, alhamdulillah berkat doanya Habib Sofyan Basyaiban, Habib Musthofa AlAthas, para habaib kita semoga pemuda semakin makmur mencintai sunnah Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para shalihin mempunyai manzilah yang agung di sisi Allah. Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari di dalam hadits qudsiy Allah Swt berfirman, &lt;b&gt;“Barangsiapa yang memusuhi wali – wali Ku, Aku mengumumkan perang kepadanya, dan tiadalah seorang hamba-Ku mendekat kepada Ku dari hal – hal yang sudah kuwajibkan, dan tiadalah hamba – hambaKu &lt;/b&gt;berhenti dengan mengamalkan amal yang wajib saja tapi ia &lt;b&gt;terus mendekat kepada-Ku pada hal – hal yang sunnah sampai Aku mencintainya, jika aku mencintainya maka Aku menjadi penglihatannya (yang ia gunakan untuk mendengar), Aku menjadi pendengarannya (yang ia gunakan untuk melihat), Aku menjadi tangannya (yang ia gunakan untuk berlindung) dan kakinya (yang ia gunakan untuk berjalan), jika ia minta pada-Ku, Ku-beri permintaannya, jika ia minta perlindungan pada-Ku, Aku akan melindunginya”.&lt;/b&gt; Maksudnya panca indera mereka dijaga oleh Allah dari hal – hal yang dimurkai Nya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh sebab itu dijelaskan di dalam Shahih Bukhari bahwa Sayyidina Umar bin Khattab itu ditakuti oleh syaitan. Imam Nawawi menjelaskan di dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Syarh Nawawi bisyarah Shahih Muslim&lt;/span&gt; bahwa ini bukan hanya untuk Sayyidina Umar tapi banyak para sahabat dan shalihin yang terjaga dari gangguan dan bahkan dijauhi oleh syaitan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berlandaskan firman Allah, &lt;b&gt;“Sungguh hamba – hambaKu, kau &lt;/b&gt;(wahai syaitan)&lt;b&gt; tidak akan mampu untuk menundukkan mereka” (QS Al Hijr 42).&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demikian Allah Swt memuliakan mereka sehingga Rasul saw menjelaskan dan mengajarkan kepada kita untuk bersalam kepada hamba yang shalih setiap kali shalat, setiap kali tahiyat membaca &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Assalamu’alaina wa’ala ibadillahisshalihin&lt;/span&gt;”. &lt;/b&gt;Allah sampaikan salam dari umat ini kepada semua hamba – hamba yang shalih di langit dan bumi baik yang hidup maupun yang wafat. Salamnya sampai kepada semua hamba yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shalih&lt;/span&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketahuannya di akhir zaman bahwa orang – orang yang shalih, jangan kita merasa tidak mengenal dengan mereka. Di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yaumal qiyamah&lt;/span&gt; kita dikenal oleh orang – orang shalih karena selalu bersalam kepadanya. Itu menjalin silaturahmi dengan seluruh hamba – hamba yang shalih. Sampai dalam shalat pun kita mengucapkan salam kepada mereka &lt;b&gt;“disampaikan kepada seluruh hamba – hamba yang shalih di langit dan bumi”. &lt;/b&gt;Dalam shalat salam dulu kepada Nabi saw, salam dulu kepada shalihin kemudian baru mengucapkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;syahadatain&lt;/span&gt; (dua kalimat syahadat). &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Darimana orang tahu Islam? Bukannya Rasul Allah lebih dimuliakan daripada Allah. Bukan berarti Nabi dan shalihin lebih mulia dari Allah, bukan itu tentunya. Lalu sampailah pada keagungan &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Asyhadu anlailaahaillallahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu&lt;/span&gt;”.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tambah lagi shalawat kepada Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berhati – hatilah bagi hamba – hamba Allah, kalau masih punya masalah dengan hamba – hamba yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shalih&lt;/span&gt; segera mundur. Hati – hati kepada para shalihin dan aulia (orang orang yang dicintai Allah). &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semoga Allah menjadikan jiwa kita selalu mencintai mereka, semoga Allah menjaga kita dari hal – hal yang menyakitkan hati mereka dan Rabbiy kami pun berdoa agar sampaikan shalawat dan salam kami kepada Nabi Muhammad Saw. Singkirkan segala musibah kami Ya Rahman Ya Rahim dan kami berdoa agar Kau datangkan hujan yang membawa Rahmat bukan hujan yang membawa musibah. Rabbiy pecah – belahkan musuh – musuh Islam yang menyebar fitnah demi menghancurkan muslimin, demi menghancurkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ahlussunnah waljamaah&lt;/span&gt;, (mereka itu yg berbuat) demi menghancurkan para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;muhibburrasul&lt;/span&gt; (pecinta Rasul saw). Celakakanlah keadaan orang – orang yang jika mereka celaka maka akan terbenahi kaum muslimin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya Dzaljalali wal ikram.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Faquuluuu jamii’an&lt;/span&gt; (ucapkanlah bersama sama) &lt;/b&gt;Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram&lt;/span&gt;. Jangan bosan – bosannya menggetarkan bibirmu menyebut Nama Allah Swt, tetapkan jiwa dan ruhmu untuk selalu bermunajat kepada Allah Swt karena semakin kita merindukan dan mengingat Allah Swt semakin berjatuhan keinginan – keinginan buruk didalam jiwa kita dan semakin jauh dari kita segala musibah dan cobaan. Sama – sama berdoa mendoakan muslimin dan semoga Allah memberikan kemuliaan kepada kita. Menjaga kemuliaan Islam dan mencintai Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;"&gt;Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-4578705848735459519?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/4578705848735459519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/diharamkan-dari-neraka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4578705848735459519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4578705848735459519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/diharamkan-dari-neraka.html' title='Diharamkan dari Neraka'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-3155660371631293379</id><published>2009-07-27T22:10:00.001-07:00</published><updated>2009-07-28T01:01:28.357-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='terbesar'/><title type='text'>Dosa Terbesar</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;center style="font-size: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;   &lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;   قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ أَعْظَمَ الْمُسْلِمِينَ جُرْمًا مَنْ سَأَلَ عَنْ شَيْءٍ لَمْ يُحَرَّمْ فَحُرِّمَ مِنْ أَجْلِ مَسْأَلَتِهِ   &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;(صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Sabda Rasulullah saw:&lt;br /&gt;“Sungguh sebesar besar kejahatan muslimin adalah yg bertanya tentang sesuatu yg tidak diharamkan, menjadi diharamkannya hal itu sebab pertanyaannya” (Shahih Bukhari).&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;Limpahan Puji ke hadirat Allah. Sang pemilik kebahagiaan dunia dan akhirat, Maha Melimpahkan kepada hamba – hambaNya kebahagiaan sebelum mereka meminta dan menjadikan sebagian kesulitan muncul dalam kehidupan agar mereka mau meminta. &lt;p&gt;Maha Suci Allah, Maha Tunggal dan Maha Abadi. Cahaya yang terus terang – benderang bukan hanya menerangi mata tapi menerangi jiwa sehingga mereka yang tidak melihat pun mendapatkan Cahaya Keindahan Allah Swt. Kesemuanya diciptakan oleh Allah, agar manusia mendapatkan kebahagiaan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maka Allah Swt menjadikan setiap kenikmatan di dunia pasti ada akhirnya, setiap kesehatan akan muncul padanya sakit, pada ucapan, pada lisan, pada penglihatan, pada pendengaran, pada semua panca indera. Hal itu hakikatnya merupakan seruan Ilahi untuk mengenal kenikmatan-Nya. Mereka yang banyak bermunajat tentunya berbeda dengan mereka yang jarang berdoa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Allah Swt berfirman &lt;b&gt;&lt;i&gt;“wallaili idza yaghsyaa”&lt;/i&gt; Demi malam ketika telah gelap gulita; (QS. Al-Lail&lt;/b&gt; : 1). Malam yang dhahir adalah gelapnya sebagian permukaan bumi dan mereka di dalam kesibukan yang berbeda dari siang harinya. Namun malam yang bathin adalah kegelapan jiwa dari gelapnya kesedihan, dari gelapnya kegundahan dan kerisauan membuat cahaya yang terang – benderang pun seakan tiada karena jiwanya penuh kerisauan dan kegundahan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wannahaari idza tajallaa”&lt;/i&gt; Demi siang hari apabila telah terang – benderang; (QS. Al-Lail&lt;/b&gt; : 2). Siang yang dhahir adalah saat siang dimana aktifitas pada puncaknya. Sedemikian banyak kenikmatan yang terjadi dan sedemikian banyak musibah terjadi. Dalam kenikmatan terdapat tawaran untuk mendapat lebih lagi jika ia bersyukur dan terdapat teguran akan berubah kenikmatan itu menjadi kesusahan jika ia tidak bersyukur kepada Allah. Dengan kenikmatan, ia bisa menggapai kenikmatan yang lebih.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“La insyakartum la aziidannakum wa la inkafartum inna a’dzabii lasyadiid” &lt;/i&gt; Maha Suci Allah yang menjadikan perbuatan syukur dalam kenikmatan membuat kenikmatan bertambah lagi, bukan berkurang&lt;/b&gt;. Bersyukurlah atas kenikmatanmu saat ini maka Allah akan menambahnya. Masih ada kenikmatan melihat, mendengar, bicara, bergerak dan masih banyak lagi yang lainnya. Kita merasa kenikmatan kita sudah 80%, 20% kesusahan misalnya. Banyak bersyukur, maka Allah akan memupus dan mengikis kesusahan itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wamaa khalaqadzdzakara wal untsa”&lt;/i&gt; Dan demi penciptaan pria dan wanita; (QS. Al-Lail&lt;/b&gt; : 3). Akan muncul keturunan dan keturunan. Keturunannya itu tergantung pula kepada doa ayah dan bundanya. Apakah ia ada di dunia atau meninggalkannya karena wafat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dialah Allah Yang Maha Memelihara dan Maha Mengayomi alam semesta, Maha Mengayomi hamba –hambaNya dengan doa dan munajat mereka. Demikian indahnya Allah, Maha Raja yang paling berhak untuk dimuliakan dan diagungkan. Sungguh Allah Maha Mulia. Karena jawabnya adalah samudera Kasih Sayang Rabbul Alamin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Inna sa’yakum lasyattaa”&lt;/i&gt; Sungguh perbuatan kalian itu berbeda – beda; (QS. Al- Lail&lt;/b&gt; : 4). Setiap manusia selain Nabi dan Rasul melewati hari – harinya dalam pahala dan dosa. Setiap dosa itu akan pupus dengan istighfar dan taubat. Semoga aku dan kalian diberi kelezatan taubat hingga selalu asyik bertaubat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Fa amma man a’thaa wattaqaa; wa shaddaqa bil husnaa; fasanuyassiruhu lil yusraa; wa amma mam bakhila wastaghnaa; wakadzdzaba bil husna; fasanuyassiruhu lil ‘usra; wamaa yughni ‘anhu maluhu idza taraddaa”&lt;/i&gt; (QS. Al-Lail&lt;/b&gt; : 5-11). Allah meneruskan firman-Nya ketika seseorang itu beriman dan bertaqwa dalam memperbanyak amalnya kepada Allah, mengikuti dosa – dosanya dengan penyesalan dan istighfar, memohon maaf kepada Rabbul Alamin. Shadaqah yang ketahuan dan shadaqah yang tidak ketahuan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wa shaddaqa bil husnaa”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan membenarkan semua apa yang baik yaitu yang dibawa oleh Nabiyyuna Muhammad Saw; (QS. Al-Lail : 6). &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Fasanuyassiruhu lil yusraa”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; perbuatan baik itu, ketaqwaannya itu, ketaatannya itu dan shadaqahnya itu adalah perbuatan baik semua; (QS. Al-Lail : 7). Jalan kemudahan itu di dunia dan akhirat akan terbuka dengan semakin banyak kita beramal dan taat kepada Allah. Ketaatan seakan membenarkan apa – apa yang dibawa oleh Nabiyyuna Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wa amma mam bakhila wastaghnaa”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Mereka yang kikir dan menahan diri dari banyak beramal, apakah berupa shadaqah atau berupa ibadah; (QS. Al-Lail : 8). &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wakadzdzaba bil husna”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Ia mendustakan apa yang dibawa oleh Sang Nabi Saw; (QS. Al-Lail : 9). &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Fasanuyassiruhu lil ‘usra”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Kami akan mudahkan ia ke jalan yang lebih sulit; (QS. Al-Lail : 10). Jika ia tidak dapat kesulitan di dunia maka ia dapat kesulitan di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yaumul qiyamah&lt;/span&gt;. Perbuatan yang buruk akan membawa kesusahan di dunia dan puncaknya di akhirat.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wamaa yughni ‘anhu maluhu idza taraddaa&lt;/span&gt;”&lt;/b&gt; Apalagi gunanya hartanya apabila ia sudah sampai ke tempat orang – orang yang dimurkai Allah; (QS. Al-Lail : 11). &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Inna a’laina lal hudaa; wa inna lanaa lal aakhirata wal u’laa&lt;/span&gt;"&lt;/b&gt; Bahwa segala jalan petunjuk itu, adalah milik Allah dan dari Allah; (QS. Al-Lail : 12-13). Demikian firman Allah, milik Allah semua kehidupan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fa andzartukum naaran taladhdhaa; layashlaahaa ilal asyqa; alladzi kaddzaba watawallaa&lt;/span&gt;”&lt;/b&gt; Maka berhati – hatilah, Ku-nasehati kalian daripada api neraka yang mengerikan dan tidak akan masuk ke dalamnya kecuali orang – orang yang jahat; (QS. Al-Lail : 14-16). Bila kita terjebak dalam hal yang hina disisi Allah, perindahlah dengan taubat dan istighfar, niscaya Allah mengganti itu semua menjadi pahala dan keluhuran. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mereka yang bertaubat, beriman, beramal shaleh, Ku-perbaiki dirinya dengan hal yang mulia semampunya. Wahai Yang Mahabaik dan Mahaindah melebihi segenap kebaikan dan keindahan, terimalah segala kekurangan kami dan ketidaktaatan kami, gantikan dengan ketaatan dan keindahan kehadirat-Mu Ya Rabb.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Rasul saw bersabda memberikan peringatan kepada kita untuk tidak memperbesar dan mempertanyakan hal – hal yang sudah dihalalkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Inna a’dzamalmuslimin jurman man sa-ala’an syai-in lam yuharram fahurrima min ajli mas’alatihi&lt;/span&gt;”&lt;/b&gt; Sungguh dosa terbesar di antara muslim pada muslim lainnya mereka yang bertanya orang yang paling besar dosa muslim terhadap muslim lainnya yaitu yang paling jahat. Mereka adalah yang mempertanyakan sesuatu yang tidak diharamkan menjadi diharamkan sebab ia mempertanyakannya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Al Imam Ibn Hajar di dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fathul Baari bisyarh Shahih Bukhari&lt;/span&gt; mensyarahkan makna hadits ini adalah orang – orang yang terus menggali dan terus mencari tahu pertanyaan – pertanyaan mengenai hal – hal yang sudah dihalalkan oleh Allah. Sebagaimana mempertanyakan hal – hal yang telah diperbolehkan oleh Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagaimana hukumnya puasa di bulan Rajab? Di bulan ramadhan hukumnya fardhu selain itu sunnah. Muncul orang – orang di masa sekarang yang mengharamkan puasa Rajab. Hari lain diperbolehkan sedangkan Rajab tidak boleh puasa. Diriwayatkan oleh Abi Daud di dalam Sunannya di dalam riwayat yang shahih bahwa Rasul saw suka berpuasa di bulan haram. Bulan haram itu ada empat yaitu Muharram, Dzulqaidah, Djulhijjah, dan Rajab. Jadi puasa di bulan Rajab itu sunnah dengan dalil yang shahih. Maka mengingkari puasa bulan Rajab, terkena kepada hadits yang kita sebut tadi yaitu orang yang mempertanyakan dalil tentang berpuasa di bulan Rajab. Mereka itu mencari – cari hadits yang mengatakan sunnah puasa di bulan Rajab tidak ditemukan, maka mereka langsung mengharamkannya dan mengatakan puasa di bulan Rajab adalah bid’ah. Mereka tidak menemukan puasa di bulan Rajab, ada dalil shahihnya. Al Imam Nawawi mengatakan hadits itu menjadi dalil sunnahnya puasa di bulan Rajab, karena tidak ada larangan puasa di bulan Rajab.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Inilah salah satu makna daripada hadits mengenai orang yang mempertanyakan suatu masalah yang tidak diharamkan menjadi diharamkan sebab pertanyaannya itu. Seperti membid’ahkan maulid, mengatakan istighatsah syirik. Hati – hati dari hal yang seperti ini. Banyak bertanya adalah hal yang sangat dilimpahi pahala yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketika kita tidak tahu hukum suatu hal, jangan sesekali menghukuminya apalagi mengharamkannya. Jangan segera cepat – cepat diharamkan apalagi dikatakan bid’ah dan syirik. Muncul sebagian saudara – saudara kita yang berbuat demikian.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Rasul saw bersabda diriwayatkan di dalam Shahih Muslim, &lt;b&gt;“Barangsiapa yang mengajarkan satu hal yang baru selama itu berupa kebaikan di dalam Islam maka baginya pahala dan pahala bagi orang yang mengikutinya, barangsiapa yang mengajarkan hal – hal yang baru berupa keburukan di dalam Islam maka baginya dosa dan dosa bagi orang yang mengikutinya tanpa dikurangkan sedikit pun”&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jadi hal yang baru selama baik dan tidak bertentangan dengan syari’ah telah ada dalilnya riwayat Shahih Muslim. Selama itu baik, hal itu telah diperintah oleh Allah sebagaimana Al Imam Ibn Rajab menjelaskan bahwa berkata Al Hasan pada ayat &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Innallah ya’murukum bil adli wal ihsan&lt;/span&gt;, .....(hingga akhir ayat) (QS Annahl 90)”&lt;/b&gt;. Apakah sudah ada di masa Nabi atau belum ada di masa Nabi? Zaman dulu tidak dipakai, tapi selama itu bermanfaat dan tidak bertentangan dengan syari’ah boleh - boleh saja. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mengenai hadits Rasul saw., &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kullu bid’ah dhalalah wa kullu dhalalah finnaar&lt;/span&gt;”&lt;/b&gt; Semua bid’ah itu sesat dan semua yang sesat itu di neraka. Sebagaimana firman Allah Swt., &lt;b&gt;“Akan Ku-penuhi neraka jahannam itu dengan seluruh jin dan manusia kesemuanya”&lt;/b&gt;. Namun Allah berkata &lt;b&gt;“kesemuanya”&lt;/b&gt;, maksudnya ke semua yang bathil, ke semua yang dhalim, ke semua yang jahat. Dikatakan oleh Imam Nawawi, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kullu bid’ah dhalalah wa kullu dhalalah finnaar&lt;/span&gt;”&lt;/b&gt; Semua bid’ah itu sesat dan semua yang sesat itu di neraka. Bid’ah yang .... adalah bid’ah yang sesat karena diperjelas oleh hadits tadi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq radiyallahu anhu sebagaimana riwayat Shahih Bukhari bahwa di masa ia menjabat sebagai khalifah. Ia didatangi oleh Sayyidina Umar bin Khattab radiyallahu anhum. Sayyidina Umar ra mengadukan pembunuhan banyak para sahabat pada kejadian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ahlul yamamah&lt;/span&gt; (yang terbunuh banyak para penghafal Alqur’an). Banyak sahabat yang hafal Alqur’an dibunuh, maka berkata Sayyidina Umar ra &lt;b&gt;“wahai Amirul Mukminin, wahai khalifah sebaiknya Alqur’an ini kita tuliskan (jilidkan dalam satu buku)”&lt;/b&gt;. Karena sebelumnya belum dibukukan. Ada yang menulisnya beberapa halaman, ada yang menghafalnya. Ini kalau tidak dikumpulkan dalam satu buku, nanti generasi setelah kita tidak bisa mengenal Alqur’an lagi karena banyak para sahabat yang hafal Alqur’an dibunuh maka segera kita bukukan sebelum lupa dari hafalan Alqur’an. Nanti orang – orang yang hafal Alqur’an wafat, habis sudah. Mumpung yang hafal Alqur’an masih banyak di masa itu. Abu Bakar Ashshiddiq berkata &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kaifa af’al syaiy’ lam yaf’aluhu Rasulullah&lt;/span&gt;?”&lt;/b&gt; Bagaimana aku berbuat yang tidak diperbuat oleh Rasulullah? Rasul saw tidak memerintahkan untuk membukukan Alqur’an, bagaimana aku membukukannya? Sayyidina Umar berkata &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lakinna wallahi fiihi khair&lt;/span&gt;”&lt;/b&gt; tapi dalam perbuatan itu ada kebaikan dan kebaikan sudah diperintah oleh Nabi saw. Maka Abu Bakar Asshiddiq setuju dan Alqur’an dibukukan. Selesai pada masa khalifah Sayyidina Utsman bin Affan radiyallahu anhu hingga saat ini disebut dengan &lt;b&gt;“Mushaf Utsmani”&lt;/b&gt; dan disetujui oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib kw hingga diteruskan oleh beliau karamallahu wajhah hingga saat ini. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bid’ah hasanah&lt;/span&gt;, hal yang tidak pernah diperintah oleh Rasul saw.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demikian makna dari hal – hal yang baik. Kebaikan itu mendapatkan pahala dan pahala bagi orang yang mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semakin kita mendekat dan memahami kemuliaan tuntunan Sang Nabi saw akan semakin indah hari – hari kita. Allah jadikan kemuliaan di dunia dan di akhirat. Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, ketika orang yang banyak membantu kepada saudara muslimnya, saudara – saudaranya maupun ia dari kelompok muslim ataupun diluar Islam bahkan hewan. Berbuat baik kepada semua yang hidup dari makhluknya Allah, ada pahalanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, ketika salah seorang sampai kepada Allah kehabisan amal pahala. Ia banyak berbuat pahala tapi banyak juga berbuat dosa maka ketika ia sudah diperintahkan masuk kedalam neraka karena amalnya sedikit, habis tergadaikan oleh dosa – dosanya. Allah ditanya oleh hamba itu, &lt;b&gt;“Rabbiy, aku di masa hidupku banyak membantu orang yang susah”&lt;/b&gt;. wahai Allah aku dulu sering membantu orang yang susah sedangkan Kau lebih berhak untuk membantu dan melimpahkan kemudahan atas kesusahan. Maka sekarang shadaqahlah padaku, maka Allah berkata, &lt;b&gt;“Beri kemudahan kepada hamba-Ku karena ia sering membantu orang yang susah”&lt;/b&gt;. Demikian Allah menghargai perbuatan baik itu, padahal perbuatan baik itu sudah dicatat dalam pahala, padahal pahalanya sudah tergadai oleh dosa. Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, ketika seorang yang menjebak seekor kucing dalam sebuah kamar, tidak diberi makan dan minum sampai mati kehausan dan lapar. Allah masukkan ia ke dalam neraka. Semakin besar seseorang mengasihani makhluk-Nya walaupun hewan maka Allah Swt mengasihaninya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari ketika seorang wanita yang banyak berbuat dosa melihat seekor anjing yang kehausan sampai menjilat tanah karena hausnya. Wanita itu mengambilkan air dengan sepatunya, karena di sumur anjing tidak bisa mencapai air di sumur. Ia memberinya minum maka Allah Swt berterimakasih kepadanya dan mengampuni dosanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di Tarim, Hadramaut. Di situ ada seorang wanita tua wafat, suatu hari jenazah diusung. Tapi ada satu hal yang ganjil. Ketika jenazahnya diusung, banyak orang yang mengusungnya dan ratusan ekor kucing ikut mengantarkan jenazah. Kenapa ini? Mereka memuji wanita tua yang wafat itu alaiha rahmatullah. Di masa hidupnya nafkahnya dicukupi oleh anak – anaknya, kerjanya tiap pagi masuk ke pasar mengambil bekas kepala – kepala ikan yang terbuang dan ditaruh di sebuah gerobak dan ia melemparnya kepada semua kucing yang ada di jalanan. Bertahun – tahun itu terjadi sampai setiap pagi, ratusan kucing sudah berjajar di jalanan menunggu bagian yang diberikan dari wanita tua itu. Ketika ia wafat, ratusan ekor kucing itu mengantarkan jenazahnya. Berhari – hari puluhan ekor kucing tidak meninggalkan kuburnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Allah jadikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ibrah&lt;/span&gt; (contoh) bahwa setiap hewan itu mempunyai perasaan terimakasih kepada yang memberinya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semoga Allah menghiasi jiwa kita dengan keindahan, mewarisi jiwa kita dengan sifat syukur. Jadikan jiwa kami selalu terang – benderang dengan cahaya kesejukan Nama-Mu, jadikan jiwa kami selalu tenang dalam cahaya kenikmatan dan kesejukan Nama-Mu, jadikan hari – hari kami selalu dalam kebahagiaan dunia dan akhirat. Limpahkan untuk kami segala kemudahan dan anugerah yang kami ketahui dan belum kami ketahui.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita berdoa semoga Allah mengembalikan keadaan Jakarta dengan yang sebaik – baiknya. Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali Wal Ikram Ya Dzaththauli wal In’am.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Faquuluuu jamii’an&lt;/span&gt; (ucapkanlah bersama sama)&lt;/u&gt; Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah.. Ya Rahman Ya Rahim.. &lt;/b&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam..&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-3155660371631293379?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/3155660371631293379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/dosa-terbesar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/3155660371631293379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/3155660371631293379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/dosa-terbesar.html' title='Dosa Terbesar'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-8928578923407945</id><published>2009-07-23T20:02:00.000-07:00</published><updated>2009-07-23T20:22:35.947-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sabar'/><title type='text'>Menguatkan Kesabaran</title><content type='html'>&lt;img alt="Menguatkan Kesabaran" style="width: 325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/07/20090716132120.jpg" /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span&gt;WORDPRESS.COM/ILUSTRASI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="image_detail"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;          Peristiwa Isra' Mi'raj yang terjadi pada tahun ke-10 kenabian Muhammad saw mengandung banyak hikmah. Ini karena peristiwa tersebut merupakan hiburan Allah SWT kepada Rasul-Nya yang tengah mengalami kesedihan luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi hilang kesedihan, Rasul dan para pengikutnya diboikot dan diisolir hingga mengalami penderitaan yang luar biasa. Mereka seakan memahami benar akan janji Allah dalam Alquran, "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung" (QS 3:200).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas penderitaan luar biasa tersebut, Rasulullah saw kemudian dihibur oleh Allah SWT dengan melakukan perjalanan yang hingga kini jadi salah satu mukjizat kerasulan Muhammad saw, Isra' dan Mi'raj. Bukan tak mungkin krisis akan merembet ke berbagai persoalan, termasuk ancaman disintegrasi bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini penting karena cita-cita suci reformasi harus tetap dijaga agar berjalan lancar secara alamiah, sehingga reformasi bisa mengantarkan kepada masyarakat madani yang diidamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena posisi kunci, maka kesabaran menjadi amat penting untuk senantiasa dibina. Oleh karena itu Alquran dalam surat Ali Imran ayat 200 tersebut telah menasihatkan, ketika masalah itu datangnya bertubi-tubi, maka di situlah wajib bagi setiap orang untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;washoobiruu&lt;/span&gt; (menguatkan kesabaran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, meski bagaimanapun kalutnya situasi, siapa pun tak dibenarkan bertindak di luar hukum, apalagi dengan dalih "kesabaran ada batasnya dan sekarang sudah habis". Hal ini tak boleh diabaikan, dan untuk itulah setiap orang hendaknya senantiasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;waraabituu&lt;/span&gt; (bersiap siaga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ulama, jika seseorang ingin sukses dunia maka dia harus sabar, dan jika seseorang ingin sukses akhirat maka dia harus sabar, dan jika seseorang ingin sukses dunia dan akhirat maka dia harus sabar. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu A'lam&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-8928578923407945?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/8928578923407945/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/menguatkan-kesabaran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/8928578923407945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/8928578923407945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/menguatkan-kesabaran.html' title='Menguatkan Kesabaran'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-6937455348428375594</id><published>2009-07-22T18:09:00.000-07:00</published><updated>2009-07-22T19:06:44.752-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masjid'/><title type='text'>Pada Tiga Masjid</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;" mce_style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt; قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :&lt;br /&gt;لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى (صحيح البخاري&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Sabda Rasulullah saw:&lt;br /&gt;“Janganlah memaksakan (berusaha keras) mengadakan perjalanan kecuali pada tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Rasul saw, dan Masjid Al Aqsha” (Shahih Bukhari).&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Maha Raja langit dan bumi, Maha Membangun kemegahan alam semesta dari tiada, Maha Tunggal dan Maha Abadi sempurna dengan Keabadian-Nya dan alam semesta menjadi lambang Kesempurnaan-Nya. Terbit dan terbenamnya matahari menyaksikan Anugerah Ilahi yang tiada pernah terputus kepada hamba – hambaNya. Kenikmatan yang tiada tara yang tidak bisa diberikan oleh hamba satu sama lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tiada satu manusia bisa menciptakan akalnya sendiri, tiada satu manusia bisa menciptakan tangannya sendiri, tiada satu manusia bisa menciptakan lidah dan bibirnya sendiri, tiada satu manusia bisa memiliki kehidupannya sendiri, bahkan ia lahir tanpa kehendak-Nya untuk lahir ke muka bumi. Semua bayi lahir tanpa tahu kenapa ia lahir. Maka diutuslah Para Nabi dan Rasul, para pembawa risalah mulia menuntun kepada keluhuran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampailah kepada kita keagungan tuntunan Sayyidina Muhammad Saw. Allah Maha Tahu bahwa manusia itu selalu menginginkan keindahan. Namun Dia (Allah) menciptakan manusia itu lemah agar manusia banyak berdoa. Allah menciptakan manusia bisa berbuat jahat agar manusia mengenal Yang Maha Memaafkan. Hakikatnya merupakan bentuk perkenalan Kesempurnaan Allah dan Keindahan Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka muncullah tujuh ayat dalam surah Al Fatihah yang mengandung rahasia Kasih Sayang Allah untuk hamba – hambaNya yang beriman dan yang tidak beriman. &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;/i&gt;” (QS. Al Fatihah : 1) &lt;/b&gt;adalah kalimat yang mengenalkan Kasih Sayang Allah pada hamba-Nya yang beriman dan yang tidak beriman.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Diizinkan minum, diizinkan makan, diizinkan bernafas, yang kesemuanya itu adalah bentuk dari nikmatnya Allah Swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah saw itu kalau selesai minum beliau berdoa,  &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Alhamdulillahilladzi ja’allahu ‘adzban furatan birahmatihi wa lam ya2j’alhu milhan ujaajan bidzunubina&lt;/i&gt;.”&lt;/b&gt; Allah bisa membalikkan air yang jernih itu menjadi bara api yang masuk ke dalam mulut kita karena dosa – dosa kita. &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Wa lam yaj’alhu milhan ujaajan bidzunubina&lt;/i&gt;”&lt;/b&gt; Tidak Ia (Allah) dijadikan pahit dan getir bagi mereka karena dosa – dosa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;“Bismillahirrahmanirrahim” “Arrahman” &lt;/i&gt;(Maha Melimpahkan Kasih Sayang kepada seluruh makhluk-Nya).&lt;b&gt; K&lt;/b&gt;alimat ini mengenalkan Kasih Sayang dan merangkul seluruh makna kasih sayang dan kenikmatan yang dilimpahkan oleh Allah di muka bumi dan kenikmatan yang abadi kelak bagi yang beriman di dunia dan di akhirat. Demikian dan surah Al Fatihah juga adalah induk dari seagung – agungnya doa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Surah Al Fatihah adalah induk dari seagung – agungnya doa, seagung – agungnya Rahmat-Nya Allah. Maka keselamatan dari dosa – dosa adalah jalan yang lurus dan baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;“&lt;i&gt;Ihdinaashshirathalmustaqiim&lt;/i&gt;” (QS. Al Fatihah : 6). Tunjukkan kami ke jalan yang lurus. &lt;/b&gt;Adakah kalimat yang lebih agung dari tidak ingin selalu jauh dari Allah. &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Ihdina.. ihdina.. ihdina&lt;/i&gt;”&lt;/b&gt; Tunjukkan.. tunjukkan.. tunjukkan kami ke jalan yang lurus, walau sudah tahu tunjukkan lagi yang lebih indah bukan dari pintu yang lebih indah. Bila yang menghalangi kami dari jalan yang lurus adalah pekerjaan maka berikan pekerjaan yang lebih indah dan lurus di mata-Mu Rabbiy.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika yang menjadi penghalang adalah usaha kami daripada hal – hal yang tidak Kau ridhai maka jadikanlah Rabbiy usaha kami hal - hal yang Kau ridhai dan membawa kemakmuran. Inilah doa yang menuntun agar selalu dirangkul oleh cintanya Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;“&lt;i&gt;Shiratalladzina an’amta a’laihim&lt;/i&gt;” (QS. Al Fatihah : 7) Jalan orang yang Kau beri kenikmatan atas mereka. &lt;/b&gt;Minta jalan orang yang Kau beri kenikmatan dunia dan akhirat, beri kami kenikmatan. Adakah kebutuhan lebih dari kenikmatan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;“&lt;i&gt;Ghairilmaghdhubi a’laihim waladhdhaalliin&lt;/i&gt;” (QS. Al Fatihah : 7) Bukan jalan yang mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. &lt;/b&gt;Kenapa? Beruntunglah yang mengikuti dan memahami rahasia kemuliaan Anugerah Ilahi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampailah kita pada hadits riwayat Shahih Bukhari, &lt;b&gt;“&lt;i&gt;La tasyaddurrahalu illa ilaa tsalatsah masaajid, Almasjidil haram, wa masjidirrasul shallallahu a’laihi wasallam, walmasjidil Aqsha&lt;/i&gt;.” Jangan berusaha untuk mengadakan perjalanan atau memaksakan diri untuk mencapai kecuali tiga tempat yaitu Masjidil Haram, Masjidinnabiy dan Masjidil Aqsa. &lt;/b&gt;Makna hadits ini bukan berarti seseorang itu haram pergi ke masjid lainnya akan tetapi memberikan semangat dari Nabi saw, tidak ada tempat yang lebih baik dari dituju di muka bumi melebihi Masjidil Haram, Masjid Nabawiy dan Masjid Al Aqsa. Kalau bawa anak, tamasya, ziarah, mengadakan dalam perjalanan, boleh – boleh saja tapi tidak ada yang melebihi tiga kemuliaan tempat ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sini &lt;i&gt;laisa bittahriim, tap Tasyjii’ wattarghiib, &lt;/i&gt;bukan haram pergi ke masjid lain, karena di dalam riwayat Shahih Bukhari Nabi saw pergi ke Masjid Quba setiap hari Sabtu.&lt;br /&gt;Menunjukkan pergi ke masjid – masjid lain juga boleh.&lt;br /&gt;Al Imam Ibn Hajar di dalam &lt;i&gt;Fathul Baari bisayarah Shahih Bukhari&lt;/i&gt; menjelaskan bahwa makna hadits ini terlepas dari keinginan seseorang daripada ziarah kepada pekuburan &lt;i&gt;shalihin&lt;/i&gt; (orang – orang shalih) karena yang dituju bukan masjidnya tapi pekuburannya. Demikian pula kalau seandainya berziarah ke tempat – tempat para shalihin maka hal itu adalah sunnah. Tiga tempat yang Allah jadikan perjuangan dan kemuliaan langkah – langkah Nabi Muhammad Saw.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masjidil Haram adalah tempat lahirnya Rasulullah Saw, Masjid Nabawiy adalah makamnya Rasulullah Saw, Masjidil Aqsa adalah tempat Isra dan Mi’rajnya Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari Rasul saw bersabda, &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Ma baina, baiti wamin bariy raudhatun min riyadhil jannah&lt;/i&gt;” D&lt;/b&gt;i antara rumahku dan mimbarku adalah taman – taman surga. Antara rumah dan mimbarnya adalah taman surga. Bagaimana taman surga? Tempat itu menjadi salah satu dari tamannya surganya Allah Swt. Orang yang ibadah di tempat itu, insya Allah bersama Rasulullah Saw di taman surganya Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh sebab itu Abu Abdilah Muhammad bin Ismail bin Bardizbah Al Bukhari yaitu penyusun Shahih Bukhari, dikenal dengan nana Imam Bukhari. Satu hadits ditulis berwudhu, shalat, tulis lagi, berwudhu, shalat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika Sayyidina Umar bin Khattab radiyallahu anhu berdoa kepada Allah, &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Allahummarzuqnissyahaadah fi baladi Rasulik&lt;/i&gt;” Wahai Allah beri aku mati syahid tapi mati syahidnya di Madinah Al Munawwarah. &lt;/b&gt;Bukan hanya di Madinah wafatnya tapi malah dimakamkan di sebelah makamnya Rasulullah Saw. Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari Rasul saw berdoa, &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Allahumma habbib ilaynal Madinah Kahubbina Makkah awa asyadd&lt;/i&gt;” Wahai Allah jadikanlah kami ini mencintai Madinah sebagaimana kami mencintai Makkah atau lebih dari mencintai Makkah.&lt;/b&gt; Beruntung orang – orang yang mencintai Madinah Al Munawwarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari salah satu sunnah Sang Nabi saw yang tidak ditinggal oleh Nabi saw di dalam melakukan safar adalah &lt;i&gt;qabliyah fajr&lt;/i&gt; (shalat sunnah sebelum shalat fardhu fajar). Shalat Fajar itu adalah shalat subuh. Kalau sunnah fajar berarti sunnah subuh, ketahuilah bahwa tidak ada bedanya makna fajar dan subuh itu di dalam fiqh. Kalau niatnya &lt;i&gt;“ushalli fardhul fajr dengan ushalli fardhussubuh” &lt;/i&gt;sama saja, karena fajr itu ya subuh, subuh ya fajr. Diriwayatkan oleh Sayyidatuna Aisyah radiyallahu anha di dalam Shahih Bukhari Rasul saw selalu memaksakan untuk tidak pernah meninggalkan shalat &lt;i&gt;qabliyah fajr &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“fi hadharin wa safar&lt;/i&gt;” di dalam perjalanan maupun tidak dalam perjalanan, &lt;/b&gt;dalam keadaan sakit atau dalam keadaan sehat selalu tidak mau tinggal shalat sunnah dua rakaat sebelum shalat subuh.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah Swt menuntun hamba – hambaNya kepada kemuliaan maka jadikan hari – hari kita terus mendekat kepada hal – hal yang mulia. Ketika Nabiyullah Ibrahim as diriwayatkan oleh Al Imam Ibn Hajar di dalam &lt;i&gt;Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari&lt;/i&gt; bahwa ketika Nabiyullah Ibrahim as ini sudah siap dibakar oleh Namrud karena menghancurkan semua berhala dan menggantungkan kapak yang menghancurkan semua berhala pada berhala yang paling besar maka rakyat sudah tahu ini yang berbuat adalah Ibrahim maka bakar. &lt;b&gt;“Wahai Allah kekasih-Mu itu Ibrahim mau dibakar.”&lt;/b&gt; Maka Allah menjawab, &lt;b&gt;“Aku lebih tahu daripada mereka alam semesta”. &lt;/b&gt;Nabiyullah Ibrahim berdoa, &lt;b&gt;“Wahai Allah Engkau Maha Tunggal di langit dan bumi, aku ini sendiri di muka bumi, tidak ada manusia menyembah-Mu selain aku di muka bumi ini, di dunia ini”.&lt;/b&gt; Engkau Maha Tunggal ya Rabb dan aku sendiri di bumi ini, tidak ada satu pun yang menyembah-Mu di muka bumi. &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Hasbiyallahu wani’mal wakiil&lt;/i&gt;” Cukup bagiku Engkau wahai Allah daripada hal – hal yang perlu kuminta perlindungan.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Wahai api jadilah kau sejuk dan membawa kesejahteraan atas Ibrahim as. &lt;/b&gt;Bagaimana pasrah dirinya Nabiyullah Ibrahim kepada Allah, Khalilullah (kekasih Allah).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diriwayatkan di dalam riwayat yang &lt;i&gt;tsigah&lt;/i&gt; bahwa Allah menyaksikan seekor katak yang mengisi air di mulutnya dan melompat – lompat mendekat kepada Nabi Ibrahim dan meniupkan air di mulutnya ke gunung api yang membakar Nabiyullah Ibrahim. Ia kembali lagi mengambil air, menaruh air di mulutnya, melompat – lompat lagi mendekati api dan menyemburkannya. Tapi perbuatan yang sia – sia itu tidak sia – sia di mata Allah. Diriwayatkan di dalam &lt;i&gt;Sunan Al Kubra&lt;/i&gt; oleh Al Imam Baihaqi dan riwayat Imam Nasa’i dan riwayat Imam Abi Daud dengan riwayat hasan dan riwayat yang shahih bahwa Rasul saw melarang membunuh katak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Datang seseorang berkata, &lt;b&gt;“Ya Rasulullah kami ingin menjadikan obat dari hewan katak boleh tidak?” D&lt;/b&gt;ilarang oleh Nabi saw. &lt;i&gt;Subhanallah&lt;/i&gt;! Karena cintanya katak kepada &lt;i&gt;Khalilullah&lt;/i&gt; (Nabiyullah Ibrahim as).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau seekor katak mendapatkan penghargaan diharamkan untuk dibunuh seluruh bangsanya hingga akhir zaman hanya karena mengumpulkan air di mulutnya untuk memadamkan api Nabi Ibrahim. Renungilah di dalam jiwa masing – masing, renungilah segalanya betapa Allah menghargai orang – orang yang mau peduli atas hamba – hamba yang dicintai Allah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita berdoa kepada Allah Swt. Semoga diberi kesuksesan oleh Allah Swt. &lt;i&gt;Amin allahumma amin&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga dilimpahi keberkahan oleh Allah. Barangkali di antara kami yang hadir Rabbiy di dalam permasalahan rumah tangganya, permasalahan dalam pekerjaannya, permasalahan dalam sekolahnya, permasalahan dalam pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya Rahman Ya Rahim &lt;i&gt;“Ihdinaashshirathalmustaqiim Shiratalladzina an’amta a’laihim” &lt;/i&gt;tunjukkan kami ke jalan yang lurus, tunjukkan kami ke jalan yang indah. Wahai Yang Maha Menerbitkan matahari dan membenamkannya, wahai Yang Menciptakan seluruh sel dan debu menghamparkan ke permukaan bumi, wahai Yang Mamahami segala kehidupan dan segala kematian, wahai Yang Menguasai kehidupan dunia, kehidupan barzah dan kehidupan di &lt;i&gt;yaumal qiyamah&lt;/i&gt;, kami pasrah kepada-Mu Rabbiy Sang Pemilik kehidupan. Kami titipkan diri kami pada gerbang Rahmat-Mu ya Allah, pada gerbang Kasih Sayang-Mu Rabbiy.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Faquuluuu jamii’an&lt;/i&gt; (ucapkanlah bersama sama) &lt;/b&gt;Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga Allah menyingkirkan segala fitnah dari segala musibah dan bala yang datang. &lt;i&gt;Amin Allahumma Amin.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Washollallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-6937455348428375594?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/6937455348428375594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/pada-tiga-masjid.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/6937455348428375594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/6937455348428375594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/pada-tiga-masjid.html' title='Pada Tiga Masjid'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-9202048967249345664</id><published>2009-07-20T18:58:00.000-07:00</published><updated>2009-07-21T00:37:50.084-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jiwa'/><title type='text'>Pembersih Jiwa</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=20" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onmouseout="addthis_close()" onclick="return addthis_sendto()"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="reporter"&gt;&lt;div class="box_share"&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/200/addthis_widget.js"&gt;&lt;/script&gt;      &lt;!-- AddThis Button END --&gt;           &lt;/div&gt;             &lt;/div&gt;    &lt;!-- reporter end--&gt;      &lt;!-- contents lainnya start--&gt;                     &lt;!-- lainnya dalem start--&gt;           &lt;div class="image_detail"&gt;     &lt;img alt="Pembersih Jiwa" style="width: 325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/07/20090714140251.jpg" /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span&gt;ILUSTRASI: &lt;/span&gt;&lt;span&gt;WORDPRESS.COM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;          Manusia adalah materi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;madah&lt;/span&gt;) yang oleh Allah diberi ruh sebagai rahasia kehidupannya. Allah juga melengkapi manusia dengan kekuatan (energi) yang sangat penting bagi kehidupan, seperti kebutuhan-kebutuhan organik dan naluri-naluri. Kesemuanya itu mendorong manusia untuk bertindak demi terpuaskannya kebutuhan yang dituntut energi itu. Namun, baik buruknya sikap (tindakan) manusia tergantung kepada baik buruknya hati manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad bin Rajab Al Hambali dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jami'ul 'Ulum wal Hikam&lt;/span&gt; berkata, ''Sesungguhnya baik buruknya tindakan seseorang dapat dilihat dari gerakan anggota badannya. Jika hatinya baik maka tidak ada di dalamnya, kecuali kecintaan kepada Allah dan kecintaan kepada apa yang dicintai Allah. Perasaan takut kepada Allah dan perasaan takut akan terjerumus kepada apa yang dibenci Allah, akan menjadikan seluruh gerakan anggota tubuhnya baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita perhatikan kerusuhan, kerusakan, dan kekacauan yang terjadi, maka semuanya disebabkan oleh rusaknya hati manusia, sehingga menimbulkan dominasi pola pikir yang tunduk pada materi dan adanya pengaruh egoisme individu dan kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kalau ingin mengubah sikap hidup manusia, maka yang utama harus digarap adalah hatinya. Sebab hati laksana raja, sedangkan anggota tubuh yang lain merupakan bala tentaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw bersabda, "Ingat dan ketahuilah bahwa di dalam tubuh manusia ada segumpal darah, apabila dia baik, maka tubuh (sikap dan tindakan) manusia baik semuanya. Dan apabila dia rusak, maka rusaklah semuanya. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu adalah hati" (HR. Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tazkiyatun nufus&lt;/span&gt;, yakni perbaikan pola sikap dan tindakan manusia dengan cara memperbaiki hati, maka tidaklah berlebihan jika berharap hal ini diupayakan oleh segenap lapisan masyarakat terutama lapisan atas (para pemimpin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tazkiyatun nufus&lt;/span&gt; mereka akan terhindar dari sikap dan tindakan merugikan, yaitu tindakan yang didorong oleh hati yang rusak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-9202048967249345664?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/9202048967249345664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/pembersih-jiwa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/9202048967249345664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/9202048967249345664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/pembersih-jiwa.html' title='Pembersih Jiwa'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-7361834883667137587</id><published>2009-07-15T19:33:00.001-07:00</published><updated>2009-07-15T21:57:40.083-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jenazah'/><title type='text'>Seorang Jenazah</title><content type='html'>&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt; قَالَ رسول اللهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :&lt;br /&gt;أَيُّمَا مُسْلِمٍ شَهِدَ لَهُ أَرْبَعَةٌ بِخَيْرٍ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ فَقُلْنَا وَثَلَاثَةٌ قَالَ وَثَلَاثَةٌ فَقُلْنَا وَاثْنَانِ قَالَ وَاثْنَانِ ثُمَّ لَمْ نَسْأَلْهُ عَنْ الْوَاحِدِ (صحيح البخاري&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sabda Rasulullah saw :&lt;br /&gt;“Tiadalah empat orang muslim bersaksi bahwa seorang jenazah itu orang baik, maka Allah masukkan ia ke sorga”, maka kami berkata : Bagaimana jika cuma 3 orang yg bersaksi?, beliau saw bersabda : “walau tiga”, lalu kami berkata : jika cuma dua?, beliau bersabda : “walau dua”. Lalu kami tak bertanya jika hanya satu” (Shahih Bukhari).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Limpahan Puji Kehadirat Allah Yang Maha Luhur, Maha Menerangi jiwa hamba-Nya dengan ketenangan, Maha Menjadikan jiwa itu samudera, (bagai) air yang menenangkan sehingga ketika penduduk bumi para pemilik sanubari dan jiwa beriman dan bertakwa kepada Allah, (maka) Allah limpahkan keberkahan dari langit dan bumi. Perbuatan manusia di muka bumi mempengaruhi keadaan alam, semakin mereka bertakwa maka semakin keadaan bumi membaik dan semakin mereka kufur dan keluar dari jalan Allah maka semakin jauhlah dari kebahagiaan dan kemakmuran di bumi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Telah kita dengar hadits kita Nabi Muhammad Saw, tiadalah seorang muslim yang wafat lalu disaksikan oleh empat orang muslim lainnya bahwa ia orang baik maka Allah memasukkannya menjadi penduduk surga. Para sahabat penasaran dan bertanya kembali, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kaifa bitsalaatsah&lt;/span&gt;..? Bagaimana kalau cuma tiga orang wahai Rasul?” &lt;/b&gt;Maka Beliau saw pun bersabda, &lt;b&gt;“Walaupun tiga orang.”&lt;/b&gt; Lalu sahabat bertanya lagi, &lt;b&gt;“Bagaimana kalau cuma dua?” &lt;/b&gt;Rasul saw menjawab, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wa itsnain&lt;/span&gt;.” Walaupun cuma dua yang bersaksi bahwa ia orang baik, Allah masukkan ia ke dalam surga.” P&lt;/b&gt;ara sabahat berkata,&lt;b&gt; “Kami tidak menanyakan bagaimana kalau cuma satu  yang menyaksikannya.” &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demikian riwayat Shahih Bukhari, maka riwayat ini teriwayatkan beberapa kali di dalam Shahih Bukhari dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sighah&lt;/span&gt; (ucapan) yang sama. Ketika di masa khalifah Sayyidina Umar bin Khattab ra, saat itu lewatlah jenazah dan para sahabat berkata, &lt;b&gt;“Orang ini orang yang baik.”&lt;/b&gt; Maka berkatalah Sayyidina Umar bin Khattab ra memang sepantasnya ia mendapatkan surga. Lalu lewat jenazah kedua, para sahabat berkata, &lt;b&gt;“Ini orang yang tidak baik.” M&lt;/b&gt;aka berkatalah Sayyidina Umar bin Khattab, &lt;b&gt;“Pantas baginya kehinaan neraka”.&lt;/b&gt; Para Sahabat bertanya, maka Sayyidina Umar meriwayatkan hadits ini lalu ada tambahannya,&lt;b&gt; “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Antum syuhada’ullah fil ardh&lt;/span&gt;.” &lt;span style="font-style: italic;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;i&gt;alian adalah saksi – saksi Allah di muka bumi.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Menunjukkan dari bentuk kemuliaan hadits ini bagaimana eratnya hubungan muslimin – muslimat, satu sama lain menyaksikan kebaikan saudaranya maka itu menjadi dalil yang kuat baginya di hadapan Allah untuk diselamatkan dari kemurkaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;12 Rabiul Awwal adalah hari yang bersejarah bagi seluruh muslimin dan hari yang sangat agung bagi sepanjang waktu dan zaman. Tentunya senin, 12 Rabiul Awwal mempunyai moment yang banyak yaitu kelahiran Sang Nabi saw, hari hijrah masuknya Sang Nabi saw, bersatunya Muhajirin dan Anshar dan hari wafatnya Nabi Muhammad saw. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Senin petang adalah waktu yang mengingatkan kepada wafatnya Sang Nabi saw sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, ketika para sahabat ra yang melewati kemuliaan hari – hari mulia bersama Sang Nabi saw. Hingga berkata Sayyidina Anas bin Malik ra, diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ma ra aina mandharan, a’jab min wajhinnabiy saw&lt;/span&gt;” &lt;span style="font-style: italic;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;i&gt;elum pernah ada pemandangan yang lebih menakjubkan dari wajah Nabi Muhammad Saw.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Namun disaksikan pula oleh para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kuffar&lt;/span&gt; Quraisy bahwa musuh – musuh Sang Nabi itu mereka sendiri bersaksi, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Innahu laysa biwajhin kaddzab&lt;/span&gt;”&lt;i&gt; Wajah beliau itu bukan wajah pendusta.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Senin, 12 Rabiul Awwal juga memperingatkan tentang peristiwa wafatnya beliau saw yang terjadi pada hari Senin, 12 Rabiul Awwal. Beliau saw ini dikebumikan di hari ke-3 setelah wafat beliau yaitu pada hari Kamis, riwayat lainnya pada hari Rabu. Maka disunnahkah apabila yang wafat para ulama atau para shalihin untuk tidak buru – buru menguburkannya karena demikianlah yang diperbuat atas imam seluruh Nabi dan Rasul ialah Sayyidina Muhammad Saw. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berbeda dengan orang lainnya yang dirisaukan akan membuat jenazahnya rusak atau berubah. Senin itu dikatakan oleh Sayyidina Hasan bin Tsabit di dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Syirah Ibn Hisyam&lt;/span&gt;, &lt;b&gt;“Adakah hari yang menyedihkan sepanjang masa melebihi hari wafatnya Nabi Muhammad Saw”.&lt;/b&gt; Dikatakan oleh Sayyidina Hasan bin Tsabit di dalam syairnya, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Laqad ghayyabu hilman wa ‘ilman wa rahamatan, asyiyyatan allauwhu tsaraa Laa yuwassadu&lt;/span&gt;.”&lt;/b&gt; Mereka para sahabat Muhajirin dan Anshar kehilangan sang pembawa kasih sayang Ilahi.&lt;b&gt; S&lt;/b&gt;ore itu ketika jasad Beliau diturunkan ke dalam bumi, direbahkan tubuh seindah – indah tubuh, dibaringkan tanpa berbantalkan sesuatu kecuali tanah. &lt;b&gt;Berkata Hasan bin Tsabit, “Aku berdiri dengan berdiri yang lama sekali, airmataku terus mengalir dengan derasnya diatas gerimis yang turun, di atas pusara Sang Nabi. Malam pertama kami berpisah dengan Sang Nabi”.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketika sampai kabar kepada Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq ra diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari bahwa Rasul saw telah wafat maka beliau datang dengan berpegangan kepada putranya untuk melihat jasad yang telah terbujur lantas ia pun memeluk dan mencium dada Sang Nabi dan menangis, &lt;b&gt;“Wahai Sang Nabi demi ayahku, demi engkau dan demi ibuku, engkau ini tidak akan pernah lagi merasakan wafat setelah ini.” B&lt;/b&gt;eliau menangis di dada Sang Nabi. Diriwayatkan di dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sirah Ibn Hisyam&lt;/span&gt; ketika salah seorang sahabat melihat jasad yang telah diturunkan ke dalam liang lahat itu maka ia berkata, &lt;i&gt;“Aku melemparkan cincinku ke dalam makam lalu aku berkata cincinku terjatuh, maka ia masuk ke makam untuk mengambil cincin tapi bukan untuk mengambil cincin tapi ingin mencium wajah Nabi Muhammad Saw untuk yang terakhir kalinya”.&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari ketika Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq telah melewati hari – harinya sampai pada hari wafatnya seraya berkata kepada putrinya Sayyidatuna Aisyah ummul mukminin, &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Wahai Aisyah Nabi saw itu wafat hari apa? &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Maka berkata Aisyah, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yaumul itsnain&lt;/span&gt;” &lt;i&gt;Hari senin.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Lalu berkata Abu Bakar Ashshiddiq ra., &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fa ayyu yaum hadza&lt;/span&gt;?” &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;i&gt;ni hari apa?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" Maka berkata Aisyah, &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Hari senin wahai Ayah.” M&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;aka berkata Abu Bakar Ashshiddiq, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Arju baina hadza&lt;/span&gt;.”&lt;i&gt; Berarti hari ini aku berharap wafat. &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah kejadian wafatnya Sang Nabi saw, Sayyidina Abu Bakar Asshiddiq yang berusaha menenangkan sahabat sehingga para sahabat tenang didalam genggaman bai’at beliau ra.&lt;/p&gt;Ketika cinta telah memenuhi jiwa dan berpisah dengan kekasih yang paling berhak dicintai dari seluruh cinta, ialah Sayyidina Muhammad Saw. Maka teriwayatkan putri beliau saw di dalam Shahih Bukhari, Sayyidatuna Fatimahtuzzahra dipanggil oleh Sang Nabi sebelum Sang Nabi wafat, &lt;b&gt;“Wahai putriku tercinta aku ingin pamit dan meninggalkanmu.” M&lt;/b&gt;aka menangislah Sayyidatuna Fatimahtuzzahra karena ayahnya pamit lantas ia pun tersenyum. Sayyidatuna Aisyah melihat Fatimah menangis lalu tersenyum, &lt;b&gt;“Kenapa wahai putri Rasulillah?” &lt;/b&gt;Sayyidatuna Fatimahtuzzahra tidak boleh bicara tapi nanti sampai tiba waktunya. Setelah Nabi saw wafat lalu ditanya kenapa? Saat itu Rasul membisikkan di telingaku bahwa, &lt;b&gt;“Aku mau pamit, aku mau wafat wahai Fatimah meninggalkanmu dan wahai Fatimah kau ini orang pertama disisiku yang akan menemuiku setelah aku wafat”. &lt;/b&gt;Maka Sayyidatuna Fatimahtuzzahra tersenyum.  &lt;p&gt;Mereka gembira menyusul Nabinya Muhammad Saw dan Sayyidatuna Fatimatuzzahra tidak lagi keluar dari rumahnya setelah wafatnya Sang Nabi saw. Telah dijelaskan oleh Sang Nabi, &lt;b&gt;“Fatimah adalah belahan jiwaku, barangsiapa yang membuatnya marah maka akan membuatku marah”&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari bahwa ketika Sayyidina Umar ini saat di nafas – nafas terakhirnya ia berwasiat kepada putranya, &lt;b&gt;“Pergilah kau kepada Sayyidatuna Aisyah. Mohon izin kalau boleh aku ingin dimakamkan di sebelah makam Sang Nabi dan Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq.” M&lt;/b&gt;aka pergilah Abdullah bin Umar ke rumah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ummul mukminin radiyallahu anha&lt;/span&gt;. &lt;b&gt;“Ayahku sudah luka parah dan menyampaikan salam kepadamu wahai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ummul mukminin&lt;/span&gt;. Kalau diijinkan ayah ingin dimakamkan di sebelah makam Sang Nabi dan juga bersama ayahmu yaitu Abu Bakar Ashshiddiq.” M&lt;/b&gt;aka di saat itu berkata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ummul mukminin&lt;/span&gt;, &lt;b&gt;“Aku ijinkan..aku ijinkan”. &lt;/b&gt;Sayyidina Umar bin Khattab tersengal – sengal menanti kabar, datanglah kabar putranya Abdullah bin Umar seraya berkata, &lt;b&gt;“Bagaimana? Apa jawaban dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ummul mukminin&lt;/span&gt;?”&lt;/b&gt; Maka berkata Abdullah bin Umar, &lt;b&gt;“Sudah diijinkan.”&lt;/b&gt; Maka berkatalah Sayyidina Umar bin Khattab,&lt;b&gt; “Demi Allah, tidak ada yang lebih kudambakan dari dimakamkan di sebelah makam Sang Nabi”.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demikian satu – persatu sahabat menyusul Sang Nabi saw sampai ke masa Sayyidina Bilal bin Rabah meninggalkan Madinah Al Munawwarah bersama para sahabat karena tidak tahan tinggal di Madinah dari rindunya kepada Sang Nabi. Maka berkata Sayyidina Bilal, &lt;b&gt;“Suatu waktu aku bermimpi Nabi saw dan beliau berkata,&lt;i&gt; “Bilal tidak mau kunjung ke Madinah?”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Maka keesokan harinya Bilal mengunjungi Madinah. Setahun ia tidak masuk Madinah maka para sahabat menyambut kedatangan beliau dan berkata, &lt;b&gt;“Wahai Bilal adzanlah engkau sebagaimana di saat masa hidupnya Sang Nabi”. &lt;/b&gt;Bilal itu adzan bukan untuk shalat saja. Kalau Rasul memanggil sahabat atau ingin mengumpulkan sahabat, Bilal disuruh adzan. Jadi kalau sudah Bilal adzan berarti itu panggilan Rasulullah saw. Bisa jadi panggilan jihad, bisa jadi panggilan ayat atau lainnya. Kalau sudah adzan Bilal semua para sahabat meninggalkan aktifitasnya demi mindatangi panggilan Sang Nabi saw. Maka Bilal berkata,&lt;b&gt; “Aku tidak adzan setelah wafatnya Rasulullah”. &lt;/b&gt;Sampai berjumpa Sayyidina Hasan dan Husein bin Ali, &lt;b&gt;“Wahai Bilal, adzan seperti waktu masih ada kakek kami.” &lt;/b&gt;Maka berkata Bilal menciumi Sayyidina Hasan dan Husein bin Ali, &lt;b&gt;“Dulu kakek kalian menciumi kalian dan memeluk kalian dan sekarang aku tidak mau menolak dan kecewakan kalian”. &lt;/b&gt;Maka pergilah Bilal seraya mengumandangkan adzan dan saat para sahabat mendengar suara Bilal, mereka menjadi kaget karena suara ini tidak pernah terdengar terkecuali panggilan Rasulullah. Penduduk Madinah keluar ke jalan – jalan mendatangi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Masjidinnabiy&lt;/span&gt; seraya berkata, &lt;b&gt;“Apakah Nabi Muhammad hidup lagi? Sampai kami dipanggil dengan seruan ini?”.&lt;/b&gt; Di saat itu Madinah hujan airmata dan tidak pernah teriwayatkan kesedihan menimpa penduduk Madinah kecuali saat adzannya Bilal. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahu Akbar Allahu Akbar&lt;/span&gt; sampai pada kalimat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Asyhadu anna Muhammadarrasulullah&lt;/span&gt;, Bilal jatuh pingsan dan tidak mampu meneruskan adzannya. Ketika ia siuman ditanya, &lt;b&gt;“Kenapa kau ini wahai Bilal?” &lt;/b&gt;Bilal berkata,&lt;b&gt; “Aku melihat pintu ini, pintu rumahnya Rasulullah”.&lt;/b&gt; Setiap waktu shalat aku mengetuk pintu ini dan berkata, &lt;b&gt;“Sudah ditunggu shalat wahai Rasulullah.”&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;“Aku tidak kuat melihat pintu ini”. &lt;/b&gt;Bilal pulang kembali ke Baghdad meninggalkan Madinah Al Munawwarah. Ketika ia sudah tersengal – sengal mencapai sakaratul maut, istrinya berkata, &lt;b&gt;“Betapa beratnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sakaratul maut&lt;/span&gt;mu wahai Bilal.”&lt;/b&gt; Maka Bilal berkata, &lt;b&gt;“Bukan. Bukan sakit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sakaratul maut&lt;/span&gt;, ini aku tidak tahan ingin jumpa dengan Nabi Muhammad  dan pasukan Muhammad”.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di antara para sahabat, ada yang menyimpan sehelai rambut sebagaimana riwayat Shahih Bukhari. Ditanya,&lt;b&gt; “Ini rambut siapa?” S&lt;/b&gt;ahabat itu berkata, &lt;b&gt;“Ini sehelai rambutnya Nabi saw.”&lt;/b&gt; Maka berkatalah para sahabat lainnya, &lt;b&gt;“Bagiku sehelai rambut ini lebih baik dari dunia dan segala isinya”.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sang Nabi saw tetap hidup di dalam jiwa. Kalau kita lewat di Demak tertulis &lt;i&gt;“Demak kota Wali”,&lt;/i&gt; kita lewat di Bandung tertulis &lt;i&gt;“Bandung kota kembang”.&lt;/i&gt; Insya Allah 1,2 tahun lagi masuk Jakarta sudah ada tulisan &lt;b&gt;“Jakarta Kota Sayyidina Muhammad Saw”. &lt;/b&gt;Dari banyaknya para pecinta Rasulullah di bumi Jakarta.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ya Rahman Ya Rahim, Jakarta kota yang damai, Jakarta kota yang sejuk, Jakarta bukan kota yang kriminal tapi Jakarta Kota Sayyidina Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga Allah mempercepat kemakmuran bangsa, kemakmuran muslimin – muslimat akan berawal dari Indonesia ini lalu menerus ke Barat dan Timur.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;Laillahailallah Muhammadurrasulullah &lt;/p&gt;&lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Inna a’thainaa kalkautsar&lt;/span&gt;” (QS. Al Kautsar : 1)&lt;/b&gt;&lt;i&gt; Sungguh Allah memberikan kepadamu wahai Muhammad Saw telaga al kautsar.&lt;/i&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Washollallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-7361834883667137587?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/7361834883667137587/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/seorang-jenazah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/7361834883667137587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/7361834883667137587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/seorang-jenazah.html' title='Seorang Jenazah'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-215737301048588473</id><published>2009-07-14T20:58:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T21:11:46.823-07:00</updated><title type='text'>Merasakan Manisnya Iman</title><content type='html'>&lt;div class="image_detail"&gt;&lt;img alt="Merasakan Manisnya Iman" style="width: 325px;" src="http://republika.co.id/images/news/2009/04/20090422120226.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tiga perkara, barangsiapa terdapat padanya yang tiga perkara itu, terasalah olehnya kemanisan iman (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;halawat al-iman&lt;/span&gt;)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mencintai Allah dan rasul-Nya, lebih dari mencintai segala yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mencintai seseorang semata-mata karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Benci kembali kepada kufur, serupa dengan benci dicampakkannya ke dalam api yang bernyala-nyala (Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Things to think&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan manisnya iman, seorang Muslim bisa tegar, sabar dan kuat dalam mengarungi kehidupan. Ia bahagia dalam cobaan hidup yang penuh penderitaan, kesengsaraan dan kesakitan.&lt;br /&gt;Dengan manisnya iman di hati, ia mampu bersikap tawakal. Hal ini karena manisnya iman hanya dapat diraih tatkala semua hal di dunia ini telah dapat dilihatnya dari sisi cinta ilahiah.&lt;/p&gt; Seorang pencinta sejati tidak akan pernah pantang menyerah atau merasa menderita dan tersiksa dalam memperjuangkan cintanya. Ia bahkan benci (takut) untuk melakukan hal-hal (kekufuran) yang bisa memalingkan Sang Kekasih dari-Nya.&lt;br /&gt;Jika masih merasa berat dan belum bisa merasakan lezatnya menjalankan ibadah dan melakukan kebajikan antar sesama, barangkali inilah saatnya instropeksi. Sudahkah mampu menghadirkan Allah dan Rasulnya dalam seluruh perhatian cinta sebagai standar rasa dan kecondongan hati di setiap tarikan napas?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-215737301048588473?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/215737301048588473/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/merasakan-manisnya-iman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/215737301048588473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/215737301048588473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/merasakan-manisnya-iman.html' title='Merasakan Manisnya Iman'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-5108952605463987190</id><published>2009-07-12T18:52:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T20:11:04.469-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nama'/><title type='text'>Menyebut Nama-Nya</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;" mce_style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt; قال رسول صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ تَعَالَى : أَنَا مَعَ عَبْدِي حَيْثُمَا ذَكَرَنِي وَتَحَرَّكَتْ بِي شَفَتَاهُ &lt;p&gt;(صحيح البخاري)&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sabda Rasulullah saw:&lt;br /&gt;“Aku bersama hamba Ku ketika ia mengingat Ku dan bergetar bibirnya menyebut nama Ku” (Shahih Bukhari)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini hadits qudsiy, di sini ada sedikit salah terjemah. Di sini sabda Rasulullah saw semestinya selanjutnya sabda Rasulullah saw bahwa Allah berfirman. Jadi ucapan ini dari Allah Swt bukan dari Nabi Muhammad saw.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt yang telah menghadirkan kita di dalam kehadiran teragung sepanjang zaman yaitu kehadiran detik – detik dimana kita sedang mendekatkan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Maha Raja Alam Semesta yang menguasai setiap hamba dan semua yang tercipta. Dicipta oleh Allah bukan dicipta oleh makhluk lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang suami istri menikah belum tentu bisa menghasilkan seorang anak. Akan tetapi ada samudera ketentuan Ilahi yang mengatur segala kehidupan dan mengatur setiap nafasku dan nafas. Maha Melihat sedang melihat jiwa, ingatlah Dzat yang paling pantas untuk diingat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img title="Image" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/img_0899.jpg" mce_src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/img_0899.jpg" alt="Image" width="170" align="left" border="0" height="128" hspace="6" /&gt;Telah bersabda Nabiyyuna Muhammad Saw riwayat Shahih Bukhari. &lt;b&gt;&lt;i&gt;“ada di antara manusia itu yang beramal dengan amalan ahli neraka hampir sepanjang hidupnya sampai antara dia dan neraka hanya satu jengkal saja”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Tetapi didahului kehendak Ilahi maka dia beramal dengan amalan ahli surga, bertaubat kepada Allah dan dia masuk ke dalam surga.“Ada lagi kelompok yang beramal dengan amalan ahli surga sampai antara dia dan surga tinggal satu hasta saja, lalu didahului oleh ketentuan Allah terlebih dahulu dia beramal dengan amalan ahli neraka dan dia masuk neraka”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. (Shahih Bukhari)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita bertanya kenapa ini dan untuk apa gunanya ibadah? Kalau semuanya sudah ditentukan oleh Allah Jalla Wa Alla. Jangan putus asa dari Rahmatnya Allah. Karena Allah telah berfirman didalam hadits qudsiy, &lt;b&gt;”&lt;i&gt;Ana ‘inda dzhanni ‘abdiy biy&lt;/i&gt;” &lt;i&gt;Aku bersama persangkaan hamba-Ku.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang hamba siang dan malam tidak pernah bisa meninggalkan dosa, siang dan malam tidak pernah terlintas hal yang baik tiba – tiba sekilas ia melihat atau mendengar sesuatu yang baik didalam Islam maka berubahlah ia kepada Cahaya Keindahan Keridhoan Ilahi. Orang – orang yang bejat, orang – orang yang kejam dan sadis berubah menjadi ahli sujud, berubah menjadi orang yang selalu tangannya menengadah ke hadirat Allah, menjadi orang yang paling khusyu’ di muka bumi terkena sinar cahaya nabawiy yang diterbitkan oleh Allah untuk membawa kebahagiaan yang abadi yang dibawa oleh Sayyidina Muhammad Saw. Dialah (Allah) yang menerbitkan rahasia kebahagiaan itu. Kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu bagaimana dengan orang yang selalu beramal baik? Lalu apa gunanya ibadah? Barangkali dengan kesombongannya itu, bisa Allah balik ia berubah menjadi orang yang menginginkan perbuatan jahat dan ia wafat dalam keburukan. Menuntun orang yang berbuat baik selalu dan menuntun orang yang selalu berbuat dosa agar berpadu dalam kemuliaan Ilahi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah Swt berfirman, &lt;b&gt; “Wahai manusia berhati – hatilah dan bersiaplah. Akan datang hari kiamat kepadamu, Sang Pencipta alam semesta yang mencipta dari tiada, yang menghamparkan permukaan bumi dari tiada, yang membentangkan angkasa sebagai lambang keindahan-Nya dari tiada, mengatakan bahwa akan datang hari kehancuran. Sebagaimana ini semua ada dari tiada, ini semua akan berubah menjadi tiada karena ini semua Milik-Ku”&lt;/b&gt;. Berapa milyar sel tubuh kita yang berfungsi setiap hari, siapa yang memerintah sel tubuh kita untuk berfungsi, siapa yang memerintah sel tubuh kulit ketika kulit terluka, lantas ia merajut kembali sel – sel kulit yang baru. Allah Allah Allah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Allah Swt sebelum mengajak kita berdzikir, sudah menjadikan alam semesta ini berdzikir. Alam semesta berdzikir kehadirat Allah, mengagungkan Nama Allah, tersisalah jiwaku dan jiwa kalian yang sepi dari dzikrullah. Lihat keadaan teman – teman kita, bangga dan tenangnya dengan narkotika miliknya. Jika ia melihatnya, ia akan bersujud terus dalam sujudnya hingga wafat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika jenazah orang yang wafat itu diusung. Jika jenazah shalihin, ia berkata  &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Qaddimuniy..qaddimuniy&lt;/i&gt;” &lt;i&gt;Cepat   – cepat majukan aku, bawa ke makamku karena aku akan mendapatkan kemuliaan.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Tapi apabila yang wafat itu adalah orang – orang yang fasiq, banyak   berbuat dhalim, banyak berbuat jahat maka ia berkata &lt;b&gt; “&lt;i&gt;Yaa waylahaa, ayna yadzhabuu biha&lt;/i&gt;” &lt;i&gt;ini mau dibawa ke mana jasadku, jangan cepat – cepat   dikuburkan, aku akan dimintai bertanggung jawab.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah berfirman, &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Inna zalzalatassa’ati syai’un adhim&lt;/i&gt; ” &lt;i&gt;Hari kiamat itu adalah hari yang sangat dahsyat (QS.   Al Hajj : 1).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Hari itu orang yang punya bayi yang diasuhnya dilempar bayi itu dan meninggalkan semua anaknya karena takut dimintai pertanggungjawaban. Wanita yang hamil menggugurkan kehamilannya, kenapa? Bertanggung jawab atas dirinya saja susah, apalagi bawa tanggung jawab atas bayi yang baru lahir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;img title="Image" src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/img_0900.jpg" mce_src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/img_0900.jpg" alt="Image" width="170" align="left" border="0" height="128" hspace="6" /&gt;Akan Kau lihat manusia itu lari kesana – kemari bagaikan mabuk dari takutnya panggilan – panggilan api neraka (QS. Al Hajj : 2).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Kau lihat mereka seakan mabuk, mereka bukan mabuk tapi melihat dahsyatnya kejadian di hari kiamat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari ketika ayat ini turun sebagian para sahabat berjatuhan karena takutnya kepada Allah atas firmannya. Manusia yang paling berkasih sayang, manusia yang paling ramah, manusia yang tidak senang melihat manusia sedih dan risau, seraya berkata, &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Absyiru..absyiru&lt;/i&gt;” &lt;i&gt;Sini – sini mendekat. “Jangan bergelimpangan menangis seperti itu, sini – sini berkumpul dekat denganku”,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; kata   Rasul saw. Maka Rasul saw bersabda, &lt;b&gt;“Hai umatku kalian ini aku harapkan pasti menjadi ¼ penduduk surga”.&lt;/b&gt; Mendengar kata – kata itu, , dihibur oleh Sang   Nabi saw, maka bertakbir para sahabat &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Allahu Akbar,.masya Allah&lt;/i&gt; 1/4 ahli surga”&lt;/b&gt;. Rasul saw tambah lagi,   &lt;b&gt;“Kalian tahu bahwa aku minta pada Allah bukan ¼ bahkan sepertiga dari ahli surga”. &lt;/b&gt;Lalu Rasul tersenyum   dan berkata, &lt;b&gt;“Hai, kalian tahukan kalau aku berdoa kepada Allah agar kalian umat Muhammad ini menjadi ½ ahli surga”&lt;/b&gt; maka para sahabat bertakbir.   Diriwayatkan di dalam riwayat yang shahih bahwa Rasul dipilihkan oleh Allah, &lt;b&gt;“Mau ½ umatnya masuk surga atau   Syafa’at?” &lt;/b&gt; Namun beliau saw memilih syafa’at karena kalau syafa’at seluruh umatnya masuk ke dalam surganya Allah Swt.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Salahkah jika kita mencintai Nabi Muhammad Saw. Inilah Muhammad Rasulullah saw. Manusia yang paling tidak pernah ingin mengecewakan orang lain. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Rasul saw adalah orang yang tidak mau mengecewakan makanan   sekalipun.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Ia benda mati tapi ia hidup. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Kalau suka dimakan, kalau tidak suka dimakan (Shahih   Bukhari).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasul saw diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari: &lt;i&gt;&lt;b&gt;T&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;iadalah beliau dipilihkan untuknya dua hal. Kalau disuruh pilih dua hal untuk umatnya pasti memilih yang paling ringan untuk umatnya Saw.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Inilah idola kita Sayyidina Muhammad Saw, kenali idolamu Muhammad Rasulullah Saw, bukan orang yang tidak pernah sujud kepada Allah dan hari – harinya hanya membuat kebiadaban semakin besar di muka bumi. Muslimin mengeluarkan harta yang banyak untuk membeli tiket berkumpul bersama mereka yang tidak pernah sujud kepada Allah. Kumpul bersama orang yang tidak pernah sujud kepada Allah. Karena indahnya hatimu dan lembutnya hatimu dan kasih sayangmu, beliau saw tahu manusia ini bukan hanya ibadah seperti malaikat. Demikian indahnya dan ringannya dan menakjubkannya tuntunan Nabiyyuna Muhammad Saw.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari ketika Rasul saw didatangi oleh seorang yang mengadu, &lt;b&gt;“Ya Rasulullah mulai sekarang aku tidak mau lagi shalat subuh   berjamaah di masjid itu.”&lt;/b&gt; Rasul bertanya, &lt;b&gt;“Kenapa tidak mau shalat berjamaah subuh?” I&lt;/b&gt;a berkata, &lt;b&gt;“Karena imamnya baca surahnya panjang, baca   surah AlBaqarah”.&lt;/b&gt; Maka imam itu dipanggil oleh Rasulullah, bukan orang ini yang ditegur. &lt;b&gt;“Aku punya pekerjaan ya Rasulullah, aku bekerja. Kalau aku   duduk hadir shalat subuh di situ bagaimana dengan pekerjaanku”.&lt;/b&gt; Tapi Rasul saw justru menegur imam itu dengan teguran yang tegas, &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Afattaanun anta ya Mu’adz&lt;/i&gt;..?!”   &lt;i&gt;apakah kau ini pembawa fitnah wahai Muadz..?!.. Kalau kau jadi imam jangan panjang – panjang baca surah karena di antara mereka ada yang bekerja, ada yang sakit, ada yang tua, ada yang sibuk, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;jangan memberatkan orang kecuali jika kau ingin membawa shalatmu sendiri shalat sunnah, silahkan! sepanjang – panjangnya. Tapi kalau untuk umatnya, maunya mereka, maunya shalatnya yang ½ juz panjangnya silahkan!, maunya yang ¼ juz saja silahkan!, mau yang 100 ayat, mau yang 10 ayat ikuti umatmu. Tapi jangan beratkan makmum. Sampai beliau saw berkata &lt;b&gt;“..&lt;i&gt;anta ya Muadz&lt;/i&gt;..?!”&lt;i&gt; apakah kau ini pembawa fitnah wahai   Muadz..?! &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Demikian indahnya   Sayyidina Muhammad Saw.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keberkahan muncul bagi beliau dan pada hari – hari beliau saw. Ketika Rasul saw didatangi tiga orang tamu, &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Assalamu’alaikum warahmatullah&lt;/i&gt;”&lt;/b&gt;, Rasulullah   diam.&lt;b&gt;“&lt;i&gt;Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh&lt;/i&gt;”&lt;/b&gt;, Rasulullah tidak jawab, kali yang ketiga Rasul bertayammum lalu menjawab salam. Para Sahabat   bertanya, &lt;b&gt;“Ya Rasulullah dari tadi kami memberi salam dan kau tidak jawab, kami kira kau murka pada kamidan kami adalah ahli neraka.”&lt;/b&gt; Rasul menjawab   &lt;b&gt;“bukan itu”&lt;/b&gt;, kata Rasul saw. &lt;b&gt;“Aku tidak ingin menjawab terkecuali dengan keadaan suci”&lt;/b&gt;. &lt;i&gt;Lailahailalllah&lt;/i&gt;, adakah akhlak seperti ini?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam kitabnya &lt;i&gt;Fathul Baari bisyarah Shahih Bukhari&lt;/i&gt; menjelaskan makna yang pertama Nabi saw tidak mau dari memuliakan tamunya menjawab salam dalam keadaan tidak wudhu itu tidak sopan untuk Nabi saw.Kenapa? Tidak ada air di depannya baru bertayammum dan barulah menjawab salam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits yang baru saja kita baca tadi &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Ana ma’a ‘abdi haitsu maa dzakaranii wa taharrakat bii syafataah&lt;/i&gt;” &lt;i&gt;Aku bersama hamba- hambaKu ketika ia   mengingat-Ku dan bergetar bibirnya menyebut Nama-Ku.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Mengingat Allah itu bukan hanya dengan hati. Ternyata kita dengar haditsnya &lt;b&gt;“..&lt;i&gt;wa taharrakat bii   syafataah&lt;/i&gt;”&lt;i&gt; bergetar bibirnya menyebut Nama-Ku.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Ternyata Allah masih menghargai bibir yang menyebut Nama-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh sebab itu, inilah indahnya dzikir. Zaman sekarang orang bicara rindu dengan teman wajar, rindu dengan kekasih pantas, rindu dengan anak pantas, tapi kalau rindu dengan Allah koq sepertinya aneh? &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Wamaa khalaqtuljinna wal insa illa liya’budun&lt;/i&gt;” &lt;i&gt;Tidak kuciptakan   jin dan manusia terkecuali untuk menyembah kepada-Ku (QS. Adz-Dzaariyat : 56).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Allah tidak butuh penghambaan kita. Inilah kenapa Allah mencipta seluruh manusia keturunan Adam as. Kita bertanya, aku ini orang yang amam terhadap cinta kepada Allah? Lalu bagaimana dengan cinta Allah ini? Sepertinya kalau harus jujur aku lebih cinta yang lain daripada Allah, aku lebih peduli pada yang lain daripada Allah, malah jangan – jangan di antara kita lebih sibuk memikirkan sandalnya jangan sampai hilang saat sujud kepada Allah. Allah Swt berfirman, &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Laa   yukallifullahu nafsan illa wus a’ha, laha maa kasabat wa a’laiha maktasabat&lt;/i&gt;” (QS. Al Baqarah : 286). B&lt;/b&gt;agaimana dengan kesalahan – kesalahan ini Rabbiy?  Ini ucapan coba kita renungkan! Tapi ternyata yang mengajari adalah Allah. &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Rabbana wala tahmil a’alaina ishran kama   hamaltahu a’lalladziina min qablina&lt;/i&gt;” &lt;i&gt;Orang sebelum kami itu dahsyat, perintahnya berat, segala – galanya berat, jangan Kau bebankan kami seperti mereka (QS. Al Baqarah : 286).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Indahnya kalimat ini &lt;b&gt;“&lt;i&gt;warhamna&lt;/i&gt;” &lt;i&gt;sayangilah kami.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;“..&lt;i&gt;fanshurna a’lalqaumil kaafiriin&lt;/i&gt;”   &lt;i&gt;tolonglah kami dari orang – orang yang jauh dan musuh – musuh Islam (QS. Al Baqarah : 286).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Inilah doa. Allah senang kepada hamba-Nya yang berbuat baik. Ini ada dua riwayat di dalam Shahih Bukhari. Riwayat yang pertama yang melakukannya adalah pria, riwayat yang kedua yang melakukannya wanita. Tentunya kedua – duanya barangkali terjadi karena dua – duanya ada dalam Shahih Bukhari. Pernah seorang pria melakukan dan pernah seorang wanita yang melakukannya. Sampai anjing itu menjilat tanah dari hausnya. Ada sumur, anjing tidak bisa masuk ke dalam sumur. Maka ia mengambilkan air untuk anjing itu dan berkata “ini untukmu”. Anjing itu minum dengan puasnya. Anjing tidak bisa berterima kasih, siapa yang berterima kasih padanya? Tidak ada. &lt;b&gt;“&lt;i&gt;Fasyakarallahu lahu faghafara lahu&lt;/i&gt;” &lt;i&gt;Allah berterima kasih kepada hamba itu, Allah   ampuni dosanya.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Allah yang berterima kasih. Kebaikan pada seekor anjing, hanya memberi minum seekor hewan najis, Kau berterima kasih untuknya. Alangkah indahnya Allah, alangkah agungnya Allah, alangkah mulianya Allah, alangkah bersalah dan ruginya jiwa yang tidak mencintai Allah, alangkah indahnya Nama Allah, alangkah mulianya keagungan Allah, alangkah berharganya orang yang ingin mendekat kepada Allah, alangkah berharganya pengampunan yang ditawarkan kepada para pendosa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka kita bermunajat kepada Allah Swt, semoga Allah Swt menghapus seluruh dosa – dosa kita. Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari &lt;b&gt;“orang -  orang yang berkumpul di majelis dzikir..”&lt;/b&gt; Allah memerintahkan malaikat khusus untuk mencari majelis – majelis dzikir, diturunkan ke bumi masing – masing malaikat punya tugas. Mau apa? Duduk, saksikan, hadir dan banyaknya mereka itu sampai ke langit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu ketika hadir, selesai mereka dari kehadirannya. Maka Allah Swt bertanya kepada malaikat, &lt;b&gt;“Apa yang mereka perbuat?” M&lt;/b&gt;alaikat menjawab, &lt;b&gt;“Mereka berdzikir pada-Mu wahai Allah”&lt;/b&gt;. Allah bertanya,   &lt;b&gt;“Mereka berdzikir menyebut Nama-Ku, berdzikir pada-Ku, apakah mereka melihat-Ku?”&lt;/b&gt; Malaikat berkata, &lt;b&gt;“Tidak ya Allah, mereka tidak melihat-Mu”&lt;/b&gt;. Betapa indah jiwa yang berdzikir kepada Allah, padahal mereka tidak melihat Allah. Allah tanya malaikat, &lt;b&gt;“Lalu bagaimana kalau mereka melihat Aku saat mereka berdzikir?”&lt;/b&gt; Malaikat menjawab, &lt;b&gt;“Wahai Allah kalau sampai mereka itu melihat-Mu saat berdzikir, mereka tidak akan berdiri dari tempat dzikirnya dan terus berdzikir dan semakin khusyu’ dzikirnya”&lt;/b&gt;. Allah bertanya, &lt;b&gt;“Lalu apa yang mereka   inginkan?”&lt;/b&gt; Malaikat menjawab, &lt;b&gt;“Mereka berkata mereka menginginkan surga wahai Allah”.&lt;/b&gt; Allah tanya, &lt;b&gt;“Apakah mereka sudah melihat surga?”&lt;/b&gt; Malaikat menjawab, &lt;b&gt;“Belum wahai Allah”&lt;/b&gt;. Allah bertanya, &lt;b&gt;“Bagaimana jika mereka melihat surga?”&lt;/b&gt; Malaikat menjawab, &lt;b&gt; “Pasti ingin lebih meminta   lagi wahai Allah”&lt;/b&gt;. Allah bertanya, &lt;b&gt;“Lalu apa yang mereka takutkan?” M&lt;/b&gt;alaikat menjawab, &lt;b&gt;“Api neraka wahai Allah”&lt;/b&gt;. Allah bertanya, &lt;b&gt;“Api   neraka, apakah mereka sudah melihat neraka?”&lt;/b&gt; Malaikat menjawab, &lt;b&gt;“Belum wahai Allah”&lt;/b&gt;. Allah bertanya, &lt;b&gt;“Bagaimana kalau mereka melihat   neraka?” M&lt;/b&gt;alaikat menjawab, &lt;b&gt;“Wahai Allah mereka akan sangat ketakutan sekali, kalau sampai melihat api neraka”&lt;/b&gt;. Maka Allah berkata, &lt;b&gt;“Saksikan   malaikat-Ku, Aku sudah menghapus seluruh dosa mereka”&lt;/b&gt;. Malaikat berkata, &lt;b&gt;“Wahai Allah ada di antara mereka itu yang hadirnya tidak ikhlas, punya hajat dengan temannya dan kebetulan numpang duduk di situ, bagaimana dengan keadaannya, tidak pantas mendapatkan pengampunan”&lt;/b&gt;. Allah menjawab, &lt;b&gt;“Mereka itu   adalah orang – orang yang barangsiapa duduk bersama mereka, Allah tidak akan menghinakannya”&lt;/b&gt;. Duduk bersama orang berdizikir dimuliakan oleh Allah Swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita bermunajat kepada Allah Swt, semoga Allah Swt melimpahkan Rahmat dan Keluhuran kepada kita, kepada bangsa kita, kepada muslimin – muslimat. &lt;i&gt;Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;i&gt;Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam..&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-5108952605463987190?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/5108952605463987190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/menyebut-nama-nya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/5108952605463987190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/5108952605463987190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/menyebut-nama-nya.html' title='Menyebut Nama-Nya'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-3238692618937675533</id><published>2009-07-08T20:11:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T20:15:04.163-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ali haji'/><title type='text'>Antara Pedang dan Pena</title><content type='html'>"Segala pekerjaan pedang itu boleh dibuat dengan kalam.&lt;br /&gt;Adapun pekerjaan kalam itu tiada boleh dibuat dengan pedang.&lt;br /&gt;Maka itulah ibarat yang terlebih nyatanya.&lt;br /&gt;Beberapa ribu dan laksa pedang yang sudah terhunus,&lt;br /&gt;dengan segores kalam jadi tersarung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Raja Ali Haji, &lt;i&gt;Bustan al-Katibin&lt;/i&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-3238692618937675533?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/3238692618937675533/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/antara-pedang-dan-pena.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/3238692618937675533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/3238692618937675533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/antara-pedang-dan-pena.html' title='Antara Pedang dan Pena'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-5917899120974867564</id><published>2009-07-06T18:06:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T18:16:54.052-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bangsa'/><title type='text'>Memilih Pemimpin Bangsa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beruntunglah kita, memiliki calon-calon presiden dan wakil presiden yang hebat. Semuanya berpengalaman memimpin. Semuanya memikirkan rakyat. Semuanya dekat dengan umat Islam. Semuanya melindungi kaum minoritas. Semuanya ingin mensejahterakan kita. Semuanya adalah tokoh-tokoh Indonesia tulen.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau pun ada issu macam-macam, itu hanyalah dinamika kampanye. Sering kali tim sukses masing-masing calon memang lebih bersemangat katimbang calon-calonnya sendiri. Tak ubahnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;supporter&lt;/span&gt; sepak bola yang terlalu bersemangat mendukung kesebelasannya , seringkali tim sukses dan pendukung capres/cawapres lupa bahwa semua calon itu bersaudara. Sama-sama warga Indonesia yang ingin kebaikan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  Calon-calon itu, semuanya, adalah tokoh-tokoh Indonesia yang merasa didorong oleh keinginan memimpin rakyat menuju Indonesia yang adil dan makmur sebagaimana cita-cita Kemerdekaan kita. Dalam hal itu mereka melakukan ijtihad-ijtihad politik yang tentu saja –namanya orang banyak—berbeda antara yang satu dengan lainnya. Masing-masing memiliki cara untuk mencapai keinginan luhur itu. Termasuk dan terutama bagaimana cara merayu pemilih. Bahkan ijtihad yang sekarang tidak sama dengan ijtihad tahun 2004. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alhukmu yaduuru ma’al illah, &lt;/span&gt;dalilnya; Hukum berputar sesuai alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jangan heran, kalau dalam pilpres 2009 sekarang ini, pasangan-pasangan dan pendukung-pendukungnya tidak sama dengan dalam pilpres 2004 dulu. Dulu SBY bersama JK berpasangan, diusung koalisi Partai Demokrat dengan beberapa partai lainnya. Golkar waktu itu mencalonkan Wiranto dan Gus Solah di putaran pertama; di putaran kedua mendukung pasangan Mega-Hasyim yang diusung PDIP. Sekarang JK maju sendiri, dicalonkan Golkar berpasangan dengan Wiranto yang dulu menjadi saingannya. Mega yang dulu berpasangan dengan Hasyim yang ketua NU, kini berpasangan dengan Prabowo yang juga kader Golkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendukung-pendukung para calon pun, meski ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;istiqamah&lt;/span&gt;’ dalam hal dukung mendukung, namun berdasarkan ijtihad paling baru, pilihan mereka berubah pula. Mungkin hanya orang-orang yang suka mengatasnamakan NU yang benar-benar ‘&lt;span style="font-style: italic;"&gt;istiqamah&lt;/span&gt;’ dan ‘konsisten’ menggunakan NU untuk mengampanyekan calon pilihan yang mereka dukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang –tidak terkecuali capres/cawapres-- pasti mempunyai kelebihan dan sekaligus kekurangan. Mereka yang mendukung salah satu capres/cawapres, pasti hanya akan melihat dan menonjolkan kelebihan-kelebihannya saja. Bila mereka terlalu bersemangat, bahkan mungkin akan mereka-reka kelebihan yang sejatinya tidak dimiliki oleh calonnya itu. Ini wajar dan tidak masalah. Mungkin akan menjadi masalah apabila mereka tidak mencukupkan diri dengan itu, tapi juga sambil mencari dan menonjolkan kekurangan-kekurangan calon lain. Apalagi bila sengaja direka-reka kekurangan yang sejatinya tidak dimiliki oleh calon lain itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, menjelang pilpres tahun 2004 ada seorang pendukung salah satu capres/cawapres yang marah ketika mendengar saya mengatakan bahwa karena semua calon adalah putera-putera Indonesia yang baik, saya jadi mudah untuk menentukan pilihan. Bahkan dengan merem, menutup mata, saja, saya akan bisa memilih pemimpin Indonesia. Saya tidak tahu persis mengapa si pendukung tersebut marah. Bukankah saya tidak menjelekkan atau merendahkan calon yang ia dukung, bahkan memuji dan mengangkatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi lantaran terlampau semangat, si pendukung itu jengkel mendengar orang bicara soal pilpres kok tidak secara jelas menyebut capres/cawapres yang ia dukung. Mungkin juga dia berpikir, karena banyak kiai yang mendukung capres/cawapres yang ia dukung, kenapa saya –yang katanya juga kiai—kok tidak ikut mendukung. Kenyataan yang menarik: belakangan saya dengar, di pilpres 2009 ini, si pendukung tersebut menyatakan akan golput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Waba’du&lt;/span&gt;; kita semua sudah menyaksikan kampanye semua calon dan mendengarkan program-program serta janji-janji mereka bila mereka menang. Bahkan sebelum itu, kita sudah mengenal masing-masing mereka. Karena mereka semua adalah tokoh-tokoh nasional yang tidak asing lagi. Maka kita bisa menjadikan semua itu sebagai panduan untuk memilih pada saatnya nanti. Maksud saya pengetahuan dan pengenalan kita terhadap masing-masing calon itulah yang menurut saya patut dijadikan panduan untuk memilih. Dengan demikian dan dengan niat ibadah, mengupayakan kemaslahatan Indonesia (bukan golongan), kita akan menentukan pilihan hati kita masing-masing. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bismillah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah menganugerahkan kepada kita pemimpin yang benar-benar takut kepada Allah dan menyintai rakyatnya. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-5917899120974867564?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/5917899120974867564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/memilih-pemimpin-bangsa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/5917899120974867564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/5917899120974867564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/memilih-pemimpin-bangsa.html' title='Memilih Pemimpin Bangsa'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-7154244725869172132</id><published>2009-07-05T18:31:00.000-07:00</published><updated>2009-07-05T18:41:55.624-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dengar'/><title type='text'>Kapan Bicara Kapan Mendengar</title><content type='html'>&lt;span class="blocktext"&gt;&lt;p&gt;Allah SWT menciptakan dua telinga dan satu mulut. Artinya, kita harus lebih banyak mendengar daripada banyak bicara. Mendengar harus dua kali lebih banyak, agar ucapan kita jadi lebih bermakna. Semoga Allah Yang Maha Mendengar menggolongkan kita sebagai orang-orang yang merasa didengar oleh-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Merasa didengar oleh Allah adalah keutamaan yang akan menghalangi dari maksiat lisan. Kata-kata sering menjadi dosa karena tidak merasa didengar oleh Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;As-Sami'&lt;/span&gt; adalah salah satu asma Allah yang berarti mendengar. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;As-Sami'&lt;/span&gt; terambil dari kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sami'a&lt;/span&gt; yang artinya mendengar. Menangkap suara atau bunyi-bunyi dapat diartikan pula mengindahkan atau mengabulkan. Jadi, Allah Maha Mendengar segala suara walaupun semut hitam yang merangkak di batu hitam di tengah belantara yang kelam. Logikanya jelas, bagaimana Allah tidak mendengar sedangkan Ia adalah pencipta semut, yang dengan izin-Nya ia merangkak di kegelapan malam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah pasti mendengar apapun yang disuarakan oleh makhluk-makhluk-Nya, dalam bisikan yang paling halus sekalipun, dan dalam hiruk pikuk kegaduhan. Allah pun Maha Mendengar orang yang hatinya selalu berzikir, walau di tempat tersembunyi atau di pangkalan pesawat terbang yang sangat bising. Hikmah apa yang bisa didapatkan dari sifat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;As-Sami'&lt;/span&gt; ini? Hikmahnya, harus berhati-hati dalam menjaga lisan. Jangan bicara kecuali benar dan bermanfaat, karena setiap patah kata akan didengar oleh Allah dan harus dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Karena itu, harus selalu berpikir dan menimbang sebelum bicara. Bertanyalah selalu, pantaskah saya bicara seperti ini? Benarkah perkataan ini kalau saya ucapkan? Karena ada perkataan yang benar tapi tidak tepat situasi dan kondisinya. Islam mengistilahkan kebenaran dalam perkataan sebagai &lt;em&gt;qaulan sadiida&lt;/em&gt;. Apa syaratnya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt; harus benar. Benar di sini mengandung arti bahwa perkataan yang diucapkan harus sesuai dengan realitas yang terjadi, tidak menambah-nambah ataupun mengurangkan. Abu Mas'ud ra berkata: bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Biasakanlah berkata benar, karena benar itu menuntun kepada kebaikan dan kebaikan itu menuntun ke surga. Hendaklah seseorang itu selalu berkata benar dan berusaha supaya tetap benar, sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;as-siddiq&lt;/span&gt; (amat benar) (HR. Bukhari Muslim). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, setiap kata itu ada tempat yang tepat dan setiap tempat itu ada kata yang tepat. Di sini tepat, tapi di tempat lain belum tentu tepat. Dengan orang tua tepat, tapi dengan anak belum tentu tepat. Dengan guru tepat, tapi dengan murid belum tentu tepat. Jadi dalam berbicara itu tidak cukup benar saja, tapi harus pandai pula membaca situasi dan objek yang diajak bicara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, harus bisa mengukur apakah kata-kata kita itu melukai atau tidak, karena sensitifitas tiap orang itu berbeda-beda. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terakhir&lt;/span&gt;, pastikan perkataan itu bermanfaat. Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam; barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya; barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya" (HR. Bukhari Muslim). Hikmah kedua adalah harus belajar mendengarkan. Mendengar belum tentu mendengarkan. Mendengar hanya sekadar menyerap suara lewat telinga. Sedang mendengarkan tidak sekadar menyerap suara, tapi juga menyimak dan mengolah apa-apa yang didengar. Karena itu, dengan mendengarkan akan faham, dan dengan faham bisa berubah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada orang yang mendengar tapi konsentrasinya pecah, itu pun tidak bisa dikatakan mendengarkan. Mendengarkan erat kaitannya dengan keterampilan untuk fokus. Cahaya matahari yang difokuskan dengan suryakanta bisa membakar kertas dan bahan lainnya. Kalau konsentrasi, maka informasi dan ilmu akan fokus, hingga semangat akan menyala. Kalau semangat sudah menyala, tidak akan ada yang bisa menghalangi untuk sukses. Karenanya, dalam mendengar informasi harus fokus dan tuntas, jangan setengah-setengah. Dari itu, harus belajar belajar mendengarkan, menyimak, dan memfokuskan diri untuk memahami. Dengan pemahaman yang benar insya Allah bisa bertindak benar dan proporsional. Dari asma Allah ini, bisa disimpulkan bahwa harus lebih banyak mendengar daripada banyak bicara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar harus dua kali lebih banyak, supaya sekali berkata maknanya bisa lebih besar. Karena itulah Allah SWT menciptakan dua telinga dan satu mulut. Hisap informasi sebanyak mungkin, lalu olah, dan keluarkan dengan kata-kata yang sarat makna. Banyak bicara akan banyak mengeluarkan kata-kata, hingga peluang tergelincir akan semakin besar. Bila ini terjadi maka peluang untuk celaka jadi semakin besar. Benarlah apa yang disabdakan Rasulullah SAW, "Barang siapa banyak bicara, niscaya banyak kesalahannya; barang siapa banyak kesalahannya, niscaya akan banyak dosanya; dan barang siapa banyak dosanya, maka neraka menjadi lebih utama baginya" (HR. Abu Nu'aim). Semoga Allah menuntun menjadi orang bijak, yang banyak mendengar sedikit bicara. &lt;em&gt;Wallahu a'lam bish-shawab&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-7154244725869172132?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/7154244725869172132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/kapan-bicara-kapan-mendengar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/7154244725869172132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/7154244725869172132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/kapan-bicara-kapan-mendengar.html' title='Kapan Bicara Kapan Mendengar'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-520986171582429183</id><published>2009-07-02T19:05:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T19:45:37.769-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhammad'/><title type='text'>Nabi Muhammad saw</title><content type='html'>&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt;  قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:&lt;br /&gt;لَا يَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ                                                            (صحيح البخاري&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sabda Rasulullah saw, “Selalu ada kelompok dari ummatku yang terus muncul dengan kebenaran, hingga mereka menghadap Allah mereka akan terus ada dan terlihat jelas” (Shahih Bukhari).&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;Terbit keindahan Allah dalam setiap waktu dan zaman, terbit kelembutan Allah dalam setiap waktu dan zaman, terbit kewibawaan Allah dalam segala waktu dan kejadian. Setiap nafas mereka merupakan lambang Kasih Sayang Ilahi, yang setiap detak jantung memanggil setiap hamba untuk mengenal Allah, yang memberinya kehidupan, yang menggetarkan jantungnya lebih dari 100.000X setiap harinya untuk mendukung seluruh gerakan dan kehidupan.  &lt;p&gt;Lisan yang kita pakai untuk berucap bukan pula kita yang menciptanya tapi Anugerah Ilahi. Sang Pemilik Kebahagiaan di dunia dan akhirat, Dialah Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hanya Dialah (Allah) Yang Maha Ada dan selainnya adalah fana. Allah ada sebelum segala – galanya ada dan Allah Yang Maha Tunggal tetap ada ketika segala – galanya sirna. Tidak sama dengan semua makhluk dan tidak ada yang menyerupaiNya. &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alaa bidzikrillah tathma’innulquluub&lt;/span&gt;” dengan mengingat Allah akan tenanglah hati (QS. Ar-Rad: 28). &lt;/b&gt;Maha Tunggal untuk dicintai, Maha Tunggal untuk dirindukan, Maha Tunggal untuk dimuliakan, Maha Tunggal untuk disembah, Maha Tunggal untuk diharapkan, Dialah (Allah). &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahusshamad&lt;/span&gt;” Allah adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan (QS. Al Ikhlas: 2). &lt;/b&gt;Al Imam Ath-thabari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alaihi rahmatullah&lt;/span&gt; menjelaskan bahwa makna&lt;b&gt; “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ashshamad&lt;/span&gt;” &lt;/b&gt;adalah yang tidak makan dan minum dan tidak menyerupai makhluk. Dari kecil ke besar, dari tua ke muda dan lain sebagainya. Al Imam Ibn Katsir menjelaskan di dalam tafsirnya menukil salah satu makna dari kalimat &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ashshamad&lt;/span&gt;”&lt;/b&gt; adalah &lt;b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nurun yatala’ala’ &lt;/span&gt;cahaya yang berpijar.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cahaya yang kita kenal hanyalah cahaya yang dikenal oleh mata dalam penerang dan penglihatan. Tentunya maksud cahaya yang berpijar ini adalah cahaya kebahagiaan, cahaya keindahan, cahaya ketenangan yang menerangi kehidupan hamba – hambaNya dan itu jauh lebih agung dari makna cahaya yang kita kenal. Mengampuni banyak kesalahan dan dosa dan mengangkat derajat seluhur- luhurnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lam yalid wa lam yuulad; Walam yakullahu kufuwan ahad&lt;/span&gt;” Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan; Dan tidak ada satupun yang menyerupai Allah (QS. Al Ikhlas: 3-4). &lt;/b&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, ketika salah seorang sahabat mengadukan tentang seseorang yang selalu membaca Surah Al Ikhlas. Ketika ditanyakan kepadanya, ia berkata &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Li annahaa sifaturrahman&lt;/span&gt;” karena Al Ikhlas ini sifatnya Allah Yang Maha Pengasih, aku senang membacanya, mendalami &lt;/b&gt;maknanya, membuatnya semakin rindu kepada Allah, yang memang Maha Tunggal dan tiada makhluk lain mempunyai sifat Maha Tunggal melebihi Rabbul Alamin Yang Maha Tunggal. Aku asyik membacanya. Maka Rasul Saw berkata&lt;b&gt; “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;akhbiruuh innallah yuhibbuh&lt;/span&gt;”  kabarkan padanya bahwa Allah mencintainya.&lt;/b&gt; Karena ia suka menyebut Nama Allah Yang Maha Tunggal, karena ia senang menyebut Nama Allah, melafadzkan sifat – sifat Allah, mengulang – ulangnya karena rindu kepada Allah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Subhanallah!! Darimana ia mengenal kemuliaan Surah Al Ikhlas? Semakin kita menggali dari rahasia kemuliaan tuntunan Sang Nabi saw, maka semakin dekat gerbang cinta Allah kepada kita.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, Allah Swt berfirman didalam hadits qudsiy, ketika salah seorang hamba berbuat dosa lantas ia beristighfar dan bertaubat kepada Allah. Allah Swt berfirman, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fa’alima abdiy anna lahu Rabban yaghfiruudzzunuuba wa ya’khudz bih, ghafartu li ‘abdiy&lt;/span&gt;” hamba-Ku, ia tahu setelah ia berbuat dosa, ia menyesal pada-Ku." &lt;/b&gt;Kita mengenal Kasih Sayang-Nya muncul setiap saat dan kejap. Namun ketika kita mengkhianati Allah dengan dosa dan kesalahan maka ketika sang pengkhianat ini beristighfar memohon pengampunan-Nya, Sang Maha Baik menjawab &lt;b&gt;“hamba-Ku tahu ada Tuhan yang selalu mengampuninya, ia mengenal Kasih Sayang-Ku, Ku-maafkan hamba-Ku”.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bukankah Allah Swt yang memberikan semua anugerah ini kepada yang taat pada-Nya dan pada yang tidak taat pada-Nya. Cinta yang terus dikecewakan oleh sang hamba, setiap waktu dan saat mereka terus mengetuk pintu kemarahan Allah. Oleh sebab itu Sang Nabi saw, diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, beliau saw bertaubat lebih dari 100X setiap harinya. Karena ingin mencapai derajat orang – orang yang bertaubat padahal beliau saw memiliki derajat tertinggi. Kalau Rasul yang tidak pernah berbuat dosa saja ingin selalu bertaubat. Semoga kita diberi sifat yang selalu ingin bertaubat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Innallaha yuhibbuttawwaabiin wa yuhibbul muthathahhiriin&lt;/span&gt;” Allah mencintai orang – orang yang suka bertaubat. &lt;/b&gt;Dengan kita taubat dan mengadukan dosa – dosa yang belum mampu kita tinggalkan seraya meminta kepada Allah diberi kekuatan agar terhindar dari dosa – dosa itu, ia sudah mencapai kemuliaan taubat. Jika setelah itu ia kembali terjebak dalam dosa maka layaknya ia tidak bosan – bosa bertaubat bukan sebaliknya bosan bertaubat, tidak bosan – bosa bermaksiat. Sampaikan derajatmu kepada derajat yang selalu bertaubat dan bosan bermaksiat. Satu tetes, dua tetes cahaya taubat hingga menjadi samudera taubat dan Allah membuka pintu Cinta-Nya kepadamu dan kau melewati kebahagiaan dunia dan akhirat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sampailah kita kepada hadits mulia ini, Hadits riwayat shahih bukhari&lt;b&gt;: Tiada henti – hentinya sekelompok dari umatku itu akan tetap ada dan akan tetap terlihat sampai mereka menjumpai Allah di hari kiamat, mereka tetap terlihat dengan jelasnya.&lt;/b&gt; Al Imam Ibn Hajar al Asqalani di dalam kitabnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fathul Baari bisyarh Shahih Bukhari&lt;/span&gt; mensyarahkan makna hadits ini bahwa ada sekelompok dari umat Muhammad Saw, walaupun umat ini semakin bergeser menuju kerusakannya, menuju kehancuran dan semakin buruk. &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wa hum dhaahiruun&lt;/span&gt;” mereka itu ada dan selalu terlihat muncul dan mereka itu tidak tersembunyi, selalu ada. &lt;/b&gt;Maka setiap gerakan – gerakan pembenahan umat, demi bangkitnya dakwah Sang Nabi saw adalah bentuk daripada isyarat yang disampaikan oleh Sang Nabi saw dan kita berharap majelis ini merupakan salah satu sari kabar yang disampaikan oleh Nabi Saw. Dari mulai masa Sang Nabi saw, para pembela Rasul saw, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shabatul kiram&lt;/span&gt; sampai pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tabi’in, tabiut tabi’in, ashlafunnaashalihin&lt;/span&gt; sampai kepada kita sampai kepada keturunan kita, selalu dijaga Allah dalam rahasia kemuliaan para pendukung Muhammad Rasulullah Saw.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagian ulama mengatakan haram dan sebagian mengatakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;makruh syiddatulkaraahah&lt;/span&gt; (sangat makruh dan dibenci) membawa lafadz Allah ke dalam toilet atau mendudukinya atau menginjaknya. Tulisan selian huruf arab tidak diakui sebagai huruf dalam hukum syari’ah, maka tidak terkena hukum dari lafadz tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seorang yang bernama Nuaiman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;radiyallahu anhum&lt;/span&gt; yang selalu dihukum dan dihukum Karena tidak lepas - lepasnya minum arak. Ketika ia dilaknat oleh salah seorang sahabat, Rasul saw berkata &lt;b&gt;“jangan kau laknat ia karena demi Allah aku menyaksikan demi Allah ia mencintai Allah dan Rasul-Nya”.&lt;/b&gt; Rasul saw mengakui cinta orang itu, walaupun ia seorang pemabuk. Tentunya ia sudah dihukum dan mendapatkan hukuman karena ia mabuk. Hukuman tidak dibebaskan, hukuman tetap dijalankan tapi cintanya kepada Allah dan Rasul tetap diakui oleh Nabi Saw. Jadi yang dimaksud, bukan seorang pemabuk itu bisa saja ia cinta Allah dan Rasul, cintanya akan tetap diterima Allah dan Rasul-Nya, ia diterima oleh Allah dan Rasul saw. Tapi hukumannya ada? Kalau tidak hukumannya di dunia, hukumannya di alam kubur, kalau tidak di alam kubur di barzah, tidak di barzah maka di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yaumal qiyamah&lt;/span&gt;. Namun cintanya tetap diakui dari bentuk akhlak Sayyidina Muhammad Saw.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dihimbau muslimin – muslimat untuk tidak terlalu terguncang dengan apa – apa yang terjadi di negeri kita. Tetaplah berjalan dalam kedamaian dan jangan terpancing dalam permusuhan dan perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rabbiy&lt;/span&gt;, ampuni kami dari seluruh dosa, singkirkan kami dari segala kesalahan. Hari ini kami bermunajat memanggil Nama-Mu Wahai Yang Maha Menerangi jiwa dengan keluhuran, Wahai Yang Maha Menerangi hari –hari dengan kebahagiaan, Wahai Yang Sellau terang – benderang menerangi alam semesta dengan kedermawanan, dengan keindahan dan kemuliaan, dengan pengampunan dan kelembutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Faquuluuu jamii'an&lt;/span&gt; (ucapkanlah bersama sama)&lt;/u&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita lanjutkan doa bersama dalam qasidah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya Rahman Ya Rahim Farij A’lal Muslimin&lt;/span&gt; yang Guru Mulia kita selalu menyarankan kita sejak kemarin dan beliau menyarankan lagi kita terus mendoakan muslimin dan juga dalam doa ini doa untuk munculnya pemimpin yang baik bagi negeri kita. Semoga yang muncul pemimpin yang baik, membawa kedamaian, mencintai para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shalihin&lt;/span&gt; dan menindas kedhaliman serta membela kelemahan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-520986171582429183?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/520986171582429183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/nabi-muhammad-saw.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/520986171582429183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/520986171582429183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/nabi-muhammad-saw.html' title='Nabi Muhammad saw'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-6241709742805051851</id><published>2009-07-01T19:15:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T19:19:17.803-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='negeri'/><title type='text'>Kaum Beragama Negeri Ini</title><content type='html'>&lt;img style="width: 80px; margin-right: 10px; height: 63px;" src="http://www.gusmus.net/fileuser/Image/lautan%20jilbab.jpg" alt="" width="91" align="left" height="120" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb, lihatlah betapa kaum beragama negeri ini&lt;br /&gt;mereka tak mau kalah dengan kaum beragama lain&lt;br /&gt;di negeri-negeri lain, demi mendapatkan ridha Mu&lt;br /&gt;mereka rela mengorbankan saudara-saudara mereka&lt;br /&gt;untuk berebut tempat terdekat di sisi Mu&lt;br /&gt;mereka bahkan tega menyodok dan menikam&lt;br /&gt;hamba-hamba Mu sendiri&lt;br /&gt;demi memperoleh rahmat Mu&lt;br /&gt;mereka memaafkan kesalahan&lt;br /&gt;dan mendiamkan kemungkaran&lt;br /&gt;bahkan mendukung kelaliman&lt;br /&gt;untuk membuktikan keluhuran budi mereka&lt;br /&gt;terhadap setanpun mereka tak pernah berburuk sangka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb, lihatlah betapa baik kaum beragama negeri ini&lt;br /&gt;mereka terus membuatkan Mu rumah-rumah mewah&lt;br /&gt;di antara gedung-gedung kota&lt;br /&gt;hingga tengah-tengah sawah&lt;br /&gt;dengan kubah-kubah megah dan menara-menara menjulang&lt;br /&gt;untuk meneriakkan nama Mu&lt;br /&gt;menambah segan hamba-hamba kecil Mu&lt;br /&gt;yang ingin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sowan&lt;/span&gt; kepada Mu&lt;br /&gt;nama Mu mereka nyanyikan dalam acara hiburan&lt;br /&gt;hingga pesta agung kenegaraan&lt;br /&gt;mereka merasa begitu dekat dengan Mu&lt;br /&gt;hingga masing-masing merasa berhak mewakili Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang memiliki kelebihan harta membuktikan&lt;br /&gt;kedekatannya dengan harta yang Engkau berikan&lt;br /&gt;Yang memiliki kelebihan kekuasaan membuktikan&lt;br /&gt;kedekatannya dengan kekuasaan yang Engkau limpahkan&lt;br /&gt;Yang memiliki kelebihan ilmu membuktikan&lt;br /&gt;kedekatannya dengan ilmu yang Engkau karuniakan&lt;br /&gt;Mereka yang Engkau anugerahi kekuatan&lt;br /&gt;seringkali bahkan merasa diri Engkau sendiri&lt;br /&gt;Mereka bukan saja ikut menentukan ibadah&lt;br /&gt;tapi juga menetapkan siapa ke surga siapa ke neraka&lt;br /&gt;Mereka sakralkan pendapat mereka&lt;br /&gt;dan mereka akbarkan semua yang mereka lakukan&lt;br /&gt;Hingga takbir dan ikrar mereka&lt;br /&gt;yang kosong bagai perut bedug&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Allahu Akbar Walillahil Hamd&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-6241709742805051851?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/6241709742805051851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/kaum-beragama-negeri-ini.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/6241709742805051851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/6241709742805051851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/07/kaum-beragama-negeri-ini.html' title='Kaum Beragama Negeri Ini'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-4857073512642797211</id><published>2009-06-30T22:10:00.000-07:00</published><updated>2009-06-30T22:45:11.008-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cengeng'/><title type='text'>Umat Islam Jangan Cengeng</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Islam dengan penafsiran ala Nasrudin Hoja yang rileks tak jarang mengejutkan, namun banyak orang yang kemudian membenarkan sambil tersenyum-senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bangsa mempunyai pandangan, prinsip, dan kepercayaan yang berbeda. Misalnya masalah kebebasan. Sama-sama bebas tapi bentuknya pasti berbeda. Kebebasan ala Barat tidak ada batasannya dan mendekati anarkis. Kebebasan kita ada batasnya. Batasan kebebasan itu, bahwa kebebasan berhenti ketika melanggar kebebasan orang lain. Sementara kebebasan di Barat adalah bebas sebebas-bebasnya, karena mereka menganggap kebebasan itu adalah modal dasar demokrasi. Kebebasan itu diberhalakan sedemikian rupa, sehingga melecehkan pihak lain pun dianggap tidak apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Siapa yang sebaiknya mengatur kebebasan itu?&lt;/strong&gt; Siapapun yang mengatur, kalau tidak menjadi keyakinan, aturan itu akan sulit, dan tidak akan jalan. Kebebasan itu harus menjadi akidah bersama, prinsip bersama dan harus disepakati bersama. Itu sebelum menjadi peraturan. Kita sudah terlalu banyak peraturan. Sudah menumpuk. Tapi kalau tidak dijalankan buat apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan itu dipakai untuk orang banyak dan mengikat semua warga, jadi harus mendengarkan pendapat orang banyak. Jangan hanya orang Jakarta yang dimintai pendapatnya, tapi semua harus dilibatkan untuk membicarakan masalah ini. Itu yang pertama. Yang kedua, umat Islam sendiri harus memperkuat diri. Jangan cengeng dan menjadi reaktif terhadap sesuatu. Kalau ada apa-apa selalu bereaksi mengapa begini mengapa begitu. Pimpinan dan ulamanya harus membimbing dan mengarahkan umatnya sedemikian rupa. Janganlah kelemahan diri diapaki sebagai alasan menendang sesuatu yang tidak bisa dilawan dengan kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Bagaimana implementasi kebebasan yang beretika? &lt;/strong&gt;Kita harus yakin dengan milik kita sendiri, yaitu pedoman yang berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist. Masalahnya, keduanya tidak pernah kita buka. Biasanya yang terjadi, kita punya kepentingan atau kemauan, baru kita membuka pedoman. Padahal itu salah. Harusnya pedoman kita buka dulu, baru kepentingan kita mengikuti dari belakang. Jadi kepentingan itulah yang harus menyesuaikan. Jangan dibalik-balik. Apalagi kalau mencari-cari dalil untuk melegitimasi kepentingan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Kebebasan ala Barat masuk begitu mudahnya. Apa yang salah dengan masyarakat kita?&lt;/strong&gt; Karena kita lemah. Kelemahan itu yang membuat segala macam masuk ke rumah kita. Kalau kita kuat, orang pasti minta izin, paling tidak mengucapkan salam dulu. Orang seenaknya masuk ke rumah kita, karena memang kita lemah. Kuncinya adalah bagaimana kita memperkuat diri. Itu yang paling pokok. Bagaimanapun upayanya, kita tidak akan mampu memerangi pengaruh asing, kalau kita tidak kuat. Rasulullah sendiri bersabda bahwa seorang mukmin yang kuat, lebih baik dari seorang mukmin yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Apa saja kelemahan kita?&lt;/strong&gt; Banyak sekali kelemahan kita. Pemahaman tentang agama saja juga sangat lemah. Cobalah kita Tanya kepada ulama-ulama yang sering memberikan pengarahan. Pemahamannya pasti beda. Padahal untuk pemahaman agama Islam tidak cukup hanya bermodalkan semangat saja. Kalau pemahaman dan semangat tidak imbang justru akan merusak agama itu sendiri. Intinya, kita harus terus mempelajari agama itu sendiri. Intinya, kita harus terus mempelajari agama kita, jangan merasa pintar dengan agama kita, hanya karena orang lain menganggap kita pintar. Jangan-jangan orang menyanjung kita, memintar-mintarkan kita, justru agar kita tetap bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Bagaimana kita menghadapi media-media Barat yang juga mulai masuk?&lt;/strong&gt; Kita memang tidak mempunyai media yang cukup canggih untuk melawan mereka. Misalnya kita anggap saja media-media Barat itu atau yang terpengaruh dengan mereka adalah dakwah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ila syaiton&lt;/span&gt;, bukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ilallah&lt;/span&gt;. Tapi karena kemasan mereka lebih bagus, canggih, menarik, tetap saja yang akan laku adalah dakwah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ila syaiton&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus mempunyai orang yang mampu mengemas dakwah kita semenarik mungkin, agar mampu bersaing dengan mereka. Jangan lantas kita marah pada mereka. Itu cara yang tidak menarik dan tidak benar. Kita harus mampu bersaing dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Benarkah kita lemah karena adanya konspirasi? &lt;/strong&gt;Kelemahan kita yang lain, seringkali mengkambinghitamkan sesuatu. Kita selalu ada menuduh ada konspirasi ini itu, Yahudi, Barat tanpa bisa membuktikan. Sesungguhnya, bangsa manapun, komunitas apapun, selalu ada yang baik dan buruk. Di Amerika ada sekitar lima sampai delapan persen muslim, tapi kita selalu mengatakan Amerika brengsek, kafir dan sebagainya. Padahal itu berarti kita menzalimi umat Islam yang tinggal di sana. Di Israel juga ada kelompok yang selalu menentang pemerintahan yang zalim, yang menjadi oposan dan setuju dengan perjuangan Palestina. Tapi kita tak pernah memperhatikan dan menganggap mereka. Kita lebih suka menggeneralisir mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak masalah mau ada konspirasi dari mana pun, kalau kita kuat. Silahkan berkonspirasi dengan mana pun. Mengapa takut, bukankah kita di sini mayoritas? Tapi kenapa yang mayoritas justru yang berteriak-teriak cengeng? Lain soal kalau kita berada di Amerika atau Eropa tang notabene adalah minoritas. Sebagai minoritas, memang pantas kalau berteriak, karena dipepet atau ditekan. Tapi pantaskah sebagai mayoritas kita berteriak?  Seharusnya yang berteriak orang Kristen dan minoritas lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Bagaimana menyamakan pemahaman agar kita menjadi kuat? &lt;/strong&gt;Kata Nabi, orang akan tetap pandai selama dia terus belajar. Kalau mereka berhenti belajar, mulailah mereka bodoh. Seringkali begitu kita mempunyai pengetahuan, lalu yakin bahwa kita itu benar, lantas kita berhenti belajar dan menganggap orang salah. Kita tidak boleh berhenti belajar dan itu harus kita kampanyekan kepada seluruh umat Islam. Siapapun dia, seorang ulama, ustad atau apa pun harus tetap belajar, karena belajar itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;minal mahdi ila lahdi&lt;/span&gt;, berlangsung dari buaian hingga liang kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Sebagian umat Islam berhenti belajar? &lt;/strong&gt;Kalau orang mengatakan bahwa yang lain salah, brengsek dan hanya dirinya sendiri yang benar, itu berarti orang itu telah berhenti belajar. Ada yang belajar sampai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bab ghadhab&lt;/span&gt; (marah) sudah berhenti. Jadinya ya dia marah-marah saja bawaannya. Padahal masih banyak bab lain, seperti bab &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tawadlu&lt;/span&gt; (rendah hati), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tasaamuh &lt;/span&gt;(toleransi) yang harus dipelajari, sehingga semuanya menjadi satu kesatuan. Jadi jangan berhenti di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Kebanyakan kita bicara tidak berdasarakan definisi yang sama. Definisi cinta saya dengan anda mungkin berbeda. Bagi saya, cinta itu berkaitan dengan perasaan hati, maka cinta itu tidak ada kaitannya dengan hukum. Perasaan hati saya mencitai seseorang, misalnya, itu bukanlah merupakan suatu masalah. Tapi hal itu akan menjadi masalah bila saya menciumnya, memeluknya, sementara saya dan dia belum diikat dalam pernikahan yang sah. Maka di situ hukum baru bicara. Karena itu, dalam Islam, cinta yang benar itu cinta di dalam perkawinan. Bukannya bercinta-cintaan dulu lantas baru kawin sebentar. Seharusnya, cinta sebentar terus kawin selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Kenapa kita merasa terejek kalau dikatakan konservatif atau kurang modern? Apa sih modern itu? Kalau modern itu diidentikkan dengan mengikuti jaman, tentunya agama Islam adalah agama yang paling modern. Tapi karena kita kalah dalam kampanye, kalah dalam memasarkan ide-ide Islam, itu yang menyebabkan kita secara keseluruhan juga kalah. Kalau kita bisa dengan canggih memasarkan ide-ide atau prinsip kita, maka hal seperti itu tidak akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Adakah ajaran seperti Kamasutra dalam Islam? &lt;/strong&gt;Cobalah buka kitab-kitab kuning. Di situ juga secara detail disebutkan tentang etika berhubungan dengan istrinya dan sebagainya. Tapi materi kitab kuning itu diberikan kepada mereka yang memang mau menikah. Bahkan dalam hal ini, Al-Qur’an sudah sangat liberal. Misalnya disebutkan tentang istilah saling menyelimuti. Itu sebuah makna yang sangat luas dan bagus sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tentang ayat yang berbunyi, istri-istrimu adalah sawahmu. Perlakukan sawahmu dengan cara apapun, selama itu sawahmu sendiri. Bagaimana kita menggarap sawah kita, itu dibebaskan sama sekali. Lantas kenapa kita harus terbawa dan terpengaruh dengan orang lain? Ternyata kita belum membaca kitab kita sendiri. Sama seperti bangsa ini. Harusnya kalau kita mau mengimpor atau mendatangkan sesuatu, harus diteliti dulu apa yang kita tidak punya. Kita malahan impor sampah. Buat apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mau melihat suatu norma-norma, tatanan, etika pergaulan hidup, lihatlah punya kita dulu. Kita punya tidak? Karena kita tidak pernah membaca, kita anggap kita tidak punya. Mereka pun lantas masuk dengan gampangnya. Makannya saya selalu tekankan pentingnya terus belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Konsep percintaan ala Barat terbukti membikin kerusakan pada generasi mereka. Mereka pun saat ini sudah mulai mengevaluasi konsep-konsepnya. Gambarannya begini: biasanya masyarakat desa meniru masyarakat kecamatan, kecamatan meniru kota, kota meniru ibukota dan seterusnya. Mereka meniru apa saja, seperti model rambut, gelang, anting dan sebagainya. Analog dengan hal ini, Indonesia termasuk desa dibandingkan dengan Eropa dan Barat. Apa pun yang muncul di sana, kita selalu menganggapnya modern yang harus ditiru. Padahal saat kita sedang meniru, mereka sudah berubah, mungkin juga sadar bahwa mereka keliru. Jangan sampai mereka kecele, karena kita membebek terus padahal mereka sudah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Mereka menyadari bahwa Islam memberikan solusi yang tepat&lt;/strong&gt;. Kalau kita lihat catatan statistik tahun 1991, umat Islam di Amerika hanya sekitar 5,2 juta, sekarang diperkirakan sudah mencapai 8 juta. Di Prancis berkembang lebih pesat lagi. Dulu mereka menganggap bahwa khitan sebagai tindakan yang berbahaya. Kini mereka menyadari betul manfaat khitan, setelah sejarah membuktikan bahwa khitan bisa mencegah kanker kandungan. Begitu juga soal AIDS yang berhubungan dengan perilaku seksual yang bebas. Pada akhirnya akan ditunjukkan oleh Allah, bahwa semua pelanggaran terhadap apa yang diatur Sang Pencipta akan mengakibatkan hal yang buruk.    Padahal Allah menciptakan aturan itu untuk kepentingan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Bagaimana menciptakan keluarga yang mawadah wa rahmah (penuh cinta kasih)? &lt;/strong&gt;Rasulullah sudah mengajarkan bagaimana memilih pasangan hidup. Apakah didasarkan pada akhlaknya, agamanya, kecantikannya, hartanya, dan sebagainya. Itulah petunjuk yang dipakai dalam Islam. Tinggal terserah kita yang menjalaninya. Kalau pasangan itu sama-sama berahlak baik, agamanya baik, jadilah mereka keluarga sakinah. Orang yang memahami cinta dengan benar, di mana bisa menerima bahwa manusia bisa salah atau benar, maka cinta akan membawa kelangsungan pernikahan menjadi bahagia hingga di surga. Jadi manusia harus diterima apa adanya. Cinta juga harus ditumbuhkan setelah pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Cinta yang dicontohkan Rasul adalah cintanya manusia. Cintanya Rasul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;istiqomah&lt;/span&gt; (konsisten), tidak seperti cinta kita yang menggebu-gebu pada saat pertama saja. Rasul sangat mesra dengan istrinya, baik di masa pengantin baru maupun di masa tua perkawinannya. Hadist-hadist yang menceritakan rumah tangga Rasul sangat banyak. Beliau melimpahkan segala kemesraan dan kasih sayang kepada setiap istrinya. Beliau sering berkelakar, tapi kadang juga tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Rasul tidak pernah bersikap superior atas istri-istrinya. Celana yang kotor dicucinya sendiri. Terompah yang sobek dijahitnya sendiri. Beliau sangat mengalah pada istrinya, karena beliau tahu bagaimana peranan istri dalam rumah tangga. Sahabatnya, Umar, yang dikenal tegas juga sangat menghargainya. Ia menerima lapang dada segala kritik yang disampaikan istrinya. Bisakah kita sebagai laki-laki bersikap seperti itu? Bisakah kita meninggalkan sikap superior kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: normal;"&gt;Pandangan Barat tentang poligami Rasul sangat negatif, Bagaimana menyikapinya? &lt;/strong&gt;Biarkan saja, karena mereka sesungguhnya tidak tahu apa-apa tentang itu. Banyak yang berubah pikiran setelah membaca sejarah Rasul. Kalau mereka mau belajar, mereka akan tahu. Kenapa Nabi beristri banyak, siapa saja istrinya, adalah sejarah yang bisa dipelajari. Tapi harus tetap obyektif, akademis dan ilmiah. Kalau diawali dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;prejudiced&lt;/span&gt; (prasangka), maka tidak akan pernah ketemu pemahamannya. Apakah beliau pernah kawin selama Siti Khadijah masih hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Yang terbaik dari segala yang terbaik adalah mengikuti jejak Rasulullah. Kita harus memperkuat diri sebagai mukmin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;qowi&lt;/span&gt; (mukmin yang kuat), agar tidak menjadi cengeng, mudah mencari kambing hitam, mencari kesalahan orang lain. Marilah kita lebih menata diri, sehingga dituduh apa pun kita tidak takut. Kita juga jangan pernah berhenti belajar, karena begitu kita berhenti belajar kita mulai bodoh.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-4857073512642797211?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/4857073512642797211/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/umat-islam-jangan-cengeng.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4857073512642797211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4857073512642797211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/umat-islam-jangan-cengeng.html' title='Umat Islam Jangan Cengeng'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-8879040594097069612</id><published>2009-06-29T19:22:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T19:47:35.379-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia'/><title type='text'>Indonesia Mendewakan Dunia</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Berbagai kejadian yang menimpa bangsa Indonesia, serta terjadinya perubahan perilaku masyarakat di negeri ini dinilai telah cukup mengkhawatirkan. Kita bangsa Indonesia sudah terlalu mendewakan dunia, hingga menjadi seperti ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sangat dirisaukan kondisi Indonesia. Salah satunya, ketika saya tiba-tiba ditinggal sendiri saat berjumpa dengan orang di Timur Tengah. Tiba-tiba saja mereka menjauhi saya, karena tahu saya dari Indonesia. Ini membuat saya sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, dulu saya senang menjadi orang Indonesia. Dulu, ketika saya di Kairo, begitu mereka tahu saya dari Indonesia, mereka sangat respek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain tempat lain pula ceritanya. Saat saya berada di Damascus, saya benar-benar dibuat tak berkutik. Gara-garanya, peci khas Indonesia yang saya kenakan diperebutkan sejumlah orang. Orang-orang saling berebut meraih peci saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ternyata kejadian itu ibarat kenangan lama, yang entah bisa terulang atau tidak. Kebahagian itu rupanya lenyap beberapa tahun belakangan ini. Yang ada sekarang adalah syak wasangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tahu kita dari Indonesia, orang-orang menjadi ketakutan. Dulu kita dipandang sebagai bangsa yang ramah, sekarang justru dikenal sebagai bangsa yang sangar. Saya merasa prihatin sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman telah membuktikan. Saya masih ingat betul kejadian yang menimpanya saat berada di Bandara Yordania. Sebuah obrolan terjadi di antara saya, seorang dari Malaysia, Tunisia dan beberapa dari negara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ngobrol enak bener tapi ketika tahu saya dari Indonesia. Satu per satu mereka pergi dan saya ditinggal sendirian. Saya jadi bingung, apa muka saya sangar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang membuat saya miris. Betapa citra Indonesia kini jauh dari citra yang bersahaja, ramah dan santun. Harus ada upaya untuk mengembalikan citra itu.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-8879040594097069612?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/8879040594097069612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/indonesia-mendewakan-dunia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/8879040594097069612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/8879040594097069612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/indonesia-mendewakan-dunia.html' title='Indonesia Mendewakan Dunia'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-954984077180738583</id><published>2009-06-25T19:46:00.000-07:00</published><updated>2009-06-25T19:54:47.712-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='liangkungan'/><title type='text'>Sebuah Kearifan Lingkungan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Abu Yazid al-Busthami bersama temannya mencuci pakaian di tengah padang. Saat tiba waktu menjemur, sang teman berkata, “Gantung saja pakaian ini di tembok dengan memutar.” Mendengar usulan temannya, Abu Yazid kontan menjawab tidak setuju, ”Jangan menyelipkan baju di tembok orang.”&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karena tidak disetujui, sang teman memberikan pilihan lain, ”Kalau begitu, jemur saja di pohon.” Abu Yazid kembali mencegah,”Jangan, nanti rantingnya bisa patah.” Mendapat penolakan kedua kalinya, sang teman mulai heran, ”Apakah kita jemur di atas rumput?’ Lagi-lagi, Abu Yazid menunjukkan ketidaksenangannya, ”Jangan, rumput itu makanan binatang.” Sertamerta, Abu Yazid meletakkan pakaian yang masih basah itu di punggungnya. Begitu sisi pakaian kering, ia balik lagi untuk sisi lain hingga kering keseluruhan dan dipakainya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas, adalah sederma sikap yang begitu eman dan mencintai lingkungan. Semua yang ada di alam semesta adalah makhluk Allah yang harus dipiara dan dilindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kenapa kini dunia banyak dilanda bencana? Pemanasan global telah menjadi momok masyarakat dunia. Bencana-bencana alam seperti banjir bandang, longsor, kekeringan dan kebakaran hutan yang telah memusnahkan jutaan tumbuhan dan hewan-hewan yang tak ternilai harganya, serta erosi, polusi udara dan air, hanyalah beberapa contoh kecil. Secara simbolis, semua itu menunjukkan betapa alam telah marah kepada manusia atas perlakuan yang tidak bermoral atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan sekuler tentang alam memang telah menghasilkan kemajuan-kemajuan ilmiah dan teknologi yang cukup berarti bagi kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia. Di sisi lain, pandangan sekuler-moderen juga telah menciptakan berbagai masalah dalam hubungan manusia dengan alam. Manusia moderen menjadi semakin teralienasi dari alam, setelah mereka menciptakan jurang yang tak terjembatani antara keduanya, yakni manusia sebagai subjek dan alam sebagai objek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memandang alam semata-mata sebagai objek, nafsu manusia moderen telah mengeksploitasi alam secara kasar untuk memenuhi tuntutan nafsu mereka yang terus menerus meningkat dan tidak pernah ada puasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia telah menjadi bagian dari alam. Manusia menempati posisi yang sangat istimewa dalam keseluruhan tatanan alam semesta dan kosmik. Manusia dipandang sebagai tujuan akhir penciptaan dan juga sekaligus sebagai khalifah Allah di muka bumi. Karena alasan tersebut, maka manusia telah diberikan hak untuk mengelola alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, hak tersebut hanya sejauh atau berkat bentuk teomorfiknya dan bukan sebagai hak untuk memberontak melawan langit, sebagaimana pemberontakan yang dilakukan oleh manusia moderen terhadap Allah. Manusia adalah saluran berkah Allah bagi alam, yakni melalui partisipasinya yang aktif dalam dimensi spritual alam. Manusia adalah mulut di mana jasad alam bernafas dan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam tidak akan pernah menjadi semata objek-objek yang mati untuk mengabdi pada manusia. Alam adalah sebuah wujud hidup yang mampu mencinta dan dicinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika manusia moderen cenderung melihat alam hanya dari aspek fisiologis dan kuantitatifnya serta memandang bahwa alam harus dikontrol dan dikuasai demi semata-mata kepentingan manusia, maka Islam melihatnya sebagai simbol. Dari simbol-simbol alam itu dapat ditangkap isyarat mengenai realitas-realitas yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam adalah cermin universal yang memantulkan apa pun yang ada di dunia-dunia atas. Keberadaan alam menjadi sebuah panorama simbol yang luas yang berbicara kepada manusia dan memiliki makna baginya. Dalam konteks inilah, alam sebagai bayangan, yakni bayangan dari Allah Yang Mahatunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar Sirajuddin menyatakan bahwa tidak ada satu pun di alam yang lebih dari sekadar bayangan. Bahkan, jika ada sebuah dunia yang tidak memberi bayangan dari atas, dunia di bawahnya akan musnah seketika, karena tiap dunia dalam ciptaan ini tidak lebih dari sebuah jaringan bayang-bayang alias &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the tissue of the shadows&lt;/span&gt;. Seluruh tampilan dalam berbagi bayangan itu, secara keseluruhan tergantung pada arketip-arketip dunia di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para sufi, manusia tidak cukup berhenti pada ajaran teoritis, tapi juga harus bergerak pada peristiwa sejati jiwa. Ini berarti, bahwa seseorang harus menyeberangi seluruh teluk atau jurang yang memisahkan kepastian ilmu-ilmu teoritis dan kepastian dari pengetahuan gnostik yang terhayati dan terealisasi secara personal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari lubuk alam yang dalam, manusia harus berusaha mengatasi alam, dan alam sendiri yang berfungsi sebagai tangga. Keberadaan alam dapat bertindak sebagai penopang dalam proses ini. Dari dorongan untuk mentransenden alam dan juga untuk menyeberangi jurang antara pengetahuan teoretis dan pengetahuan diri yang terealisasi (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;self realized knowledge&lt;/span&gt;), ide tentang pengembaraan spiritual, muncul ke permukaan dalam begitu banyak karya mistik dan filosofis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keseluruhan karya para sufi sangat terbaca pemikiran yang mengungkapkan secara simbolis dan indah mengenai pelajaran mereka sendiri ke dunia spiritual. Semua ini, bukan berarti hanya sekadar cerita-cerita fiktif, tapi merupakan refleksi dari perjalanan spiritual mereka kepada realitas sejati, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al Haqq&lt;/span&gt;. Seperti halnya, dalam karya fiktif-naratif Ibnu Sina  yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Risalah al Thayr&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, bagi para sufi, tempat di mana kita hidup sekarang, hanyalah satu dari dunia lainnya. Ia bertindak sebagai tangga dan hanya melalui tangga itulah manusia bisa melakukan pendakian spiritual, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mi'raj&lt;/span&gt; untuk bisa menuju puncak wujud, yaitu Allah. Al-Quran menyatakan sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kita akan kembali.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-954984077180738583?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/954984077180738583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/sebuah-kearifan-lingkungan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/954984077180738583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/954984077180738583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/sebuah-kearifan-lingkungan.html' title='Sebuah Kearifan Lingkungan'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-5581724344380041406</id><published>2009-06-24T20:18:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T20:24:27.274-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jiwa'/><title type='text'>Lentera Jiwa</title><content type='html'>Lama sudah kumencari apa yang hendak kulakukan&lt;br /&gt;sgala titik kujelajahi tiada satupun kumengerti&lt;br /&gt;Tersesatkah aku di samudera hidupku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang kubaca terkadang tak mudah kucerna&lt;br /&gt;bunga-bunga dan rerumputan bilakah kau tahu jawabnya&lt;br /&gt;Inikah jalanku inikah takdirku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati&lt;br /&gt;yang slalu membunyikan cinta&lt;br /&gt;Kupercaya dan kuyakini murninya nurani menjadi penunjuk jalanku&lt;br /&gt;lentera jiwaku..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-5581724344380041406?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/5581724344380041406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/lentera-jiwa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/5581724344380041406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/5581724344380041406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/lentera-jiwa.html' title='Lentera Jiwa'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-4873935642449534687</id><published>2009-06-23T19:37:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T19:43:58.512-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sayang'/><title type='text'>Dengan Kasih Sayang</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Polemik dan kontroversi mengenai ketidaklulusan sejumlah siswa dalam Ujian Nasional seharusnya merupakan media introspeksi bagi kalangan dunia pendidikan, khususnya guru. Jika seorang guru hanya menjadi pengajar, maka yang diperoleh hanya itu-itu saja. Yakni, berangkat kerja jam 06.00 pulang jam 15.00 dengan gaji yang juga pas-pasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebaliknya, jika seorang guru benar-benar ikhlas dan memberikan kasih sayang yang penuh kepada para muridnya, pasti guru tersebut tidak pernah dilupakan oleh murid-muridnya. Inilah salah satu kelebihan yang tidak bisa dinilai dengan materi. "Saya tidak pernah lupa dengan guru SD saya seperti Bu Rumi dan Pak Anas, mereka benar-benar mampu memberikan sesuatu yang lebih kepada kami sebagai muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas mendidik bagi guru itu sebenarnya sama sekali tidak sulit. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dalang iku ora kurang lakon&lt;/span&gt;, begitu juga guru, tidak akan kehabisan materi untuk mendidik. Tapi yang sulit adalah menanamkan nilai-nilai moral dan kasih sayang yang tidak akan dilupakan oleh siswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para guru, agar tidak mengharapkan perhatian dari pemerintah. Sebab, jika hanya mengharapkan pemerintah, justru memakan hati. Semua orang sudah tahu, kalau pemerintah tidak adil terhadap guru, dan itu sudah berlangsung sejak lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengerti, para guru itu sudah tidak bisa lagi mengeluh, kering sudah air matanya, tak ada yang bisa dikeluhkan lagi.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-4873935642449534687?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/4873935642449534687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/dengan-kasih-sayang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4873935642449534687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4873935642449534687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/dengan-kasih-sayang.html' title='Dengan Kasih Sayang'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-9029354005893683271</id><published>2009-06-22T19:54:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T20:03:55.922-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ujian'/><title type='text'>Semoga Tak Ada Ujian Susulan</title><content type='html'>Musibah adalah ujian bagi orang-orang yang beriman dan sabar. Ibarat murid sekolah, cobaan itu adalah ujian kenaikan tingkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita berharap, tidak ada ujian susulan. Allah tidak akan mengazab hamba-Nya yang beriman, melainkan hanya mengujinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-9029354005893683271?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/9029354005893683271/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/semoga-tak-ada-ujian-susulan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/9029354005893683271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/9029354005893683271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/semoga-tak-ada-ujian-susulan.html' title='Semoga Tak Ada Ujian Susulan'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-642885859762950137</id><published>2009-06-21T20:14:00.000-07:00</published><updated>2009-06-21T20:28:38.502-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='leaders'/><title type='text'>The Young Leaders</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Dalam kisah kenabian Kanjeng Rasulullah SAW, di masa mudanya Rasululullah SAW telah menampakkan tanda-tanda kenabiannya sehingga pemuda Muhammad dikenal sebagai “Al Amin”, yang terpercaya. Masyarakat percaya akan ketulusan dan kejujuran pemuda Muhammad, sehingga Rasulullah mampu menyelesaikan konflik di antara suku Quraisy ketika di antara mereka saling berselisih tentang siapa yang berhak membawa batu hitam (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hajar aswad&lt;/span&gt;) untuk renovasi Ka’bah. Pemuda Muhammad menawarkan solusi cerdas yang mampu mengakomodasi semua pihak dengan mengusulkan agar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hajar aswad&lt;/span&gt; diletakkan pada sebuah bentangan kain dan para sesepuh suku Quraisy dipersilahkan memegang kain itu secara bersama-sama. Ketulusan dan kecerdasan Muhammad di masa mudanya telah menjadikan Muhammad sebagai “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the young leader&lt;/span&gt;”.&lt;/p&gt;Dalam sejarah berdirinya republik, peranan kaum muda menjadi penting dan tidak dapat diabaikan. Para tokoh pendiri republik masih sangat belia ketika memulai aktivitas pergerakannya. Mereka masih berusia 20-an tahun dan bahkan ada yang masih belasan tahun. Tan Malaka memimpin Partai Komunis Indonesia ketika masih berusia 21 tahun. Soekarno dan Hatta memimpin Partai Nasional Indonesia ketika masih usia 20-an tahun. Di dunia internasional kita mengenal John F. Kennedy, seorang muda usia 43 tahun yang mampu menduduki tahta kepresidenan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks kekinian di Indonesia, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the young leaders&lt;/span&gt;” banyak bermunculan di panggung politik, ekonomi dan sosial budaya. Iklim demokratisasi pasca Orde Baru telah menyebabkan terjadinya percepatan regenerasi kepemimpinan. Di ruangan parlemen telah duduk sejumlah generasi muda yang masih berusia 30-an tahun. Di dunia kewirausahaan, tampilnya kaum muda memimpin sebuah unit bisnis bukanlah hal yang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Patah tumbuh hilang berganti” demikian pepatah yang sering kita dengar. Waktu akan menjawab kerinduan masyarakat akan hadirnya para pemimpin muda yang membawa “angin perubahan” dan “air kebajikan” bagi segenap bangsa. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wallahu a’lam&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-642885859762950137?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/642885859762950137/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/young-leaders.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/642885859762950137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/642885859762950137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/young-leaders.html' title='The Young Leaders'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-8182192956796430993</id><published>2009-06-18T20:07:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T20:47:34.031-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Mohon Perlindungan Allah SWT</title><content type='html'>&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt; عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُ :&lt;br /&gt;إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوِّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ (صحيح البخاري&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;   &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Dari Ibn Abbas ra anhuma, bahwa Nabi saw berdoa mohon perlindungan Allah untuk cucu Beliau saw yaitu Hasan dan Husein, seraya bersabda, “Sungguh Ayahanda kalian (kakek moyang kalian yaitu Nabi Ibrahim as) meminta perlindungan Allah untuk Ismail dan Ishak (putra Nabi Ibrahim as yaitu Nabi Ibrahim dan Nabi Ishaq) dengan doa, "Aku berlindung demi kalimat Allah ke semuanya, dari segala syaitan, dan segala racun, dan dari segala penyakit penyakit akal dan kegilaan.” (Shahih Bukhari) &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Limpahan Puji Kehadirat Allah Jalla Wa Alla yang menghimpun dan mengizinkan kita kembali hadir bertamu kehadirat Keridhaan-Nya, kehadirat Kasih Sayang-Nya, kehamparan Kelembutan-Nya yang kehadiran kita dengan di malam hari ini membuka rahasia keabadian yang abadi dan kita tidak keluar dari majelis ini terkecuali telah dihapus seluruh dosa kita.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian kehadiran teragung, kehadiran bertamu kepada Allah Jalla Wa ‘Alaa di majelis dzikir, di masjid, di majelis ta’lim dan juga di tempat – tempat beribadah. Jadikan jiwa kita selalu bertamu ke hadirat Nya dan Kasih Sayang-Nya.&lt;br /&gt;Seindah – indah lintasan pemikiran, seindah – indah renungan, adalah renungan yang mengacu kepada keridhaan Allah, menginginkan Allah, mencintai Allah, merindukan Allah dan tentunya tanpa lupa mencintai Sang Nabi utusan Allah yaitu Sayyidina Muhammad Saw. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Manusia yang menjadi perantara Kasih Sayang Ilahi. &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wamaa arsalnaaka illa rahmatan lil a’lamin&lt;/span&gt;” Ku-utus engkau (wahai Muhammad) untuk membawa Kasih Sayang-Ku untuk sekalian alam. (QS. Al Anbiyaa : 107).&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maka kenal dan sampailah kita pada Kasih Sayang Ilahi, Cahaya yang melebihi segenap cahaya. Cahaya Allah jika telah menerangi sanubari maka tenanglah jiwa kita. Secara jasadnya ia dalam keadaan yang baik tetapi jiwanya dalam keadaan gundah maka semua yang dilihatnya baik menjadi buruk, dan semua yang buruk menjadi lebih buruk dan ia melihat keadaannya adalah seburuk – buruk keadaan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;img src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar%203.jpg" alt="Image" title="Image" width="170" align="left" border="0" height="113" hspace="6" /&gt;Inilah detik – detik penantian kita melewati siang dan malam dan kejadian kehidupan kita yang setelah itu kita akan menuju kehidupan yang kekal. Demikian kehendak Allah Swt.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sampailah kita pada hadits mulia ini, diriwayatkan oleh Sayyidina Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma bahwa dikatakan bahwa Rasul saw membacakan Sayyidina Hasan wa Husein (cucu beliau saw) putra Sayyidatuna Fatimah Azzahra dan Sayyidina Ali karramallahu wajhah wa radhiyallahu anhuma. Bacakan mulai ucapan &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Audzubikalimatillahittammati min kulli syaithan wa hammah wa minkulli a’inin lammah&lt;/span&gt;” &lt;/b&gt; demikian riwayat Shahih Bukhari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasul saw bersabda &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;inna abakuma yu’awwidzu biha&lt;/span&gt;..” sungguh ayah kalian berdua &lt;/b&gt;(ayah: kakek moyang kalian berdua yaitu Nabi Ibrahim as, wahai Hasan dan Husein) &lt;b&gt;meminta perlindungan kepada Allah untuk putranya yaitu Ishaq dan Ismail alaihimassalam. &lt;/b&gt;Lebih dari kakek, dari kakek, dari kakeknya.&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nabi Ibrahim itu membaca doa ini untuk meminta perlindungan kepada Allah untuk putranya yaitu Nabi Ismail dan Nabi Ishaq. Jadi hadits ini luas maknanya.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Yang pertama, doa ini boleh dibacakan untuk anak kita yang baru lahir atau yang sudah bertahun – tahun usianya pun bisa. Kenapa? &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Audzubikalimatillahittammah&lt;/span&gt;….” Aku berlindung demi kalimat – kalimat Allah kesemuanya..&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Kalimat &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;/span&gt;” Dengan Nama Allah. &lt;/b&gt;Itu adalah satu butir dari Keagungan Allah Jalla Wa Alla. &lt;b&gt;Arrahim&lt;/b&gt; adalah Kasih Sayang Allah khusus untuk orang yang beriman yaitu dunia dan akhirat.&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Sang Nabi bersabda, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Audzubikalimatillahittammah&lt;/span&gt; ..” Aku berlindung kepada Allah demi seluruh kalimat – kalimat Allah, (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alqur’anulkarim&lt;/span&gt;).&lt;/b&gt; Selanjutnya &lt;b&gt;“…&lt;span style="font-style: italic;"&gt;min kulli syaithan wa hammah&lt;/span&gt;..” dari segala syaitan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;img src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar%204.jpg" alt="Image" title="Image" width="170" align="left" border="0" height="113" hspace="6" /&gt;“…&lt;span style="font-style: italic;"&gt;min kulli syaithan wa hammatin..”. “Hammatin&lt;/span&gt;”&lt;/b&gt; Al Imam Ibn Hajar didalam Fathul Baari bisyarh Shahih Bukhari menjelaskan maknanya adalah semua racun, segala racun, apakah itu racun yang membunuh atau racun yang tidak membunuh. Barangkali ia tidak tahu, ini masih kecil makan sesuatu yang meracuni dirinya atau diracun orang lain maka ia terjaga dari racun. &lt;b&gt;&lt;/b&gt;Yang mengucapkan kepada bayinya atau anaknya maka ia telah mengucapkan kalimat yang telah melindungi Sayyidina Hasan wa Husein radiyallahu anhuma hingga dalam keridhaan Illahi sehingga keduanya menjadi 2 pemuda pemimpin ahli surga. Terjaga dari penyakit akal, terjaga dari segala godaan syaitan, terjaga daripada segala hal yang munkar.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kemudian dari keturunan Nabi Ismail, muncullah Sayyidina Muhammad Saw, Sayyidatuna Fatimah Azzahra (putri Nabi Muhammad Saw) dan keturunannya Sayyidina Hasan wa Husein, dan selanjutnya dari para Habaib dan Akramin. Maka kita membaca kalimat ini sering – sering bukan dari kalimat haditsnya (saja) tapi dari kalimat &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Audzubikalimatillahittammati min kulli syaithan wa hammah wa minkulli a’inin lammah&lt;/span&gt;”.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demikian indahnya tuntunan Nabi kita Rasulullah Saw, manusia yang paling sempurna hingga tuntunan beliau. Ucapan itu tetap ada karena diajari oleh Yang Maha Ada. Kalimat ribuan tahun yang lalu, Rasulullah Saw diberi tahu oleh Allah &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;inna abakuma yu’awwidzu biha Ismail wa Ishaq&lt;/span&gt;..” ayah nenek moyang kalian dahulu (Nabi Ibrahim) membacakan doa ini untuk Nabi Ismail dan Nabi Ishaq. &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maka muncullah kota Makkah dari keberkahan Nabiyullah Ibrahim dan Nabi Ismail dan kesabaran istrinya Nabiyullah Ibrahim alaihis salam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tentunya di masa Nabi saw, Rasul saw ketika naik ke atas gunung Uhud sebagaimana diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Rasul saw ketika naik ke atas Gunung Uhud seraya berkata, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hadza jabalun yuhibbuna wa nuhibbuh&lt;/span&gt;” gunung ini mencintai kita, (mencintai aku) dan kita mencintai gunung ini.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Beliau saw merasakan cintanya gunung itu kepada beliau saw seraya berkata&lt;b&gt; “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;inna hadza jabalun yuhibbuna wa nuhibbuh&lt;/span&gt;” dan kita juga menjawab cintanya dan aku mencintainya pula,&lt;/b&gt; kata Rasul saw. Akan tetapi kalian tidak memahami tasbih mereka. &lt;b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Walaakin laa tafqahuuna tasbiihahum&lt;/span&gt;” kalian tidak memahami tasbih dan dzikir mereka. QS. Al Israa’ : 44. &lt;/b&gt;Tinggal jiwa kita yang sepi dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dzikirullah&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hingga Rasul saw berkata,&lt;b&gt; “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hadza uhud jabalun yuhibbuna wa nuhibbuh, allahumma inna Ibrahima harrama makkah wa ana uharrimu maa bayna laabatayhaa.&lt;/span&gt;” Wahai Allah, Nabi Ibrahim sudah menjadikan kota Makkah sebagai kota haram (kota suci), maka aku menjadikan pula dan meminta kepada-Mu agar Kau jadikan Madinah ini kota suci. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Inniy uharrimu maa bayna labatayhaa&lt;/span&gt;”  (yaitu) ini di antara dua bukit ini, kata Rasul, yaitu &lt;/b&gt;(yang di antara dua bukit) &lt;b&gt;Madinah Al Munawwarah adalah kota suci. &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sehingga dalam riwayat lainnya, Rasul saw bersabda,&lt;b&gt; “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahumma habbib ilaynal Madinah kahubbina Makkah awa asyadd&lt;/span&gt;.” Wahai Allah jadikan kami mencintai kota Madinah dan jadikan kami mencintainya seperti kami mencintai Makkah atau lebih dari mencintai kota Makkah.&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di sini terdapat ikhtilaf para ulama, mana kota yang lebih mulia? Sebagian mengatakan Madinah lebih mulia karena Nabi Ibrahim as adalah dibawah panji kepemimpinan Sayyidina Muhammad Saw. Tentunya lebih tinggi derajat Sayyidina Muhammad Saw. Namun pendapat yang mengatakan kota Makkah lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;afdhal&lt;/span&gt; karena kota Makkah juga tanah kelahiran Sayyidina Muhammad Saw. Masjid Al Aqsa dan Baitul Maqdis dan kota Makkah sudah menjadi kota suci sebelum Sang Nabi saw lahir.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;img src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar%202.jpg" alt="Image" title="Image" width="170" align="left" border="0" height="113" hspace="6" /&gt;Oleh sebab itulah, rahasia kemuliaan tuntunan Ilahi sampai kepada hamba – hambaNya melalui tuntunan Sang Nabi saw dan setelah wafatnya Sang Nabi saw, rahasia kemuliaan, keberkahan dan kesejahteraan dan kebahagiaan terwariskan kepada para Muhajirin dan Anshar dan diteruskan dari zaman ke zaman. Sebagaimana diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, ketika para sahabat keluar berdakwah ke satu wilayah dan di wilayah itu ada satu suku (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;musyrikin&lt;/span&gt;) yang mana kepala sukunya sedang sakit maka mereka berkata, &lt;b&gt;“Kalian ini bisa tidak mengobati kepala suku kami, barangkali bisa mengobati?” P&lt;/b&gt;ara sahabat yang memang ingin mengenalkan Islam saling pandang satu sama lain. Akhirnya mereka membacakan surah Al Fatihah di air. Dari sinilah banyak riwayat Shahih Bukhari lainnya bahwa Rasul saw memperbolehkan mengobati dengan air yang didoakan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demikian terbukti Rasul saw melakukannya dan para sahabat melakukannya bahkan memberikannya kepada yang non muslim. Tapi selain dari itu, kita mengenal Nabi kita Muhammad Saw baik terhadap musuh dan yang di luar Islam bahkan para sahabat mengobati kepala suku itu, membacakan di air surah Al Fatihah lalu diberikan kepada orang itu dan diminumkan kepada kepala sukunya dan langsung sembuh. Para Sahabat diberilah hadiah berupa seekor kambing, maka dibawa kepada Rasul saw. Maka ketika ditanyakan kepada Rasul, Rasul tersenyum gembira dan berkata&lt;b&gt;, “Boleh sembelih dan berikan aku sebagian darinya”.&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demikian indah dan agungnya keberkahan dari bibir orang yang beriman membacakan surah Al Fatihah di air bisa menyembuhkan bahkan kepada yang diluar Islam. Air itu berubah dan bereaksi dengan getaran jiwa orang yang dihadapannya. Air yang di hadapannya dicaci – maki, diperdengarkan ucapan – ucapan emosi maka dilihat dalam skala tertentu pada mikroskop maka akan terlihat bahwa air itu berubah menjadi buruk bentuknya. Prof. Masaru Emoto dari Jepang berkata, jika diucapkan dari ucapan orang yang baik, ucapan yang polos, ucapan terima kasih, pujian, ia (prof tsb) tidak mengenal Islam hingga ia tidak berkata hanya doa saja ucapan yang baik. Maka air itu jika dilihat dengan skala tertentu berubah bentuknya menjadi indah. Lebih – lebih lagi kalimat Allah Yang Maha Agung dan Maha Tinggi, Maha Suci Allah Swt yang telah memuliakan kita untuk hadir di majelis agung ini di dalam rahasia kemuliaan Allah Yang Maha Tinggi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, ketika dua orang sahabat yang saling percaya karena Allah, kita berbicara seputar Keagungan Allah dari mulai kalimat – kalimat doa yang menyelamatkan anak – anak kita barangkali bisa dibaca juga untuk kita tentunya boleh. Ini seringlah diulang – ulang untuk diri kita, untuk anak kita dan untuk keturunan kita.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lantas kita berbicara tentang keagungan surah Al Fatihah dan keagungannya dibacakan kepada orang yang sakit, lalu kita berbicara tentang air yang bereaksi tapi tentunya bukan hanya air tapi alam semesta ini bereaksi dengan getaran jiwa. Karena jiwa yang beriman, jiwa yang suci dengan Nama Allah merubah keadaan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketika dua sahabat bertemu dan berkata,&lt;b&gt; “Aku ingin pinjam uang padamu sebesar 1000 dinar.” M&lt;/b&gt;aka sahabatnya punya uang dan berkata, &lt;b&gt;“Iya, aku setuju”.&lt;/b&gt; Jaminannya apa? &lt;b&gt;“Jaminannya Allah”. &lt;/b&gt;Maka orang yang punya uang juga orang yang cinta kepada Allah, maka ia berkata&lt;b&gt;, “Ya sudah jaminannya Allah, tapi saksinya siapa?”&lt;/b&gt; Temannya berkata &lt;b&gt;“Saksinya Allah.”&lt;/b&gt; Jadi dengan saksi, jangan tanpa saksi ia berkata,&lt;b&gt; “Saksinya Allah”.&lt;/b&gt; Sekarang batin ini orang yang sangat cinta kepada Allah ini berkata, &lt;b&gt;“Saksi manusia saja saya terima apalagi saksinya Allah.”&lt;/b&gt; Maka ia pun memberikan uang 1000 dinar. &lt;b&gt;“Kapan mau dikembalikan?”&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;“Tanggal anu, hari anu.”&lt;/b&gt; Lalu ia memberikan 1000 dinar. Sampai waktu yang sudah mulai ditentukan. Temanku tadi pergi menyeberangi laut, ia datang hampir tepat waktunya berdiri di pinggir laut, sepertinya tidak ada kapal yang merapat. &lt;b&gt;“Ia belum datang”.&lt;/b&gt; Dalam hatinya ia berkata, &lt;b&gt;“Wahai Allah salahkah aku percaya engkau sebagai penjamin dan salahkah aku wahai Allah jika aku percaya engkau sebagai saksi?”&lt;/b&gt; Temannya di sana rupanya sudah siap pulang, namun di sana tidak bisa menyeberang karena tidak ada kapal yang menyeberang ke pulau itu.&lt;b&gt; “Wahai Allah salahkah aku sudah mengambil Engkau sebagai penjamin dan menjadikan Engkau sebagai saksi? Aku sudah berbuat seperti ini?”&lt;/b&gt; Maka ia pun memasukkan uangnya ke dalam kayu kemudian menutupnya dan mengikatnya serta menuliskan surat di dalamnya yang kemudian menghanyutkannya ke air. &lt;b&gt;“Wahai Allah yang sudah kuambil saksi dan sebagai jaminan, kuberikan dan kutitipkan kepada-Mu”. &lt;/b&gt;Maka orang itu menunggu, sudah harinya, tanggalnya, tidak ada sesuatu (kapal atau perahu) yang datang. Kapal (tak ada) apalagi manusia, namun ia melihat sepotong kayu yang menarik perhatiannya. Ini kayu jangan – jangan dari potongan perahu, barangkali ada yang kecelakaan. Ia mengambil kayu itu ternyata terikat, dibuka ikatannya, surat dari temannya (dan uang berisi 1000 dinar) bahwa aku sudah jadikan Allah sebagai penjamin dan saksi. Entah Allah menyampaikannya atau tidak, aku pasrahkan kepada Allah tepat pada waktunya. Demikian jiwa yang bertawakal kepada Yang Maha Mengatur segala keadaan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tentunya barangkali (sebagian dari) kita belum mampu mencapai derajat seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;img src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar%205.jpg" alt="Image" title="Image" width="170" align="left" border="0" height="113" hspace="6" /&gt;Oleh sebab itu kita lihat kejadian tsunami yang belum lama, lalu di Situ Gintung, masjid tidak runtuh juga. Sudah terjadi di Aceh, terjadi lagi dan lagi di banyak wilayah, menunjukkan Allah ingin menyempaikan pesan kepada penduduk bumi bahwa permukaan bumi masih milik-Ku, kata Allah. Tsunami sebesar apapun, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;koq&lt;/span&gt; bisa air sedahsyat itu mengenali pagar – pagar masjid.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Demikianlah rahasia keagungan Ilahi.Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, ketika dua orang dari kaum wanita Anshar sedang meniup seruling dan di saat itu ada Rasul saw sedang menutup dirinya dengan selimut. Datang Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq, di situ ada istrinya Rasul saw yaitu Sayyidatuna Aisyah radiyallahu anha. Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq datang dan menghardik, &lt;b&gt;“Di tempat seperti ini, di rumahnya Rasulullah kalian buat keributan, sana jangan bikin keributan di sini ini tempatnya Rasulullah..!” &lt;/b&gt;Maka Rasul saw keluar dari dalam selimut dan berkata, &lt;b&gt;“Wahai Abu Bakar sudah diamkan saja, ini kan hari ied (hari raya)”.&lt;/b&gt; Padahal hari itu bukan hari raya tapi hari Mina, bukan hari idul adha bukan hari idul fitri. Maka menunjukkan ucapan Rasul saw&lt;b&gt; “ini hari raya”&lt;/b&gt; maksudnya hari Mina juga hari kegembiraan. Tapi dilihat apakah mengganggu wilayah sekitar atau tidak. Kalau seandainya masyarakat tidak suka dan mengganggu masyarakat maka jangan dilakukan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh sebab itu yang saya sampaikan himbauan pertanyaan tentang petasan di acara – acara maulid atau munasabah Islam, bagaimana hukumnya? Gembira atas hari kelahiran Sang Nabi saw adalah tentunya kelahiran beliau mengawali semua hari raya ada dalilnya, tapi dilihat kondisinya? Kalau terganggu jangan dipakai karena mengganggu orang, (maka akan) terkena dosa juga kita (dosa mengganggu orang lain). Bisa berubah dari mubah menjadi sunnah, atau berubah menjadi makruh atau berubah menjadi haram.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semoga Allah jadikan gerbang kebahagiaan kedamaian.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Wahai Allah Yang Maha Menjaga rahasia ribuan tahun, rahasia kebahagiaan Kau jaga dan Kau munculkan kembali, maka munculkan kebahagiaan di hari – hari kami, bagi bangsa kami dan negeri kami, bagi seluruh muslimin – muslimat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Faquuluuu jamii’an&lt;/span&gt; (ucapkanlah bersama sama)&lt;/u&gt; Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Faquuluuu jamii'an&lt;/span&gt; (ucapkanlah bersama sama) &lt;/u&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semoga terang – benderang jiwa kita dengan kebahagiaan, ketenangan, kemuliaan. Disabdakan Nabi kita Muhammad Saw, riwayat Shahih Muslim, &lt;b&gt;“Barangsiapa yang berdoa untuk saudara muslimnya maka Allah perintahkan malaikat untuk mengatakan amin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;walaka mitsluh&lt;/span&gt; (amin dan untukmu balasan sebagaimana doamu untuk saudaramu)”.&lt;/b&gt; Orang yang mendoakan muslimin – muslimat maka akan sampai kepadanya seluruh kemuliaan dari seluruh jamaah dari seluruh muslimin – musimat di Barat dan Timur yang hidup saat ini dan yang akan hidup kelak sampai kemuliaannya kepada kita.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-8182192956796430993?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/8182192956796430993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/mohon-perlindungan-allah-swt.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/8182192956796430993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/8182192956796430993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/mohon-perlindungan-allah-swt.html' title='Mohon Perlindungan Allah SWT'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-3231493333279549071</id><published>2009-06-17T19:52:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T20:24:50.462-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Allah'/><title type='text'>Kalau Allah Membenci Kita, Maka Kita Takkan Bisa Sujud kepada-Nya</title><content type='html'>&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt; كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَهَجَّدَ مِنْ اللَّيْلِ قَالَ اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;(صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Sabda Rasulullah saw :&lt;br /&gt;“Bahwa Nabi saw bila shalat Tahajjud di malam hari berdoa: Wahai Allah, bagi Mu Pujian, Engkaulah Cahaya segenap langit dan Bumi, Bagi Mu Pujian, Engkaulah Yang Menegakkan Langit dan Bumi, dan Bagi Mu Pujian, Engkaulah Yang Maha Mengasuh Segenap langit dan Bumi, dan yang di antara segenap Langit dan Bumi, ..” (Shahih Bukhari)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Rasulullah Saw, malam hari mengajarkan sekilas doa ketika beliau saw bermunajat di malam hari selepas shalat tahajjudnya.&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;p&gt;Limpahan puji ke hadirat Allah Maha Raja langit dan bumi, penguasa Tunggal dan Abadi. Limpahan puji kehadirat Allah Maha Raja alam semesta, yang menghamparkan angkasa raya dari tiada, yang menciptakan seluas – luasnya angkasa langit dan bumi dan menjadikannya bertasbih mengagungkan nama Allah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dijelaskan oleh para ilmuwan bahwa ternyata planet yang ada di alam ini bukan hanya matahari, bulan dan bintang tetapi bumi adalah satu bagian dari Galaksi Bimasakti. Bumi adalah salah satu dari 200 milyar planet lainnya. Ternyata, bukan hanya Galaksi Bimasakti yang ada di langit, ada galaksi atau kelompok bintang – bintang yang dekat dengan galaksi kita yaitu Galaksi Andromeda.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Galaksi Andromeda mempunyai lebar rentangnya dari rumpun demikian milyar planet yang ada padanya dan lebarnya mencapai 220.000 tahun cahaya. Demikian luasnya milyaran planet yang ada di Galaksi Andromeda hingga lebarnya mencapai 220.000 tahun cahaya sedangkan kecepatan cahaya adalah 300.000 km/detik. Jarak antara bumi dengan Galaksi Andromeda adalah 2.000.000 tahun cahaya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maka bentuk andromeda yang dilihat saat malam adalah bentuk andromeda 2.000.000 tahun yang silam karena bentuk cahaya itu baru sampai ke bumi setelah 2.000.000 tahun dan ternyata galaksi bukan hanya Bimasakti dan Andromeda tetapi berjuta – juta galaksi telah ditemukan para ilmuwan kita dan itu baru di langit yang pertama. &lt;/p&gt;  &lt;img src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar18meie.jpg" alt="Image" title="Image" width="170" align="left" border="0" height="128" hspace="6" /&gt;&lt;p&gt;Dialah Allah Jalla Wa Alla Yang Maha Menciptakan angkasa raya dengan segala cahaya-Nya. Dari semua yang dicipta oleh Allah, makhluk – makhluk yang sedemikian trilyun – trilyun planet yang ada di alam ini di langit pertama dan makhluk yang paling mulia adalah Sayyidina Muhammad Saw. Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, ketika beliau saw menembus langit pertama, berkatalah malaikat &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;marhaban bihi wa ni’mal majii’u Jaa’a&lt;/span&gt;..” selamat datang untuknya semulia – mulia yang datang telah datang.&lt;/b&gt; Inilah semulia – mulia makhluk yang melewati langit pertama mencapai langit kedua, ketiga hingga langit ketujuh sampai ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sidratul Muntaha&lt;/span&gt;. Kalau seandainya cahaya membutuhkan waktu 2.000.000 tahun mencapai galaksi satu dengan lainnya tapi cahaya doa dan munajat dalam sekejap menembus ke tujuh langit sampai ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hadratullah Jalla Wa Alla&lt;/span&gt;. Kecepatan cahaya belum menembus langit pertama masih di langit pertama butuh waktu jutaan tahun antar galaksi, itu kecepatan cahaya &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sang Nabi saw di dalam munajatnya berdoa, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahumma lakal hamdu anta nurussamawati wal ard wa lakal hamdu anta qayyimussamawati wal ard wa lakal hamdu anta rabbussamawati wal ard wa man fiihinna&lt;/span&gt;.”&lt;/b&gt; Wahai Allah bagi-Mu pujian – pujian dan Engkau-lah yang menerangi segenap langit dan bumi, Wahai Allah bagi-Mu pujian – pujian, Kau-lah yang membangun dan menegakkan segenap langit dan bumi, Wahai Allah bagi-Mu pujian, Kau-lah yang mengasuh dan memelihara seluruh langit dan bumi, Dialah (Allah Swt) yang menerangi alam semesta, menerangi angkasa raya, menciptakan cahaya dan menjadikannya dan membangunnya dari tiada dan memeliharanya sampai hari kiamat kelak.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dialah Maha Raja langit dan bumi Yang Maha Berkuasa. Sang Pemilik samudera langit dan bumi adalah Allah Jalla Wa Alla dan perkumpulan mulia seperti ini dimuliakan oleh Sang Maha Raja alam semesta.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sang Pemilik kekuasaan termulia, Sang Pemilik Kekuatan dan Maha Mengubah kejadian yang menjadi pegangan Para Nabi dan Rasul dan para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shalihin&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mukminin&lt;/span&gt;. Sebagaimana kalimat yang diucapkan oleh Nabiyullah Ibrahim alaihis salam ketika akan dinyalakan api Namrudz maka berkatalah Ibrahim alahis salam, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hasbiyallahu wani’mal wakiil&lt;/span&gt;.” Cukup bagiku Allah, Dialah semulia dan sebaik – baik tempat untuk mewakilkan segala permasalahan. Ketika kalimat &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hasbiyallahu wani’mal wakiil&lt;/span&gt;” cukup bagiku Allah,&lt;/b&gt; dan semulia – mulia tempat bertawakkal. Maka Allah perintahkan api, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kuuniy bardan wa salaaman ala Ibrahim&lt;/span&gt;.” Wahai api jadilah kau sejuk dan membawa keselamatan bagi Ibrahim as.&lt;i&gt; (QS. Al Anbiya 69).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Maka api itu menjadi sejuk, karena apa? Karena kekuatan Illahiyyah muncul dari jiwa dan turun dari Cahaya Allah Swt menundukkan seluruh kekuatan di bumi. Kan belum pernah ada api yang sejuk kecuali apinya Nabiyullah Ibrahim alaihissalam. Demikian Jalallahu Tuhanku dan Tuhan kalian, yang mencintaiku dan mencintai kalian dan bukti cinta-Nya adalah kehadiran kita di malam ini salah satu bukti cinta-Nya Allah kepada kita.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seorang muslim memahami, dia adalah salah seorang yang dicintai Allah. Kalau Allah benci kepada kita maka kita tidak akan bisa sujud kepada Allah, tidak akan bisa menyebut Nama Allah kalau Allah sudah benci kepada hamba-Nya, bagaimana hamba itu bisa menggerakkan bibirnya menyebut Nama Allah. Jawablah cintanya Allah.&lt;/p&gt;Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Sayyidatuna Sarah alaiha salam (istri Nabiyullah Ibrahim as). Ketika Nabiyullah Ibrahim alaihis salam diperintahkan oleh Allah untuk menguji istrinya (Sayyidatuna Sarah) untuk ditinggalkan di satu negeri yang dhalim. Negeri yang tidak ada muslimnya, negeri yang dikuasai penguasa dan raja yang jahat. &lt;b&gt;“Tinggal istrimu di sana!”&lt;/b&gt; Nabi Ibrahim berkata, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sami’na wa athana ala amri Rabbiy&lt;/span&gt;.” Aku dengar dan aku taat perintah Tuhanku. “Wahai istriku Sarah, aku diperintahkan untuk meninggalkanmu di sini sendiri”.&lt;/b&gt; Kenapa? Karena Allah ingin agar iman istrinya ini tidak bergantung selalu kepada sang suami tetapi bertawakkal selalu kepada Allah. Maka istrinya berkata, &lt;b&gt;“Wahai Ibrahim, aku di sini sendiri? Ini negeri orang dhalim..! Rajanya adalah raja yang dhalim..!”&lt;/b&gt; Maka Nabi Ibrahim berkata, &lt;b&gt;“Inilah perintah Allah.” M&lt;/b&gt;aka Ibrahim meninggalkan istrinya.&lt;br /&gt;Tidak lama sang raja melihat Sayyidatuna Sarah, seorang wanita berparas indah maka ia menginginkannya untuk di bawa ke istana. &lt;b&gt;“Bawa ke istanaku!”. Maka di&lt;/b&gt;bawa oleh pasukan. Tentunya Sayyidatuna Sarah seorang wanita yang lemah, tidak bisa membela diri maka ia dibawa kehadapan raja itu.  &lt;p&gt;Tentunya sudah diketahui olehnya niat buruknya seorang raja dhalim tersebut, yang jika ditolak keinginannya berarti mengorbankan nyawa, bagaimana kalau ia wafat sedangkan suaminya Nabiyullah Ibrahim alaihissalam belum kembali. Lantas apa yang diperbuat Sayyidatuna Sarah? Seraya berwudhu ia berdoa, &lt;b&gt;“Wahai Allah jika betul – betul Kau yakini dan Kau ketahui aku beriman kepada-Mu wahai Rabb maka jangan Kau jadikan kekuasaan pada raja dhalim itu, kalau imanku ini benar Kau akui sebagai orang yang Islam, tidak menduakan-Mu dan mengakui Nabi Ibrahim adalah utusan-Mu maka jangan Kau jadikan raja itu menguasai aku”.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka ketika ia jumpa dengan raja itu, tiba – tiba raja itu melihat Sayyidatuna Sarah seraya bergetar lututnya dan raja itu roboh tanpa tahu kenapa. Karena ditundukkan oleh kekuatan Allah Swt. Raja itu berkata, &lt;b&gt;“Keluarkan wanita ini, bebaskan..bebaskan!!”&lt;/b&gt; Ketika aku berhadapan dengannya, aku bagaikan berhadapan dengan singa yang akan menghancurkanku. Seakan – akan ada belasan ekor singa yang menjaganya, keluarkan ia dari hadapanku, aku tidak mampu lagi berhadapan dengannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang raja dhalim tunduk. Sedangkan seorang wanita lemah, ia mempunyai kekuatan Illahi. Mana pasukanmu? Mana kekuatanmu? Semua tunduk dengan kekuatan Rabbul Alamin. Penguasa langit dan bumi, Dialah Allah Swt.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Allah berfirman, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sari’u ilaa maghfiratin min rabbikum wa jannatin ardhuhaassamawati wal ard&lt;/span&gt;.” Bersegeralah kalian menuju pengampunan dari Tuhan kalian, sampailah segera pada maaf-Nya, sampai dan raihlah segala Kasih Sayang-Nya dan surga yang luasnya melebihi segenap luas langit dan bumi (&lt;i&gt;QS. Ali Imran : 133).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;img src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar%201.jpg" alt="Image" title="Image" width="170" align="left" border="0" height="113" hspace="6" /&gt;&lt;p&gt;Demikian luasnya alam ini, demikian luasnya langit itu baru langit pertama dan itu baru sebatas pengetahuan manusia. Sepanjang mereka mempelajari ke sana ke mari belum ketemu ujungnya langit, ke atas, ke bawah, ke kiri atau ke kanan, mereka terus menemukan ruang yang terus semakin jauh dan itulah keluasan Allah di langit pertama. Allah menawarkannya kepada kita, itulah lembah kebahagiaan dan lembah kenikmatan, itulah istana – istana keridhaan Illahi yang Allah bangun khusus untuk hamba – hambaNya pengikut Sayyidina Muhammad Saw.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;Rasul saw adalah makhluk yang paling sempurna, ajaran beliau adalah selembut – lembut tuntunan. Sebagaimana diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika seorang pemuda datang kepada Rasul saw mengadukan dosa – dosanya. Maka Rasul saw tidak menjawab, namun Allah yang menjawab, apa yang difirmankan oleh Allah, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Innal hasanaat yudzhibnassayyi’at&lt;/span&gt;.” Bahwa pahala – pahala itu menghapus dosa – dosa.&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bagi kita yang banyak dosa, maka perbanyaklah pahala. Lidahku banyak mencaci orang lain, bagaimana agar lidahku berhenti dari mencaci orang atau menggunjing orang? Perbanyak baca al Qur’anul Karim, obati bibirmu dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kalamullah Jalla Wa Alla&lt;/span&gt;, perbanyak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dzikrullah&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Aku banyak berbuat dosa dengan tanganku, maka perbanyaklah berbuat pahala dengan tanganmu. &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Innal hasanaat yudzhibnassayyi’at&lt;/span&gt;.” Sungguh pahala itu menghapus dosa – dosa. &lt;/b&gt;Demikian indahnya tuntunan Sayyidina Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;img src="http://majelisrasulullah.org/images/stories/almunawar18meib.jpg" alt="Image" title="Image" width="170" align="left" border="0" height="128" hspace="6" /&gt;&lt;p&gt;Sebagaimana diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, Rasul saw ketika melihat Nuaiman radiyallahu anhum. Ketika turun ayat pengharaman minum arak (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;khamr&lt;/span&gt;), maka mereka yang masih minum arak dihukum. Nuaiman minum arak, dihukum. Tidak berapa lama minum arak lagi, dihukum lagi, tidak berapa lama beberapa hari minum arak lagi sampai Sahabat berkata, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alaihi la’natullah&lt;/span&gt;.” Laknatnya Allah.&lt;/b&gt; Terus – terusan minum arak, terus – terusan mabuk – mabukkan. Rasul saw bersabda, &lt;b&gt;“Sungguh jangan kalian laknat Nuaiman karena aku tahu, demi Allah dia itu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya”. &lt;/b&gt;Seorang pemabuk, Rasul berkata, &lt;b&gt;“Demi Allah dia itu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya”. &lt;/b&gt;Kabar disampaikan kepada Nuaiman, &lt;b&gt;“Kau ini terus – terusan mabuk, tadi Rasulullah berkata bahwa sungguh demi Allah kau ini mencintai Allah dan Rasul”.&lt;/b&gt; Menangis Nuaiman radiyallahu anhum,&lt;b&gt; “Rasul berkata aku dicintai Allah dan Rasul? M&lt;/b&gt;aka aku bertaubat kepada Allah Swt." Demikian indahnya tuntunan Sayyidina Muhammad Saw. Ucapan satu kalimat menggetarkan jiwa yang tidak mau taubat – taubat dengan hukuman tapi runtuh dengan satu kalimat indah yang muncul dari jiwa terindah, yang muncul dari cahaya Allah Yang Maha Indah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berkata para sahabat, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kunna nasma’ tasbihuttha’am wa nahnu na’kul&lt;/span&gt;.” D&lt;/b&gt;emikian riwayat Shahih Bukhari. Demikian Allah jadikan keindahan pada Sang Nabi saw dan apa – apa yang di sekitar Sang Nabi saw.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagaimana diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari bahwa ketika di hari kiamat kelak, di saat itulah orang dalam kesulitan, setiap orang dituntut pertanggungjawaban atas setiap huruf yang pernah ia ucapkan, saat semua manusia ditanyakan atas setiap nafasnya, saat setiap debu yang diinjaknya bersaksi, di saat itu diangkatlah &lt;b&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; maqam mahmudah&lt;/span&gt; (derajat terpuji) &lt;/b&gt;untuk Nabiyyuna Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;Kita bermunajat kepada Allah Swt, semoga Allah Swt menjadikan hari –hari kita penuh dengan cahaya kerinduan kepada Allah Swt, Wahai Yang Maha Indah, Wahai Yang Maha Membangun kerajaan langit dan bumi dari tiada, Wahai Yang Maha Mengasuh alam semesta, asuhlah sifat – sifat buruk kami dan runtuhkanlah, gantilah dengan sifat- sifat yang luhur, perbuatan kami yang buruk gantikanlah dengan cahaya keindahan-Mu, dan hari – hari kami yang penuh kesulitan gantikan dengan penuh kebahagiaan. Wahai Rabbiy terangi jiwa kami dengan cahaya-Mu, terangi setiap nafas kami dengan cahaya-Mu, kami memahami alam semesta ini Kau-lah pemiliknya, kami mengetahui bumi ini Kau-lah pemiliknya, kami mengetahui Kau-lah pemiliknya maka benahilah hamba-Mu ini dari segala kehinaan, benahilah hamba-Mu ini dari segala kerusakan, benahilah hamba-Mu ini dari segala kesulitan dan hambatan.&lt;p&gt;Tidak lupa kita doakan Habib Musthofa Al Aththas semoga dilimpahi Rahmat dan Keberkahan dan para habaib lainnya. KH. Djamaluddin dari Pengadegan, KH. Abdul Khair dari Pengadegan, Bpk. H. Yusuf, dan H. Ashraf Ali semoga dilimpahi keberkahan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dzahiran wa bathinan&lt;/span&gt;. Demikian hari – hari kami selalu dalam kerinduan dan jadikan hari – hari kami selalu indah dan selalu rindu akan keindahan-Mu, Ya Rahman Ya Rahim. Kita minta pertolongan untuk seluruh muslimin, ada muslimin di muka bumi yang sedang kesulitan, yang sedang sedih, yang sedang dalam masalah, semua terkena doa kita. Amin..&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-3231493333279549071?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/3231493333279549071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/kalau-allah-membenci-kita-maka-kita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/3231493333279549071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/3231493333279549071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/kalau-allah-membenci-kita-maka-kita.html' title='Kalau Allah Membenci Kita, Maka Kita Takkan Bisa Sujud kepada-Nya'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-8711442080235397831</id><published>2009-06-16T20:58:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T21:27:55.052-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lalat'/><title type='text'>Sayap Seekor Lalat</title><content type='html'>&lt;p style="font-size: 20px; text-align: right;"&gt; &lt;b&gt; قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ فَإِنَّ فِي إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالْأُخْرَى شِفَاءً &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;(صحيح البخاري)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Sabda Rasulullah saw :&lt;br /&gt;“Jika jatuh seekor lalat pada minuman kalian maka benamkanlah, lalu keluarkan, sungguh disalah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sebelah sayap lainnya kesembuhan” (Shahih Bukhari)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Yang Maha Luhur, Maha Raja langit dan bumi, Penguasa Tunggal dan Abadi sebelum alam semesta ada, hingga alam semesta dihamparkan dan dibimbing dengan bimbingan dan tuntunan pemeliharaan yang multi sempurna, sehingga alam ini berakhir. Dialah Abadi Swt Maha Tunggal, &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;laysa kamitslihi syai’un&lt;/span&gt;” tiada menyerupai-Nya dengan segala sesuatu. QS. Assyura : 11.&lt;/b&gt; Dan bersatu segala kesempurnaan kepada Nama-Nya Yang Maha Tunggal, Allah Swt sepanjang waktu dan zaman. Dialah Tunggal, Allah Allah Jalla Wa Alla Yang Maha Abadi, Allah yang selalu dimuliakan dan selalu agung di alam semesta, mengatur kerajaan alam semesta ini dengan kesempurnaan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sampailah kita kepada hadits Sang Nabi, Sayyidina Muhammad Saw. Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, satu hadits yang tampaknya remeh saja, akan tetapi justru membuka rahasia kemuliaan dan kesempurnaan serta kemutakhiran ajaran Sayyidina Muhammad Saw. Beliau bersabda &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;idza waqa’adzdzubabu fi syarabi ahadikum falyaghmishu tsumma liyanzi’hu fainna fi ihda janahaiyhi da’an wal ukhra syifa’an&lt;/span&gt;” jika jatuh seekor lalat pada minuman kalian maka benamkanlah, karena di salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang satunya terdapat penyembuhnya.&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tentunya kita bukan harus selalu berbuat demikian. Yang kita bahas disini, bahwa hal ini bukanlah seekor lalat jatuh di gelas dan harus dibenamkan, karena hubungan lebih jauh dari hadits ini bukan perintah, tetapi merupakan suatu hal yang bisa menetralisir air itu dari racun lalat. Hal ini dibuktikan oleh para ilmuwan kita, Sebagaimana mereka mempelajari daripada serangga – serangga yang ada dibumi. Mereka menemukan dahsyatnya dan kehebatan serangga – serangga yang menakjubkan bahwa lalat itu mengepakkan sayapnya sebanyak 200 hingga 400X setiap detiknya. Dan setiap detik ia menggerakkan sayapnya 200 hingga 400X gerakan. Dan juga pada satu hewan yang disebut “Ganjur” bahkan sampai mengepakkan sayapnya 1000X setiap detiknya. Para ilmuwan mempelajari 4 jenis serangga, mereka mendalaminya dan dikatakan kami baru mempelajari 4 macam serangga dan masih tersisa lebih dari 10 juta macam serangga di muka bumi. Dan tentunya juga, demikian banyak mereka melakukan penemuan – penemuan dan keajaiban pada serangga sehingga mereka mengatakan bahwa didalam setiap sayap seekor lalat itu ada daripada fungsi – fungsi elevator dan fungsi – fungsi depressor, yaitu fungsi mengangkat dan menurunkan sayapnya. Dan itu bergerak 200 hingga 400X setiap detiknya dan gerakan lalat itu yang demikian sangat menakjubkannya itu selalu bergerak dalam bermenit – menit atau berjam – jam. Gerakan otot yang sedemikian cepatnya menggerakkan sayap seekor lalat yang sangat kecil.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Allah Swt berfirman &lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ya ayyuhannaas&lt;/span&gt;..” wahai para manusia diberikan kepada kalian satu contoh maka dengarkanlah contoh yang Ku-berikan ini, mereka – mereka yang mengakui Tuhan selain Allah Swt itu tidak akan pernah mereka mampu menciptakan seekor lalat walau dari ketiadaan, walau berkumpul seluruh mereka yang disembah selain Allah” (QS Al Hajj 73).&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seekor lalat yang kecil, yang dijelaskan oleh para ilmuwan dari Australia bahwa seekor lalat itu terbukti pada sebelah sayapnya ditemukan 1 gen refilin yaitu gen yang mempunyai 2 fungsi yakni fungsi pada industri dan fungsi pada kesehatan. Fungsi pada industri bahwa gen refilin ini lebih dahsyat dan lebih kuat dari semua jenis karet yang ada yang telah dibuat oleh banyak orang di muka bumi ini. Jenis karetnya diambil dari pohon karet atau lainnya, gen refilin yang ada di sayap lalat itu lebih kuat dan lebih hebat jika dipakai sebagai karet karena ia mempunyai daya dorong dan daya tekan yang sangat kuat serta daya pental yang demikian dahsyat dan itu ada pada sayap seekor lalat dan serangga lain hingga ia dapat bergetar hingga 1000X dalam setiap detiknya seperti hewan ganjur dan juga beberapa hewan serangga lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Jika jatuh lalat pada minuman kalian, tenggelamkan ia.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Maksudnya gen – gen refilin yang ada di sayapnya itu supaya bertebaran di air pula hingga menjadikan airnya itu tersucikan daripada bakteri – bakteri yang ada pada sayap lainnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semakin seseorang mendalami sunnah maka semakin sempurna dan modern hidupnya. Demikian indahnya Nabi kita Muhammad Saw yang tuntunannya tampak sangat remeh apabila belum didalami. Tentunya orang yang belum mengerti akan tertawa, bagaimana lalat dibenamkan di dalam air, sudah jatuh di air suruh dibenamkan? Namun Sang Nabi saw tahu &lt;b&gt;“..&lt;span style="font-style: italic;"&gt;fainna fi ihda jana haihi da’an wal ukhra syifa’an&lt;/span&gt;” karena di sayapnya itu ada yang membawa penyakit dan di sayap lainnya adalah ada yang menjadi obat.&lt;/b&gt; Ternyata terbukti oleh para ilmuwan kita, kedalaman dan ketajaman dari pemahaman Muhammad Rasulullah Saw.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demikian sempurnanya Allah Swt menciptakan sunnah Sang Nabi saw sehingga sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, Rasul saw bersabda &lt;b&gt;&lt;i&gt;“jika diantara kalian tidur maka padamkanlah lampu”.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Singkat saja, kalau kita berfikir memadamkan lampu maksudnya menghemat minyak, mungkin saat itu. Tapi ternyata tidak sesingkat itu, ternyata tubuh manusia itu mengeluarkan energi saat ia tidur dan energi itu keluar dari tubuh untuk membenahi sel – sel tubuh yang rusak dan energi – energi yang keluar itu terganggu kalau ada cahaya. Ternyata hal itu telah dipahami oleh Muhammad Rasulullah Saw. Kalau kalian tidur, padamkan lampu. Di saat itu 14 abad yang lalu belum mengerti mereka tentang energi tubuh dan lainnya. Nabi saw tahu tapi di zaman itu manusia belum sampai kepada kedalaman pengetahuan ini. Sang Nabi saw mengajarkannya, ikuti sunnahnya. Datang waktunya dan terbukti ternyata Rasul saw tahu bahwa energi yang keluar dari tubuh itu saat seseorang tidur terganggu jika ada cahaya. Jelas sudah perintahnya, maka apabila kalian tidur padamkanlah lampu agar tidak terganggu energi yang membenahi tubuhmu. Demikian sempurnanya Muhammad Rasullah Saw. Rasul saw bersabda &lt;b&gt;“tiadalah satu di antara kalian (maksudnya kalian semua) ini akan berhadapan dengan Tuhan Penciptanya dan ia akan berdiri sendiri tanpa ada yang menemaninya” (saat ia berdiri menghadap kehadirat Rabb) (Shahih Bukhari).&lt;/b&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kalau kita bicara ada lebih dari 10 juta macam serangga yang ada di muka bumi ini. Setiap serangga mempunyai pengaturan yang berbeda. Setiap serangga diatur kecepatan sayapnya mencapai 200 hingga 400X setiap detiknya bahkan ada yang mencapai 1000X setiap detiknya. Sedangkan jenisnya ada 10 juta macam, siapa yang mengaturnya? Apakah serangga itu mampu mengatur gerakannya sendiri? atau fungsi – fungsi lain dari ototnya atau urat syarafnya? Mereka hanya hidup tanpa mengerti kenapa mereka hidup. Demikian serangga, lebah atau tawon dengan membawa manfaatnya, serangga lalat, serangga nyamuk, masing – masing merupakan lambang kemegahan Illahi. Dan kesemuanya merupakan panggilan Allah. Kenalilah ini semua, Sang Pencipta, Dialah Allah. Kembalilah kepada-Nya bukan kepada kedalaman ilmu lalat atau kedalaman ilmu serangga tapi dalami penciptanya yaitu Rabbul Alamin..Allahu Allahu Allahu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika seseorang yang selalu mengamalkan Surah Al Ikhlas. Ia selalu mengulang – ulang surah Al Ikhlas. Riwayat ini terdapat 2 riwayat, 3 riwayat di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. 3 riwayat yang berbeda tetapi satu makna. Riwayat yang pertama adalah riwayat orang yang setelah membaca Surah Al Fatihah pasti membaca Surah Al Ikhlas kemudian surah lainnya. (Al Fatihah – Al Ikhlas – surah lainnya). Riwayat ini sudah sering kita bahas.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita mencintai seseorang belum tentu dia mencintai kita, kita mencintai orang 100% belum tentu dia 100%. Tapi kalau seseorang mencintai Allah 100%, Allah mencintainya 200%.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wa idza taqarraba ilayya abdi syibran taqarabbtu ilaihi dzira’an, waidza taqarabba ilayya abdi dzira’an taqarabbtu ilaihi ba’a&lt;/span&gt;,” ketika hamba-Ku mendekat kepada-Ku satu jengkal, Aku mendekat kepadanya satu hasta, hamba-Ku mendekat kepada-Ku satu hasta, Aku mendekat kepadanya satu depa” (Shahih Bukhari).&lt;/b&gt; Ini adalah kiasan bahwa cintanya Allah akan muncul lebih besar dari cinta kita kepada Allah. Sebesar apapun cintamu dan rindumu kepada Allah, lebih besar lagi rindu dan cintanya Allah kepada kita. Maka siapa diantara kita yang ingin menolak lamaran cintanya Allah dan kerinduan Allah kepada kita?. Jawablah kerinduan Allah Swt dan cintanya Allah kepada kita dengan mencintai dan merindukan Allah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika Rasul saw mendengar kabar bahwa para sahabat berkata Sa’ad radiyallahu anhum itu berkata &lt;b&gt;“kalau ada yang berani mendekat kepada istriku dan bersama istriku akan kutebas dengan pedang ini”. &lt;/b&gt;Sahabat mengadukan kepada Rasul saw maksudnya adalah&lt;b&gt; “ya Rasulullah Sa’ad ini mau main hakim sendiri”, &lt;/b&gt;kira – kira begitu. Sang Nabi saw mengalihkan pembicaraan kepada hal yang sangat lembut. Seraya bersabda &lt;b&gt; “kalian heran memangnya dengan cemburunya Sa’ad?, aku lebih cemburu kepada kalian daripada Sa’ad kepada istrinya”. Cintanya Sa’ad kepada istrinya jauh tidak berarti dibanding cintaku kepada kalian dan aku lebih cemburu lagi kepada kalian, &lt;/b&gt;kata Rasul saw. Maksudnya apa? Aku lebih cinta lagi kalau Sa’ad melihat ada lelaki lain bersama istrinya dipukul dengan pedang maka Rasul saw tidak akan membiarkan kita. Masih ada dari umatnya di dalam api neraka, sebesar – besar apapun dosanya, Rasul saw akan perjuangkan, perjuangkan dan perjuangkan sampai tidak tersisa satupun dari umat beliau kecuali terbebas dari api neraka. Inilah sebesar – besarnya cinta dan cenburu kepada kita, Sayyidina Muhammad Saw.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Laqad jaa akum rasulun min anfusikum a’ziizun a’laihi maa a’nittum hariishun a’laikum bil mu’miniina raufurrahiim&lt;/span&gt;” datang kepada kalian seorang Rasul yang sangat berat memikirkan musibah yang menimpa kalian, sangat menjaga kalian dan beliau itu berlemah lembut kepada orang yang beriman. QS. At Taubah : 128.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita bermunajat kepada Allah Swt semoga Allah Swt menyampaikan kerinduan kita kepada Nabi Muhammad Saw dan kepada Allah. Karena setelah Nabi saw mengucapkan &lt;b&gt;“aku lebih cemburu daripada Sa’ad kepada kalian” &lt;/b&gt;lantas Rasul saw melanjutkan haditsnya &lt;b&gt;“sungguh Allah lebih cemburu dari aku”. &lt;/b&gt; Allah lebih mencintai kita. Oleh sebab itu Allah menciptakan Nabi Muhammad Saw sebagai tanda cintanya kepada kita. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rabbiy, bangkitkan sifat rindu dalam seluruh jiwa kami muslimin – muslimat, jadikan nafas – nafas kami terhiasi dengan kerinduan kepada-Mu, dan jadikan kerinduan itu meruntuhkan seluruh dosa, tersingkirnya segala musibah dan bala, tersingkirnya segala kesulitan dan permasalahan kami. Ya Rahman Ya Rahim pastikan seluruh wajah kami akan terang benderang dengan cahaya keindahan-Mu di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yaumal qiyamah&lt;/span&gt;, wajah – wajah yang terang – benderang bercahaya di hari kiamat, asyik memandang Allah Jalla Wa Alla. Mereka sedang memandang keindahan Allah, pancaran cahaya keindahan Allah, terangi wajah mereka dan ada wajah – wajah yang kosong dan gelap, mereka memahami mereka akan dikembalikan kepada kehinaan. Rabbiy pastikan wajah kami terang – benderang bersama cahaya-Mu, pastikan kami silaturahmi kepada Sayyidina Muhammad Saw, pastikan kami berjumpa dengan Sang Nabi saw di istana Rasulullah saw, istana yang paling megah di surga, istana Sayyidina Muhammad Saw, istana yang paling tinggi di surga istana Sayyidina Muhammad Saw. Pastikan kami selalu hadir di majelis mulia, majelis taklim, majelis maulid, di majelis shalwat. Pastikan pula kami berkumpul dengan Rasulullah saw.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Faquuluuu jamii’an&lt;/span&gt; (ucapkanlah bersama sama) &lt;/u&gt;Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Faquuluuu jamii'an&lt;/span&gt; (ucapkanlah bersama sama)&lt;/u&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-8711442080235397831?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/8711442080235397831/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/sayap-seekor-lalat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/8711442080235397831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/8711442080235397831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/sayap-seekor-lalat.html' title='Sayap Seekor Lalat'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-451108334255180467</id><published>2009-06-15T18:23:00.000-07:00</published><updated>2009-06-15T18:32:15.535-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhammad'/><title type='text'>Oh Muhammadku</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Tangan-tangan perkasa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;terus mempermainkan kelemahan&lt;br /&gt;Airmataku pun mengalir mengikuti panjang jalan&lt;br /&gt;Mencari-cari tangan&lt;br /&gt;lembut-wibawamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merindukanmu, oh Muhammadku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan tangan gurita keserakahan&lt;br /&gt;menjulur-julur kesana kemari&lt;br /&gt;mencari mangsa memakan korban&lt;br /&gt;melilit bumi meretas harapan&lt;br /&gt;Aku pun dengan sisa-sisa suaraku&lt;br /&gt;mencoba memanggil-manggilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Muhammadku, oh Muhammadku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana-mana sesama saudara&lt;br /&gt;saling cakar berebut benar&lt;br /&gt;sambil terus berbuat kesalahan&lt;br /&gt;Qur'an dan sabdamu hanyalah kendaraan&lt;br /&gt;Masing-masing mereka yang berkepentingan&lt;br /&gt;Aku pun meninggalkan mereka&lt;br /&gt;Mencoba mencarimu dalam sepi rinduku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merindukanmu, Oh Muhammadku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian banyak Abu Jahal dan Abu Lahab&lt;br /&gt;menitis ke sekian banyak umatmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Muhammadku - shalawat dan salam bagimu -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana melawan gelombang kebodohan&lt;br /&gt;dan kecongkaan yang telah tergayakan&lt;br /&gt;Bagaimana memerangi&lt;br /&gt;umat sendiri? Oh Muhammadku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merindukanmu, oh Muhammadku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sungguh merindukanmu&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-451108334255180467?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/451108334255180467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/oh-muhammadku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/451108334255180467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/451108334255180467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/oh-muhammadku.html' title='Oh Muhammadku'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-6382685768599175848</id><published>2009-06-14T19:36:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T20:07:33.044-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peradaban'/><title type='text'>Andai Saya Tidak Punya Tuhan, Saya Pesimis Melihat Indonesia</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Selama bangsa Indonesia tidak melakukan Revolusi Mental, maka selama itu kita tidak akan bisa mengatasi masalah yang dihadapi bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kebudayaan itu adalah hasil cipta, karsa, dan karya manusia. Karena terlalu lama di jajah, maka budaya keterjajahan itu menghasilkan dua dikotomi dalam tatanan masyarakat kita, yaitu terdapatnya dua jenis manusia di Indonesia. Yaitu manusia terjajah dan manusia penjajah. Kalau yang punya kekuasaan itu cenderung bermental penjajah, dan rakyat mentalnya mental terjajah. Itu dalam ranah intern bangsa Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalau dikaitkan dengan dunia, maka penguasa Indonesia pun mentalnya mental terjajah. Sehingga, kalau Anda amati dalam kehidupan berbangsa kita, ketika kita akan bertemu camat saja, ia akan serupa penjajah di mata rakyat walau pun pada hakikatnya adalah abdi masyarakat. Jarang kita melihat perilaku pejabat-penguasa yang mencerminkan abdi masyarakat dalam pengertian masyarakat dianggap majikan. Tetapi sebaliknya, sok kuasa mulai dari lurah sampai ke atasnya. Nah, sehingga kalau ini tidak dihentikan, artinya bangsa kita tidak akan pernah merdeka sebagai bangsa! Sebab secara negara kita sudah merdeka, secara formal kita telah proklamasikan kemerdekaan pada tahun 1945. Tapi, dari segi perilaku, kita tak pernah kunjung merdeka, karena kita mempunyai mentalitas keterjajahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya yang bisa memerdekakan hanyalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;La ilaha illallah&lt;/span&gt;. Hanya orang yang mau dijajah oleh Allah saja yang mau merdeka. Kalau orang tak mau dijajah oleh Allah, maka ia akan dijajah oleh segala apapun. Oleh isme-isme. Oleh siapa saja. Nah, sebab inilah, yang akan melahirkan kita menjadi budak-budak. Kalau kita tidak merdeka, bagaimana kita bisa kreatif, bisa menyikapi dunia dengan benar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dari dulu saya berpendapat kalau bangsa kita belum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;La ilaha illalah&lt;/span&gt;, ya sulit. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wong&lt;/span&gt; mereka (negara imperialis+kapitalis) mau membuat kita seenaknya sendiri, kok. Mau biru, hijau, merah, itu terserah mereka. Kenapa? Karena kita masih bermental budak. Makanya kita harus merdeka dulu, baru berfikir menanggulangi itu semua. Kalau kita belum merdeka, ya, sulit sekali. Apalagi kita itu kan, serupa orang desa melihat orang kota. Dunia ketiga ini desa, dan negara adikuasa itu kota. Ya, gambarannya persis orang desa kita yang melihat orang kota itulah. Orang kota modelnya gini, orang desa ikut-ikutan. Silau. Pokoknya kalau yang kota pasti hebatnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terhadap negara-negara maju pun kita begitu, seperti orang desa melihat orang kota tadi. Silau dulu. Kalau silau, ya nggak bisa lihat apa-apa. Apa saja ditiru. Termasuk Orba ketika mau membangun ekonomi, dia melihat orla yang panglimanya politis, diubah dengan panglimanya ekonomis. Ketika mau membangun ekonomi yang menjadi contoh negara-negara maju, dan itu wajar. Cuman yang menjadi tidak wajar, Indonesia kalau meniru, pokoknya meniru tidak peduli pantas atau tidak.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi ketika Orde Baru meniru Barat ya kapitalis, sehingga hasilnya akan melahirkan manusia-manusia yang materialistis dan hedonis. Materalistis atau hedonis kalau kaya ya... lumayan hasilnya, lha, itu mlarat tapi meniru orang kaya. Jadi, kemarin-kemarin itu diskapitalis lah, cuman dari dulu, sejak Soekarno sampai Soeharto mereka itu orang Jawa. Namanya orang Jawa itu paling pinter eufemisme, memperhalus kata. Biar tidak ketahuan serem lalu nangkap orang (menculik) dibilang mengamankan, naikkan harga terlalu serem lantas menyesuaikan harga, kapitalis dibilang ekonomi pancasila.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sekarang ini manusia Indonesia mulai dari yang paling bawah sampai ke atas, di bawah sadar semuanya materialistis, ngaku atau tidak. Sampai pada manusia-manusia 'agamis’. Contohnya Modin. Modin itu asalnya dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;imamuddin&lt;/span&gt;, pemimpin agama di desa. Tapi di batok kepalanya itu meterialis, kalo diundang tahlilan orang melarat, tahlilnya cuma dua kali atau tiga kali, bahkan kadang-kadang langsung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dungo&lt;/span&gt; (do’a). Tapi kalau diundang orang kaya tahlilnya bisa sampai seratus kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya falasafah yang sangat bagus sekali, Ketuhanan yang Maha Esa. Falsafah itu menjiwai semuanya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lailahaillah&lt;/span&gt; itu yang pertama, baik itu berupa pergerakan ataupun pemikiran. Jadi gerakan apapun kalau tidak didahului dengan Ketuhanan yang Maha Esa dalam pengertian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lailahaillah&lt;/span&gt; maka, akan sia-sia. karena sekarang kita itu dijajah oleh materi berarti kita tidak dijajah oleh Tuhan saja. Kalau Tuhan kita jadikan satu-satunya penjajah kita otomatis yang lain menjadi budak kita. Maka kalau kita tidak mau hanya dijajah oleh Tuhan, semuanya akan menjadi Tuhan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jadi sekarang kepentingan menjadi Tuhan, bahkan kepentingan orang banyak yang berbeda-beda, jadi Tuhannya banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindu, Budha, Islam semuanyakan mengenal ketuhanan. Itukan universal, bahwa yang berkuasa itu Allah. Cuman masalahnya hal itu tidak diimplementasikan dalam kehidupan. Sehingga kita berlebihan dalam memandang dunia, yang kata orang jawa dunia itu cuma mampir &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngumbe&lt;/span&gt; (minum). Sekarang, pepatah itu tidak laku, yang laku dunia itu malah sebagai tempat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngebrok&lt;/span&gt; (tinggal) bukan sekedar mampir. Nah, ketika dunia itu menjadi tujuan, ya menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ro'su kulli khoti'atin&lt;/span&gt;, karena sumber dari segala malapetaka kita adalah ketika dunia, materi sudah dianggap Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga kita harus berani membikin gerakan, atau kalau istilah saya selama ini harus ada revolusi mental dari Tuhan banyak (polytheisme) menjadi Tuhan satu (monoteisme). Dari tuhan-tuhan berupa materialisme, rasialisme, dan isme-isme yang lain dilebur dan diganti hanya dengan Allah yang kita Tuhankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira konsep itu bisa menjadi gerakan apa tidak? Dimana menjadikan semuanya materi budak. Saya masih mempercayai itu, sedang teori-tori yang lain silahkan lah, saya tidak mau kalau teori tersebut menghambat kemerdekaan saya. Saya selalu mengatakan, selama kita tidak melakukan revolusi mental kita akan mengalami masalah terus dalam membina bangsa dan negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah bagaimana dengan pesantren sebagai model klasik sistem pendidikan NU, apakah telah mengarah atau memberikan kesadaran kesana? NU itu bagian dari bangsa indonesia. Ketika bangsa Indonesia di bawah penguasa orde baru 32 tahun lamanya. Dari situ, saya sering menggunakan istilah kalau Pak Harto itu sebagai guru besar, kita ini siswa didik Pak Harto selama 32 tahun. Bayangkan aja selama itu kalau di perguruan tinggi, sudah sampai ‘S’ berapa? Selama itu kita dididik untuk mencintai dunia sedemikian rupa.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Metode Pak Harto Cs itu metodenya Rasulullah, metode ketauladanan. Jadi kalau mencintai dunia ya ditunjukkan dengan keteladanan. Mengajak orang kaya ya diteladani diri sendiri, "aku kaya ini!". Contohnya gampang, Pak Harto kaya, anaknya kaya, semuanya kaya, rakyat jadi berpikir, "oiya ya ternyata kaya itu memang enak". Nah seperti tadi saya katakan, hal itu dari mencotoh negara kapitalis tanpa melihat ukuran, potongan kita. Cocok tidak kita menggunakan sistem kapitalis, kalau tidak cocok ya rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu termasuk dalam tubuh NU, tapi kita tidak boleh menggeneralisir terhadap sebuah sekelompok manusia di Indonesia. Artinya yang tidak begitu juga ada, di sini mungkin kaum muda yang belum begitu tercemar, ada juga orang yang bisa membentengi diri, ada juga yang bisa memotong sejarahnya. Namun jika dilihat secara keseluruhan jumlahnya itu sangat sedikit. Maka diperlukan gerakan itu tadi (revolusi mental).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sekarang kan sulit untuk menjadi sederhana, hidup bergaya sederhana saja sudah sangat tidak sederhana, sangat mewah sekali. Jadi kayak pondok-pondok pesantren segala macem tidak lagi menjadi simbol kesederhanaan, kemandirian. Namun sekarang harus mewah, harus wah segala macem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tinggal pesantren sendiri seberapa kuat dia mempertahankan diri dari pengaruh tersebut. Sebetulnya kita punya suatu ungkapan yang luar biasa, yaitu a&lt;span style="font-style: italic;"&gt;lmukhafadlatu ala l qodimi sholikh wal akhdzu bil jadidil ashlah&lt;/span&gt;. Itu tidak ada yang punya, kita punya itu sebetulnya luar biasa. Jadi, adagium itu mejadi semacam filter. Harus ada, bahwa ini pengaruh baru yang lebih baik, tidak mengapa kalau kita ambil, tapi jangan membuang hal-hal yang sangat baik untuk ditukarkan dengan sesuatu yang tidak jelas baiknya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kita ambil contoh, kolonialis Belanda lama mencekoki kita sampai pada pola pendidikan yang tertuang dalam bentuk sistem pendidikan nasional kita. Sistem tersebut mendikotomikan antara pendidikan agama dan non agama/umum. Ini betul-betul skenario Belanda untuk membikin kita terpecah. Yang formal gak tahu agama, yang sekolah agama seperti di pesantren gak ngerti dunia. Akhirnya yang pinter umum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngakali&lt;/span&gt; (membodohi) orang pesantren, karena tidak tahu dunia.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sekarang ini di pesantren sudah ada kesadaran. Kita kalau lihat di kitab-kitab kuning itu di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ihya&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;`Ulumuddin&lt;/span&gt; misalnya, gak ada ilmu agama ilmu non agama, yang ada ilmu fardlu ‘ain dan ilmu fardlu kifayah. Tapi cekokan sekian lama itu membuat kita lupa ajaran kita sendiri, kita terima sebagai sesuatu kebenaran yang kita ikuti terus. Selanjutnya berangkat dari kesadaran tersebut, para kiyai atau pengasuh ada yang bilang " ini lho madrasah saya ada umumnya ", atau " ini lho sekolah umum tapi ada pelajaran agamanya". Hal ini sudah menjadi kesadaran bahwa pesantren tidak mau kolot lagi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kemudian ada yang berlebihan ketika misalnya pendidikan pesantren itu mengandung dua hal, yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ta'lim wa tarbiyah&lt;/span&gt; (pengajaran dan pendidikan). Pesantren itu keunggulannya ada di segi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tarbiyah&lt;/span&gt; (pendidikan). Dari segi pengajaran (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ta'lim&lt;/span&gt;) menurut ilmu modern pesantren dinilai jelek sekali. Tidak ada kurikulum yang jelas, silabus, sistem jenjang kelas dan sebagainya, semuanya itu dulu selalu dikritik. Lha itu apa? Nulis aja di bangku, di geger (punggung) kawannya duduknya di tembok, ngajinya kadang kiayainya, terlebih santrinya sambil ngantuk-ngantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dikritik ini pesantren akhirnya bangkit, sekarang setiap pesantren memiliki madrasah yang bagus-bagus, ada kurikulum, silabus, ruang kelas yang representatif, tenaga didiknya juga bagus. Tapi sayang banyak pesantren itu yang kemudian menghilangkan keunggulannya tadi, memperbaiki ta'limnya, tapi meninggalkan tarbiyahnya. Begitu pesantren sudah bagus secara tarbiyah maka pendidikannya diabaikan. Ini namanya tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mukhafadzoh&lt;/span&gt; atas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alqodimis sholikh &lt;/span&gt;tapi hanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;al-akhdzu bil jadidil ashlah&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tidak jarang kiyai apabila pondoknya sudah bagus maka tidak begitu peduli sama santrinya. Padahal pengajaran itu hanya pemberian (transfer) informasi saja, tidak bisa merubah perilaku manusia. Yang bisa bisa mengubah itu adalah tarbiyah. Karena itu, maka banyak jebolan dari pesantren tapi mereka tidak terdidik. Orang alim banyak dan bervariasi namun prilakunya gak karu-karuan, berjibun orang pandai di Indonesia, baik umum atau agama tapi yang terdidik sangatlah sedikit.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sampeyan&lt;/span&gt; lihat sekarang, di sekolah formal itu hampir-hampir tidak ada pendidikan , kecuali di TK. Dari SD keatas terlihat siswa dibiarkan begitu saja, tidak ada kontrol yang edukatif, efektif dan konstruktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat di APBD dan APBN, agama menyempit hanya menjadi sektor. Ada sektor ekonomi, sektor politik, terus, ada sektor agama. Jadi agama itu sektor. Dengan itu orang Islam bangga sekali. Bahwa mereka masuk dalam GBHN, padahal itu dalam sektor kecil. Anda lihat isinya itu, sejak zaman Soeharto dilantik menjadi presiden sampai ia lengser, itu isinya ya, bantuan untuk bangun mesjid, untuk bangun madrasah, untuk bantu pesantren.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lalu, kalau masjid dibangun, jalan raya tidak, lalu bagaimana? Jadi agama ini yang ini apa yang apa? Kita selalu mengatakan agama dan budaya, agama dan politik, seolah-olah agama ini tidak meliputi seluruhnya. Menurut saya tidak begitu, semuanya itu ya harus ada agama. Maka tidak perlu lah agama masuk GBHN segala. Artinya, semuanya harus agamis, setiap perencanaan dan pelaksanaan itu harus dijiwai takwa kepada Tuhan YME. Cuma hal itu tidak pernah dijelaskan bagaimana penjabarannya. Karena kita sudah bangga dengan yang namanya agama duluan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Adalagi, agama masuk ke sekolah-sekolah, ada demonstrasi segala macam, ingin mengadakan dari mulai TK sampai perguruan tinggi harus ada pelajaran agama. Orang tidak pernah memikirkan, apa sih pelajaran agama itu? Pernah anda lihat apa yang terjadi? Saya itu pernah lihat, ujiannya anak-anak sekolahan, berapa syarat rukunnya shalat? kalau angka dan jawabannya sudah benar, ya sip. Dalam praktiknya shalat dikerjakan atau tidak itu bukan urusan. Apa itu yang kita inginkan? Maka menurut saya gak usahlah memberi embel-embel agama, sebab akan mempersempit agama itu sendiri, selanjutnya agama jadi sektor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama itu ya mengaduk-aduk perilaku manusia. Jadi apapun harus diaduk agama. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sampeyan&lt;/span&gt; kalau jadi seniman, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sampeyan&lt;/span&gt; harus Islami kalau orang Islam. Jadi tidak perlu ada sastra religius dan segala macam. Orang religi, ya sastranya harus religius dong. Kalau tidak, ya, berarti imannya kurang, begitu saja, harus otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya realita yang ada, seluruh aset bangsa kita itu ternyata bukan lagi milik kita. Tetapi milik asing.  Tentu saja sebab kita tidak berkuasa. Sejatinya, kita adalah hamba Tuhan yang diperintah untuk menjadi penguasa, bukan untuk jadi budak. Kita diciptakan oleh Tuhan kita untuk jadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;khalifah&lt;/span&gt;. Tetapi kita itu lucu, kepada Tuhan kita tidak memperhambakan diri, tapi justeru kita memperhambakan diri pada selain Allah. Itu keliru!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kalau kita tidak memperhambakan pada Allah, dan memperhambakan pada siapa saja, maka kita tidak punya nilai apa-apa. Akhirnya kita akan jadi budak. Sebab budak itulah tidak punya apa-apa. Kalau permasalahannya bangsa kita tidak memiliki apa-apa, ya, sebab bangsa kita bangsa budak. Cara satu-satunya agar memiliki sesuatu, ya harus jadi penguasa. Supaya jadi penguasa dia harus tidak menyembah yang lain, dia hanya menyembah Tuhan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yang merasa memiliki, dekat dengan Tuhan kok ternyata belum ada gerakan ke sana. Andai saya tidak punya Tuhan, saya pesimis melihat Indonesia. Tapi sebab saya punya Tuhan, ya saya jadi optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menarik dari teladan nabi kita. Bahwa beliau memiliki dua konsep dalam menyikapi 'kekayaan'. Yaitu terdapat kaya dari dalam dan kaya dari luar. Nabi punya do'a yang ternyata umatnya-terutama zaman sekarang-yang malah tak berani berdo'a dengan itu. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahumma ahyina miskinan wa amitnaa miskinan&lt;/span&gt;. Kenapa tidak ada yang berani berdo'a dengan do'a ini, kenapa?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kenapa nabi berdo'a dengan itu sedang kita tidak? Sebab nabi berada dalam posisi bisa memilih. Memilih antara kaya dan miskin, beliau ketika melarat dia bisa kuat, miskin pun bisa kuat. Sehingga bisa memilih. Kalau kita? Melarat tak kuat, kaya juga tak kuat. Padahal, intinya kaya kan ajaran kita. Maka, ketika kita tak bisa kaya dari dalam, ya kita kaya dari luar. Tapi kita tidak kuat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kaya dari dalam kita tidak bisa, dan kaya dari luar kita tidak kuat. Akhirnya kita melarat total. Ketika kita melarat total, ya tidak bisa berbuat apa-apa, jadi budak terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban itu maju atau tidak, itu menurut pandangan siapa dulu. Ketika peradaban kapitalis dikatakan maju, ya yang mengatakan pasti orang kapitalis juga. Apakah peradaban yang maju itu ketika orang punya mobil, teknologinya maju, dan segala macam atau yang seperti apa? Sekarang saya tanya, peradaban Rasul itu peradaban tinggi atau rendah? Tinggi pada zamannya. Nah...! Pada zaman itu, kehidupan sangat sederhana sekali. Menempatkan dunia pada sesuatu yang sebetulnya. Hanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wasilah&lt;/span&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Nah, sekarang kan berbalik, dunia menjadi tujuan. Ketika dunia menjadi tujuan, maka berbalik lah pemikiran manusia. Yaitu peradaban yang hebat, adalah peradaban yang bersifat duniawi. Saya menolak tesis demikian. Menurut saya malah itu bukan peradaban. Biar semua orang mengatakan peradaban saya tidak. Saya bebas. Wong saya hanya tunduk pada Allah kok. Ya, kuncinya di situ itu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Apakah namanya peradaban jika manusia dianggap mesin, jika manusia dianggap tidak mempunyai ruh, jika manusia dianggap sumber daya? Kita itu latah juga mengatakan kita itu sumber daya, kayak alam aja, yang ke sananya untuk apa? Untuk produksi. Apakah namanya peradaban kalau mereka menciptakan teknologi canggih padahal merusak dunia, lebih mengerikan lagi untuk membunuh. Saya tegaskan tidak!!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-6382685768599175848?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/6382685768599175848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/andai-saya-tidak-punya-tuhan-saya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/6382685768599175848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/6382685768599175848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/andai-saya-tidak-punya-tuhan-saya.html' title='Andai Saya Tidak Punya Tuhan, Saya Pesimis Melihat Indonesia'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-4196053833989280225</id><published>2009-06-12T20:26:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T20:27:30.285-07:00</updated><title type='text'>Sayyidul Istighfaar</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Inilah ‘rajanya Istighfar’,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; sayyidul istighfaar&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللهم انت ربي لا اله انت خلقتني وانا عبدك وانا على عهدك ووعدك ما استطعت اعوذ بك من شر ما صنعت ابوء لك بنعمتك علي وابوء بذنبي فاغفرلي فانه لا يغفر الذنوب الا انت&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahumma Anta Rabbii laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduKa wa anaa ‘alaa ‘ahdiKa wa wa’diKa mastatha’tu a’uudzu biKa min syarri maa shana’tu abuu-u laKa bini’matiKa ‘alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada tuhan selain Engkau, Engkau ciptakan aku dan aku adalah hambaMu; aku menetapi ketentuanMu dan janjiku kepadaMu semampuku; aku berlindung padaMu dari buruknya apa yang aku lakukan, aku mengaku padaMu atas anugerahMu yang Engkau limpahkan kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku; sesungguhnyalah hanya Engkau yang dapat mengampuni dosa-dosa)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menurut hadits shahih Imam Bukhari dari shahabat Syaddad Ibn aus r.a., Rasulullah SAW menjamin barangsiapa yang membacanya di siang hari dengan penuh keyakinan dan sebelum sore dia meninggal, maka dia termasuk ahli sorga dan barangsiapa membacanya di malam hari dan sebelum subuh dia meninggal, maka dia termasuk ahli sorga.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-4196053833989280225?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/4196053833989280225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/sayyidul-istighfaar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4196053833989280225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4196053833989280225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/sayyidul-istighfaar.html' title='Sayyidul Istighfaar'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-2959395458461510570</id><published>2009-06-11T21:20:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T21:47:12.012-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='minority'/><title type='text'>Creative Minority</title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Creative Minority&lt;/span&gt; atau minoritas kreatif adalah istilah yang diberikan sejarahwan Arnold Toynbee untuk sekelompok kecil orang yang secara  kreatif mampu menjadi pemimpin dan melahirkan inovasi-inovasi baru yang orisinil dan berbeda dari arus utama (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mainstream&lt;/span&gt;).&lt;/p&gt;Di masa lampau, Rasulullah Muhammad SAW merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;creative minority&lt;/span&gt; yang berbeda dari mayoritas masyarakat Quraisy yang menyembah berhala. Muhammad SAW sesudah mendapat wahyu dari Allah SWT segera tampil ke muka dan mendakwahkan Islam, ajaran monotheis yang bertentangan dengan kepercayaan Quraisy yang polytheis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah, seorang pemuda Soekarno tampil sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;creative minority&lt;/span&gt; yang berani menyuarakan tuntutan kemerdekaan Indonesia di saat mayoritas masyarakat Indonesia masih belum terpikir untuk lepas dari kolonialisme Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, tampaknya kita jarang menyaksikan tampilnya para pemuda &lt;span style="font-style: italic;"&gt;creative minority&lt;/span&gt; yang memegang teguh prinsipnya walaupun berbeda dengan pendapat masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; So&lt;/span&gt;, menjadi minoritas dalam sebuah masyarakat bukanlah sebuah kesalahan. Kesalahan yang pasti adalah ketika kelompok mayoritas memaksakan paham dan kehendaknya dan menuduh sesat kelompok lainnya yang minoritas. Sejarah telah membuktikan bahwa sebuah perubahan besar selalu dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan sekelompok kecil orang yang kreatif dan inovatif, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;the creative minority&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-2959395458461510570?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/2959395458461510570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/creative-minority.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/2959395458461510570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/2959395458461510570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/creative-minority.html' title='Creative Minority'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-4329027428877498627</id><published>2009-06-10T19:47:00.000-07:00</published><updated>2009-06-10T19:58:40.378-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebersihan'/><title type='text'>Bersih Lahir Batin</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah diterbangkan takdir melawat ke beberapa negeri seperti Penang, Kairo, dan Damaskus. Salah satu yang menarik perhatian dan mengesankan bagi saya, adalah pemandangan kota-kotanya yang bersih. Di jalan-jalan, di tempat-tempat umum, saya sama sekali tidak pernah melihat secuil pun sampah berceceran.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tempat-tempat sampah benar-benar berfungsi. Bahkan, mereka yang berjalan-jalan dengan menuntun anjing, tidak lupa membawa kantong dan air untuk berjaga-jaga kalau-kalau anjing mereka membuang kotoran di jalan, sehingga mereka bisa segera membersihkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa. Padahal, jarang dijumpai tulisan “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;An-Nazhaafatu minal iman&lt;/span&gt;”. Saya membandingkan pemandangan itu dengan di negeri sendiri dimana kita bisa menjumpai tulisan hikmah itu lengkap dengan terjemahannya “Kebersihan adalah bagian dari iman” hampir di setiap tempat umum. Namun, sering kali kita justru menyaksikan tumpukan sampah seperti mengejek kata-kata mutiara itu di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini boleh jadi merupakan ironi teori dan praktik. Menurut teori, negeri kita yang penduduknya muslim terbesar di dunia, seharusnya adalah negeri yang paling bersih. Lihatlah, pemimpin agung kita, Nabi Muhammad SAW, adalah manusia paling bersih yang menganjurkan dan mencontohkan kebersihan hidup tidak hanya secara batiniah, tapi juga lahiriah. Mereka yang membaca Siirah Rasul SAW, pasti akan dapat menyimpulkan betapa Rasulullah SAW adalah seorang yang sangat bersih dan menyukai kebersihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW diriwayatkan misalnya, memiliki kulit yang bersih, gigi yang putih berkilauan, dan bau badan yang harum semerbak, dan hampir tidak pernah sakit sepanjang hidupnya. Ajarannya yang paling elementer seperti wudhu, misalnya, jelas sekali betapa kebersihan merupakan sesuatu yang sangat diutamakan dalam Islam. Dalam sebuah Hadits sahih yang sangat popular, Rasulullah SAW bahkan menyatakan, seandainya tidak khawatir akan memberatkan umatnya, pasti akan memerintahkan mereka untuk menggosok gigi setiap akan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda perhatikan kitab-kitab fikih, Anda akan menjumpai bahwa bab awal dari setiap kitab itu adalah bab &lt;span style="font-style: italic;"&gt;thaharah&lt;/span&gt;, sesuci. Biasanya, diawali dengan membicarakan air, dari air yang bersih hingga yang kotor dan najis.&lt;br /&gt;Sayangnya, kaum Muslimin umumnya hanya mengaitkan ajaran sesuci ini dengan keabsahan shalat. Ini pun kebanyakan dilihat secara ‘normatif’ saja. Jarang sekali, yang mengaitkan ajaran sesuci ini dengan kebersihan dan kesehatan. Hadits Nabi SAW “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Idzaa balaghal maa-u qullatain lam yahmil hubutsan&lt;/span&gt;” diartikan bahwa air yang mencapai dua &lt;span style="font-style: italic;"&gt;qullah&lt;/span&gt; (sekitar 60 cm³) tidak terpengaruh oleh najis. Sehingga, Anda bisa melihat banyak masjid atau dan mushalla yang memiliki tempat cuci kaki berupa kolam yang rupanya sudah kehitaman, karena sudah terlalu lama digunakan mencuci kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, pendekatan najis pun seolah-olah tidak ada hubungannya dengan hal-hal lain, seperti penyakit dan kesehatan. Maka, sering terlihat orang-orang berwudhu langsung mencelupkan tangan-tangan mereka ke bak atau kulah (diambil dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;qullah&lt;/span&gt;), bahkan berkumur yang air kumurannya dikembalikan ke bak atau kulah itu. Dasar pemikirannya mungkin, bak itu isinya air yang lebih dari 2 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;qullah&lt;/span&gt;; lagi pula air ludah itu tidak najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini agak aneh, bila kita ingat bahwa kalangan muslim juga akrab dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;maqalah&lt;/span&gt;: “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al’aqlu al-saliim f al-ljismi al-saliim&lt;/span&gt;”, akal yang sehat terletak pada jasad yang sehat. Kebersihan tak perlu lagi diterangkan pentingnya bagi penjagaan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Waba’du&lt;/span&gt;, untuk membudayakan hidup bersih, lahir batin, kiranya kita perlu terus-menerus menghadirkan pribadi Rasulullah SAW secara utuh. Tidak hanya dalam wacana madah dan bershalawat di peringatan-peringatan maulidiyah, tapi juga dalam upaya peneladanan sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-4329027428877498627?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/4329027428877498627/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/bersih-lahir-batin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4329027428877498627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4329027428877498627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/bersih-lahir-batin.html' title='Bersih Lahir Batin'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-2035506061641413596</id><published>2009-06-09T21:24:00.000-07:00</published><updated>2009-06-09T21:32:15.253-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suami istri'/><title type='text'>Canda Suami Istri</title><content type='html'>Seorang lelaki yang pendek dan buruk rupanya suatu hari duduk-duduk bersama istrinya yang sangat cantik. Si lelaki tak berkedip memandang wajah istrinya yang cantik jelita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak tersipu-sipu, sang istri pun sang istri berkata, “Kau ini kenapa sih, kok dari tadi memandangku saja?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kulihat wajahmu,” jawab si suami, “semakin hari kok semakin cantik saja. Maka setiap kali aku melihatmu, semakin bertambah syukurku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya,“ kata si istri. ”Dan kita berdua nanti akan masuk surga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho, darimana kautahu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukankah hamba yang bersyukur dan hamba yang bersabar akan masuk surga. Kau bersyukur karena mendapat anugerah istri seperti aku. Sedangkan aku bersabar mendapat cobaan berupa suami seperti kau."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-2035506061641413596?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/2035506061641413596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/canda-suami-istri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/2035506061641413596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/2035506061641413596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/canda-suami-istri.html' title='Canda Suami Istri'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-1291149626537073915</id><published>2009-06-08T20:41:00.000-07:00</published><updated>2009-06-08T20:55:50.061-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Kalian Bilang</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian bilang&lt;br /&gt;Belanda bule kulitnya&lt;br /&gt;Biru matanya&lt;br /&gt;Besar tubuh&lt;br /&gt;Serakah sifatnya&lt;br /&gt;Merekalah penjajah musuh kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian bilang&lt;br /&gt;Jepang pucat kulitnya&lt;br /&gt;Sipit matanya&lt;br /&gt;Kecil tubuhnya&lt;br /&gt;Kejam tabiatnya&lt;br /&gt;Merekalah penjarah seteru kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi&lt;br /&gt;Bukankah kulit mata dan tubuh kalian&lt;br /&gt;Sama dengan kulit mata dan tubuh kami&lt;br /&gt;Mengapa serakah dan kejam?&lt;br /&gt;Kepada bangsa sendiri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-1291149626537073915?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/1291149626537073915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/kalian-bilang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/1291149626537073915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/1291149626537073915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/kalian-bilang.html' title='Kalian Bilang'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-1636558774110670757</id><published>2009-06-07T18:40:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T18:42:25.146-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Do'a Ketika Telah Berbuat Salah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;ربنا ظلمنا انفسنا وان لم تغفرلنا و ترحمنا لنكنن من الخاسرين&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rabbanaa zholamnaa anfusanaa wa in lam taghfir lanaa wa tar hamnaa lanakunanna minal khosiriin.&lt;/span&gt;"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Artinya : Yaa Tuhan, kami telah berbuat aniaya, dan jika Engkau tidak mengampuni kami, dan tidak memberi rahmat kepada kami, maka kami termasuk golongan orang-orang yang merugi.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-1636558774110670757?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/1636558774110670757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/doa-ketika-telah-berbuat-salah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/1636558774110670757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/1636558774110670757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/doa-ketika-telah-berbuat-salah.html' title='Do&apos;a Ketika Telah Berbuat Salah'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-7774588757006019213</id><published>2009-06-03T20:02:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T20:14:39.942-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menara gading'/><title type='text'>Turun dari Menara Gading</title><content type='html'>Kaum intelektual hendaknya tidak melakukan pengkhianatan dengan bersikap masa bodoh terhadap dinamika sosial masyarakat. Sebaliknya, orang-orang cerdik pandai harus menjadi &lt;em&gt;avant garde &lt;/em&gt;dalam memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hanya sedikit intelektual yang mau “turun dari menara gading” dan menjadi intelektual organik –meminjam istilah Gramsci- yang menggunakan ilmunya sebagai medium penggerak perubahan di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang dosen hendaknya tidak hanya menghabiskan waktunya di kampus untuk memberikan kuliah, ia juga sebaiknya terlibat aktif dalam berbagai penelitian tentang masalah-masalah sosial kemasyarakatan. Komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat harus ditingkatkan. Intensitas dan aktivitas sosial kemasyarakatan perlu diperbanyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita menekuni dunia pendidikan patut diteladani bagi kalangan muda. Semangat menjadi seorang &lt;em&gt;public servant academician&lt;/em&gt;, yaitu seorang insan akademis yang melayani kepentingan masyarakat. Seorang akademisi seperti itu tentunya bukanlah seorang akademisi yang hanya mengejar karier struktural di kampus ataupun mengejar &lt;em&gt;cum &lt;/em&gt;semata, namun ia lebih memilih mengaplikasikan ilmunya untuk kemaslahatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayangnya, atmosfer dunia pendidikan perguruan tinggi agaknya kurang mendukung cita-cita dosen muda idealis. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pemerintah kurang memberikan apresiasi yang memadai bagi kalangan akademisi untuk mengeksplorasi keilmuannya dan mengaplikasikannya di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana penelitian yang tersedia masih sangat minim untuk mendukung aktivitas riset para dosen sehingga impian beberapa universitas besar untuk menjadi &lt;em&gt;research university&lt;/em&gt; bagaikan “pungguk merindukan bulan“. Akibatnya, profesi dosen atau akademisi kampus bukanlah pilihan utama yang menarik bagi para &lt;em&gt;fresh graduates.&lt;/em&gt; Para lulusan muda dari perguruan tinggi lebih mengejar karier di perusahaan multinasional dan antre di loket-loket pendaftaran calon pegawai negeri sipil daripada mengabdikan diri sebagai dosen dan peneliti di kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi demikian, maka kehadiran sosok dosen muda merupakan hal yang langka dan menggembirakan di tengah arus pragmatisme generasi muda yang baru lulus dari perguruan tinggi. Sudah saatnya negara mendorong iklim yang kondusif bagi munculnya tunas-tunas intelektual muda yang memelihara idealismenya. Tepatlah apa yang dikatakan almarhum Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan Indonesia, “Setiap Tempat adalah Sekolah, Setiap Orang adalah Guru“.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-7774588757006019213?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/7774588757006019213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/turun-dari-menara-gading.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/7774588757006019213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/7774588757006019213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/turun-dari-menara-gading.html' title='Turun dari Menara Gading'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-7466278512038391371</id><published>2009-06-02T22:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-02T22:50:49.527-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pers'/><title type='text'>Pers dan "Public Figure"</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Konon di zaman jahiliyah, ketika sastra mendominasi kehidupan di Arab, penyair merupakan tokoh masyarakat yang sangat disegani, bahkan ditakuti. Barang siapa tidak disenangi -apabila berani melawan- penyair dia bisa kena hijaa si penyair bersangkutan. Dikecam atau ditelanjangi dalam syair-syairnya. &lt;/p&gt;Dan sebentar kemudian seluruh negeri pun, tanpa ampun akan “menyanyikan” kecaman itu. Sebaliknya, barang siapa disenangi -kemudian dimadah dipuji-puji dalam syair- oleh penyair, sebentar saja seluruh negeri pun akan menyenandungkan pujian itu. Itulah sebabnya, Imri’il Qais, misalnya, penyair urakan yang kesohor di zaman itu, meski tidak disenangi karena kelakuannya, tetap saja disegani dan diperlakukan-walau hanya basa-basi-dengan manis, termasuk oleh para gadis-gadis yang sebenarnya jengkel karena sering digodanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering berfikir ‘kedudukan’ wartawan, atau barangkali tepatnya pers dewasa ini kayaknya kok persis atau miriplah dengan penyair zaman jahilliyah tempo doeloe. Paling tidak ada semacam ‘kehati-hatian’ masyarakat masa kini apabila menghadapi wartawan atau insan pers. Sebab kalau tidak hati-hati salah-salah -karena sentuhan pers- anda akan menjadi sanjungan seluruh negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang sering disebut-disebut termasuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;public figure&lt;/span&gt;, apakah dari kalangan artis, kiai, cendikiawan, pejabat, atau yang lain, sebenarnya pun keturunan mereka bermula dari -dan dibangun oleh- andil besar pers. Seseorang boleh mengaku atau diakui tokoh, tapi tanpa campur tangan pers, siapa yang akan mengenalnya sebagai tokoh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyalah sekarang ini, misalnya di Indonesia ini, siapakah aktor paling hebat ? Siapakah cendekiawan paling piawai? Siapakah penyair paling ulung? siapakah pembaru paling baru? Tanyalah kepada orang paling terpelajar manapun, insya Allah anda akan mendapat jawaban nama-nama didiktekan oleh pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalau agak lebih cermat kita berfikir, kecuali mengenai aktor dan pejabat yang jumlahnya terbatas, sewajarnyalah kita bertanya-tanya, benarkah yang ‘didiktekan’ pers itu ? Misalnya khusus tentang kiai paling alim itu kita tahu di kita ada ribuan kiai dan ratusan diantaranya yang -bila menggunakan ‘ukuran standar’, Al-Qur’an- seribu kali lebih alim dan lebih mulia dari pada semua nama kiai yang dikenal dan dikenalkan-atau diperkenalkan-oleh pers selama ini. Tidak percaya silahkan datang ke daerah-daerah dan bukalah Al-Qur’an!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa mau dikata, itulah pers. Itulah opini yang ‘diciptakannya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, siapa saja-khususnya dari kalangan pemilik kepentingan- yang memahami dan menyadari kekuatan pers ini, rasanya tidak ada yang tidak tergiur untuk memanfaatkannya. Mulai dari pihak yang ingin mengajak membangun negara; mulai pihak yang ingin mengalahkan lawan politik sampai yang hanya sekedar mencemarkan nama baik seseorang yang tidak disukainya; mulai dari yang ingin mempopulerkan diri; semuanya bisa menggunakan jasa pers. Dan saya pikir, pemerintahlah pihak yang paling faham dan menyadari akan kekuatan pers ini, tentunya selain pihak pers sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kearifan klise biasanya menamsilkan kekuatan dengan pedang atau senjata. Senjata di tangan yang benar, biasanya menjaga dan melindungi; sebaliknya ditangan yang salah, biasanya merusak dan menghancurkan. Demikian juga kekuatan pers. Kita bisa dan telah menyaksikan hal-hal positif bagi kehidupan bangsa dan negara yang merupakan sumbangan konkret dari pers kita. Namun di samping itu, kita pun tidak bisa menutup mata terhadap hal-hal negatif yang timbul akibat kelalaian pihak pers; seperti misalnya, kebingungan dan bahkan keresahan masyarakat yang disebabkan oleh pemutarbalikan fakta; pengekposan berita sensasional yang tidak jelas manfaatnya bagi kepentingan umum; pemberitaan-pemberitaan tendensius yang hanya memuaskan pihak-pihak tertentu dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang sudah terlanjur menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;public figure&lt;/span&gt; atas jasa pers, kiranya perlu waspada. Satu dan lain hal karena merekalah biasanya yang menjadi incaran pertama insan-insan pers dan atau kemudian -sorotan masyarakat remeh-temeh mereka menjadi hal penting. Gurauan mereka bisa menjadi hal serius. Main-main mereka bisa menjadi sungguhan. Perilaku mereka diamati. Pertanyaan mereka dicatat. Bahwa omong kosong mereka bisa dianggap fatwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memperoleh kesan -mudah-mudahan tidak benar- akhir-akhir ini mereka para public figure itu (apakah dari kalangan pejabat, artis, kiai, cendikiawan, budayawan atau lainnya) -seolah-olah tidak menyadari atau sengaja pura-pura tidak tahu- betapa, gara-gara pers, mereka telah menjadi mahluk-mahluk sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkesan mereka ngomong seenaknya (mungkin mengandalkan gampangnya mereka memperalat); termasuk ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan keagamaan atau kenegaraan yang oleh masyarakat dianggap penting bahkan gawat. Sehingga seringkali sulit membedakan mana mereka pintar dan mana yang bloon. Apalagi sepertinya telah menjadi trend, begitu seseorang sudah dinobatkan menjadi public figure, lalu merasa dari segalanya dan tahu segalanya. Tiba-tiba artis berbicara dan berlagak seperti kiai, kiai berbicara dan berlagak seperti pejabat, pejabat berbicara dan berlagak seperti pelawak, pelawak berbicara dan berlagak seperti cendikiawan, cendikiawan berbicara dan berlagak seperti artis atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau apa yang saya katakan masuk akal dan tidak berlebih-lebihan, yaitu bahwa pers begitu penting posisi dan peranannya, maka sudah sewajarnyalah apabila kita mengharap dari kalangan pers -lebih dari kalangan yang lain- untuk meningkatkan keakraban mereka dengan nurani-nurani mereka dan mengintensifkan dialog mereka dengan nurani-nurani mereka dan mengintensifkan dialog mereka dengan diri-diri mereka sendiri. Tak lebih dari pada itu. Kita percaya, tentang kode etik dan pers yang berbudaya; tentang integritas dan tanggung jawab mereka jauh lebih memahami dan mengerti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-7466278512038391371?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/7466278512038391371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/pers-dan-public-figure.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/7466278512038391371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/7466278512038391371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/pers-dan-public-figure.html' title='Pers dan &quot;Public Figure&quot;'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-8835891146371979602</id><published>2009-06-01T19:50:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T19:53:53.488-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>Doa Harimau</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Alkisah ada seorang pemburu yang sedang mencari hewan buruannya di tengah hutan. Sang raja hutan, Harimau tentu tidak senang ada pemburu yang menganggu “stabilitas” warga hutan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Harimau pun berniat menghadang sang pemburu dan memangsanya. Harimau pun bersembunyi di jalan setapak menunggu kehadiran si pemburu. Si pemburu rupanya tidak sadar bahwa dirinya sedang diincar sang raja hutan. Dalam satu sergapan kilat, harimau berhasil melumpuhkan pemburu dan membuang senapannya jauh-jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Pemburu sadar bahwa hidupnya tidak akan lama lagi. Oleh karena itu, ia pun menengadahkan tangan kepada Tuhan, berdoa agar dosa-dosanya diampuni oleh Sang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat si pemburu menengadahkan tangan berdoa, Harimau pun ikut-ikutan menengadahkan tangan, berdoa juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemburu heran, “Hai harimau kenapa kau ikut-ikutan berdoa? Apakah kau juga ingin mendoakan diriku?”, tanya si pemburu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harimau menjawab, “Aku tidak sedang mendoakan dirimu, hai pemburu. Aku sedang membaca doa sebelum makan”! &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-8835891146371979602?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/8835891146371979602/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/doa-harimau.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/8835891146371979602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/8835891146371979602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/06/doa-harimau.html' title='Doa Harimau'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-6034397497141377602</id><published>2009-05-31T21:18:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T21:19:54.444-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><title type='text'>Perkenankanlah Aku Mencintaimu</title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;Perkenankanlah aku mencintaimu&lt;br /&gt;seperti ini&lt;br /&gt;tanpa kekecewaan yang berarti&lt;br /&gt;harapan-harapan yang setiap kali&lt;br /&gt;dikecewakan kenyataan&lt;br /&gt;biarlah dibayar oleh harapan-harapan&lt;br /&gt;baru yang menjanjikan&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Perkenankanlah aku mencintaimu&lt;br /&gt;semampuku&lt;br /&gt;menyebut-nyebut namamu&lt;br /&gt;dalam kesendirian pun lumayan&lt;br /&gt;berdiri di depan pintumu tanpa harapan&lt;br /&gt;kau membukakannya pun terasa nyaman&lt;br /&gt;sekali-kali membayangkan kau memperhatikanku&lt;br /&gt;pun cukup memuaskan&lt;br /&gt;perkenankanlah aku mencintaimu sebisaku&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-6034397497141377602?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/6034397497141377602/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/05/perkenankanlah-aku-mencintaimu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/6034397497141377602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/6034397497141377602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/05/perkenankanlah-aku-mencintaimu.html' title='Perkenankanlah Aku Mencintaimu'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-4276159468658289707</id><published>2009-05-29T21:12:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T21:13:27.536-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penjara'/><title type='text'>Sekolah Seperti Penjara</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Beratnya beban kurikulum dan sedikitnya ruang bagi tumbuh kembangnya kreativitas anak menyebabkan suasana sekolah bagaikan penjara. Demikian komentar Kak Seto, pemerhati anak ketika menilai kondisi dunia pendidikan dewasa ini.&lt;/p&gt;Seto Mulyadi –nama lengkap Kak Seto- yang saat ini menjabat sebagai ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menilai bahwa beban sekolah yang sedemikian berat menyebabkan anak-anak tidak sempat bermain. Padahal, menurut Kak Seto, bermain merupakan salah satu unsur penting dalam tumbuh kembang fisik, intelektual, dan mental anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kak Seto, karena beban di sekolah berat, tidak mengherankan bila sebagian anak pada sat ini ada yang mengidap fobia sekolah, misalnya merasa sakit, tidak enak badan, dan lainnya. Gejala fobia sekolah ini tidak hanya dialami siswa di Indonesia, tetapi dihadapi siswa bangsa-bangsa lain yang ingin mengejar kemajuan, terutama bangsa-bangsa di Asia, seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kecerdasan intelektual (IQ) bukan segala-galanya. Masih ada banyak kecerdasan yang bisa dikembangkan untuk tumbuh kembang anak," urai Kak Seto. Ia memberi ilustrasi lima tokoh nasional yang memiliki prestasi istimewa di bidangnya masing-masing yakni BJ Habibie (ahli pesawat terbang), Rudy Hartono (juara tujuh kali berturut-turut All England), Rudy Salam (aktor), Rudi Hadisuwarno (tata rias), dan Rudy Choirudin (kuliner)."Spektrum kecerdasan itu sangat luas. Rudi Hadisuwarno ketika kecil hobi menggunting-gunting kertas, lantas belakangan mahir gunting rambut," tandasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-4276159468658289707?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/4276159468658289707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/05/sekolah-seperti-penjara.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4276159468658289707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/4276159468658289707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/05/sekolah-seperti-penjara.html' title='Sekolah Seperti Penjara'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-2813740356661012943</id><published>2009-05-28T20:21:00.001-07:00</published><updated>2009-05-28T20:23:16.194-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membaca'/><title type='text'>Maka Rakyatnya Juga Suka Membaca</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Minat baca masyarakat saat ini sangat rendah. Padahal dulu kata nenek saya, di era pemerintahan Soekarno, minat baca rakyat cukup tinggi. Itu karena Soekarno suka membaca, maka rakyatnya pun ikut suka membaca.&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;Membaca, merupakan salah satu bagian terpenting yang harus terus dilakukan sepanjang hidup manusia. Membaca (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;iqra&lt;/span&gt;) merupakan perintah pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Marilah kita lihat di negeri kita ini. Apakah ayat pertama dari Tuhan itu sudah dilaksanakan di negeri kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang lebih memprihatinkan hati ini, justru budaya membaca sangat tergeser dan tertinggal jauh dengan budaya menonton televisi. Cobalah dihitung. Berapa banyak Anda melewatkan waktu untuk membaca buku setiap hari. Bandingkan dengan berapa banyak waktu yang digunakan untuk menonton televisi..??&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-2813740356661012943?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/2813740356661012943/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/05/maka-rakyatnya-juga-suka-membaca.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/2813740356661012943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/2813740356661012943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/05/maka-rakyatnya-juga-suka-membaca.html' title='Maka Rakyatnya Juga Suka Membaca'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-429951319925432203</id><published>2009-05-27T20:45:00.000-07:00</published><updated>2009-05-27T21:06:05.063-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aurat'/><title type='text'>Berdebat Soal Aurat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Beberapa tahun setelah kemerdekaan RI, para santri putri di pesantren-pesantren berinisiatif mengadakan kegiatan-kegiatan dalam rangka mengisi kemerdekaan. Mereka tidak mau kalah dengan organisasi-organisasi perempuan terutama dari Partai Komunis Indonesia (Gerwani) yang lebih sering tampil dimuka umum.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Para santri putri ini kemudian merencanakan membuat satu grup &lt;span style="font-style: italic;"&gt;drumband&lt;/span&gt;. Nah, ternyata Kiai Bisri Syamsuri mendengar geliat ini. Dengan bersemangat beliau melarang kegiatan ini. “Perempuan tidak boleh main &lt;span style="font-style: italic;"&gt;drumband&lt;/span&gt;. Nanti auratnya kelihatan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para santri putri lantas melaporkan, peringatan Kiai Bisri ini ke Kiai Abdul Wahab Chasbullah yang adalah kakak ipar Kiai Bisri sendiri. Biasanya, kiai Wahab-lah satu-satunya kiai yang lebih memahami keinginan mereka. Kiai Wahab lantas menemui Kiai Bisri. “Nggak apa-apa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong&lt;/span&gt; masih pakek kerudung koq, nggak seperti Gerwani. Pokoknya, auratnya nggak kelihatan,” katanya kepada Kiai Bisri. Kiai Bisri terdiam, tidak melarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah grup &lt;span style="font-style: italic;"&gt;drumband&lt;/span&gt; jadi dibentuk. Kiai Wahab berpesan, “Janganlah sampai Kiai Bisri tahu dulu!” Para santri putri yang tergabung di dalamnya langsung mengadakan latihan. Ada yang menenteng drum kecil, ada yang lebih besar sampai seperti bedug kemudian dipukul-pukul. Ada juga yang membawa tongkat kemudian diayun-ayunkan ke atas. Rupanya dia memimpin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;drumband&lt;/span&gt;-nan itu. Tiba-tiba kiai Wahab meminta latihan itu dihentikan. “Jangan pake goyang-goyang, itu namanya aurat,” kata Kiai Wahab kepada salah seorang yang membawa tongkat. Kiai Bisri yang kemudian ikut menyaksikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;drumband&lt;/span&gt;-nan itu mengetahui hal itu manggut-manggut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh-jauh hari sebelumnya, pada masa-masa menjelang kemerdekaan, perempuan-perempuan pesantren melakukan demonstrasi menuntut para kiai agar mereka diperkenankan untuk bergabung dalam pasukan non-reguler Hizbullah dan Sabilillah, berjihad mengusir para “kumpeni.” Para kiai menenangkan, “Perempuan juga punya kesempatan untuk berjihad. Jihadnya perempuan itu di rumah tangga.” Namun itu tidak membuat semangat kaum perempuan kendur. Mereka tetap memaksa bergabung dengan pasukan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiai Bisri pun bersuara. “Perempuan tidak boleh ikut berperang, karena berbahaya.” Lagi-lagi Kiai Wahab tampil dan ikut bersuara, “Tidak apa-apa asal tetap menutup aurat dan yang menjadi pimpinan tetap laki-laki, perempuan mengikuti komando saja kalau nanti pas nyerang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah. Ada Kiai Bisri yang sangat berhati-hati dalam memberikan fatwa. “Hukum harus berdasarkan dalil yang paling jelas, dan aturan harus diputuskan dengan sangat hati-hati.” Ada juga kiai Wahab mengedepankan efektifitas dan katakanlah semacam “substansi” hukum, kaitannya dengan pengabdian para santri, warga NU untuk negaranya tercinta, Indonesia. Dan bukan untuk yang lain.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-429951319925432203?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/429951319925432203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/05/berdebat-soal-aurat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/429951319925432203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/429951319925432203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/05/berdebat-soal-aurat.html' title='Berdebat Soal Aurat'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-7730721891556998808</id><published>2009-05-26T20:32:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T20:40:18.422-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dua karang'/><title type='text'>Mendayung di Antara Dua Karang</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 13pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bila founding father kita, Bung Hatta pernah mengibaratkan bahwa Pancasila bagaikan mendayung di antara dua karang, sosialisme dan liberalisme, perumpamaan tersebut menemukan relevansinya pada kehidupan kaum muda Islam tanah air yang juga kini harus mendayung di antara dua karang, liberalisme dan revivalisme.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karang pertama liberalisme kini tengah digandrungi sejumlah kaum muda Islam yang mengklaim dirinya sebagai pengusung Islam liberal-progresif-transformatif yang menawarkan agenda pencerahan terhadap pola pikir konservatif umat Islam yang literal dan dogmatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karang kedua revivalisme tidak kalah banyak pengikutnya. Di sejumlah kampus center of excellent, mereka menanamkan pengaruh dan dominasinya. Berbekal paket doktrin keagamaan yang diimpor dari Timur Tengah, mereka dengan percaya diri menyebarkan dakwah “Islam kaffah” ke masyarakat melalui berbagai jalur, baik politik, kultural, sosial-ekonomi dan bahkan –kadang-kadang- kekerasan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Anatomi Karang Liberalisme&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karang liberalisme dihuni oleh sejumlah anak muda berlatar belakang pendidikan keagamaan tradisional yang menamatkan pendidikan tingginya di IAIN. Aktivitas mereka seperti seminar, diskusi, pelatihan, advokasi, community development dan meramaikan wacana sosial keagamaan di media massa –diakui atau tidak- didukung pendanaannya oleh sejumlah funding asing dari Barat yang mempunyai agenda liberalisasi ekonomi dan politik negara-negara berkembang. Berbagai istilah dari Barat yang terdengar asing bagi si Ujang, pemuda desa di pelosok Jawa Barat, dengan gagah mereka sosialisasikan. Jadilah si Ujang harus mengernyitkan kening untuk sekedar memahami makna semantik istilah-istilah seperti civil society, emansipatoris, islam liberal versus islam literal, multiculturalism, gender, human rights dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa disadari, kaum muda Islam yang berpijak di atas karang liberalisme menjadi corong dan backing vocal terbaik bagi aspirasi dan agenda dunia Barat yang –menurut Soekarno- tengah mencoba menjajah kembali Asia-Afrika, neo-kolonialisme dan imperialisme. Barat yang terpaksa mendekolonisasi Asia-Afrika pasca Perang Dunia II kini mencoba menjajah kembali Asia-Afrika, bukan lagi dengan senjata dan mesiu tapi dengan wacana “Pasar Bebas” dan “Liberalisme”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barat ingin menjadikan Asia-Afrika sebagai daerah pemasaran hasil industrinya yang over supply. Perusahaan Rokok Philip Morris yang kehilangan pasarnya di Eropa dan Amerika akibat pengetatan larangan merokok di tempat umum, mengalihkan investasinya ke Indonesia, dimana masih banyak bapak-bapak yang rela menghabiskan uangnya untuk merokok daripada membelikan susu untuk anaknya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, pasar Asia-Afrika harus diliberalisasi. Masuklah IMF dengan SAP-nya (Structural Adjustment Program) yang memaksa negara-negara berkembang membuka pasarnya bagi produk-produk Barat sekaligus mendesak Asia-Afrika menghapuskan subsidi sosial bagi kaum miskin dengan argumen efisiensi anggaran dan menghilangkan distorsi pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liberalisme, itu kata kuncinya. Semua sektor harus diliberalisasi. Politik diliberalisasi dengan eksploitasi wacana demokrasi sehingga demokrasi tinggal prosedur-prosedur formal, dimana tangan-tangan otoritarian, sektarian dan korup kembali tampil di panggung melalui pintu demokrasi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan diliberalisasi (Baca: Westernisasi) sehingga aspirasi dan tradisi lokal tidak mendapatkan apresiasi dan mengalami proses marjinalisasi. Kebudayaan hedonis dan “Sastra Lendir” –meminjam istilah Pramoedya Ananta Toer- mendominasi media publik dan meracuni pola pikir generasi muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kaum muda Islam yang menapakkan kakinya di karang liberalisme bermasud baik, hanya sekedar mengkritisi doktrin dan penafsiran keagamaan yang sudah tidak relevan dengan semangat esensial Islam. Namun, tanpa disadari karang liberalisme dimana mereka berpijak merupakan karang yang tumbuh di atas pantai neo-imperialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Anatomi Karang Revivalisme&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang berpijak di karang revivalisme sekarang memasuki babak baru ketika jalur politik yang mereka tekuni mulai membuahkan hasil. Melalui pintu demokrasi, kaum muda Islam revivalis –bersama-sama para koruptor dan diktator- meraih kursi-kursi kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target utama kaum muda Islam revivalis sederhana, mengembalikan kejayaan Islam seperti pada masa Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin hingga kejatuhan Turki Utsmani, dimana “syariat Islam” dan “negara Islam” ditegakkan secara kaffah. Seakan mengalami amnesia, kaum muda Islam revivalis lupa bahwa sejarah Islam tidaklah gilang-gemilang seperti yang mereka igaukan. Pertumpahan darah, kilatan pedang dan perpecahan kental mewarnai sejarah Islam, terutama sepeninggal Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, semangat keberagamaan mereka disusupi oleh semangat resistensi terhadap Barat yang diskriminatif dan eksploitatif. Alih-alih menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamiin, citra Islam kini tercoreng oleh serangkaian aksi-aksi intoleransi terhadap kaum minoritas. Non-muslim tidak bisa lagi beribadah dengan tenang seperti di masa Rasulullah, kini kaum non muslim harus menggenapkan dirinya menjadi puluhan jamaah bila ingin mendirikan rumah ibadah. Sekelompok masyarakat –yang sudah mengaku dirinya muslim- juga harus menelan pil pahit ketika masjidnya dihancurkan oleh saudaranya sesama muslim, persis seperti Muawiyah membantai habis cucu Rasulullah, Hasan dan Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kaum muda Islam revivalis bermaksud baik. Barat yang diskriminatif dan eksploitatif harus dilawan! Tapi agaknya mereka melupakan ajaran “amar ma’ruf nahi munkar” versi Rasulullah. Kini “amar ma’ruf nahi munkar” dilakukan dengan cara-cara yang munkar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Harus ada “The Third Way”, Mungkin Anda Orangnya?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Anthony Giddens yang merintis “The Third Way” sebagai alternatif karang sosialisme dan liberalisme, maka kaum muda Islam Indonesia harus mulai mendesain “The Third Way” sebagai alternatif karang liberalisme dan revivalisme. Sudah cukuplah kebingungan si Ujang, pemuda desa Tasikmalaya lulusan SMP yang kebingungan menyaksikan teman-temannya yang kuliah di kota bertengkar (Baca: Berwacana!) dengan penggalan ayat-ayat Tuhan dan istilah-istilah asing. Si Ujang tidak butuh wacana, ia hanya butuh lapangan kerja yang makin langka di republik ini. Mungkinkah anda orangnya, sang perintis “The Third Way”. Walahu a’lam. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-7730721891556998808?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/7730721891556998808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/05/mendayung-di-antara-dua-karang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/7730721891556998808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/7730721891556998808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/05/mendayung-di-antara-dua-karang.html' title='Mendayung di Antara Dua Karang'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-3078694779227586169</id><published>2009-05-25T19:15:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T19:16:01.324-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barat'/><title type='text'>“Mutiara” Itu Tengah Bersinar di Barat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Islam adalah agama yang paling cepat berkembang di dunia sekarang ini, tetapi agama yang paling kurang difahami oleh Barat. Konflik berabad-abad antara dunia Islam dan Barat telah menyebabkan timbulnya prasangka pada kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; Namun, sisi spiritual Islam mungkin dapat membantu menjembatani jurang yang ada, ketika sisi Islam itu sekarang secara tak diduga mengalami kebangkitan justru di negara-negara Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi spiritual Islam ini sering disebut sebagai bunganya Islam. Lembut, introspektif, dan sangat spiritual. Itulah sufisme, tradisi mistik Islam yang mengajarkan cinta-kasih, perdamaian dan toleransi yang bersifat universal. Sheikha Fariha adalah seorang guru sufi terkemuka di kota New York. Ia mengatakan,”Sufisme adalah jantung Islam. Inilah, intisari berlian Islam. Tanpa sufi, Islam tidak lengkap. Islam akan kering.” Menurutnya, inti kandungan kitab suci al-Quran adalah pesan sederhana mengenai cinta-kasih dan rasa syukur kepada Tuhan dan semua mahluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabir Helminski, seorang pakar sufi yang buku-bukunya telah mempopulerkan Sufisme di Barat, mengatakan al-Quran mendukung pandangan sentral sufisme, bahwa manusia harus senantiasa ingat dan memuji keagungan Tuhan dalam hatinya. Ia mengatakan,”Al Quran menyebutkan tentang pentingnya hati manusia sebagai alat persepsi. Juga dikatakan dalam kitab suci itu bahwa dengan mengingat Tuhan, maka hati akan menemui ketenangan. Al-Quran mengingatkan dengan cara yang sangat sederhana agar kita menempatkan Tuhan sebagai pusat dalam kehidupan kita. Orang-orang sufi berusaha untuk membuat dirinya selalu menyadari akan kehadiran Tuhan setiap saat. Apa yang dilakukan oleh orang-orang Islam dengan melakukan shalat lima kali sehari adalah untuk selalu menyadari akan kehadiran Tuhan, sehingga setiap hari fokus kita adalah pada Tuhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helminski menambahkan bahwa kaum sufi berusaha untuk menjaga pencerahan spiritualnya tanpa melupakan kebutuhan hidup sehari-hari. Kepercayaan kepada Tuhan harus dipelihara setiap saat melalui meditasi, uluran tangan kepada orang lain, musik dan puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan sufi tidak dimulai oleh seorang pendiri dan pada mulanya tidak merupakan dimensi terpisah dari Islam. Pada abad ke 8, beberapa orang Islam mulai meninggalkan kenikmatan-kenikmatan duniawi pada saat empirium Islam terguyur kemakmuran lewat perdagangan. Mereka berpendapat kepentingan-kepentingan duniawi, jika tidak dijaga pada tingkat minimum, dapat menyingkirkan kecintaan mereka kepada Tuhan dan merusak jiwa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Muslim ini kemudian muncul sebagai orang-orang sufi yang mempunyai falsafah kesederhanaan, yang mereka anggap merupakan kunci kesejahteraan. Kata “sufi” sendiri dalam Bahasa Arab artinya bulu domba, bahan pakaian mereka, sebagai lambang kesederhanaan, dibanding dengan bahan-bahan sutra dan bahan-bahan halus lain yang dikenakan oleh mereka yang pada waktu itu suka bermewah-mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua Muslim mendukung sufisme. Mereka mengatakan ajaran sufisme memberi kesan seolah-olah Islam sendiri kurang mengandung spiritualitas. Ajaran-ajaran lainnya seperti musik dan tari-tarian yang merupakan bagian penting dalam praktik orang-orang sufi, tidak pula disetujui oleh golongan Muslim lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabir Helminski mengatakan banyak Muslim yang tidak menyadari bahwa sufisme dan Islam itu berjalin berkelindan. Katanya,”Tidak semua Muslim mengerti bahwa sufisme pada hakikatnya adalah jantung Islam. Sufisme bukanlah sesuatu yang terpisah dari Islam. Dan dapat dipastikan ini bukan sesuatu yang bertentangan dengan Islam. Tetapi, memang ada orang yang kurang terbuka untuk menerima berbagai tingkatan pengalaman spiritual.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan oleh segolongan Muslim tertentu telah memaksa pengikut-pengikut sufi bergerak di bawah tanah, terutama di negara-negara yang diperintah oleh rejim-rejim keras seperti Afghanistan semasa Taliban berkuasa. Sufisme kuat di banyak negara Muslim, terutama di Asia Selatan, Afrika Utara, Eropa dan Asia-Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi dan tradisi bercerita merupakan alat pengajaran utama untuk meneruskan pengetahuan kesufian selama berabad-abad. Puisi kesufian, terutama karya filsuf Persia abad ke 13, Jalaluddin Rumi, menjadi sumber inspirasi bagi jutaan umat Islam. Buku-buku Rumi yang banyak tersebar di dunia Barat, termasuk Amerika Serikat sekarang ini, mungkin ikut mendorong kepopuleran sufisme di Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikha Fariha mengatakan bahwa sufisme memenuhi kebutuhan spiritual orang-orang Amerika. "Kami melihat Sufisme mulai berakar kuat dan terbuka di Amerika. Negeri ini menganut kebebasan beragama. Amerika merupakan tempat tumbuh yang alami bagi sufisme, karena Amerika adalah negara yang rakyatnya memiliki kepercayaan-kepercayaan mistik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. Yvonne Haddad dari Universitas Georgetown di Washington, DC, banyak anak muda Amerika yang kehidupan spiritualnya terombang-ambing pada tahun 60-an dulu, masuk Islam, terutama Islam-sufi. Di Amerika, juga terdapat kelompok-kelompok sufi yang berasal dari Muslim imigran dari Asia dan Afrika. Di antara beberapa pusat Sufi di Amerika, menurut Prof. Haddad, yang paling besar adalah Bawwa Muhayyiddin Fellowship yang berpusat di Philadelphia. Lainnya, terdapat di kota-kota seperti Albuquerque, New Mxico, New York, Texas, California dan Michigan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-3078694779227586169?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/3078694779227586169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/05/mutiara-itu-tengah-bersinar-di-barat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/3078694779227586169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/3078694779227586169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/05/mutiara-itu-tengah-bersinar-di-barat.html' title='“Mutiara” Itu Tengah Bersinar di Barat'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-1790093637348530198</id><published>2009-05-25T19:08:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T19:11:18.402-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>DOA IJAZAH RASULULLAH SAW KEPADA SHAHABAT ABU BAKAR ASH-SHIDDIEQ R.A.</title><content type='html'>&lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;اللهم إني ظلمت نفسي ظلما كثيرا ولا يغفر الذنوب إلا أنت فاغفر لي مغفرة من عندك وارحمني إنك أنت الغفور الرحيم&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allahumma innii zhalamtu nafsi zhulman katsiiran walaa yaghfirudz-dzunuuba illaa Anta faghfir lii maghfiratan min ‘indika warhamnii, innaKa Anatal Ghafuurur Rahiim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Ya Allah ya Tuhanku, aku sunggu telah banyak ‘menganiaya’ diriku sendiri dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau; maka berilah ampunan kepadaku ampunan dari sisiMu dan kasihilah aku. Sungguh Engkaulah Sang Maha Pengampun dan Maha Pengasih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibaca dalam shalat, ketika sujud.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-1790093637348530198?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/1790093637348530198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/05/doa-ijazah-rasulullah-saw-kepada.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/1790093637348530198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/1790093637348530198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/05/doa-ijazah-rasulullah-saw-kepada.html' title='DOA IJAZAH RASULULLAH SAW KEPADA SHAHABAT ABU BAKAR ASH-SHIDDIEQ R.A.'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3191712978214602488.post-2792836965949656559</id><published>2009-05-25T18:49:00.000-07:00</published><updated>2009-05-25T18:52:30.423-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NU'/><title type='text'>Sembilan Pedoman Berpolitik Warga NU</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;img style="margin-right: 10px;" src="http://gusmus.net/fileuser/Image/logo%20nu2.jpg" alt="" align="left" /&gt;Sembilan butir Pedoman Berpolitik Warga NU yang dicetuskan dalam Muktamar NU XVIII di Krapayak Yogyakarta tahun 1989:&lt;/div&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt; 1. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama mengandung arti keterlibatan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara menyeluruh sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Politik bagi Nahdlatul Ulama adalah politik yang berwawasan kebangsaan dan menuju integritas bangsa dengan langkah-langkah yang senantiasa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan untuk mencapai cita-cita bersama, yaitu terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur lahir dan batin dan dilakukan sebagai amal ibadah menuju kebahagiaan di dunia dan kehidupan di akhirat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Politik bagi Nahdlatul Ulama adalah pengembangan nilai-nilai kemerdekaan yang hakiki dan demokratis, mendidik kedewasaan bangsa untuk menyadari hak, kewajiban, dan tanggung jawab untuk mencapai kemaslahatan bersama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama haruslah dilakukan dengan moral, etika, dan budaya yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, menjunjung tinggi Persatuan Indonesia, ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama haruslah dilakukan dengan kejujuran nurani dan moral agama, konstitusional, adil, sesuai dengan peraturan dan norma-norma yang disepakati serta dapat mengembangkan mekanisme musyawarah dalam memecahkan masalah bersama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama dilakukan untuk memperkokoh konsensus-konsensus nasional dan dilaksanakan sesuai dengan akhlaq al karimah sebagai pengamalan ajaran Islam Ahlussunah Waljamaah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama, dengan dalih apa pun, tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kepentingan bersama dan memecah belah persatuan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Perbedaan pandangan di antara aspirasi-aspirasi politik warga NU harus tetap berjalan dalam suasana persaudaraan, tawadlu’ dan saling menghargai satu sama lain, sehingga di dalam berpolitik itu tetap terjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan Nahdlatul Ulama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama menuntut adanya komunikasi kemasyarakatan timbal balik dalam pembangunan nasional untuk menciptakan iklim yang memungkinkan perkembangan organisasi kemasyarakatan yang lebih mandiri dan mampu melaksanakan fungsinya sebagai sarana masyarakat untuk berserikat, menyatukan aspirasi serta berpartisipasi dalam pembangunan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3191712978214602488-2792836965949656559?l=adungabdullah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adungabdullah.blogspot.com/feeds/2792836965949656559/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/05/sembilan-pedoman-berpolitik-warga-nu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/2792836965949656559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3191712978214602488/posts/default/2792836965949656559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adungabdullah.blogspot.com/2009/05/sembilan-pedoman-berpolitik-warga-nu.html' title='Sembilan Pedoman Berpolitik Warga NU'/><author><name>Pay ibnu Yusuf</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://4.bp.blogspot.com/__22p6qUyMY4/TEV_GDEQ9UI/AAAAAAAAANQ/DukxB16USSE/S220/Pay+Lembang+2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
